
Elvino lalu berjalan mundur dan perlahan membalikkan badannya menuju arah pintu. Namun, mendadak suara Sandra berteriak memanggil namanya dari belakang—wanita itu tengah berjalan dengan Bagaskara—hendak menemui Shena.
“Elvino!” teriak Sandra.
Elvino menoleh ke belakang dan memberhentikan langkahnya karena terkejut. Sudah dipastikan dia akan menerima caci maki papanya Shena dan juga Sandra. Namun, dia harus siap karena bagaimana pun, dia memang bersalah karena sudah menyelinap ke ruangan Shena.
“Apa yang kamu lakukan di ruangan anakku, hah!” bentak Bagaskara tampak emosi.
“Maafkan saya, Om. Saya hanya ingin memberi selamat pada Shena.”
“Pa, jangan emosi dulu. Aku menemukan jalan keluar sekarang,” bisik Sandra pada suaminya.
“Apa?” Bagaskara pun menurut dan hanya pasrah. Baru kali ini dia lemah sebagai kepala keluarga. Padahal, biasanya sangat ditakuti istri dan anaknya.
“Elvino, kamu tunggu dulu di sini sebentar, ya.” Sandra lantas mengajak Bagaskara masuk ke ruang Shena. Lelaki itu hanya menurut dan menunggu di koridor.
Sementara itu, di dalam ruangan. Mereka berempat membahas masalah darurat yang terjadi sekarang.
__ADS_1
“Shena, Lucky ditangkap polisi, Sayang. Dia kena kasus penggelapan dana perusahaan dan penipuan pasar saham.”
“Apa?” Shena hampir saja pingsan mendengar hal tersebut. Sandra menjelaskan kenapa Lucky ditangkap polisi. Shena seolah tak percaya dengan kejadian yang menimpanya.
Seolah takdir tidak berpihak padanya saat ini, pernikahannya terpaksa gagal dan harus menerima kenyataan. Bagaskara hanya banyak diam karena dia turut merasa bersalah karena sudah menjodohkan anaknya dengan lelaki yang dikira baik, nyatanya hanya seorang penipu.
Sandra memberikan saran untuk menikahkan Shena dengan Elvino. Namun, hal itu dibantah keras oleh Shena dan juga Bagaskara. Mengingat, Elvino sudah menyakiti hati Shena. Juga, Shena tidak mungkin mau karena tahu Elvino sudah mempunyai istri. Tidak mungkin dia akan menikah dengan lelaki itu. Kali ini, Sandra tidak peduli dengan bantahan anak dan suaminya yang ada di pikirannya kali ini, dia hanya ingin acara pernikahan ini berlangsung dan tidak menjadi bahan gunjingan para tamu, meskipun dengan mempelai pria berbeda.
“Mama tidak peduli, tidak ada satu pun yang bisa membantah kali ini. Termasuk Papa, apa Papa mau kabar gagalnya pernikahan anak kita membuat mental Shena tertekan ke depannya? Apa Papa mau nanti jadi gunjingan orang?”
Sandra lalu memanggil Elvino untuk masuk ke ruangan tersebut, menyuruhnya untuk menikah dengan Shena. Elvino tampak sangat terkejut dengan hal tersebut, pasalnya dia tidak tahu apa yang terjadi, dia semakin bingung tatkala Sandra membawanya ke ruang pengantin pria untuk mengganti baju.
“Tante, apa yang sebenarnya terjadi?”
“Elvino, mau tidak mau, kamu harus menyelamatkan Shena, bukankah kamu mencintainya? Kamu tidak mau kan, jika dia sedih karena pernikahannya gagal? Dan lagi pula, anggap saja ini juga sebagai hukuman karena kamu sudah menyakiti hati anak Tante.”
“Ta—tapi, Tan ....” Elvino bahkan tak diberi kesempatan untuk bicara sama sekali.
__ADS_1
“Tidak ada tapi-tapian, El.”
Kini, Elvino sudah siap memakai baju pengantin pria. Entah mimpi apa kali ini, dia harus menjalani pernikahan mendadak dan tanpa dihadiri oleh orang tuanya, apalagi ini pernikahan besar, seolah hanya mimpi—menikah dengan wanita yang dicintainya.
Entah harus bahagia, sedih, terharu, atau bahkan bingung harus apa. Elvino hanya pasrah.
Tiga puluh menit telah berlalu dari waktu yang ditentukan di acara tersebut. Penghulu mulai menanyakan keberadaan pengantin, tetapi kedua mempelai serta orang tua tidak terlihat sama sekali. Acara menjadi kalang kabut dalam keheningan para tamu, yang terus membicarakan mereka.
Rupanya, semua yang terjadi ini bukanlah kebetulan. Seminggu yang lalu, saat Elvino baru saja mendapat undangan pernikahan Shena. Lelaki itu tak tinggal diam, dia berusaha mencari informasi tentang identitas Lucky. Bahkan dia tak pernah sekali pun melewatkan detail demi detail segala kabar yang diberikan oleh seseorang yang diperintahkannya. Bukan tanpa alasan, awalnya Elvino hanya berniat untuk mencari informasi tentang Lucky, bagaimana lelaki itu. Apakah pantas untuk Shena atau tidak. Jika dia memang lelaki baik, dia akan rela melepas wanita itu. Namun jika tidak, dia pasti akan menghalalkan segala cara untuk menggagalkan pernikahan tersebut.
Hari itu, ternyata Elvino malah mendapatkan informasi mahal. Dia tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang Lalu, dia pun bertindak untuk melanjutkan kasus tersebut di kantor polisi dan membawa korban pemilik satu perusahaan yang berhasil ditipu.
Alhasil, dalam beberapa hari ini, Elvino dengan penuh harap untuk bertemu Shena dan memberitahu semuanya. Namun, percuma saat wanita itu sama sekali enggan menemuinya.
Elvino tidak tahu kabar penangkapan Lucky sekarang. Dia hanya tahu kasus lelaki tua tersebut masih dalam proses penyelidikan dan begitu kebetulannya, penangkapan itu terjadi saat dirinya hendak melaksanakan pernikahan. Lelaki pesuruh Elvino yang sejak tadi menelepon dirinya pun sama sekali tak digubris karena dia fokus pada Shena. Padahal, orang suruhannya itu hendak mengabarkan jika Lucky telah ditangkap kepolisian.
Bersambung....
__ADS_1