Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Nikmat


__ADS_3

“Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?” tanya Mince yang melihat ke arah Melva dan juga Roger.


“Ini nih, dia mau mencoba masuk ke kamar Shena, pasti ada niatan jelek kan? Iya, kan? Ngaku!” cecar Melva yang merasa bahwa Mince akan mendukungnya.


Mince pun melihat ke arah Roger yang berdiri di sampingnya, dia tahu betul siapa pengusaha yang sudah memberikan donatur dalam acaranya tersebut.


“Saya rasa, ada sedikit kesalahpahaman di sini, saya tahu betul, Tuan Roger tidak mungkin memiliki niatan jelek,” ucap Mince yang mencoba menjelaskan kepada Melva sehalus mungkin.


Roger pun menampakkan senyuman ciri khas sombongnya kepada Melva, seakan memberitahu bahwa seberusaha apa pun Melva menuduhnya pasti tetap dia yang akan menang walaupun apa yang diucapkan oleh wanita itu adalah kenyataannya.


“Ta-tapi ... tadi saya lihat sendiri, iya kan?” tanya Melva yang melirik ke arah temannya yang hanya terdiam.


“Saya tahu, tapi saya mohon agar tidak membuat keributan di sini!” pinta Mince yang merasa tidak enak oleh Tuan Roger selaku donatur terbesar.


“Hei, dengar ya ... kali ini Anda bisa lolos. Tapi ingat! Jangan harap bisa melakukan hal buruk kepada Shena!” ancam Melva yang menatap tajam ke arah Roger.


“Jaga mulut kamu! Lebih baik saya pergi dari sini dari pada saya meladeni orang seperti kamu!” tukas Roger dengan tutur kata yang tajam.


Roger pun memilih untuk segera pergi dari sana, dia tidak mau berlama-lama berurusan dengan asisten yang tidak berguna menurutnya.


“Dasar lelaki bejat!” umpatnya seraya menatap punggung Roger yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya. 


Mince hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar kata umpatan untuk Roger, dia pun tidak mau mengambil pusing dan segera pergi dari sana setelah Roger pergi.


“Gila ya! Kamu hampir saja membuat jantungku berhenti berdetak! Lain kali, jangan libatkan aku ke dalam urusanmu, bisa-bisa aku mati muda!” gerutu temannya yang merasa nyawanya terancam.


“Bodo amat!” Melva lalu bernapas lega karena telah menggagalkan rencana busuk Roger. 


“Sekarang aku paham, pasti Shena tadi makan makanan yang salah, atau mungkin minumannya yang sudah tercemar kegilaan Roger,” batin Melva. 


Tak mau berlarut-larut berdiri di koridor, Melva dan temannya turun lagi melanjutkan obrolannya yang tadi sempat terputus. Membiarkan Shena berada dalam dekapan Elvino di dalam sana. 

__ADS_1


Sementara itu, saat di perjalanan tampak Roger sedang meluapkan amarahnya karena rencananya gagal. 


“Brengsek! Dasar wanita sialan!” maki Roger yang memukul setir kemudi saat dia berada di dalam mobil.


Rencana yang sudah dia susun matang-matang untuk menjadikan Shena miliknya, ternyata gagal hanya karena seorang asisten rendahan baginya.


Roger pun frustasi saat hasrat birahinya belum tersalurkan, dia tidak tinggal diam begitu saja ketika apa yang menjadi keinginannya terhenti.


Pikirannya tertuju pada wanita cantik untuk bisa menyalurkan hasrat birahinya. Dia langsung mengambil sebuah ponsel dari sakunya dan menghubungi wanita itu.


Suara denyutan panggilan pun terhubung dan tidak lama kemudian terdengar suara wanita dari seberang telepon yang menjawab panggilan Roger.


“Lagi di mana? Aku membutuhkanmu sekarang!” ucap Roger dengan intonasi suara yang sudah bisa diartikan oleh wanita di seberang telepon.


Wanita itu tanpa ragu dan takut, langsung menyuruh Roger datang ke rumahnya.


“Ok, aku ke sana sekarang!” Roger mematikan sambungan teleponnya ketika sudah mendapat alamat rumahnya.


Tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat yang dituju, Roger memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah tersebut. Dia bergegas turun dari mobil dan berdiri tepat di depan pintu menunggu sang empu membukanya, yang tak lain adalah Celia.


Suara pintu terbuka, tampaklah seorang wanita cantik dengan balutan minim yang menyambut hangat kedatangan Roger. Roger pun tersenyum senang ketika melihat mangsa di depan matanya.


“Kenapa tidak di hotel aja, Baby?” tanya Roger.


“Kamu bebas lakuin apa pun di sini, karena hari ini tidak ada siapa pun di rumah.”


Tanpa perlu basa basi lagi, kini keduanya sudah saling menautkan bibir satu sama lain, tangan Roger pun tidak tinggal diam, dia berusaha untuk menjelajahi tubuh wanita itu sesuka hati.


“Not here!” cegah Celia pada tangan Roger, dia mengajak Roger untuk masuk ke dalam kamarnya.


Mereka pun tertawa sembari menautkan kembali bibir mereka. Begitu sampai di dalam kamar, Roger langsung melepas semua baju yang menempel di tubuh Celia dan di tubuhnya.

__ADS_1


“Kau sangat cantik, Celia!” bisik Roger di telinga Wanita itu, kemudian dia pun kembali mencium Celia dengan sangat buas, hingga Roger berhasil menyatukan mereka dalam birahi yang sudah terbakar gelora asmara.


Ada segurat senyuman di wajah Roger, saat melihat wajah Celia dari bawah wajahnya yang memejamkan mata sembari mengeluarkan suara yang membuatnya semakin menggila menggauli wanita itu, tidak dapat dipungkiri bahwa Celia menikmati permainan Roger yang jarang wanita itu dapatkan dari sang suami. 


Pergulatan mereka kian memanas, diiringi oleh suara ******* yang keluar dari mulut ke dua sejoli yang saling sahut menyahut mengisi kesunyian di ruangan tersebut. Getaran pada tempat tidur pun menjadi saksi bisu percintaan mereka.


Di sela-sela pergulatan cinta mereka, di tempat lain, tepatnya di ruang tamu. Sudah ada wanita paruh baya yang baru saja tiba, Wanita itu memanggil nama Celia. Akan tetapi, dia tidak mendapat jawaban dari sang pemilik nama.


“Pada ke mana sih? Kok sepi? Pada pergi apa?” Wanita paru baya itu mencari setiap ruangan yang ada di rumah itu.


“Jangan-jangan sudah pada tidur?” tanya Wanita itu yang menerka-nerka pada dirinya sendiri.


Wanita paru baya itu berjalan menuju kamar Celia dan Elvino, tetapi langkahnya berhenti ketika telinganya mendengar suara yang sudah tidak asing lagi baginya, dia pun mengintip dari balik pintu yang tidak terkunci.


Awalnya dia kira, bahwa Celia dan Elvino sedang bercinta. Namun, setelah dia melihat dari sela pintu. Begitu kagetnya dia melihat Celia sedang bercinta dengan laki-laki lain, dia pun mendorong pintunya dengan keras seraya memperjelas adegan di depan matanya.


“Celia!” teriak wanita itu ketika sudah masuk ke dalam kamar.


Suara teriakan dan dobrakkan pintu yang begitu keras, membuat Roger dan Celia terkejut dan panik ketika tertangkap basah oleh orang lain.


“Mama!” ucap Celia, dia mendorong tubuh Roger begitu saja dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya 


“Shit!” umpat Roger, dia pun segera mengambil baju dan celananya.


“Sedang apa kalian! Dasar berengsek! Pergi kamu dari sini! Pergi!” cecar mama Celia yang marah menghampiri mereka berdua.


“Jangan Mah, ini bukan salah dia!” Celia berusaha menghalangi Sandra yang berniat untuk memukul Roger.


“Dasar anak durhaka ... kamu lebih melindungi dia! Pake bajumu!” bentak mama Celia yang mendorong jidat anaknya dengan satu jari.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2