Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Kriteria Menantu Idaman


__ADS_3

"Ya sudah, rezekiku." Shena menggigit bibir bawahnya karena begitu senang, lalu melahap ke dua es krim itu. Lagi-lagi tingkah Shena yang memainkan bibirnya mengusik batin Elvino. 


"Sabar," batin Elvino yang menyemangati dirinya ketika merasakan sesuatu yang aneh.


Sejak awal pertemuan, mereka bukanlah siapa-siapa, tetapi hati keduanya seolah bertaut satu sama lain. Tak dapat dipungkiri, Elvino memanglah lelaki normal yang tidak semestinya berduaan dengan wanita lain, sedangkan dia berstatus suami orang. 


"Ke mana sekarang?" tanya Elvino.


"Ke jalan Permai Cemara," jawab Shena yang meminta di antar ke toko butiknya.


Sepanjang perjalanan, Shena terus menjilat ke dua es krim secara bergantian, dan berhasil mengusik konsentrasi Elvino yang sedang menyetir.


"Lama banget sih, makan es krimnya?" bentak Elvino yang sudah tidak tahan dengan cara makan wanita itu. 


Shena sama sekali tidak peduli ketika Elvino marah, dia terus saja menikmati ke dua es krim itu secara bergantian, tanpa menjawab ucapan Elvino. Sang empu yang merasa terusik langsung mengambil sisa es krim dari tangan wanita itu lalu melahapnya sampai habis.


Shena pun tercengang melihat tindakan pria yang ada di sebelahnya, dia pun menjadi kesal karena es krimnya direbut oleh Elvino begitu saja.


"Iissh." Wajah Shena cemberut menatap ke arah Elvino dengan tatapan sinisnya. Sang empu pun tertawa melihat bibir Shena yang cemberut akibat ulahnya. “Tadi bilang nggak suka manis, lihat! Sekarang kau malah mengambil punyaku!” 


"Gantengnya," ucap Shena dengan suara pelannya.


Elvino masih tidak sadar bawah dirinya mendapat pujian dari wanita yang berada di sebelahnya. Namun, dia tak menganggapnya sesuatu yang istimewa. 


Waktu terus berlalu, jam berputar hingga berganti hari. Saat ini, jarum jam mengarah tepat di angka tujuh. Suasana kali ini, berbeda dengan malam-malam sebelumnya karena Shena harus menjalankan misinya. 


Shena turun dari mobil sport yang dikendarai oleh Elvino—yang Shena tahu itu hanyalah mobil pinjaman di bengkel. Keduanya berjalan tampak mesra dengan seorang lelaki, yang tak lain adalah Elvino. Ya, untuk hari ini, Elvino menjalankan tugasnya sebagai pacar Shena yang akan dikenalkannya di depan kedua orang tua. 


Rasa gugup, gelisah serta khawatir menyeruak di antara hati dan pikiran kedua insan tersebut. Perlahan, Shena mulai mengetuk pintu rumahnya. Matanya sesekali melirik Elvino, dan menghela napas kasar.


“Sesuai rencana, ya. Awas, jangan sampai lupa, atau bahkan sampai gagal,” tutur Shena mengingatkan Elvino—lelaki yang berdiri di samping Shena, dia menggenggam tangan wanita itu. 


Sedikit pun tak pernah terlintas dari pikiran Elvano untuk menjalankan akting sebagai pacar pura-pura. 

__ADS_1


“Aku akan berusaha, tapi jika nanti ada sesuatu yang aku lupakan, jangan marahi aku!” ucap Elvino setengah bercanda. Tangannya semakin erat menggandeng tangan Shena.


“Apa bergandengan seperti ini termasuk syarat berpacaran?”


“Tentu saja, jika kita tidak terlihat mesra, mereka pasti akan curiga.”


Tak lama kemudian, pintu dibuka oleh seorang asisten rumah tangga. Dia langsung mempersilakan masuk. “Sudah ditunggu Tuan dan Nyonya, Non.”


“Oke, terima kasih, Bi.”


Shena dan Elvino melangkah dengan penuh keyakinan, keduanya tak lupa mengulas senyuman seolah mereka adalah pasangan kekasih yang bahagia. 


“Halo. Pa, Ma!” Shena mencium pipi kedua orang tuanya, sedangkan Elvino tersenyum ramah sambil mengangguk, sejurus kemudian dia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. 


“Selamat malam, Om, Tante,” sapa Elvino. 


“Selamat malam, silakan duduk!” perintah Bagaskara sembari memperhatikan penampilan Elvino dari atas sampai bawah. Pakaian yang dikenakan Elvino kali ini mampu menarik perhatian dua orang paruh baya yang berada di ruang tamu tersebut.


“Lumayan, setidaknya dia memang sepadan dengan anakku, sedikit saja ada celah kelemahan, pemuda itu tidak akan lolos jadi menantuku,” batin Bagaskara. 


Sandra tampak begitu semringah ketika memperhatikan putrinya, wajah bahagia yang Shena tampilan mampu menarik perhatiannya. Sehingga, dapat disimpulkan, poin pertama berhasil membuat mereka percaya jika Elvino adalah kekasihnya. 


“Jadi, siapa namamu?” 


“Elvino, Om.” 


“Nama yang bagus,” timpal Sandra, senyumnya terukir dari bibirnya. 


Suatu kelegaan bagi Sandra saat mengetahui, ternyata anaknya memang benar-benar memiliki kekasih. Itu artinya, bisa saja perjodohan antara Shena dan Lucky dibatalkan. Sandra memang bukanlah sosok yang tegas, tetapi dia mampu mengerti dan memahami keinginan anaknya. Masalah perjodohan, Sandra memang hanya dituntut untuk terpaksa menurut perintah Bagaskara.


“Kamu bekerja atau mempunyai perusahaan sendiri?” 


“Saya bekerja di bengkel mobil, Om,” jawab Elvino santai, tak ada kesan kebohongan yang dia ucapkan. Tidak seperti yang diharapkan Shena.

__ADS_1


“Bekerja? Kamu seorang montir?” Bagaskara terkejut mendengar pengakuan Elvino. Begitu juga dengan Shena yang menatap tajam ke arah Elvino. 


“Ehem!” Shena berdehem keras, sehingga mampu membuat semua orang menatapnya. Berharap Elvino akan sadar dengan perkataannya.


“Ya, saya bekerja di bengkel, Om. Karena hobi saya memang berkutat di mesin mobil. Meskipun mempunyai beberapa cabang bengkel di kota ini, tetapi bagi saya lebih afdal jika ikut menggarapnya sendiri,” terang Elvino.


“Bengkel mobil? Kamu?” Bagaskara hampir saja terkejut dibuatnya. Jika memang dirinya hanyalah montir, sudah dipastikan dia akan langsung menerima perlakuan kurang baik dari papanya Shena.


“Mungkin Om pernah dengar, atau tidak asing, namanya Harvey Service Car. Di sanalah tempat saya.”


“Bukankah, Harvey Service cukup terkenal di beberapa kota?” tanya Bagaskara, dia sedikit mengernyitkan dahinya, mengingat sesuatu yang pernah dia tahu tentang bengkel tersebut.


“Kamu pemiliknya?” 


“Ya, sejak empat tahun yang lalu, memang saya hanya mempunyai satu bengkel saja di kota ini. Akan tetapi, saya ingin memajukan usaha saya dengan membukanya di beberapa kota.” 


Sebuah kelegaan saat Bagaskara mendengar penjelasan Elvino.


“Kamu lulusan universitas mana?” tanya Bagaskara lagi. Sebisa mungkin dia mengorek segala informasi yang ingin dia tahu dari Elvino. Tujuannya hanya ingin memastikan kesejahteraan masa depan anaknya nanti jika memang dia akan menikahi anaknya.


“Saya lahir di Australia dan kuliah di Boxhill Institute. Setelah selesai kuliah, orang tua saya memutuskan untuk tinggal di Indonesia.” 


Tak ada sedikit pun keraguan dengan apa yang Elvino sampaikan. Semua orang yang mendengarkannya pun tercengang. Tak disangka, ternyata lelaki itu adalah kriteria yang pas untuk dijadikan menantu. Elvino menjelaskan apa pun yang dia tahu, sehingga membuat Bagaskara terheran. 


Begitu juga dengan Shena, dia merasa heran dengan semua ucapan Elvino. Namun, dia sangat kagum dan puas akan aktingnya kali ini. Hal ini justru di luar rencana Shena. Wanita itu tidak pernah sama sekali menyuruh Elvino untuk menjelaskan bagaimana asal-muasal bengkel terkenal itu dibangun, tentang kuliahnya, atau kelahirannya sekali pun. Shena semakin kagum dan mengulas senyum tipisnya seraya memandangi Elvino saat berbicara tanpa jeda. Pesona lelaki itu mampu menghipnotis siapa pun yang ada di ruangan itu.


Tiga jam berlalu, obrolan tersebut berujung di meja makan, saling bercanda satu sama lain. Setelah menyelesaikan makan malamnya. Shena begitu lega, misinya kali ini sudah terlaksana. Dia tidak memikirkan bagaimana nasib ke depannya atas kebohongannya malam ini—memperkenalkan kekasih palsunya. Baginya, yang terpenting, dia bisa membawa lelaki ke hadapan orang tuanya dan diterima, itu sudah lebih dari cukup.


Malam mulai larut, Shena mengantar kepergian Elvino sampai ke depan rumah setelah berpamitan pada kedua orang tua Shena.


“Kamu hebat, El. Terima kasih sudah menjadi penyelamatku malam ini,” ucap Shena lirih seraya mengapit tangan Elvino dengan intim. “Tapi, bagaimana bisa kamu mengaku seorang pemilik dan kuliah di Australia? Itu semua di luar rencana kita, El. Aku sempat kaget saat kamu mengatakannya. Apa jangan-jangan itu adalah kisah hidup bos kamu?”


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2