Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Tuntas Sudah


__ADS_3

Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, Elvino dan Shena kembali beraktivitas seperti biasa. Terkadang, Shena menginap di apartemen ketika Sabtu Minggu dengan izin orang tuanya. Mereka menghabiskan weekend bersama meskipun hanya menonton dan bercengkerama di apartemen. Sesederhana itu kebahagiaan mereka. Bahkan, perlahan hati Shena mulai sedikit mencair karena perlakuan Elvino.


Tak lama, surat perceraian pun akhirnya keluar dari pengadilan agama berkat pengacara Elvino yang sudah dibayar mahal. Karena kepiawannya dalam menangani kasus, dia bisa dengan cepat menyelesaikan perceraian Elvino tersebut. Terlebih, Elvino tidak hadir dalam sidang yang beberapa kali diadakan, ditambah video bukti perselingkuhan yang di paparkan oleh si pengacara, membuat proses pemutusan hubungan suami istri itu rampung sesuai perkiraan.


Perasaan lega dan juga puas karena telah lepas dari Celia, kini Elvino memberikan kabar bahagia itu kepada orang terpenting dari hidupnya yang tak lain adalah Shena. Tentu saja hal itu juga sudah diketahui oleh papa dan mama Elvino. Lelaki itu kini tengah mengendarai mobilnya menuju butik Shena sekalian menjemputnya untuk pulang.


“Shena, kita pulang, yuk!” ajak Elvino saat dia memasuki ruangan Shena. Wanita itu tampak tengah menggarap sesuatu di laptopnya.


“Tumben, kamu sudah menjemputku jam segini, ini masih jam tiga sore loh,” ucap Shena seraya menutup laptopnya dan menoleh ke arah Elvino yang tengah menutup pintu tersebut.


Saat Elvino berstatus sebagai suam Shena, tak ada seorang pun yang melarang dan mengatur kedatangannya di butik tersebut, bahkan jika lelaki itu datang tanpa permisi pun, sudah dipastikan para karyawan Shena akan dengan senang hati menyambutnya. Pesona lelaki tampan tersebut selalu menghipnotis kaum hawa, tetapi para karyawan Shena hanya sekedar mengagumi dan ikut bahagia ketika bosnya mendapat suai yang serasi.


“Memangnya kenapa kalau masih jam segini? Apa kamu masih sibuk? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama papa dan mama. Kita akan pulang ke rumahmu sekarang, ya.” Elvino berjalan mendekat dan mengelus pucuk kepala Shena. Lelaki itu tampak tersenyum bahagia, entah tatapan apa yang bermakna di mata lelaki itu. Yang jelas, Shena merasa aneh dengan tingkah Elvino.


“Ya sudah, ayo pulang sekarang! Memangnya hal sepenting apa yang ingin kamu bicarakan sih? Bisa katakan sekarang aja nggak? Jangan bikin aku penasaran.”


“Nanti kamu akan tau, Tuan Putri. Ayo cepatlah, aku sudah tidak sabar ingin memberitahumu kabar gembira ini.” Ucapan Elvino semakin membuat Shena penasaran, wanita itu lantas berdiri dan meraih tasnya, kemudian mengajak Elvino pergi dar ruangannya.


Dua puluh menit mobil Elvino membelah jalanan kota menuju rumah mertuanya. Sesampainya di halaman depan, lelaki itu membukakan pintu untuk Shena dan menggandengnya. Memang Elvino sudah terbiasa melayani Shena seperti ratu. Namun, saat ini lelaki itu terlihat mengeluarkan aura bahagia dan binar cinta yang luar biasa.

__ADS_1


“Pa, Ma!” teriak Shena saat memasuki rumah mewah tersebut. Rumah yang sudah dua hari ini tidak a tempati karena dia tengah berada di apartemen Elvino, menghabiskan waktu bersama.


“Hai, Sayang! Sandra pun turun dari tangga dan merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan sang anak. Walau hanya dua hari, sebagai seorang ibu yang terbiasa hidup bersama Dhena, dia merasakan rindu saat tidak mendengar ocehan anaknya itu.


Elvino yang tengah dudu di sofa pun tersenyum melihat dua orang wanita yang tengah berpelukan itu, layaknya sudah tak bertemu bertahun-tahu dan melepas rasa rindunya.


Setelah keduanya puas berpelukan satu sama lain, Sandra pun menyusul Elvino duduk di ruang tamu.. tak lupa, lelaki itu mengulurkan tangan untuk bersalaman pada mama mertuanya.


“Ma, Papa mana? Apa belum pulang dari kantor?” tanya Elvino pada Sandra.


“Papa mungkin sebentar lagi pulang, biasanya jam empat sudah sampai rumah. Ada apa, El? Tumben nyariin Papa.”


Tak lama kemudian, suara deru mobil pun terdengar di telinga, tak disangka orang yang ditunggu kini ternyata sudah tiba.


“Nah tuh! Baru juga diomongin, udah pulang aja.” Sandra menoleh ke arah pintu.


"Pa, sudah pulang? Nih, Shena udah pulang. Elvino juga nyariin kamu, kayaknya ada sesuatu yang mau dibicarakan.”


Keempat orang tersebut kini tengah berada di ruang tamu, duduk saling berhadapan.

__ADS_1


“Jadi Pa, Ma, ini aku bawa surat perceraian. Silakan dibaca dan aku harap setelah ini Papa dan Mama bisa memutuskan tentang Shena, apakah dia bisa tinggal bersamaku untuk seterusnya?” tanya Elvino memulai pembicaraan.


Bagaskara pun meraih map coklat tersebut dan membukanya, sedangkan Sandra dan Shena hanya saling tatap. Pandangan mereka seolah menyiratkan kebahagiaan. Sandra juga sangat lega karena pada akhirnya Shena adalah satu-satunya wanita yang akan menjadi istri Elvino. Shena kini mengulas senyum tipisnya dan melirik Elvino sekilas. Menjadi wanita satu-satunya adalah impian Shena, apalagi Elvino sudah sangat dicintainya.


Akan tetapi, Shena tidak menunjukkan kebahagiaannya secara terang-terangan. Dia tetap akan terus bersikap jual mahal terhadap suaminya itu berniat ingin melihat seberapa keras usahanya untuk membuktikan keseriusannya.


“Aku akan melepaskan Shena untukmu setelah kalian mempunyai buku nikah,” ucap Bagaskara seraya meletakkan surat perceraian itu ke meja setelah dibacanya.


“Loh, Pa. Bukannya kesepakatan awal, Shena boleh tinggal bersamaku setelah aku resmi bercerai?”


“Pikirkan baik-baik, El. Sahkan dulu Shena, atau tidak sama sekali mendapatkannya!” tukas Bagaskara dengan ketegasannya.


Sandra pun sedikit heran dengan suaminya, bagaimana bisa dia melanggar janjinya sendiri. Padahal, dia yang berkata dan membuat kesepakatan waktu itu. “Pa, kasihan Shena. Nanti mereka akan menunggu lebih lama lagi buat berdampingan, Shena dan El kan sudah halal nggak ada salahnya kalau kita izinkan mereka tinggal bersama.”


“Ma, bagaimana bisa mereka tinggal bersama kalau Shena saja belum dikenalkan sama keluarganya El? Bisa-biasa nanti Shena di cap wanita nggak bener. Kenalkan dulu Shena ke orang tuamu, sahkan secara negara, setelah itu, El bebas membawa Shena ke mana pun dia mau.”


El menelan dan mencerna semua ucapan Bagaskara, dia pun mengerti akan hal itu. Pada akhirnya, El memilih untuk menurut nasihat papa mertuanya untuk mengenalkan Shena terlebih dahulu ke orang tuanya.


Sementara itu, Celia semakin terjerat oleh Roger dan sering di marahi oleh sang mama karena gagal mendapatkan Elvino kembali. Di sudut kamarnya, Celia terisak menyesali segala perbuatannya. Celia juga tak terlihat lagi batang hidungnya di depan Elvino lagi. Hal itu karena ancaman Elvino yang akan menyebarkan video rekaman dengan Roger ke publik. Dia juga memperingatkan Celia untuk berhati-hati, jika berani mengusik Shena lagi, maka dia tidak segan-segan melakukan sesuatu yang mengerikan kepadanya. Tentu saja wanita itu ketakutan, Elvino orang berada dan bisa melakukan apa pun dengan uangnya.

__ADS_1


Hai readers tersayang. Author kembali lagi eyaaaaakk. Semoga kalian suka ya. Terima kasih like dan juga yang berkenan komentar itu sangat berharga bagi author karena author jadi makin semangat update dan nulisnya. Tetap jaga kesehatan dan selalu bahagia ya gaes. Love you ❤️💕💕😘😘😍😍😍


__ADS_2