
"Sam, kita temui Melva itu karena untuk mancing Roger keluar, kita bujuk Melva unttuk meminta bertemu dengan Melva dan maksa dia untuk bertemu dengan Shena karena kangen kek, atau apa kek! Kalau kita minta Celia, sudah pasti ditebak kan pasti akan bagaimana jadinya?" ujar Elvino yang kali ini membuat Samuel sedikit mengerti.
"Tapi, Bos! Apa mungkin Shena di sembunyikan oleh Roger?" tanya Samuel yang membuat Elvino bingung menjawabnya.
Pasalnya Elvino memang mengira kalau bukan Roger, siapa lagi yang membuat Shena pergi dari hidupnya sampai tidak bisa ketemu saat dicari? Apalagi mimpi yang membuat Elvino murka.
Jadi Elvino menganggap bahwa Shena pergi dan berada di pengawasan Roger, sungguh bodoh memang hanya karena mimpi membuat Elvino yang cerdas menjadi bodoh.
Perjalan mereka pun menuju Melva, sesampainya di butik dan kini mereka berada di ruangan tempat Shena biasa berkerja.
Selama di ruangan Shena, Elvino ternyata terus mengelilingi setiap sudut sembari meraba barang-barang yang di pakai Shena saat di ruangan itu. Perasaan rindu dan bersalah muncul membuat air mata kembali menetes.
Sementara Samuel, lagi-lagi dia yang harus berbicara kepada Melva. Usai mengatakan sesuai keinginan Elvino, Melva pun mau membantu Elvino untuk meminta Roger bertemu di suatu tempat.
Tentu dalam sesingkat mungkin Roger menerima undangan Melva di jalan Kamboja tersebut, Elvino dan Samuel pun ikut satu mobil bersama Melva menuju tempat yang dituju.
Sesampainya di jalan Kamboja di mana tempat itu adalah tempat yang cukup sepi akan kendaraan lainnya. Melva turun dan menunggu Roger sembari bersandar di mobil sedangkan Elvino dan Samuel berada di dalam mobil.
Tidak lama kemudian, sebuah mobil yang tidak kalah mewah dari mobil Melva berhenti tepat di depan mobil sahabat Shena.
Roger turun dari dalam mobil dengan penampilan yang tidak kalah keren dengan Elvino, itu membuat Samuel tersenyum smirk.
Pantas saja Celia selingkuh, ternyata penampilan Roger memang cukup memakau untuk membuat kalangan wanita terpesona.
Namun, tiba-tiba kenapa Samuel jadi takut kalau Melva akan kepincut dengan pesona Roger? Perasaan jadi tidak tenang, entah kenapa dia tidak suka dengan perasaan yang dia rasakan saat ini memasang anti waspadaan terus melirik ke arah Roger yang tersenyum pada Melva.
Beda halnya dengan apa yang Elvino rasakan, untuk pertama kalinya dia melihat Roger mantan kekasih sang istri. Ada sedikit perasaan kesal dan ingin menghajar saat itu juga tapi dia tahan.
__ADS_1
"Cih, apasih bagusannya dia? Gantengan juga gue ke mana-mana!" ucap Elvino yang sangat benci melihat Roger, apalagi saat tangan itu yang sudah berani menyentuh tubuh istrinya.
"Hai, Sayang!" sapa Roger yang memang sikapnya terlalu buaya terhadap semua wanita. Pantas saja Shena putus dengannya. "Wow, kamu maakin cantik saja, tidak kamu tidak Shena buat aku semakin terpesona! Aku jadi makin penasaran kenapa kamu meminta aku untuk bertemu di tempat seperti ini?
"What? Sayang?" batin Samuel yang tidak terima, ingin dia turun tapi dicegah.
"Gak usah, sayang-sayangnya! Kita ke intinya saja!" ucap Melva dengan ketus. "Di mana Shena?"
"What? Shena?" Roger bingung dengan ucapan Melva.
Bab selanjutnya...
"Iya, di mana kamu menyembunyikannya!" Melva masih menatap sini sekarang Roger yang ada di depannya.
Roger nampak ketawa, dia benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Melva. Lantas dia berkata jujur bahwa dia sama sekali tidak mengetahui di mana keberadaan Shena.
"Bohong!" ucap Melva dengan tegas.
"Jangan dekat! Aku cuma mau kamu berkata jujur, ke mana kamu membawa pergi Shena? Bukankah kamu bertemu dengannya waktu itu?" Melva menatap nyalang ke arah Roger saat pria itu mendekat.
"Aku sudah berkata jujur, aku tidak tahu ke mana perginya Shena. Memang benar aku sempat bertemu dengannya dan itu terakhir kalinya di cafe, setelah itu aku tidak lagi bertemu dengannya! Memang ada apa? Aku bisa bantu kamu mencarinya jika kau mau, tapi ...." Roger mendekat ke arah Melva dan perlahan kepalanya mendekat membuat Melva bersiap untuk menghajar burungnya jika berani Roger menyentuhnya.
Namun, nyatanya dari belakang tiba-tiba Samuel menarik punggung Roger lebih dulu agar segera menjauh dari Melva, dia juga melayangkan pukulan tepat di wajah Roger membuat pria itu terhuyung ke bawah.
"Bang, sat!" maki Samuel yang ternyata sudah terbakar oleh api cemburu.
Melva terkejut bukan main, dia mematung saat memperhatikan Samuel memukul Roger dengan luapan emosi cemburu yang hanya bisa dilihat oleh Elvino.
__ADS_1
Sementara Elvino merasa kesal saat Samuel tidak bisa menahan emosinya, dia pun mengetahui itu karena dia sendiri pun juga kesal dengan laki-laki yang bernama Roger.
Sehingga Elvino hanya memperhatikan Samuel yang terus berkelahi saling memberikan serangan, tentu membuat dia hanya bisa berdiri menyaksikan perkelahian tersebut.
Roger yang tidak terima dirinya mendapatkan pukulan begitu saja tanpa ada hal yang jelas, langsung membalas pukulan Samuel hingga perkalian sengit pun terjadi.
"Apa salah gue!" Roger memberikan pukulan.
"Salah Lo yang udah berani dekat-deket sama cewek gue!" ucap Samuel tanpa sadar dan itu membuat Melva terkejut bukan main.
"Siapa cewek Lo?" tanya Roger yang mengelap darah usai membuang ludah.
"Dia cewek gue!" Tunjuk Samuel pada Melva, tentu saja kedua mata mereka bertemu membuat Samuel menyadarinya. "Ahhh, syyhiit!"
Samuel langsung mengatur deru napasnya dan kali ini Elvino yang maju dengan tatapan sinis.
"Di mana lo sembunyikan istri gue!" Elvino menatap Roger dengan tatapan tajam.
Roger tertawa lalu berkata, "Siapa istri lo? Celia? Atau Shena?"
Mendengar ucapan seakan menghina dirinya, Elvino melayangkan pukulan. Membuat Melva kembali berteriak dan saat itu juga Samuel langsung memeluk Melva agar tidak melihat perkelahian tersebut.
Membuat Melva mendongak ke arah Samuel, begitu juga dengan Samuel melihat ke arah Melva yang tengah menatapnya.
Debaran jantung keduanya saling berdetang dengan kencang, entah apa yang menjadi pemicunya tapi Melva langsung memeluk Samuel dengan erat saat drum kosong melayang hampir mengenai ke arah mereka.
"Masuk ke dalam mobil, tunggu di sini jangan keluar, ok?" pinta Samuel dan dianggukan oleh Melva. Samuel pun mengecup kepala Melva dan ingin menutup pintu mobil.
__ADS_1
"Sam!" Melva menahan Samuel lalu berkata, "Hati-hati sama dia, dia sangat licik! Jangan sampai kamu terluka."
Samuel senang dengan rasa khawatir Melva, dia pun tertawa kecil dan tanpa di sadari Samuel justru mengecup bibir Melva sepintas, walaupun kecupan tapi nyatanya Samuel justru memakai lidahnya untuk menerobos masuk sesaat, membuat Melva mematung.