
Shena mengela napas dalam-dalam, dia pun tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya dari ibunda tercinta, tapi dia juga tidak mau membuat wanita paruh baya yang dia cintai khawatir.
"Shen ...." panggil Sandra saat anaknya tidak ada suaranya di seberang telepon.
"Eh, iya Mah. Maaf, Shena memang lagi ada masalah sama Elvino, tapi mama tidak perlu khawatir, Shena baik-baik saja kok!" ucap Shena yang baru saja tersadar dari pikiran.
"Kamu belum jawab pertanyaan Mama, kamu lagi di mana sekarang?" tanya Sandra.
"Shena lagi di luar kota Mah. Di tempat Tante Sandrina," ucapnya dengan jujur.
"Hotel Diamond?" tanya Sandra yang memastikan kembali bahwa adiknya memiliki hotel berbintang di kota X. Di mana hotel tersebut menjadi pusat turis untuk berlibur sembari menikmati pantai dengan jarak hotel yang bersampingan dan tidak jauh.
"Iya," ucap Shena.
"Oh, bagus kalau begitu. mama tidak terlalu khawatir," sahut Sandra dengan lega ketika mengetahui bahwa sang anak berada di tempat adiknya.
"Apakah Elvino menelepon Mama?" tebak Sena ketik ketika mengetahui bahwa Sandra menelponnya mungkin karena alvino.
Sandra pun mengatakan bahwa Elvino begitu cemas menanyakan keberadaan Shena, bahkan berulang kali lelaki itu menghubunginya hanya sekedar memastikan Apakah saya sudah memberitahu keberadaannya di mana?
Sejenak Shena terpaku mendengar apa yang dikatakan oleh Sandra, ada sedikit rasa senang saat suaminya ternyata mencari dia. Akan tetapi, bagi Shena mungkin itu hanya kepercayaan dirinya yang tinggi.
Mana mungkin Elvino mencarinya karena sayang atau menyesal? Pasti pria itu mencari dia hanya untuk menanyakan perihal soal kebenaran atau tidak dia berselingkuh.
Sampai kapanpun juga saat Shena menjelaskan bahwa dia tidak selingkuh, toh ujung-ujungnya Elvino tetap tidak percaya jadi buat apa dia harus menjelaskan panjang lebar pada suaminya.
"Mah," panggil Shena dengan lirih.
"Iya?"
"Boleh Shenna minta sama mama agar jangan memberitahu keberadaanku saat ini sama Elvino?" Pinta Shena.
"Kenapa?" tanya Sandra.
"Shena hanya ingin menenangkan pikiran Shena dulu, Mah! Shena perlu waktu agar Shena benar-benar siap untuk bertemu dengan Elvino." Shena tanpa sadar meneteskan air matanya.
Sandra yang mengerti posisi anaknya, dia pun mengiyakan permintaan Shena—putri semata wayangnya. Dia juga berpesan agar bisa menjaga dirinya baik-baik.
__ADS_1
Selesaikan apapun masalahnya dengan secara baik-baik, Sandra tidak bisa mencampur urusan rumah tangga sang anak. Sebagai orang tua, dia hanya bisa menasehati agar anaknya tidak gegabah dalam bertindak, dia berharap semua bisa terselesaikan dengan baik.
"Mama tunggu kabar baik dari kalian berdua, Mama berharap kalian cepat kembali seperti dulu dan segera memberikan mama cucu!" cuap Sandra yang justru kali ini membuat Shena tertawa di sela-sela kesedihannya.
"Doain ya, Mah," ucap Shena yang menghapus air matanya.
"Iya, Sayang! Doa Mama selalu ada buat kamu," ucap Sandra.
"I love you, Ma."
"I love you to, Sayang!"
Bab Selanjutnya
Elvino yang sudah siap untuk menemui Roger, kini dia menemui Samuel terlebih dahulu saat di bengkel. Langkahnya bergegas dan mencari di mana keberadaan Samuel berada.
"Pagi, Bos!" sapa Roni yang sudah siap bertempur dengan pekerjaannya.
"Pagi," balas Elvino dengan ketus. Dia kembali berkata, "Eh, Ron. Samuel mana?"
"Suruh ke ruangan saya, sekarang! Tidak pakai lama!" ujarnya sembari melangkah meninggalkan Roni.
Roni pun bergegas untuk menjalankan perintah dari bosnya, menghampiri Samuel yang tengah mengambil beberapa barang untuk dia pakai.
"Sam," panggil Roni.
"Oii," sahut Samuel tanpa melihat ke arah orang yang memanggilnya.
"Di panggil, Bos noh! Di tunggu di ruangannya!" ucap Roni yang memperhatikan Samuel mengambil beberapa oli dan barang lainnya.
"Ok!" Samuel langsung melempar beberapa oli ke arah Roni secara cepat dan ditangkap sempurna oleh temannya. "Tolong sekalian bawa ke depan ya! Thanks sebelumnya!"
Samuel tersenyum sembari menepuk bahu temannya usai Roni mengangguk, kini dia melangkah maju mendekat ke arah ruangan bosnya berharap mendapatkan kabar baik setelah seharian dia menghandle bengkel.
Suara ketukan pun terdengar, Samuel membuka pintu ruangan dan melihat ke arah Elvino sedang duduk di kursi kerjanya sembari melihat ke arah foto sang istri—Shena.
"Bos," panggil Samuel yang menyadarkan Elvino dari lamunannya.
__ADS_1
"Eh, Sam. Masuk aja!" ucap Elvino yang kini berdiri dan duduk di sofa tunggu bersama Samuel di depan meja kerjanya.
Elvino tanpa basa-basi lagi bercerita pada Samuel mengenai Shena, dia meminta tolong pada Samuel mengenai soal lelaki yang menjadi mantan kekasih sang istri untuk bertemu dari A sampai Z.
Tidak hanya itu Elvino juga membahas kembali soal video yang di ambil dari cafe, mereka pun menonton bersama-sama untuk mencari siapa yang sudah mengirim Elvino foto.
Dari jarak foto Shena dan Roger berpelukan, Elvino melihat pada rekaman video itu memperlihatkan sosok wanita berpenampilan aneh sesuai dengan jarak yang diperkirakan oleh Elvino.
Namun, sayanganya dalam video itu tidak memperlihatkan wajah seseorang yang tengah memotret Shena hanya postur tubuh, tas, penutup wajah dan gelang.
Deg.
Jantung Elvino berdetak kencang saat mengenal betul gelang yang dipakai wanita itu, gelang tersebut sangat dia hafal bentuk dan ukirannya.
"Siapa tuh orang? Gila!" ucap Samuel yang tidak tahu bahwa Elvino mematung.
"Celia," sahut Elvino dengan pikiran melayang.
Samuel yang mendengar bosnya menyebut nama mantan istri, langsung mengerutkan keningnya. "Celia?"
"Sam, ayo kita temui Melva!" Elvino langsung bergegas bangun dari duduknya dan mengambil kunci mobil. "Sam, buruan!"
Samuel yang masih berfikir apa hubungannya Celia dan menemui Melva? Langsung buyar setelah teguran kembali dari sang bos untuk bergegas cepat.
Kini mereka mendekat ke arah mobil, di mana Elvino melempar kunci mobil pada Samuel untuk membawa mobil ya dan ucapannya tertuju pada Roni.
"Ron, kamu handle bengkel untuk sementara, aku dan Samuel ada urusan. Kalian semua tolong kerja sama!" ucap Elvino sebelum masuk ke dalam mobil.
"Siap, Bos!" ucap semua dengan serempak.
"Kita ke butik, temui Melva!" ujar Elvino.
Sementara Samuel menuruti ucapan sang bos meski sampai saat ini dia masih belum connect untuk mengerti tujuan dari Elvino, setengah perjalanan dia pun baru memberanikan diri bertanya.
"Bos, maaf sebelumnya. Kenapa kita harus menemui Melva? Sedangkan Bos sendiri tahu bahwa pelakunya itu kemungkinan besar adalah Celia, dan laki-laki itu adalah Roger alias selingkuhan mantan istri—bos, pasti lah otomatis Celia tahu keberadaan Roger! Kita langsung aja minta Celia untuk kasih tahu di mana keberadaan Roger, kenapa mesti harus bertemu Melva segala?" tutu Samuel panjang lebar.
Samuel memang sejujurnya sangat tidak ingin bertemu dengan Melva, walaupun dia begitu bodoh tidak bisa membedakan gengsi dan cinta.
__ADS_1