Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Penyakit Roger


__ADS_3

“Roger, kamu sayang, kan, sama aku? Tolong bebasin aku, bukaankah kamu ingin melihat pertumbuhan bayi kita di dalam sini?” Celia memegang perutnya, wajahnya tampak0 memelas.


“Aku memang sangat menyayangi bayi itu, tapi aku tidak bisa menjamin kebebasan kamu. Aku sudah bawakan pengacara, selebihnya biar dia yang bekerja. Kamu harus menerima konsekuensinya.”


Roger pun beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi dari sana. Dia memang sakit melihat Celia menderita dan tampak kasihan, tetapi dia juga hanya bisa membantu sedikit. Lelaki itu benar-benar tidak mau berurusan panjang dengan Elvino. Roger mencoba menetralkan hatinya, menormalkan pikirannya agar dia bisa bersikap tegas pada Celia meskipun hatinya ikut sakit.


“Roger! Jangan pergi!” teriak Celia.


“Maaf, Cel. Aku harus pergi karena ada urusan, bicaralah dengan Pak Fian, ceritakan semuanya. Besok saat sidang, aku akan datang. Jaga kesehatan dan jaga bayi kita.”


Malam hari, Roger tampak frustrasi, terlalu banyak beban di kepalanya. Terlebih saat dia mengetahui yang menanam saham di perusahaannya adalah musuhnya, itu artinya dia tidak bisa berkutik dan melakukan apa pun untuk menyelamatkan Celia jika dia tidak mau perusahaannya terancam.


Roger menghabiskan malam di sebuah klub, dia kembali melampiaskan semua masalahnya dengan alkohol. Setelah itu, dia menggandeng dua wanita untuk diajak ke sebuah hotel terdekat. Hasratnya kian membuncah ketika dua wanita itu mulai mencumbui Roger dengan beringas.


Mereka berdua bekerjasama melucuti pakaian sang cassanova dengan sentuhan sensual memabukkan. Roger yang dipancing pun beraksi. Dalam bayangannya mereka berdua adalah Sherena dan juga Celia.


Dia begitu antusias dengan gelora hasrat yang membara. Saling berpacu dan memacu dengan dua insan yang berbeda dalam satu waktu atau biasa di sebut threesome dalam istilah hubungan intim.


"Oh yeah, ****. Ini nikmat," umpat Roger mengerang karena dua wanita saling berlomba memuaskannya.


Saking terlenanya dengan sentuhan-sentuhan dan juga lubang buaya serta balon bulat padat yang disuguhkan wanita tuna susila, Roger terbuai hingga terlupa bahwa ia tak memakai pengaman seperti biasa yang ia lakukan jika main dengan wanita bayaran.


Pacuannya semakin cepat saat dirinya merasa *******-nya akan datang. Setelah pelepasan panjangnya, Roger tergeletak lemah di atas ranjang. Ia melempar sejumlah uang dua gepok untuk bayaran dua wanita malam yang ia sewa. Setelah itu, ia tertidur pulas tanpa busana layaknya bayi.


Pagi harinya, Roger terbangun dengan kepala yang terasa berat dan pusing akibat banyaknya alkohol yang ia konsumsi.

__ADS_1


Ia menelisik ke seluruh area ruangan asing yang ia tempati semalam. Sambil menahan pusingnya kepala, ia memakai pakaiannya kemudian pergi dari hotel tersebut.


***


Sherena dan Elvino semakin mesra setelah masalah besar yang menimpa mereka kemarin-kemarin. Saat ini, Sherena dengan semangat memasak sarapan pagi untuk Elvino. Dengan pakaian kemeja panjang milik Elvino, Sherena terlihat sangat seksi. Terlebih, tubuhnya tak dibaluti dalaman.


Elvino terbangun dari tidurnya dan mendapati sang istri sedang bersenandung di depan kompor. Bau harum spageti tercium di hidung membuat pria itu lapar.


Ia berjalan perlahan untuk menghampiri sang istri.


"Kamu sudah bangun, Sayang?" tanya Sherena tanpa mengalihkan perhatiannya pada masakan yang sebentar lagi matang. Ia mencicipi dengan sendok kemudian tersenyum semringah karena rasanya sudah begitu pas dan enak.


"Ih, Shen kamu mah. Mau aku kagetin malah kamu nggak kaget."


"Aku tahu kamu datang. Aromamu khas jadi tanpa kamu bersuara pun aku tahu kalau itu adalah kamu, Sayang." Shena mematikan kompor.


"Aku lapar dan ingin memakanmu, Sayang." Elvino semakin bergerak lincah memberikan sentuhan sensual di titik-titik sensitif sang istri. Lama berpuasa membuatnya bergairah setiap hari. Apalagi, tubuh Sherena sangat candu baginya.


"Semalem kan udah, Sayang." Sherena memejamkan mata, tak bisa menahan gejolaknya yang semakin membara oleh rangsangan yang Elvino berikan.


"Tubuhmu mengatakan iya jadi aku tidak punya alasan untuk berhenti," ucap Elvino tanpa menghentikan kegiatannya.


Akhirnya, mereka pun melakukan olahraga pagi hingga saling berkeringat dan mengerang sampai pelepasan paling nikmat mereka.


Setelah melakukan olahraga di kamar dan kamar mandi, mereka menyantap sarapan spageti yang sudah dingin. Namun, apapun yang mereka makan seolah terasa nikmat karena dimakan berdua.

__ADS_1


Usai sarapan, mereka bersiap untuk bekerja. Elvino ke bengkel, dan Sherena ke butik.


"Nanti siang kita makan bareng, jangan capek-capek karena aku tidak mau bayi kita kenapa-napa, Shen. Aktifkan gps dan harus balas setiap pesan dariku," pesan Elvino saat Sherena hendak memasuki butik miliknya.


"Iya, Sayang. Nanti aku kabarin setiap satu jam sekali biar kamu tidak khawatir." Sherena mengambil tangan Elvino dan mengecup punggung tangan pria itu.


Elvino mencium dahi Sherena dan kemudian seluruh wajahnya. Ia merasa sangat gemas dengan istrinya sendiri. Puas menciumi seluruh wajah, Elvino ******* bibir ranum wanita tersebut dengan lembut.


Rasanya, ia ingin di kamar seharian biar puas bermanja dan saling bergelut untuk saling melepaskan kenikmatan pada tubuh mereka.


"Ya sudah sana pergi," ucap Sherena.


"Siap Nyonya Sherena. Aku berangkat dulu, kamu jangan capek-capek, ya. Ingat kata dokter."


"Iya, Sayang," ucap Sherena tersenyum semringah.


***


Tujuh bulan kemudian.


“Brengek! Sialan!” umpat seorang lelaki di dalam kamarnya.


Lelaki itu duduk di kursi roda seraya melempar semua barang yang ada di atas nakas. Perasaan kesal, marah, benci dan sesal semua berkumpul menjadi satu. Ditambah lagi kesakitan yang ia rasakan kini sangat menyiksanya.


“Roger, mau sampai kapan kamu seperti ini? Tidak ada gunanya,” ucap papanya Roger yang tengah berusaha menenangkan sang anak.

__ADS_1


Remon sengaja pulang dari luar negeri karena mendapat kabar jika sang anak sakit. Penyakit yang di derita Roger memanglah bukan penyakit biasa melainkan ia mengidap gonore. Penyakit kelamin menular yang disebabkan karena seringnya melakukan hubungan intim dengan bergonta-ganti pasangan taNpa pengaman.


“Roger capek, Pa!” keluh Roger dengan wajah frustrasi.


__ADS_2