
EPISODE SEBELUMNYA
"Be-benarkah?"
"Ya, tentu saja, Gympie cantik."
"Gympie?" bingung para teman-temannya. "What is that?"
"Kalian tidak tahu?" tanya Manda.
"Baru dengar," kata Dina datar.
"Tunggu tanaman gympie yang kau maksud tanaman yang mematikan itu?" tanya Nadia.
"Kau tahu, Di?" Rio bertanya pada Nadia.
"Ya, aku pernah membacanya," jawab Nadia.
"Sungguh? Buku apa itu? Aku tidak tahu."
"Kau tidak tahu? Tak apa, apa kau mau kupinjami bukunya?"
"Bolehkah? Ya tentu aku mau," mata Rio memancarkan keantusiasannya.
"Aaah, sudahlah mereka mulai lagi," kata Fikram dan Dina memutar bola matanya malas.
Nadia dan Rio memang selalu lupa diri kalau sudah menyangkut kegemaran mereka apalagi buku, bagai dunia milik sendiri deh.
Wanita yang kita kenal sebagai monster ini adalah tokoh yang terinspirasi dari tanaman Gympie.
^^^Dikutip dari situs web beritabeta.com.^^^
Tumbuhan ini dikenal dengan nama Gympie-gympie atau Gympie (Dendrocnide moroides). Namun, untuk Maluku belum jalas diketahui nama lokalnya (bahasa Maluku). Kalaupun ada, diduga penamaan hanya menggunakan bahasa lokal setempat.
Gympie stinger adalah tanaman semak berdaun lebar yang banyak ditemukan di kawasan Australia. Tanaman ini termasuk salah satu dari empat spesies tanaman menyengat yang ada di negara tersebut.
__ADS_1
Gympie memiliki tinggi 1-2 meter, tanaman ini adalah yang paling beracun di dunia, kecuali akar. Setiap bagian tubuh g**ympie sangat mematikan, tidak hanya untuk manusia tapi juga anjing dan kuda.
Gympie memiliki daun lebar berbentuk hati, batang dan buahnya berwarna pink tua atau ungu yang semuanya diselimuti bulu kecil seperti jarum suntik yang menyengat.
Bila bulu-bulu halus itu tersentuh, racun yang disebut moroidin akan langsung menembus tubuh. Kadang, bulu halusnya yang terbang di udara dan bisa masuk ke hidung akan membuat gatal, ruam, bersin, hingga mimisan.
Sebuah sengatan kecil saja akan membuat orang merasakan rasa sakit yang menyiksa selama berbulan-bulan dan umumnya baru bisa sembuh setelah lebih dari satu tahun.
Bahkan saking ampuhnya sengatan tersebut, daun yang telah disimpan selama ratusan tahun pun masih bisa mengeluarkan racun sengatannya tersebut.
Ketika manusia menyentuh daun, dalam sekejap bulu-bulu halus yang tajam itu akan menyuntikkan moroidin ke dalam lapisan kulit, akibatnya bagian kulit tersebut akan mengalami rasa menyengat yang menyakitkan.
Bahkan, hanya dengan berdiri di depan tanaman itu bisa mengakibatkan gatal-gatal, ruam, bersin-bersin, dan mimisan parah. Hal itu disebabkan oleh zat moroidin yang dilepaskan ke udara oleh tanaman tersebut.
TIDAK SELAMANYA BERBAHAYA
Gympie-gympie telah dicap sebagai tanaman tidak ramah dan musuh bagi banyak makhluk. Meskipun begitu, D. macrolides tidak dibenci secara universal.
Seorang peneliti menemukan gympie telah dikonsumsi oleh hewan, diduga serangga yang cukup kecil sehingga dapat menghindari bulu halus. Di lain waktu, terdapat bekas gigitan hewan yang lebih besar, yaitu pademelon, makhluk marsupial termasuk dalam genus Thylogale. Pademelon rupanya telah mengembangkan kekebalan terhadap bulu yang menyengat, dan membuat daun gympie menjadi santapan lezat.
^^^Sumber: m.kumparan.com^^^
“Sengatan itu seperti dibakar dengan asam panas dan listrik pada saat yang sama,” ungkap ahli entomologi dan ekologi, Dr. Marinna Hurley, yang pernah merasakan tersengat selama 3 tahun dalam penelitiannya. (ariesmunandi.blogspot.com/2015)
Doktor biologi tanaman asal Australia ini menjelaskan, jarum-jarum racun g**ympie akan tetap aktif selama jangkau waktu lama meski si daun sudah jatuh ke tanah.
^^^Sumber: beritabeta.com^^^
Yah begitulah sekilas penjelasan tentang gympie-gympie. Ia memang tanaman yang berbahaya tetapi di balik itu, ia memiliki manfaat dan memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem.
"Haah, dongeng yang panjangggg," ungkap Dina mengantuk mendengar penjelasan dari Manda.
"Wow, benarkah? Aku tidak pernah tahu itu selama ini," kata si wanita terlihat bahagia.
"Nah sekarang kau jadi tahu," kata Manda. "Jadi, percaya dirilah," katanya menyunggikan senyum lebar di bibirnya.
"Ya, dan aku mewakili teman-teman suku minta maaf padamu, aku merasa sangat bersalah," sesal Ibu Albert menunduk.
__ADS_1
"Ada sisi menyesalnya juga ini orang," cibir Fikram.
"Ya, tidak ku sangka. Aku kira dalam hidupnya tidak ada kata menyesal," balas Dina.
"Hei, aku dengar tahu!" kesal Ibu Albert.
"Terima kasih semua, sekarang aku lega. Oh tidak, sudah saat aku harus pergi," kata si wanita hendak pergi.
"Hei tunggu, mau pergi kemana kau? Tidak bisakah kau tetap bersama kami? Kau bisa ikut dengan kami kok," ucap Manda mencegah si wanita gympie pergi.
"Haha, tidak. Aku tidak berhak ikut bersama kalian. Aku benar-benar harus pergi, ada hal yang harus aku urus," katanya.
Manda nampak kecewa. Namun si wanita hanya memandangnya dengan tersenyum tipis, lalu ia melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu.
Tak lama kedua sosok itu mendekati si wanita, mereka bersuara yang mampu membuat si wanita menghentikan langkahnya. "Aku meminta maaf padamu atas nama kerajaan," kata salah satu dari mereka.
Si wanita membalik badannya, "Siapa kau?"
Ibu Albert mendekati si wanita lalu berbisik. Bisikannya? Author tidak mau memberitahu, wkwk. Si wanita pun membulatkan mata dalam sekejap, ia langsung saja membungkuk di depan kedua sosok misterius itu. Keenam makhluk bernapas kecuali Ibu Albert, pun dibuat bingung lagi dengan tingkahnya.
"What the ...."
"Salam saya haturkan pada putri mahkota kerajaan," kata si wanita.
"Putri mahkota?" membagongkan sekali.
Salah satu sosok itu mencegahnya membungkuk. "Hey, berdirilah. Seharusnya saya yang membungkuk di hadapanmu. Kerajaan telah melakukan kesalahan besar pada salah satu harta berharganya, maafkanlah kami," si sosok hendak membungkuk pula, namun ya pasti di hentikan oleh si wanita.
"Jangan Putri, jangan ... Tidak pantas seorang calon ratu membungkuk dihadapan rakyat yang berdosa ini," kata si wanita. "Saya pun minta maaf telah menyerang Putri."
"Tidak apa, rakyatku," kata si sosok.
"Sekarang saya izin undur diri. Salam Tuan Putri. Salam semua."
Mereka membiarkan si wanita pergi, menghilang dalam sekejap dengan tumbuhan gympie yang ia tumbuhkan sendiri. Masalah telah selesai. Putri malu yang menutupi Manda bak perban itu telah berubah kembali menjadi kristal yang kini berada di genggamannya.
"Apa ada yang bisa menjelaskan semua kebagongan ini?"
__ADS_1
Yah, Ibu Albert bersiaplah ditagih-tagih lagi, wkwk.
Bersambung ....