Petualangan 5 Sahabat

Petualangan 5 Sahabat
Sang Penolong(2)


__ADS_3

EPISODE SEBELUMNYA


"Oh..namaku..bilang dong dari dulu. Ok, jadi namaku..."


Mata Manda berbinar-binar.


"Kenapa ni anak gaje bat dah" kata Dina melihat Manda yang berbinar-binar mendengarkan pemuda itu.


"Namakuuuuu...emmm"


"Iya siapa? siapa?" kata Manda semangat.


"Namaku..."


"Iya siapa?" kata Manda.


"Namaku adalah.....Et, nungguin ya🤣🤣" canda pemuda itu.


"Ih, apaan sih😑" kata Manda.


"Hahaha..oke-oke namaku Gamma" kata pemuda itu.


"Ya ampun ketimbang nama Gamma aja kelamaan" ketus Dina.


"Ya mangap" kata Gamma.


Tiba-tiba ada yang datang.


"Cepat..cepat kita pergi dari sini, sekarang juga" kata seorang wanita panik dan membereskan barang barang miliknya.


"Ada apa bu? Kenapa ibu panik" tanya Gamma.


"Hah?! ibu?" heran kelima sahabat itu.


"Oh..dia adalah ibuku" kata Gamma.


"Cepat Gamma bantu ibu" kata Ibu Gamma.


Gamma pun segera membatu ibunya bersiap.


"Emm..sebenarnya apa yang terjadi?kenapa kau sangat panik?" kata Nadia kepada ibunya Gamma.


"Tidak ada waktu..kita harus pergi sekarang!" kata ibu Gamma.


Ibu Gamma lalu menarik sebuah ubin di rumah pohon itu. Ternyata di bawah ubin itu terdapat pintu rahasia yang memiliki tangga.


"Cepat lewat sini!" kata Ibu Gamma mulai masuk menuruni anak tangga itu.


Kelima sahabat itu hanya terdiam dan bingung harus bagaimana.


"Ayo masuk cepat!!" teriak Ibu Gamma.


Kelima sahabat itu kaget. Lalu mereka mengikuti Ibu Gamma. Gamma pun menyusul masuk. Hingga, sampailah mereka di sebuah ruangan yang cukup besar.


"Wah..ada ruangan rahasia juga disini" pikir kelima sahabat itu kagum.


"Bu kenapa kita ada disini?" tanya Gamma pada ibunya yang sedang meneropong keluar.


"Ssstt..diam..oh tidak dia datang..tahan nafas kalian selama mungkin" kata ibu Gamma sambil menggosok-gosokan daun di badan mereka.


"Hah kenapa kami harus menahan nafas, dan kenapa kau harus membuat badan kami bau seperti ini?" kata Manda.


"Diamlah..dan ikuti kata-kata ku!" kata ibu Gamma melotot.


"Eh..iya baik bu" Manda menciut.


Tiba-tiba ruangan itu bergetar hebat.


"Eh kenapa ini?" kata Fikram.

__ADS_1


"Hmm..dia datang" kata ibu Gamma.


"Siapa? siapa yang dat-" (Nadia)


"Tahan napas kalian!!" seru ibu Gamma.


Mereka semua pun menahan nafas. Ruangan itu masih bergetar hebat.


\~DI LUAR\~


💨💨💨💨


Angin mengepul samakin lama semakin mendekat. Angin itu pun terlihat semakin lama semakin besar. Terlihatlah pasukan raja yang


kejam. Ya, mereka adalah pasukan besar sang raja.


Mereka terdiri dari pasukan nyamuk ngengat ganas, pasukan ular bertanduk dan pasukan serigala hitam bermata merah.


Mereka berjumlah sangat banyak, ratusan atau bahkan ribuan. Mereka sangat berbahaya dan ganas. Mereka akan membunuh siapa saja yang mereka lihat.


"Auuu.."


"Ssss.."


"Zzzz.."


Suara lolongan serigala, desisan ular, dan suara kepakan sayap nyamuk ngengat terdengar dimana-mana.


SEMENTARA ITU.....


Ruangan itu berhenti bergetar. Nadia dan yang lain masih menahan nafas mereka. Mereka sudah tidak kuat menahan nafas. Ibu Gamma memberikan isyarat tangan untuk terus menahan nafas. Manda memperlihatkan raut tidak kuat menahan nafas. Ibu Gamma memberikan isyarat lagi. Manda memejamkan mata dan menggembungkan pipi tanda tidak kuat menahan nafasnya.


"Hufff..." Manda menghembus nafas yang ia tahan.


"Haduh..haduh..aku sudah tidak tahan lagi..hah..hah.." kata Manda terengah-engah.


"Hufff" semua mulai menyusul menghembuskan nafasnya.


"Apa-apaan kalian ini..kenapa kalian menghembuskan nafas..kan aku sudah bilang untuk menahan nafas kalian!" jelas ibu Gamma.


"Tapi bu..bagaimana bisa kami menahan nafas begitu lama, hah?" ketus Manda pada ibu Gamma.


"Eh, sabar-sabar" kata Fikram melerai.


"Gara-gara kamu.. sekarang kita dalam masalah" ketus ibu Gamma.


"Iih" geram Manda.


"Hah?" kaget mereka.


Tiba-tiba ruangan itu kembali bergetar. Langit-langit ruangan itu mengeluarkan serbuk kayu tanda seperti akan runtuh.


"Aduh bagaimana ini? sepertinya ruangan ini akan runtuh," kata Nadia terguncang.


"Sepertinya mereka sudah mencium bau kita" kata ibu Gamma.


Ibu Gamma berpikir sejenak, lalu ia melangkah menuju dinding. Ia lalu menyapu dinding itu dan terlihatlah sebuah pintu.


"Wow ternyata disini banyak pintu ya," kata Fikram.


"Ayo cepat lewat sini!" kata Ibu Gamma membuka pintu dan masuk kedalamnya.


...🍀🍀🍀🍀🍀...


BRAKK..


Langit-langit ruangan itu roboh, pemimpin pasukan itu Medusa, yang berwujud setengah ular dan setengah manusia pun masuk ke dalam beserta beberapa ekor serigala ganas milik raja.


"Apa?! mereka tidak ada disini" kesal Medusa.

__ADS_1


"Cepat cari mereka!!" perintahnya pada seluruh pasukan.


Auuuu..


"Hah?! Lolongan serigala" kata Medusa mendengar suara lolongan serigala dari arah lain.


Lalu salah satu dari pasukan nyamuk membisikkan sesuatu di telinga Medusa.


"Bzbzbzbzbz"


Medusa mengangguk mengerti.


"SEMUA!! MENUJU KE ARAH LOLONGAN!!" perintah Medusa.


Pasukan itu pun menuju ke arah lolongan tadi.


"Ayo cepat-cepat!" kata ibu Gamma.


"Auuuuu"


"Hah?!"


"Sepertinya mereka tau kita disini" kata Ibu Gamma.


"LARIII!!" teriak Ibu Gamma.


Mereka pun berlari sangat kencang.


"Kejar mereka!!" perintah Medusa.


Pasukan Medusa mengejar Nadia dan yang lain.


"Wah mereka sangat banyak" kata Nadia.


"Ya..sepertinya mereka ada ratusan" kata Rio.


"Atau bahkan ribuan" kata Fikram.


Mereka terus berlari sekencang mungkin.


"Mereka semakin mendekat!!" kata


Manda.


"Oh tidak" kata mereka berhenti karena di depan mereka ada jurang yang dalam.


"Bagaimana ini?" resah Manda.


"Hahahaha..sekarang kalian mau lari kemana lagi, hah?" tawa jahat Medusa beserta pasukannya mulai mendekati mereka.


Nadia dan yang lain ketakutan dan mundur perlahan.


"Hah?!" kata Nadia menoleh ke arah jurang.


"Ayo kemarilah... makananku.. hahahaha" tawa jahat Medusa lagi.


"Bagaimana ini, Ibu?" tanya Gamma.


"Tidak ada pilihan lain..." kata Ibu Gamma.


"AYO LOMPAT!!" kata Ibu Gamma melompat ke jurang.


"AAAA!!!" teriak mereka menyusul melompat.


"Hah?!" kaget Medusa.


Medusa lalu melihat ke arah jurang yang dalam tersebut.


"Hmm..mustahil bisa selamat dari jurang ini..AYO SEMUA KITA KEMBALI KE KERAJAAN!!" kata Medusa melihat jurang yang begitu dalamnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2