Petualangan 5 Sahabat

Petualangan 5 Sahabat
Ingat Dunia Kebalikan


__ADS_3

EPISODE SEBELUMNYA


Naga itu melesat bagai angin yang sangat kencang.


THE VISIBEL WORLD


"Oke, kita mendarat." kata naga itu berhenti di sebuah hutan yang hijau.


"Baiklah, aku harus pergi..semoga berhasil, semua" kata naga itu beranjak terbang meninggalkan mereka.


\~Skip\~


"Apakah ini Visibel World?" tanya Manda.


"Lagi-lagi hutan..apa tidak ada yang lain" kata Dina.


"Bukan-bukan ini bukan Visibel World," kata Gamma.


"Ya, untuk sampai di Visibel World kita harus jalan lagi" jelas Ibu Albert.


"Terus kenapa tadi ngga sekalian dianter sama naga itu?" tanya Dina.


"Mungkin karena tempat Visibel World itu terlalu terang untuknya" kata Rio.


"Bukan, itu karena para pengantar hanya bisa mengantar sampai sini saja" jelas Ibu Albert.


"🤣🤣kaya di stasiun aja" canda Fikram.


"Ahaha..bener juga🤣🤣" tawa Manda mengiyakan.


"Hah canda mulu lu😒" kesal Dina.


"Sudah, sudah..ayo kita lanjut saja" kata Nadia.


Mereka mengangguk.


Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan, melewati jalan setapak di hutan itu. Ibu Albert memimpin, sementara yang lain mengikuti di belakang.


Tap..tap..tap..


Gamma yang berada di belakang Nadia menatap Nadia dan berpikir.


"Hemm..apakah dia gadis yang diramalkan itu?..tapi jikalau itu benar artinya jiwa kekasihku ada padanya..dan jika itu benar artinya dia ingat padaku..tapi, dia tidak..dan aku juga tak merasakan kehadirannya" pikir Gamma.


"Ih, becek banget sih" keluh Manda.


"Iya nih..kayanya habis hujan deres deh," kata Fikram.


"Bukan, ini karena cuacanya panas jadinya becek begini deh" kata ibu Albert.


"Hah?!.." bingung Fikram dan Manda.


"Gimana ceritanya panas malah becek" pikir mereka kebingungan.


\~Di sisi lain\~


Gamma masih menatap Nadia dan masih berpikir keheranan.


"Hemm" pikir Gamma.


Tiba-tiba Nadia terpeleset karena tanah yang becek.


"Aaa!!" Nadia terjatuh dan tidak sengaja menarik semacam tanaman rambat yang berada di depannya. Tanaman rambat itu mengikat dahan yang penuh dengan bunga-bunga. Jadi, saat Nadia tidak sengaja menariknya bunga-bunga itu berguguran.


Sontak Gamma kaget.


"Hap..."


Gamma menangkap Nadia yang nyaris terjatuh, tangan Nadia berada di bahu Gamma.


"Hah?!" herannya karena tak jatuh.


Kelopak-kelopak bunga berjatuhan menghujani mereka. Nadia menghadap ke atas dan melihat wajah Gamma yang menangkapnya. Suasana romantis pun tak terhindarkan, mereka semakin tenggelam dengan menatap satu sama lain. Fikram dan yang lain menoleh ke belakang karena mendengar suara teriakan Nadia, dan mendapati Nadia dan Gamma bertatapan.


"Hah?!" kaget Manda dan Fikram melihat mereka.

__ADS_1


Rio yang melihat mereka hanya terdiam menahan cemburu.


"Hey!! sedang apa kalian!" teriak Dina memecahkan suasana.


"Hah?!" kaget Gamma dan Nadia.


"Jangan buang buang waktu!!!" teriak Dina lagi.


Nadia langsung bangun.


"Emm..maaf-maaf," kata Nadia canggung memerah.


"Emm ya." jawab Gamma canggung memerah.


Nadia lalu melanjutkan perjalanan, Begitu juga Gamma.


"Uuuuu..so sweet banget mereka" kata Manda.


"Ih" menyenggol bahu Manda.


"Apaan sih?!" risih Manda.


"Tu..tu" kata Fikram dengan mata mengarah ke Rio yang terdiam mematung.


"Hah?" bingung Manda.


"Ah, sudah ayo" menarik tangan Manda dan menepuk bahu Rio.


"Hem" Fikram mengangguk menyakinkan pada Rio.


Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


DI TANAH LAPANG..


Ibu Gamma berhenti di depan tanah lapang itu.


"Hah?!..kenapa kita berhenti di sini?" bingung Manda.


"Inilah VISIBEL WORLD." seru Ibu Gamma.


"Hah?!" bingung mereka tak paham.


"Yakin bu.." kata Nadia.


"Jadi The Visibel World itu tanah lapang ya" kata Fikram.


"Tanah lapang?" kata Ibu Albert.


"Iya lah itu yang kulihat hanya tanah lapang" kata Fikram.


"Ahaha😅...maaf-maaf," kata Ibu Albert.


"Ya memang..The Visibel World artinya Dunia Yang terlihat..tapi disini artinya bukan itu, jadi..dun-_" kata Ibu Albert terpotong.


"Jadi dunia ini adalah kebalikan dari dunia..artinya The Visibel World kalau diartikan disini artinya.." sahut Nadia.


"THE INVISIBEL WORLD (Dunia Tak Terlihat)" seru kelima sahabat itu kompak kecuali Dina.


"Ya" kata Ibu Albert tersenyum.


"Berarti dunianya ada di tanah lapang ini berarti kita ada di dunianya dong, asikkk!!" kata Manda ke tengah tengah tanah lapang.


"Terus cara ngelihat ya gimana?" kata Dina.


"Eit, tidak seperti itu...apa kalian ingat kalimat terakhir dari buku Resyana?" kata Ibu Albert.


"Kalimat terakhir buku Resyana..hemm" bingung Fikram.


"Dimana kau berpijak, Disitulah langit langitnya" kata Nadia.


"Berarti dimana kita berpijak, itu juga langit langitnya" kata Rio.


"Jadi dimana kita berpijak?" kata Ibu Albert.

__ADS_1


Mereka ngelihat ke bawah.


"TANAH INI!!" kompak mereka kecuali Dina.


"Yap, tepat sekali." kata Ibu Albert.


"Wah, dunia ini memang keren" kata Manda.


"Tapi bagaimana kita kesana" kata Dina dingin.


"Gali saja" kata Fikram dengan percaya diri.


"Kalau kau mau menggalinya silahkan" kata Gamma.


"Oke, siapa takut...lagi pula seberapa dalam paling cuma beberapa meter," kata Fikram meremehkan.


"100 Mil di dalam tanah" kata Gamma.


Langkah Fikram terhenti.


"Apah!!😱😱" kaget Fikram.


"Sejauh itu?" lanjutnya.


"Iya." kata Gamma.


"Emmm...kalau begitu...kita cari jalan lain 😁hehe" kata Fikram mundur.


"Jadiii...bagaimana kita masuk sekarang" kata Dina dingin.


"Iya, bagaimana cara kita masuk kesitu" bingung Manda.


"Maksudmu cara kita keluar...itu sulit...lihat ini" kata Ibu Albert.(kebalikan)


"Hmm😕??" kata mereka tak paham dengan ucapan Ibu Albert.


Ibu Albert lalu berdiri di tengah tanah lapang, lalu mengambil botol berisi air. Kemudian ia menuangkan isi air ke tengah-tengah tanah lapang tersebut.


"Apa yang ia lakukan?" kata Manda.


"Sebenarnya untuk apa ibu melakukan ini?" kata Dina.


"Lihat dan perhatikan." kata Ibu Albert.


"Hah?!" kaget semua melihat air berubah menjadi sinyal sirkuit bergaris dan menyebar ke seluruh tanah lapang itu.


"Cepat semua ke sini" kata Ibu Albert.


Mereka semua pun menuruti. Seketika itu juga muncullah kubah kaca mengelilingi mereka.


"Wah!!" takjub mereka melihat keseliling.


Lalu muncullah sebuah kendaraan berbentuk kapsul berserta lintasannya dari dalam tanah.


"Wah apa itu?" takjub Manda.


"Inilah cara kita keluar kesana" kata Ibu Albert.


"Hah?! keluar?" kata Manda.


"Sudah ayo kita keluar!!" kata Ibu Albert memasuki kapsul itu.


Mereka pun menyusul.


"Selamat tinggal di dunia kebalikan" kata monitor kapsul itu.


"Hah?" bingung Manda lagi.


"Ingat dunia kebalikan," kata Ibu Albert.


"Hah?" Manda masih tak paham.


"Pulang!!!" seru Ibu Albert.


Tamat...(Bersambung..)

__ADS_1


*Ingat Dunia Kebalikan*


__ADS_2