
EPISODE SEBELUMNYA
Wajah mereka tak terlihat karena kegelapan menyelimuti. Tetapi mereka terlihat sangat menyeramkan, seakan ingin menyerang mereka yang masuk ke Hutan Hitam tanpa seizin mereka.
...🔥🔥🔥🔥🔥...
"Hoaaaammm!!"
Nadia terbangun dan membuka matanya.
"Hah?! dimana aku ini? bukankah tadi aku berada di hutan" kata Nadia.
Nadia lalu berdiri dan melihat ke sekitar, dimana-mana hanya ada obor redup yang ditempel di dinding.
"Hemm..tempat ini sangat menyeramkan." kata Nadia.
"Eh?" heran Nadia menyentuh sesuatu di depannya.
"Hah?! ini jeruji besi, apakah aku?" kata Nadia dalam hati.
"Tolong!!!" terdengar jeritan seseorang.
"Itu seperti suara Manda," bingung Nadia.
Nadia pun berlari ke sisi lain penjaranya. Dia melihat Manda sedang di penjara sama sepertinya.
"Manda!" panggil Nadia.
Manda menoleh.
"Hah?! Nadia..tolong!!" kata Manda.
"Bagaimana kita bisa disini dan dimana yang lain?" tanya Nadia.
"Aku tak tau..terakhir kaliku ingat...kita sedang beristirahat di hutan, lalu kenapa kita disini sekarang?" kata Manda.
"Emm..aduh" rintih Rio yang juga terbangun.
"Eh, siapa itu?" kata Manda.
"Rio!!" panggil Nadia pada Rio.
"Hah?!" kaget Rio yang langsung berdiri.
"Nadia?" herannya.
"Di, kita dimana ini..apakah kita dipenjara?" kata Rio.
"Mungkin" jawab Nadia.
"Kacang troos!!" kesal Manda.
"Eh, ada Manda," kata Rio.
__ADS_1
"😒"(Manda)
Satu persatu selain mereka pun mulai terbangun.
"Aduh.." kata Gamma memegangi kepala bagian belakangnya.
"Hey!!..kalian tidak apa-apa?" teriak Nadia.
"Ya kami ok." jawab Fikram.
"Hip..hop..hip..hop" suara misterius yang terdengar kompak mulai mendekati mereka di penjara.
"Suara apa itu?" heran Nadia.
"Ibu suara apa itu?" kata Gamma pada ibunya di lain penjara.
"Hah?! suara itu, jangan-jangan..." kata Ibu Gamma.
"Jangan-jangan apa?" Gamma mulai panik.
Pintu penjara dibuka dan tampaklah sebuah makhluk pendek melayang tanpa kaki, memakai jubah hitam dan hanya terlihat matanya yang merah mengerikan.
Makhluk misterius itu menunjuk ke arah Nadia dan temannya yang lain.
Seketika itu juga beberapa makhluk yang sama mendekati penjara mereka dan membawa Nadia dan teman-temannya.
"Eh, mau dibawa kemana aku?" kata Manda ketakutan.
Makhluk mengerikan itu membawa mereka seperti seorang tawanan dan dibawa ke sebuah ruangan. Di ujung ruangan itu tampak sebuah bayangan seperti ular naga.
"Hey!! lepaskan aku!! dasar kau makhluk jelek!!" kata Dina.
Makhluk itu tak menggubris dan terus membawa mereka. Mereka terus membawa Nadia dan temannya sampai di depan bayangan besar tadi. Salah satu dari makhluk itu bersujud kepada bayangan itu.
"Apa yang mereka lakukan?" bisik Gamma.
"Entahlah" bisik Nadia.
"Nyo..nyo..nyo.." suara makhluk misterius itu pada bayangan besar itu.
Bayangan itu hanya mengangguk. Lalu bayangan itu pergi dan memasuki sebuah ruangan.
"Nyo..nyo" kata makhluk hitam itu mendorong dorong tubuh mereka untuk berjalan.
Terpaksa mereka harus berjalan sesuai keinginan makhluk itu. Lalu mereka masuk ke ruangan yang dimasuki bayangan besar itu.
DI DALAM RUANGAN
Semua makhluk kerdil itu lalu mengikat mereka di dinding dengan kuat.
"Hey! apa yang kau lakukan?!" kata Dina.
"Nyo..nyo..nyo..!!!" (diam!!) kata makhluk itu dengan keras.
__ADS_1
"Hah?" heran mereka saling bertukar pandangan.
"🤦🏻♂️" (makhluk itu)
"LEPASKAN KAMI!!!" jerit mereka. "TOLONG!!!!" gaduh mereka lagi.
"Diam!! kalian bungkam mereka!!" suara misterius.
"Hah?! siapa itu?" bingung Nadia.
Para makhluk itu pun menutup mulut Nadia dan yang lain dengan kain yang diikat kencang.
"Mmmm" gumam mereka memberontak.
"Hahahaha!! (tawa jahat)..para manusia selamat datang di ruang kematian kalian, hahaha!!" suara misterius yang perlahan muncul.
Suara itu berasal dari bayangan besar tadi, yang ternyata adalah seekor naga sang penguasa Hutan Hitam.
"Mmmmm" (siapa kamu?!) kata Gamma.
"Perkenalkan aku adalah penguasa tempat ini..panggil aku Maha Raja Man Black, HAHAHAHA!! (tawa jahat)" kata naga hitam itu.
"Mmmmm" (mau apa kamu dengan kami?!) kata Nadia.
"Tenang, aku tidak akan menyakiti kalian..tapi aku akan MENGHABISI KALIAN!!! HAHAHA!!" kejam naga itu.
"Mmmm" berontak mereka.
"Ahahaha..sudah aku terlalu banyak basa-basi.." kata naga itu.
"Mmm..sepertinya aku akan mulai dari mu, cantik" kata naga itu di hadapan Nadia.
Nadia memalingkan wajah.
"AHAHAHA!! (tawa kejam)" kejam naga itu.
"Semua!!..persiapkan si cantik ini..ahahahaha" titah Maha Raja Man Black.
Para makhluk itu pun membawa Nadia dan mengikatnya dengan rantai besi di atas papan kayu yang menutup mulut sumur besar itu. Jauh di bawah Nadia berada terdapat air berisi buaya-buaya ganas yang kelaparan meminta makanan.
NGAPP!!!
Seakan mencium adanya makanan diatas mereka, para buaya kelaparan itu melompat-lompat mencoba meraih Nadia.
NGAPP!!!
Nadia yang mendengar suara para buaya ganas itu hanya bisa diam dan bergidik ngeri.
"AHAHAHA!! kau tau setelah aku menghisap energimu, tubuhmu akan kering..lalu papan ini akan terbukan dan akhirnya tulangmu akan aku jadikan makanan peliharaanku, AHAHAHA!!" kata naga itu kejam.
"Bersiaplah.." kata naga itu.
"Mmmmmm" berontak Nadia.
__ADS_1
Bersambung....