Petualangan 5 Sahabat

Petualangan 5 Sahabat
Wujud Baru Hutan Hitam


__ADS_3

EPISODE SEBELUMNYA


Ibu Albert segera mengeluarkan buku itu dan membukanya. Seketika itu juga cahaya emas dimana-mana. Dan tantangan baru menanti untuk mereka selesaikan...


"Wah" kagum mereka.


"Eh?" heran Rio karena kristal ditangannya melayang dan jatuh ke buku itu membentuk tempat kristal.


...THE BOOK ...


(Tempat kristal)


...Berhasilnya para terpilih ...


...Mengembalikan sebuah keseimbangan ...


...Menemukan bagian yang hilang ...


...Namun semua belumlah usai ...


...Terganti oleh tugas yang baru...


...Aku tinggal di sebuah dunia ...


...Dimana dunia itu tidak biasa ...


...Dimana kau mengatakan iya, maka disana kau mengatakan tidak ...


...Dimana kau berada di atas, kau berada di bawah...


...Dimana kau berjalan, kau akan...


...terbang ...


...Dimana kau benci, disana kau cinta...


...Dimana kau berpijak, disitulah langit-langitnya ...


"Emmm...sepertinya teka-teki ini lebih mudah dari yang tadi" kata Fikram.


"Darimana kau tau?" tanya Manda pada Fikram.


"Ya, Karena aku agak paham apa yang dimaksudkan buku ini" kata Fikram.


"Memang apa yang kau tau?" kata Dina dingin.


"Yang aku tau adalah tempat elemen selanjutnya adalah dimana semua hal terbalik." kata Fikram.


"Bagaimana kau yakin?" Kata Manda.


"Ya..memang kau tidak lihat setiap kalimat baris kedua..disitu disebutkan semua hal ditempat itu terbalik..contoh..dimana kau berada di atas, kau berada di bawah..itu kan terbalik, iya kan?" jelas Fikram.


"Emm...iya juga sih" kata Manda.


"Tumben pinter lu" kata Dina.


"Saya memang pintar..cuma karena ngga pernah di asah aja, wkwkwk" canda Fikram.


"Apaan sih" dingin Dina.


"Lalu dimana tempatnya?" Bingung Nadia.


"Hemmm" pikir mereka.


"Mungkin aku tau." sahut ibu Albert.


"Ya, kau selalu tau, ibu Albert" kata Dina.


"Dimana ibu..tunggu..apakah?" kata Gamma seakan dia tau tempat yang dimaksud Ibunya itu.


Ibu Albert mengangguk.


"Ya, kau benar anakku..kita akan pergi ke VISIBEL WORLD (Dunia terlihat).." seru ibu Gamma.

__ADS_1


"Visibel world?" bingung mereka kecuali Gamma.


"Tapi bu..untuk sampai kesana kita pasti akan membutuhkan waktu yang sangatttt..sangatttttt..sangattttt..lama" kata Gamma.


"Emm..iya juga" kata Ibu Albert.


"Lalu bagaimana kita kesana" kata Rio.


"Ya, bagaimana lagi, kita jalan lah" kata Dina.


"Tapi tadi katanya lama" kata Rio.


"Tenang saja, tuanku...sebagai bentuk penebusan dosaku atas apa yang telah ku lakukan...aku akan mengantar kalian semua kesana.." kata Naga Man Black yang sekarang menjadi Man White (Wkwkwkwk 🤣🤣)


"Ya, sudah tunggu apa lagi..ayo kita kesana" seru Manda.


Naga itu menjulurkan ekornya dan semua mulai naik di punggung naga itu dengan bantuan ekor naga tersebut.


"Eh, tunggu.." kata Rio.


"Kenapa Ri?" kata Nadia.


"Apakah kita akan melewati tempat terang dengan sinar matahari" kata Rio.


"Ya, begitulah" kata Gamma.


"Terus..kenapa?" Kata Dina.


"Ya..apakah kau bisa melewatinya Man Black..secara kau tinggal di hutan yang gelap dan minim cahaya" khawatir Rio.


"Tenang saja tuanku..aku bisa melewatinya..walaupun aku tinggal di tempat yang gelap dan minim cahaya seperti Hutan Hitam ini..tetapi sebenarnya hutan ini jugalah terang..lagi pula sekarang rembulan sudah muncul..dan sinar rembulan adalah pantulan dari sinar matahari...jadi aku sudah terbiasa." jelas naga itu.


"Ya tapi cahaya rembulan dan matahari sangatlah berbeda" cemas Rio.


"Sudahlah..kalau dia bilang bisa..maka artinya dia bisa..jadi ayolah..jangan buang-buang waktu" ketus Dina.


"Emm..ya baiklah." pasrah Rio.


"Tenanglah Rio..walaupun hewan itu noktulnal..bukan berarti dia tidak bisa berjalan di siang hari," kata Nadia tersenyum lembut pada Rio.


Gamma melirik ke belakang dengan lirikan sedih dan cemburu.


"Baiklah ayo berangkat!!!" seru Manda.


"Ayo!!" seru mereka.


Naga itu pun meluncur ke udara dan terbang keluar istananya.


"Nyo..nyo..nyo"(dadah) lambai makhluk itu bahagia.


\~Di Perjalanan\~


Wujud Hutan Hitam kini berubah drastis. Bermula dari hutan yang gelap dan sunyi berubah menjadi hutan yang terang, dipenuhi bunga serta jamur-jamur yang mengeluarkan cahaya biru, disertai sekelompok kunang-kunang bercahaya berterbangan, disinari sinar rembulan yang indah dan menambah kecantikan di kegelapan Hutan Hitam.


"Wah cantik sekali" kagum Manda melihat banyak bunga dan jamur yang menyala di kegelapan.


"Ya, hutan ini berbeda 180 derajat." sambung Fikram.


"Ternyata..elemen gelap punya sisi indah juga" kata Nadia.


"Iya betul" kata Rio.


"Ya, begitulah..ini adalah Hutan Hitam yang sebenarnya.." kata naga itu.


"Wow ada kunang-kunang" tunjuk Manda pada sekumpulan kunang-kunang yang sedang terbang.


"Seharusnya nama tempat ini bukan lagi Hutan Hitam.." kata Nadia.


"Ya aku setuju.." kata Rio.


"Bagaimana kalau namanya diganti dengan nama...emm..bagaimana kalau namanya adalah...BEAUTIFUL DARK.." kata Nadia.


"Emm..Beautiful Dark, ya..tentu aku setuju" kata Manda.

__ADS_1


"Ya sudah ganti saja namanya jadi Beautiful Dark.." kata Fikram.


"Tidak." kata Rio.


"Kenapa tidak Ri?" kata Fikram.


"Nama tempat ini tidak akan diganti..tapi nama lain" jelas Rio.


"Maksudnya?" kata Fikram.


"Ya, nama tempat ini akan dikenal dengan Hutan Hitam atau The Beautiful Dark" kata Rio dengan nama Beautiful Dark menggema di seluruh tempat itu.


\~DI KERAJAAN\~


"Ooo..Beautiful Dark ya..hi" kesal Raja melempar gelas minumannya setelah melihat Nadia dan yang lain dari bola kristal miliknya.


"Tenanglah maha raja" kata penasehat kerajaan yang sama liciknya dengan Raja.


"Tidak aku tidak bisa tenang..apa lagi ini semua karena kau" kata Raja menunjuk marah pada Medusa.


Medusa menunduk takut.


"Kalau bukan karena kelalaian mu..mereka pasti sudah mati, sekarang" gertak Maha Raja.


"Hiii..kau pantas mati!!" geram Raja mencabut pedangnya.


"Tenang dulu, Maha Raja.." potong penasehat.


"Kenapa?..kau menghentikan kU" marah Raja.


"Raja, kalau bukan karena kelalaian Medusa waktu itu..kita tidak akan mendapatkan batu kristal itu, Raja," jelas Penasehat itu.


"Apa maksudmu?" kata Raja keji itu.


"Maha Raja..dengan bantuan kelima bocah itu..kita bisa mendapatkan kelima kristal itu dengan mudahnya..baginda Raja..dan setelah mereka menemukan pedang itu..kita akan merampasnya dari mereka..dan setelah itu dunia ini akan jadi milikmu, baginda Raja.." jelas Penasehat itu.


"Ahahaha...kau memang pintar, Slys" senang Raja.


"Baiklah, kali ini kau aku ampuni, Medusa..tapi lain kali..jangan sesekali kau mengulang kesalahan yang sama, mengerti.." tawa jahat Raja.


"Mengerti Maha Raja" tunduk Medusa.


"Kenapa seperti itu?" bingung Manda.


"Ya, kenapa tidak diganti saja" kata Fikram.


"Karenaa...mungkin nama tempat ini memiliki sejarah dulunya..dan kita tidak boleh melupakan sejarah bukan?..nah, maka dari itu kita tidak boleh sembarangan mengganti nama tempat yang sudah ada" jelas Rio.


"Oooo..seperti itu" paham Manda dan Fikram.


"Kau memang tidak berubah, Kaisar" sahut naga itu.


"Baiklah sesuai perintah kaisar ku...tempat ini akan dikenal sebagai Hutan Hitam..atau The Beautiful Dark (kegelapan yang indah).." kata naga itu.


"Ya, Hutan Hitam yang baru atau Beautiful Dark adalah gambaran dari sisi lain kegelapan..dimana sisi kegelapan bukan hanya gelap dan ketakutan..tetapi juga keindahan dan kedamaian.." kata Rio.


Nadia menatap Rio berkaca-kaca.


"Iya kan, Di?..Di..Di" tanya Rio pada Nadia.


"Di?..Nadia?" panggil Rio lagi karena tak kunjung mendapatkan jawaban.


"Hah?!..apa?" panggilan Rio membuat Nadia terkejut.


"Apa kau baik baik saja, Di?" kata Rio.


"Emm..ya..tentu aku baik-baik saja" kata Nadia gugup.


"Hem?" bingung Rio dengan tingkah Nadia.


"Sudah..sudah..pegangan semua..kita akan meluncur lebih cepat! bersedia!!" kata naga itu.


Wushhhh...💨💨💨

__ADS_1


Naga itu melesat bagai angin yang sangat kencang.


Bersambung...


__ADS_2