Petualangan 5 Sahabat

Petualangan 5 Sahabat
Pencarian Elemen


__ADS_3


EPISODE SEBELUMNYA


"Baiklah akan kami lakukan" kata Nadia.


"Tapi tunggu..siapa sebenarnya wanita ini, Gamma?" kata Dina.


"Oh dia..dia adalah ibuku..namanya Alberta" kata Gamma.


"Ooo..ibumu..tapi bagaimana dia tau kalau raja akan menyerang rumahmu?" kata Nadia.


"Aku adalah pelayan sekaligus tabib di istana..aku tau karena aku tidak sengaja mendengar pembicaraan raja waktu itu..tapi tujuan raja bukan menyerang rumahku tapi mengincar kau" kata ibu Gamma menunjuk ke arah Nadia.


"Karena di dalam jiwaku ada jiwa Putri Nadi?" kata Nadia.


"Ya, itu benar" jelas ibu Gamma.


"Hufffft.." Nadia menghela nafas.


Tiba-tiba buku Resyana bercahaya.


"Eh, buku itu bercahaya" kata Fikram.


"Ini pertanda.." kata ibu Gamma.


"Pertanda?!" terkejut semua orang.


Ibu Gamma lalu membuka buku itu dan....


...THE BOOK...


...**Terungkapnya sang pelindung **...


...Di bawah naungan buku...


...Mereka dibantu...


...Selesaikan tugas terdahulu...


...**Batu bulan memecah **...


...Sang pelindung terpecah...


...**Dalam gelapnya matahari **...


...Buatlah ia kembali utuh...


...Bangkitkan jiwa yang rapuh...


"Apa maksudnya ini?" bingung Fikram.


"Ya, sebenarnya apa tugas kami?" kata Manda.


"Emm..sepertinya kita disuruh untuk membuat sang pelindung kembali utuh dalam gelapnya matahari" kata Rio.


"Maksudnya?" kata Fikram.

__ADS_1


"Apa yang membuat Sang Pelindung utuh?" bingung Nadia.


Semua terdiam berpikir.


"Aha! Aku tau!" kata Gamma.


"Hah?!" kaget mereka.


"Sang Pelindung terpecah..maksudnya mungkin adalah yang menjadi bagian dari sang pelindung berpencar" kata Gamma.


"Hah?" bingung mereka dengan perkataan Gamma.


Krik..krik..krik..


"Emm..ibu Gamma apakah Sang Pelindung memiliki benda yang memiliki kekuatan untuk membantunya selama ini?" kata Nadia.


"Emm..ya!..Sang Pelindung memiliki sebuah pedang" kata Ibu Gamma.


"Hanya sebuah pedang.." kata Fikram.


"Lah terus gimana jadinya sebuah pedang bisa terpecah?" kata Manda.


"Masa bagian-bagian dari pedangnya sih, Wkwkwkwk" kata Manda.


"🤣🤣hahaha...iya iya..masa pedangnya terbelah-belah, Wkwkwkwk" kata Fikram.


"😒..ya ampun anak muda ini" kata Ibu Gamma.


"Dengar ya, pedang itu terdiri dari lima batu elemen kerajaan Resyam, yaitu cahaya, kegelapan, air, tanaman, dan tanah" kata ibu Gamma.


"Kegelapan?..apakah berarti pedang itu juga dibentuk dengan elemen kejahatan begitu?" kata Fikram.


"Hehe..ya..ya ya..silahkan dilanjut diskusinya" kata Fikram.


"Cahaya, kegelapa, air, tanaman, dan tanah, hah?!..apakah?" pikir Nadia.


"Emm..apakah itu behubungan dengan lambang kerajaan Resyam" tanya Nadia.


"Lambang kerajaan Resyam? seperti apa bentuknya?" bingung Fikram.


"Ya itu berhubungan...sebenarnya lambang kerajaan Resyam melambangkan elemen yang ada di kerajaan Resyam..lihat buku ini" kata ibu Gamma menunjukkan buku Resyana.


"Lalu?"


"Lihatlah lambang di tengahnya..ini adalah lambang kerajaan Resyam..elemen air dilambangkan dengan ombak..elemen tanaman dilambangkan dengan tanaman merambat ...elemen cahaya dilambangkan matahari..elemen kegelapan dilambangkan bulan..dan sisanya melambangkan elemen tanah...." jelas ibu Gamma.


"Berarti tugas kita mencari setiap elemen itu dan membuat pedang itu untuk mengalahkan raja begitu?" kata Rio.


Ibu Gamma mengangguk.


"Terus dimana kita bisa menemukannya?..kita kan ngga tau mereka ada dimana?" kata Fikram.


"Buku ini akan menunjukkan jalannya" kata Gamma.


"Ya..buku ini adalah petunjuk kita." kata Ibu Gamma.


"Baiklah lalu selanjutnya apa?" kata Manda.

__ADS_1


"Emm apa maksudnya dalam gelapnya matahari?.." tanya Dina.


"Ya, bukankah matahari itu terang..seharusnya yang benar itu di gelapnya malam apa-apa, kek" kata Manda.


"Mungkin salah ketik wwkwkwkwkwk🤣🤣" canda Fikram.


"🤣iya kali..yang nulis kurang fokus" sambung Manda.


"😒" (Dina)


"Hemm..gelapnya matahari" pikir mereka Rio.


"Emm..apakah mungkin gerhana matahari? secara satu satunya sisi gelap matahari adalah gerhana matahari" kata Rio.


"Betul uga sih..tapi memangnya gerhana matahari punya tempat, dimana?" kata Fikram.


"Emm..bukankah gerhana matahari terjadi setiap beberapa tahun sekali.." kata Manda.


"Ya mungkin tahun ini adalah tahun gerhana matahari." kata Dina.


"Kalau pun itu terjadi di tahun atau hari ini pasti gerhana matahari akan terjadi di sebagian besar wilayah bukan..dan terlalu sulit untuk mencari batu elemen sekecil itu di wilayah sebesar ini" jelas Nadia.


"Ya!..jadi kurasa bukan gerhana matahari yang dimaksud" kata Rio.


"Tidak.." kata Gamma.


"Hah?!" semua terkejut.


"Kau tau sesuatu, Gamma" tanya Manda.


"Ya..tidak..tidak mungkin aku tau..tapi ibuku pasti tau..ya kan ibu? hehe" kata Gamma cengingisan.


"Haah..kirain tau" kesal mereka.


"Bagaimana bu Albert?" kata Nadia.


"Sepertinya aku tau..tempat yang dimaksud buku Resyana" kata ibu Gamma.


"Dimana itu?" kata Manda.


"Ayo ikut aku" kata Ibu Albert.


Ibu Gamma pun berjalan menunjukkan jalan ketempat yang dimaksud buku itu.


...🌲🌲🌲🌲🌲...


"Nah ini dia tempatnya" kata Ibu Gamma berhenti di depan jembatan yang terlihat rapuh.


Di bawah jembatan itu terdapat jurang yang sangat dalam dan gelap lagi berkabut. Dan di seberang jembatan itu terdapat hutan yang mengerikan,hutan itu sangat mengerikan. Tempatnya gelap dan sunyi.


"Tempat apa itu?" kata Nadia sedikit takut.


"Itu sangat menyeramkan" kata Manda bergidik.


"Itulah tempat dimana selalu terjadi gerhana matahari...setiap detik disini dilalui dengan kegelapan...walau sang mentari bersinar, kegelapan tetap menyelimuti..pasti ini yang dimaksud buku itu" kata ibu Gamma di depan jembatan menyeramkan itu.


"Selamat datang di..

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2