
EPISODE SEBELUMNYA
"Kebenaran akan segera terungkap." ucap seseorang dari balik pohon yang ternyata memerhatikan mereka sedari tadi.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Blub...blub..blub
\~Di dalam danau\~
Saat sedang fokus berenang mencari keberadaan Rainy, Fikram tidak bisa menahan nafasnya lebih lama lagi. Walaupun sudah ia paksakan dengan sangat keras. Ya, akibatnya ia kehabisan nafas, "Mmmm" ujarnya memegang leher.
HUP..
Tiba-tiba ada yang memasukan sesuatu di mulut Fikram. Tentu saja mata Fikram membulat karena terkejut. Tetapi ia tetap menerima sesuatu itu masuk ke mulutnya.
"Mmm..nyam..nyam" Fikram pun mencoba mencerna sesuatu yang dimasukkan kedalam mulutnya.
Glekk..
Ia menelan benda tersebut dan akhirnya bisa bernafas lagi, "Hah..hah..syukurlah..siapa? siapa yang?" ucapnya terengah-engah karena kehabisan nafas tadi.
"Untung saja kami bisa menyusulmu sampai kesini," ucap Dina.
"Kalian?!" ucapnya terkejut.
"Mentang-mentang jago berenang die lupa kalo dia ngga bisa nafas di dalem air" kata Rio bersuara.
"Haah, iya-iya..kan tadi aku harus cepet-cepet nolongin Rainy" kata Fikram. "Tunggu apa yang aku makan tadi? kok aku bisa bernafas lagi?" katanya lagi.
"Itu daun tulsi muda, daun itu bisa membuat kita bernafas di dalam air." jelas Ibu Albert.
__ADS_1
"Ooo.." kata Fikram ber-oh-ria.
"Tadi aku yang nanya, ngga di jawab!" Manda merajuk.
"Tadi buru-buru, anak manja" kata Ibu Albert membujuk. Tetapi terdengar mengejek di telinga Manda.
"Aku bukan anak manja!" kata Manda tak terima dirinya dipanggil 'anak manja'.
"Iya, anak kecil..cup..cup..cup" kata Ibu Albert membujuk, "Ulululu..gemesnya anak satu ini" katanya kembali membujuk, Bahkan sambil mencubit dan memainkan pipi chibi Manda.
"Awww.." Manda merasa terusik. "Aku bukan anak kecil!!!" katanya lagi dengan melepas paksa cubitan Ibu Albert di pipi mulusnya.
"Ulululu..dedek marah ya..." goda Ibu Albert lagi.
Entah sejak kapan Ibu Albert menjadi senakal ini. (Inget usia ya bu)
"Huuh" Manda mendengus kesal.
"Hemmh..kalau bukan karena kau bagian anak ramalan itu, mungkin aku akan membiarkanmu masuk kesini sendirian!" kata Ibu Albert membalas.
"Oh, begitu. Kenapa kau tidak biarkan saja aku disini sendirian! lagipula masih ada Nadia dan lainnya, kan?! jadi tidak usah perdulikan aku!!! kehilangan satu orang tidak akan mengubah segalanya" ketus Fikram.
"Hah!? tidak usah perdulikan katamu! ya, kalau saja! kalau saja aku bisa memilih! maka aku akan memilih untuk tidak menerima kewajiban itu dan tidak kembali ke dunia menjengkelkan ini lagi! dan satu hal lagi..kehilangan satu orang itu justru akan mengubah segalanya, tau!!! sekalipun itu orang sepertimu!!!" jelas Ibu Albert.
"Tunggu! kewajiban? kembali ke dunia? m..m..maksudnya?" tanya Fikram selanjutnya melupakan kekesalannya pada Ibu Albert.
"Hah!?" kaget Ibu Albert tak sadar apa yang telah ia katakan. "Oh, tidak apa yang telah aku katakan!" pikirnya mulai panik. "Bagaimana ini? bagaimana ini?" pikirnya panik.
"Kenapa Ibu Albert? ada apa ini? kewajiban apa yang kau maksudkan?" tanya Nadia menimpali.
"Ya, jawablah Ibu..kenapa kau malah berkeringat?" tanya Gamma.
__ADS_1
"E..e..itu..itu.." gugup Ibu Albert berkeringat dingin.
"Jawablah Ibu Albert" kata Rio.
"Emmm.." Ibu Albert masih bungkam membisu.
"Katakanlah saja" ucap Dina dingin.
"Hufff.." Ibu Albert menghela nafas kasar. "Mungkin ini saat yang tepat" batin Ibu Albert. "Baiklah, sebenarnya.." Ibu Albert mulai menjelaskan.
"AAAA!!!"
Terdengarlah suara teriakan seseorang yang terdengar seperti seorang wanita. Sontak semua terkejut dan berfokus pada suara teriakan itu.
"Eh! ada suara jeritan" kata Rio.
"Iya." kata Dina mengiyakan.
"Itu pasti Rainy!" seru Fikram.
"Suaranya dari arah situ!" ujar Gamma menunjuk ke arah depan.
"Tunggu apalagi...kita harus membantunya!!!" ucap Fikram.
Lagi-lagi Fikram meninggalkan teman-temannya tanpa sepatah kata pun.
"Lagi-lagi kita ditinggal" kata Dina.
"Ayo cepat!! kita susul dia!! makin cepat kita menuruti kemauannya, makin cepat pula kita menuntaskan tugas kalian," kata Ibu Albert mulai berenang menyusul Fikram.
Nadia dan lainnya pun ikut berenang menyusul Fikram dan Ibu Albert.
__ADS_1
Bersambung...