Petualangan 5 Sahabat

Petualangan 5 Sahabat
Monster Perak


__ADS_3

EPISODE SEBELUMNYA


"Pulang!!!" seru Ibu Albert.


"Hah?..I'm so bingung" kata Manda.


Wushh..πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Kapsul itu pun langsung melesat masuk ke dalam tanah, kapsul itu sangat cepat. Saking cepatnya saat kita mengedipkan mata mereka sudah sampai di dunia yang dimaksud Ibu Alberta itu. Pintu kapsul terbuka secara otomatis.


"Selamat pergi di Dunia Kebalikan" kata monitor kapsul.


Mereka pun keluar dari kapsul itu.


"Wah, keren.." kagum Manda.


"Aku kira negeri ini hanya punya tempat kuno, ternyata ada juga tempat yang moderen bahkan jauh lebih moderen dari negeri kita," kata Fikram melihat keseliling.


"Iya." kata Nadia.


"Tapi di tempat sebesar dan secanggih ini dimana kita bisa menemukan elemen ke-2..aduh?!" kata Dina tersungkur ke depan.


"Eh? sorry, gue sengaja." kata seorang laki laki dingin memakai headseat.


"Apa?!" kata Dina bangkit.


"Ooo..jadi elu sengaja nabrak gue?" kata Dina dengan nada tinggi.


"Engga." kata laki laki itu santai.


"Ih gimana sih! sengaja apa ngga sengaja yang bener? " kesal Dina.


"Iya, aku sengaja" kata lelaki itu.


"Oo..jadi lu bener-bener sengaja ya.." kata Dina bersiap memukul.


"Kalau gitu siap-siap lu gue bunuh sekarang juga!" kata Dina.


"Hah? gimana caranya.." kata laki laki itu.


"Pake nanya lagi lu..sini gue tunjukin caranya" marah Dina.


"HiiπŸ‘ŠπŸ»πŸ˜‘"(Dina)


"Eh, udah udah...maaf ya bang.." kata Nadia memisahkan.


"Eh, apa lu kata..lu ngajakin damai hah?" katanya lebih dingin dari tadi.


"Emm..iya" kata Nadia.


"Gimana sih..jadi orang kaga punya pendirian banget lu," kata laki-laki itu.


"Hah?" bingung Nadia.


"Ih..ni orang bener-bener aneh tingkat dewa" kata Dina.


"Oh, makasih..kau memang jahat" katanya tersenyum.


"Apah!!!" kata Dina semakin murka.


"Udah..udah..kita pergi dari sini" kata Nadia melerai.


Laki-laki itu pun pergi meninggalkan mereka.


"Ih, apaan sih! dasar laki-laki nyebelin" gusar Dina.


"Ya, kamunya juga yang salah" kata Ibu Albert.


"Hem?" bingung Nadia.


"Apah!!!..kok begitu sih..jelas-jelas dia yang salah...sengaja, ngaku lagi!" kesal Dina.


"Hadeh..gini ya..saya jelasin..jadi itu disin-" omongan Ibu Albert terpotong.


"Tolongg..ada raksasa" kata seseorang berjalan santai menunjuk ke arah sesosok makhluk mengerikan bertubuh panjang besar berlapis perak mengkilat.


"Wah, ada monster perak." kata seseorang dengan muka pasi tidak bersemangat.


Sontak semua kaget bukan main.


"Ada apa semua orang disini..jelas-jelas ada monster disana dan mereka mereka hanya berjalan santai lemas begini?" kata Dina heran.


Monster itu membuka mulutnya yang penuh gigi-gigi kecil..


"Sedang apa monster itu?" heran Fikram.


"ROAARRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!"


Tepat setelah raksasa itu mengeluarkan suara kecil datanglah suara yang sangat keras nan dasyat. Mereka menutup telinga mereka menggunakan telapak tangan mereka.


"Ah..suaranya memekik telingaku!!" kata Dina.


"Awasss!!!" tunjuk Rio.


Ternyata selain mengeluarkan suara yang memekik telinga, raksasa itu juga mengeluarkan sebuah pasukan zombie perak bermata kuning besar yang juga mengerikan.


"Wow mereka sangat banyak!" kata Dina.


"Apa-apaan ini?" pikir Nadia.


"Mereka menyeramkan, aku takut" keluh Manda.


"Hah..kau memang selalu takut" kata Fikram.

__ADS_1


"Memang kau tidak takut" kata Manda meladeni ejekan Fikram.


"Tentu saja..aku takutπŸ˜—" kata Fikram.


"Huh" kesal Manda.


Raksasa itu lalu menghempaskan udara sekencang mungkin. Di saat yang bersamaan satu persatu bagian ruangan tersebut mulai tersedot ke dalam mulut monster itu. Mereka pun reflek berpegangan dengan benda sekitar.


ZAAAA..


"Aaaaa tolong" kata seseorang dengan santainya walaupun ia tahu bahwa dirinya tertangkap zombie perak itu.


Seseorang itu pun langsung berubah menjadi zombie perak bermata kuning sama seperti zombie yang dikeluarkan oleh monster cacing itu.


"Sebenarnya ada apa dengan mereka?!.." kata Rio.


"Iya, bukannya takut malah santai dan pasrah ketangkep gitu aja" kata Fikram berpegangan pada sesuatu.


Makin lama angin hisapan itu makin kencang.


"Aduh angin ini makin kencang..aku tidak kuat!" kata Fikram.


"Aku juga!" kata Rio.


"Bu Albert..kita harus pergi dari sini!" kata Nadia.


"Tapi bagaimana!" kata Ibu Albert lantang.


Angin hisapan itu kian makin kuat dari sebelumnya.


"Hemm.." pikir Nadia.


"Hey! itu!" kata Nadia menunjuk ke sebuah ruangan berpintu tertutup yang tidak terpengaruh angin.


"Ide bagus" kata Gamma.


Secara perlahan mereka menuju lorong.


"Ah, ini sangat sulit" kata Fikram sambil perpegangan sesuatu untuk membantunya melawan arus angin hisapan itu.


"Ayo sedikit lagi," kata Nadia pada posisi yang sama.


Nadia yang sudah sampai terlebih dahulu kini berpegangan pada kenop pintu dan mencoba membukanya.


CEKLEK...CEKLEK...


"Sepertinya ini di kunci" pikir Nadia.


CEKLEK..CEKLEK...


"Aduh susah sekali," kata Nadia mencoba membuka pintu itu menghadap arah arus angin hisapan itu.


"Cepat Nadia tanganku sudah tidak kuat!" kata Fikram.


"Aku coba sekali lagi"


Nadia pun mendobrak pintu itu menggunakan bahunya.


"Satu..dua.."


BRAKKK!!


"Ah, akhirnya," senang Nadia.


"Ayo semua masuk ke sini" lantang Nadia.


"Oh akhirnya," lega Fikram melangkah perlahan ke ruangan itu.


Satu persatu dari mereka masuk ke dalam ruangan itu, dan yang terakhir giliran Dina seorang.


"Ayo Dina..cepat!" kata Nadia.


"Iya!" kata Dina kesulitan menjangkau tempat itu.


ZAAAAAA...


Pasukan zombie perak itu mulai mendekati mereka.


"Dina ayo cepat!" panik Nadia.


"Hah?! aku harus cepat" panik Dina melihat mereka semakin mendekati mereka.


Dina hampir mencapai ruangan itu.


"Sedikit lagi" kata Dina.


"Ayo Dina..pegang tanganku!" kata Nadia mengulur tangannya.


Dina berusaha meraih tangan Nadia.


Tiba-tiba..


"AAAA!!!" teriak Dina.


ZAAAA...


Para zombie perak itu mendorong tubuh Dina.


"Ini tubuhnya didorong tetapi akibatnya malah tubuh Dina tertarik, aneh!" pikir Nadia kebingungan.


"Dina pegang tanganku" kata Nadia.


ZAAAAA..(menarik semakin kuat)

__ADS_1


Usaha Nadia ternyata sia-sia.


"Aaaa!!!" teriak Dina.


Para zombie itu berhasil membuat pegangan Dina lepas dan akhirnya ia ikut tersedot.


HUP..


"Aaaa!!!...hah?" Dina membuka matanya.


"Aduh, susah sekali" kata Gamma.


Gamma menahan Dina dan berpegangan pada suatu benda yang setengah rusak namun masih kokoh.


"Apa yang kau lakukan?!!" teriak Dina tersedot.


"Tentu saja menyelamatkan mu..apa kau tidak bisa melihat!" kata Gamma ketus.


"Huh, iya" kata Dina memalingkan muka.


ZAAAA!!!..


para zombie itu kembali mendekat.


"Ih, minggir kau makhluk!" kata Gamma dengan menendang makluk itu.


"Gamma cepatlah!" kata Nadia.


"Iya cepatlah" kata Rio yang berusaha menjauhkan zombie itu dari ruangan mereka.


"Hah? mereka juga dikepung" gumam Gamma.


KREKKK..


Benda yang menjadi pegangan Gamma juga mulai tersedot.


"Oh, tidak" panik Gamma.


"Gamma" teriak Dina karena pegangannya dengan Gamma


semakin lemah.


"Hah?!" (Gamma)


ZAAAA.. zombie itu mendekat.


"Gamma cepat!" kata Nadia.


"Apa..yang harus ku lakukan?" pikir


Gamma panik.


KREKK...


"Hah?!" kaget Gamma karena benda pegangannya sekarang patah.


"Hah?!" kaget semua.


"Oh, tidak" pikir Gamma.


"TIDAKK!!" jerit semua semua.


Gamma dan Dina pun ikut tersedot ke arah monster itu.


ZAAAA..


Zombie itu semakin memaksa masuk.


BRAKKK...


Zombie itu berhasil merusak pintu itu dan berhasil masuk ke dalam ruangan mengepung mereka. Nadia yang lain mundur perlahan.


"Bagaimana ini?" pikir Nadia panik.


ZAAA...


Para zombie itu semakin mendekat memojokkan mereka semua. Mereka mundur perlahan sampai akhirnya terpojok di dinding.


"Oh tidak..kita akan mati sekarang" kata Fikram.


"Iya," kata Manda mengiyakan.


"Apa ini akhirnya dari segalanya?..." pikir Nadia.


"Apakah kami akan..." pikir Nadia memejamkan mata.


Bersambung...


#Kamus bahasa kebalikan#


Sengaja \= tidak sengaja


Pergi \= datang


Engga/tidak \= iya


Bahasa ini digunakan untuk percakapan penduduk Dunia Kebalikan, jadi..


"Iya, aku sengaja" kata laki laki itu.


Artinya:


"Tidak, aku tidak sengaja" kata laki laki itu.

__ADS_1


__ADS_2