
EPISODE SEBELUMNYA
"Bersiaplah" kata naga itu.
"Mmmmmm" berontak Nadia.
Raja itu membuka mulutnya yang mengerikan.
"BERHENTI NAGA JELEK!!!.." teriak lantang Rio.
"Aaa-"(terpotong)
"Emmm??" (Nadia)
"Apa!!..naga jelek katamu!!" marah naga itu.
"Mmmmmmmm...."(go Rio go Rio) kata Manda semangat.
"Ngomong apa sih ni anak?" batin Fikram.
"Gimana caranya Rio bisa bebas dari ikatan kencang ini..ckckck...sungguh luar binasa anda" batin Dina menggeleng heran.
"Ya wahai naga yang JELEK!!" teriak Rio lagi.
"Aaaaa..dasar manusia payah...awas kau!!!" murka naga itu.
"Anak-anak..serang!!!!!" perintah lantang naga itu.
"Hah?!" (kaget)
Rio pun panik, lalu ia berpikir sejenak.
"Fiuhhh..tenang Rio pikirkan sesuatu" kata Rio menenangkan dirinya.
"Hiaaaa" suara serbuan pasukan kerdil yang kompak.
Kriet...kriet..
"Emm?!" heran Dina mendengar suara.
Dina pun menoleh ke sumber suara. Dina kaget bukan main, pasalnya Gamma sedang membuka ikatan tali Dina.
"Ihhh...nah..akhirnya lepas juga" kata Gamma.
Gamma pun membuka penutup mulut Dina.
"Hah..bagaimana kau bisa membuka ikatan sekencang itu, hah?" kata Dina.
"Itu mudah Dina, bahkan Manda saja bisa..lihat itu" kata Gamma menunjuk.
Dina menoleh.
__ADS_1
"Hah?" herannya melihat Manda dan Fikram sudah bebas.
"Hai Dina" kata Manda melambai.
"🤦🏻♀️"(Dina)
\~SEMENTARA ITU\~
Rio masih berpikir, sementara para makhluk itu semakin mendekat.Lalu ia melihat obor.
"Aha..mereka adalah makhluk kegelapan, mungkin kalau aku pakai obor itu mereka akan takut, tapi kalau mereka takut ,kenapa mereka memasang obor disini?..ah..terserah mereka..aku coba saja" pikir Rio.
Rio lalu mengambil obor di dekatnya dan mengarahkannya ke pasukan makhluk menyeramkan itu. Seketika itu juga para makhluk itu mundur ketakutan.
"Hah?! ini berhasil" pikir Rio senang.
"Kenapa kalian mundur!!" kesal Maha Raja Naga.
"Nyo..nyo.." (kami takut dengan cahaya tuan) kata salah satu makhluk itu.
"Ya, baiklah terserah...sepertinya aku sendiri yang harus turun tangan!" kata naga itu.
"BERANI SEKALI KAU YA, BOCAH NAKAL!!" tegur naga itu.
Rio yang membawa obor bersiap siap untuk menyerang.
\~Di sisi lain\~
"Iiiiii...iii..." suara Gamma mencoba melepaskan ikatan Nadia.
"Hah?!"
Dina, Fikram, Manda mendekat untuk membantu Gamma.
"Iiiii..." kata mereka sekuat tenaga.
"Hah..hah.." mereka kelelahan.
"Kenapa tali yang satu ini sangat susah di buka?" kata Gamma.
"Itu kan rantai besi, payah...jadi jangan samakan itu dengan tali biasa" kata Dina.
"Iya juga sih" kata mereka.
"Coba pakai obor" sahut Nadia.
"Obor?"
"Iya obor, ini kan rantai besi..besi jika bertemu panas mungkin akan memuai dan akhirnya aku bisa lepas dari sini" jelas Nadia.
Mereka mengangguk.
__ADS_1
Manda lalu mengambil obor dan memberikannya pada Gamma. Gamma lalu memanaskan rantai besi itu dengan harapan besi itu akan memuai. Nadia memejamkan mata menahan rasa sakit karena sekarang rantai besi itu menjadi panas.
"Percuma saja kalian melakukan hal itu" sahut Ibu Albert.
"Hah?!" (Semua menoleh ke Ibu Albert)
"Apa maksud ibu?" tanya Gamma.
"Rantai itu tidak akan bisa putus dengan cara apapun..Kecuali dengan pedang Sang Kaisar Kegelapan.." kata Ibu Albert santai.
"Apa?" kaget mereka.
"ya sudah, kalau..begitu kita cari saja pedang itu sekarang" kata Manda polos.
"Ya, tapi mau cari dimana?" kata Fikram bingung.
"Apa ibu tau pedang itu dimana?" kata Gamma.
"Aku tau" sahut Dina.
"Kan aku tanyanya ibuku" ketus Gamma.
"Tapi aku tau" jawab Dina.
"Tapi aku maunya dari ibuku" debat Gamma.
"Tapi aku juga tau" kata Dina.
"Eh, sudah..sudah..kalau kalian mau tau ..itu diatas" kata Ibu Albert menunjuk ke arah kepala naga itu.
"Apa?!" Kaget Fikram dan Manda.
"Ya sudah, kita ambil saja sekarang" kata Gamma.
"Ya, silakan saja kalau kau mau mati" kata Dina.
"Iih...anak ini" kata Gamma geram.
"Hiaaa.." Rio menghadapkan obornya ke arah naga itu.
"Fuuuhhh" dengan mudahnya naga tersebut hanya meniup obor itu, dan kini obor itu padam.
"Haha..itu pantas di cobakan?😁" kata Rio.
"Buahahaha...makhluk LEMAH!!...sekarang kau akan jadi makananku, AHAHAHAHA!!" tawa jahat naga itu.
Rio mundur perlahan, sedangkan naga itu bersiap menyantapnya hidup-hidup.
"Hey NAGA JELEK!!!!" teriak Gamma tiba-tiba.
"Hah?!" Rio dan naga itu kaget? mereka pun menoleh ke arah Gamma.
__ADS_1
Bersambung...