
Marc tengah berdiam diri di sebuah kamar yang disediakan untuknya. Dia masih kesal, karena jawaban yang diberikan oleh Raven tak dapat memuaskan rasa ingin tahunya. Dia juga tidak percaya begitu saja, dengan jawaban Raven yang seolah menyakini bahwa Reine hanyalah sosok jiwa. Bukan sosok yang nyata.
Tak lama, dia mulai kesal dengan keberadaannya di kamar. “Soal Reine dan yang lain, mungkin tidak bisa kutemukan jawabannya sekarang. Tapi untuk soal kastil ini, mungkin aku akan sedikit mencari tahu” ucapnya sembari bangkit dari kursi. Ketika membuka pintu kamarnya, Marc mendadak berjingkat.
Rupanya, Robin telah berdiri di depan pintunya selama berjam-jam. “Ka, kau!” seru Marc kesal. “Ternyata benar, kau ada di sini” tanggap Robin santai. “Sedang apa kau di sini? Bukankah, mereka juga memberimu tempat?” tanya Marc.
Robin tampak mengangguk. “Benar. Tapi, aku masih penasaran dengan kastil ini. Jadi, aku memutuskan untuk mencari keberadaan kalian. Raven bilang, kau dan Luc juga berada di sini” ujarnya kemudian. “Di mana Luc?” tanya Marc membahas lainnya. “Ada. Ternyata, dari tadi dia mengelilingi kastil ini sendirian. Ayo, ikuti aku” jawab Robin sembari melangkah menuju ke tempat Luc berada. Sementara Marc, tampak mengikutinya dari belakang.
“Kau menemukan sesuatu?” tanya Robin, ketika dia melihat Luc sedang berdiri di taman belakang kastil. “Kau sudah datang. Marc, juga rupanya...” balas Luc. Wajahnya, terlihat tak enak saat berhadapan dengan Marc. Mungkin karena, sebelumnya dia berada di pihak yang salah. Luc memilih berkomplot dengan Penyihir hitam, meski lainnya berusaha untuk melindungi Underwall dan dunia baru.
Luc menunduk. Dia tak berani menatap wajah Marc. Dia tahu, dia tak pantas berada disini, setelah menyebabkan masalah yang begitu besar.
__ADS_1
“Kau boleh membunuhku. Harusnya, aku berterima kasih. Kaulah yang membuat klanku berada di puncak, tapi aku malah berbuat tidak tahu malu” ucap Luc merendah. “Apakah dengan membunuhmu, semuanya akan kembali seperti semula? Mau kau ada di pihak yang bersalah atau tidak, peperangan itu tetap berjalan. Dan pada akhirnya, disinilah kita berakhir. Sama seperti saat ini” tanggap Marc tenang. Walau dia agak keberatan dengan sikap Luc yang tiba-tiba berkhianat, Marc tetap tak bisa mengubah apapun. Mau bagaimanapun, Luc tetaplah sahabat lamanya.
“Aku memang tidak bisa memaafkanmu dengan begitu mudahnya. Mungkin, memang perlu waktu. Tapi, ada satu hal yang harus kita fokuskan sekarang. Alasan mengapa kita berada di sini, sudahkah kalian mengerti?” kata Marc mulai membahas persoalan serius. “Sampai saat ini, aku masih tidak mengerti” tanggap Robin. “Aku juga terus mencari tahu. Tapi kastil ini, tidak memiliki akses untuk keluar. Dugaanku, saat ini kita sedang berada di dunia manusia biasa” timpal Luc.
“Kita memang berada di dunia manusia biasa” celetuk seseorang dari belakang. Seketika, Marc, Robin serta Luc tampak segera menatap ke belakang. Carine telah berada di belakang mereka dengan kedua tangan bersedekap.
Marc, Robin dan juga Luc buru-buru menunduk penuh hormat. Mengingat, nyawa mereka selamat, karena terus berada dalam pengawasan Carine. Mereka selamat, karena Carine membantu memulihkan mereka. Dan tentunya, mereka sangat berutang budi akan hal tersebut.
“Siapa juga yang mau menahan kalian di sini terus? Kami hanya tidak ingin kalian kesakitan lagi, karena belum sepenuhnya pulih. Sebab itu, kami membiarkan kalian terus berada dalam ruang perawatan. Dan sepertinya, kalian sudah siap untuk pergi ya?” kata Carine, usai puas tertawa. Wajah Marc, Robin dan Luc terlihat merah seketika. Mereka malu, karena sempat berpikir negatif terhadap Carine dan kastil ini.
“Sekarang, kita kembali serius. Kalian sudah tahu, kan kalau ada sesuatu yang aneh di dalam tubuh kalian. Bisa kalian rasakan?” tanya Carine membuka topik. “Apakah ini... efek dari permata yang anda katakan?” jawab Marc cepat tanggap. Carine mengangguk.
__ADS_1
Robin yang terlihat kaget. Dia tak mengerti, pembahasan apa yang sedang dibicarakan oleh Carine. “Ah ya, kamu belum tahu ya? Jadi, beberapa puluh tahun yang lalu, Gray memutuskan sesuatu yang amat sangat penting. Bukan sebuah rahasia lagi, bukan? Kalau kehebatan dari tujuh permata legendaris, telah diakui oleh banyak wilayah. Itu sebabnya, keberadaan permata tersebut benar-benar terlindungi. Namun, jangan salah. Permata itu, sebenarnya tidak dapat menambah ataupun membuat pemiliknya menjadi kuat” jelas Carine agak panjang. Kemudian, dia tampak melangkah ke arah Luc. Perlahan, dia menunjuk ke arah ulu hati Luc.
Tak lama, seberkas cahaya terlihat merespon. Sebuah cahaya berwarna merah, sempat berkedip di ulu hati Luc. Hal itu, tentu membuat si pemilik tubuh sangat terkejut.
Luc mendadak berjingkat hingga berjalan mundur. “Tenang, Luc. Ini hanya sebuah kode dari permata yang ada di dalam tubuhmu” ucap Carine. “A, apa? Permata?!” pekik Luc makin kaget. Dia tak menyangka, permata yang selama ini dicari-cari oleh Penyihir hitam, rupanya malah berada di dalam tubuhnya.
Carine mengangguk. “Selama ini, Gray menyembunyikan permata itu di beberapa tempat. Dan dari tujuh, tiga diantaranya berada di dalam tubuh kalian. Satu di tubuh Marc, satu lagi ditubuh Robin dan satu di tubuhmu, Luc” terangnya. “Kenapa?” tanya Luc dengan ekspresi masih syok.
Carine tersenyum. “Tanyakan saja pada Gray. Dialah yang memutuskannya” jawabnya agak samar. “Bagaimana dengan Permata Perak yang ada di dalam tubuh Reine?” tanya Marc, mendadak teringat. Dia tampak menatap ke arah Carine dengan tatapan setengah mendesak.
“Raven sudah salah memberimu jawaban. Maaf ya, dia memang agak ceroboh. Marc, kau tidak perlu ragu pada keberadaan Reine. Wanita itu, memang nyata. Dia adalah manusia yang dikirim padamu. Bukan sebagai hukuman ataupun peringatan, akan dosa besarmu di masa lalu. Dia sebuah hadiah dari Langit untuk dirimu. Tapi sayangnya, kau harus kehilangan dia. Sebab, rasa sayang Langit terhadap Reine, lebih besar dari pada rasa cintamu padanya. Karena itu, Langit menjadikan Reine sebagai kunci dari dunia baru yang harusnya, telah menghilang. Bisa dibilang, Reine adalah penyelamat semua orang di dunia baru. Reine melindungi mereka semua, dengan mengorbankan nyawanya. Dan suatu saat nanti, dia mungkin akan kembali padamu lagi. Bila waktunya telah tiba” jelas Carine panjang. Robin mengerutkan keningnya. “Lalu, kenapa wajahmu sangat mirip dengan Reine? Dan lagi, kemunculanmu baru, setelah Reine pergi” tanyanya tak paham.
__ADS_1
“Reine adalah reinkarnasi dari diriku, Robin. Dia seorang wanita biasa yang tinggal di dunia manusia ini. Sejatinya, aku adalah... Kupu-kupu?”