
Chapter 99: Kontrak Baru
Bibir Marc yang kelu, tiba-tiba mengucapkan beberapa kata secara spontan. Marc berkata dengan nada yang sangat rendah,
“Jadi, apakah Reine... Benar-benar telah tewas?”
Carine mendadak langsung menatap ke arah Marc. Wajar saja, hal yang terjadi, memang tidak bisa diterima oleh Marc begitu saja. Apalagi, Marc memiliki hubungan yang kuat dengan Reine.
“Rupanya, kau benar-benar ingin tahu sekarang ya?” tanggap Carine, seolah mengerti apa yang mengisi pikiran Marc. Walau pria itu, tak perlu mengatakan apapun. Carine menatap ke arah jam tangan miliknya.
“Kurasa, waktunya masih cukup. Marc Deval, benar seperti yang kau katakan. Reine... telah tiada”
Jawaban yang sudah Marc duga, akhirnya muncul dari mulut Carine. Dengan ekspresi datar, dia menatap ke arah Carine. “Kenapa?” tanyanya pelan. “Sedari awal, takdir wanita itu hanya sebagai penjaga dari permata” jawab Carine.
Seketika, Marc menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Hatinya masih tak dapat menerima. Campur aduk dengan kekesalan yang semakin memuncak. “Kenapa? Kenapa Langit begitu tidak adil hingga memberinya beban yang begitu berat?! Kenapa harus dia? Kenapa?!” serunya.
“Deval, Reine harusnya sudah tewas, ketika pertama kali berada di Underwall. Karena dia adalah permata perak. Tempatnya, yakni kembali di dunia ini. Permata perak adalah kunci dari dunia ini. Dunia yang kau dan yang lainnya tinggali”
“Persetan dengan permata! Kalau Langit tahu bahwa permata perak sangat penting bagi dunia kami, apa susahnya menyimpan di tempat lain? Kenapa harus Reine... yang bertanggung jawab melindungi permata itu?!”
“Karena dia diciptakan untuk melindungi permata”
“Omong kosong! Reine hanya manusia biasa. Dia tidak memiliki kekuatan apapun untuk melindungi permata. Sejak awal, aku sudah tahu. Meski kami melatihnya dengan sebaik mungkin, dia tetaplah manusia biasa!”
“Sebab itu, aku berada di dalam tubuhnya. Untuk apa? Karena Langit... sangat menyayangi kalian berdua. Kalian saling mencintai dan menjaga satu sama lain”
Marc terdiam. Segala unek-unek yang menumpuk, akhirnya terungkap. Tapi, semua itu belum mencapai maksimal.
“Dia tetap tiada, bukan? Langit bukannya senang dengan hubungan kami. Tapi Langit... hanya ingin membuat kami terpisah. Pada akhirnya, alasan hancurnya dunia kami, hanyalah karena sebuah kejadian yang tak masuk akal. Langit berusaha membebankan kehancuran dunia kami, menjadi beban Penyihir Hitam. Tapi, tidak. Bukan itu yang terjadi” kata Marc semakin berani. “Langit menghancurkan dunia baru, hanya untuk menunjukkan bahwa iblis sepertiku, tidak diperbolehkan untuk mencintai seseorang. Memang, aku hanyalah iblis penuh dosa yang harusnya dihukum” lanjut Marc. Mendadak, flashback tentang segala kesalahannya di masa lalu, perlahan kembali muncul.
Termasuk, alasan mengapa Marc menjadi bagian dari Pemburu Kematian. Masa lalu kelamnya, tak bisa membuatnya mati dengan tenang. Tak hanya Marc, seluruh Pemburu Kematian merupakan sekumpulan orang yang memiliki dosa besar. Menjadi seorang Pemburu adalah hukuman bagi mereka.
__ADS_1
Carine mendekat ke arah Marc. Dia tampak menepuk pelan bahu kanan Marc. “Jangan berprasangka buruk. Jika kau tidak ingin Langit mengabulkan prasangkamu” pesannya pelan.
Marc menatap tajam ke arah Carine. Dia terlihat mengepalkan kedua tangannya. “Aku... tidak peduli. Aku tidak peduli dengan apapun lagi. Karena kau adalah Pemburu Kematian, sekarang... matikanlah aku” pinta Marc mendadak.
~~
“Rav, bagaimana keadaan Nonamu?” tanya Gray. Sembari menghalau beberapa iblis yang tiba-tiba muncul, dia masih merasa tak tenang dengan keadaan Carine. “Nona telah berhasil menormalkan dunia baru, Yang mulia. Saat ini, Nona mungkin dalam perjalanan mengejar Penyihir hitam” lapor Raven melalui alat komunikasinya.
“Komandan, center satu berhasil di amankan!” seru salah satu anggota tim Beta. “Kerja bagus! Lanjutkan tugasmu! Mereka akan terus bermunculan, sebelum induknya dihancurkan” jawab Gray. “Baik, laksanakan!” tanggap anggota tim Beta tadi.
Tampaknya, tim Beta telah berpindah tempat. Banyak sekali sisi yang harus ditangani. Para monster itu benar-benar tidak ada habisnya.
Kuserahkan padamu, Carine. Ku mohon, batin Gray. Dia tak pernah berhenti berharap. Di sela-sela tugasnya melindungi dunia.
~~
Carine tampak terkejut. “Deval, kau tidak bisa meminta kematian!” jawabnya tegas. “Lalu, apa yang akan ku lakukan? Sudah lama aku menjadi seseorang Pemburu. Dan semuanya... tak ada yang berubah! Berikan peraturan, Pemburu tak boleh jatuh cinta. Oh, atau lebih baik... kau menjadikanku tak terlihat. Agar aku... berhenti untuk mencintai seseorang lagi!” balas Marc dengan nada tinggi.
Dengan kedua mata pilunya, Marc menatap ke arah Carine. “Tidak bisakah kau... memutuskan kontrakku menjadi seorang Pemburu? Aku benar-benar... ingin menjadi manusia biasa! Tidak cukupkah... beratus-ratus tahun aku hidup dengan menjalankan tugas menjadi Pemburu?” pintanya memelas. Carine menghela nafas panjang.
Carine terlihat duduk di sebelah Marc. “Kalau aku bisa membebaskanmu, kenapa aku tidak bisa membebaskan diriku sendiri dulu? Menjadi seorang pasangan dari pemimpin para Pemburu Kematian... bukanlah keinginanku. Sama sepertimu, pada awalnya, aku memohon pada Langit agar membuatku mati dengan tenang untuk selamanya. Tapi...” ujar Carine terhenti. Dia menatap ke arah Marc yang ada di sebelahnya.
“Dengan bodohnya, aku berharap bisa kembali menjadi seperti ini. Tepat, ketika Langit mengabulkan doaku untuk mati dengan tenang. Rupanya, si pemimpin sialan itu... masih membutuhkanku. Dia juga berdoa lebih keras, agar aku bisa kembali padanya”
“Dan akhirnya?”
“Aku tidak memiliki raga. Jiwaku berada dalam Kupu-kupu putih, setelah aku meninggalkan dunia ini. Kemudian, Langit memintaku untuk melindungi Reine. Jiwaku pun masuk ke dalam tubuh anak itu. Sayangnya, aku malah bertemu lagi dengan pimpinan Pemburu sialan itu. Dan akhirnya, berakhir begini. Langit memberikanku tubuh Reine”
“...”
“Deval, Langit melakukan itu... mungkin bukan hanya untuk mengujimu. Siapa tahu, Langit akan mengirim Reine dalam kesempatan yang lain?”
__ADS_1
Ucapan Carine membuat Marc geli. Dia tidak tahu, apakah itu lelucon atau hanyalah sebuah kalimat penghibur. Tapi jika benar, dia sudah tidak berminat.
“Toh pada akhirnya, semua akan sama bukan? Langit tetap memintanya dariku. Aku... tidak akan jatuh cinta pada siapapun lagi” kata Marc bulat. Dia tiba-tiba bangkit dari tanah. Carine menatapnya dengan heran. “Sampaikan pada Langit. Aku... berhenti” lanjut Marc.
“Hah?” tanya Carine tak mengerti. “Aku berhenti menjadi Pemburu” tegas Marc. Dia memberikan senjatanya pada Carine.
Semua senjata yang dia miliki. “Aku akan menjadi orang biasa dan tetap menebus dosaku, hingga Langit mengakhiri hidupku” ujar Marc. “Hah? Bagaimana bisa? Kontrakmu dengan Langit itu... 100 tahun lagi. Dan kau juga masih harus mengantarkan kematian sebanyak 1000 lagi” tanggap Carine.
“Aku tidak peduli”
“Langit akan tetap mencarimu”
“Aku tidak peduli”
“Tugasmu akan terus melekat. Kau tidak akan bisa hidup semudah itu, dengan melupakan tugasmu”
“Ku bilang, aku tidak peduli”
Perkataan Marc benar-benar membuat Carine kehabisan akal. Melihat Marc mulai berjalan meninggalkannya, wanita tersebut akhirnya bangkit dari tanah. “Baiklah, kalau begitu” ujar Carine kemudian.
Langkah Marc terhenti. Dia menatap ke arah Carine yang masih berdiri di tempatnya. “Apa maksudmu dengan... ‘baiklah, kalau begitu’? Aku tidak mengerti” tanya Marc heran.
Carine terlihat melangkah mendekat ke arahnya. “Baiklah, kalau itu maumu. Aku mengerti, apa yang kau rasakan. Melihatmu seperti itu, aku jadi sedikit tertarik. Bebaslah. Aku... yang akan bertanggung jawab atas tugasmu” kata Carine mengejutkan. “Biarkan saja aku. Tidak perlu melakukan apapun” tolak Marc.
Carine menggeleng. “Aku hanya ingin tahu, seberapa kuat kau akan melakukan ini. Aku ingin lihat, apakah kau benar-benar bisa bertahan” ujarnya diikuti senyum khas. “Cih, aku bukan tontonan favoritmu” balas Marc kesal.
“Sudah kuputuskan. Setelah ini, aku akan bertaruh dengan Langit!” seru Carine bersemangat. Marc tampak memutar bola matanya. “Apa maksudmu lagi? Kau gila?” tanggapnya kesal. “Kalau kau berhasil bertahan, aku akan membuat Langit membebaskanmu dari tugas Pemburu Kematian. Dengan begitu, kau akan menjadi manusia biasa. Namun, jika kau tidak berhasil... kau akan menjadi Pemburu untuk selamanya” cetus ide gila dari Carine.
Meski begitu, Marc terlihat tidak berusaha untuk menolak ide gila Carine. Dia malah... Tertarik? Dan bahkan menjawab dengan tegas...
“Deal”
__ADS_1