produk gagal

produk gagal
Tugas Luar


__ADS_3

Dan hari berjalan sebagai mana mestinya. Kabar dari Kepala Desa mengenai Adrien, ayah Reine pun tiba. Beliau mengatakan, Adrien sangat bersemangat untuk bisa kembali sehat seperti sedia kala. Mungkin, ini karena pengampunan dari Reine waktu itu.


Underwall pun, berjalan normal. Reine kembali menyelesaikan tugasnya, sebagai penjaga di sana. Kini, dia sedikit naik level. Setelah dia berhasil mengamankan Underwall sendirian, beberapa bulan lalu. Sepertinya, Marc sedikit memberinya tugas yang baru.


Reine ditugaskan untuk bekerja di lapangan. Menangkap para iblis yang kabur, saat petugas Underwall menangkap mereka. Rupanya, Underwall memiliki buron yang lumayan banyak. Hingga petugas, agak kuwalahan untuk mengatasi mereka.


Kali ini, Reine bertugas bersama dengan Luc. Karena sejatinya, Luc adalah orang yang suka dengan kegiatan luar. Tak sama seperti, Direkturnya, yang lebih senang berkutat dengan beberapa tumpukan kertas atau sekedar untuk memeriksa para tahanan yang agak nakal.


Tugas Robin pun tak kalah membosankan. Dia seperti biasa, mengadili para iblis, sesuai dengan kesalahan mereka. Mengeksekusi, menambah jumlah hukuman atau mungkin, menguranginya. Dengan adanya hukuman itu, dia memastikan para iblis itu jera dan menjalani kehidupan yang lebih baik, setelah keluar dari Underwall.


“So, Miss Dallaire. Kali ini, kita harus mendapatkan kembali seorang iblis berkode, 3799. Dia adalah buron dari klan Serigala Utara. Dia bisa berubah menjadi serigala, kapanpun dia ingin. Dan hal itu, cukup menyulitkan para iblis” terang Luc. “Jadi, kejahatan apa yang dia lakukan dan apa hukuman yang harusnya dia dapatkan?” tanya Reine, seakan telah menjadi pegawai pro. Luc menyerahkan sebuah pistol. Lagi-lagi yang telah dilumuri Abu Kematian.


Artinya, buron kali ini harus segera dimusnahkan. “Kejahatannya berulang. Tidak hanya membunuh, dia juga menjarah, menculik anak-anak dan melakukan perusakan bangunan” jawab Luc menjelaskan lebih detail. Reine mengangguk paham. Dan seperti yang sudah pernah terjadi sebelum-sebelumnya, Reine telah siap.


Namun, tidak ada yang bisa membohongi kekosongan hati Reine. Tugas ini, harusnya di kerjakan oleh orang lain di Underwall. Pastinya, bukan Luc. Bahkan Robin pun, harus bertukar tugas dengan Luc. Harusnya, Robin bertugas mengadili, memberi hukuman pada para tahanan. Pekerjaan bersih.


Sedangkan Luc, dialah yang harus mengeksekusi para iblisnya. Akan tetapi, akan ada kekosongan untuk unit yang bertugas mengejar para buronan. Sebab, itu tadi. Unit ini hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang lebih hebat dari Luc ataupun Robin.

__ADS_1


Sayangnya, orang itu tiba-tiba menghilang. Tepat setelah, insiden penculikan Reine oleh klan Elang. Mereka bertiga, Luc, Robin dan Marc sekalipun, tidak mengetahui di mana keberadaannya. Sudah berminggu-minggu, orang itu tidak kembali.


Sebab itu, Marc harus merolling posisi para stafnya. Meski begitu, dia tetap tak menyatukan Reine dengan Robin di dalam satu tim. Marc rupanya, tetap mengingat pesan dari orang itu.


Bila memikirkan kemana orang itu pergi, Reine akan terus berdiam diri di tempatnya. Seakan, dia membiarkan waktu berlalu begitu saja. Entah, apakah ini ada hubungannya dengan suara yang berasal dari dalam jiwa Reine. Tapi, dia mendadak merasa... kesepian?


Ya, sebenarnya Reine sudah tahu jika dia berulang kali tak sadarkan diri. Di beberapa momen, dia merasa orang lain telah menggunakan tubuhnya. Akan tetapi, hal itu tidak membuatnya merasa terganggu atau merasa aneh.


Reine seperti, itu bukan sesuatu yang besar. Dan tubuhnya, menerima. Saat tak sadarkan diri pun, dia juga tidak merasa sedang menjadi orang lain. Namun hanya saja, dia merasa orang yang menggunakan tubuhnya itu, lebih kuat darinya. Bahkan, Reine merasa telah dilindungi.


“Maximilien, dia... masih tidak memberi kabar. Kami juga sedang berusaha untuk mencari keberadaannya” celetuk Luc membangunkan Reine dari lamunan. “Oh, ya... ya, dia menghilang. Kenapa dia begitu, ya?” tanggap Reine agak kaget. “Entahlah, yang jelas itu tidak ada hubugannya dengan insiden yang terjadi padamu, waktu itu. Jadi, kau tidak perlu khawatir dan kita selesaikan tugas si kampret itu segera. Kalau saat dia sudah kembali, semuanya sudah selesai. Dan tidak ada yang harus dia lakukan, kecuali bersujud meminta ampun. Yah, akibat dari tindakannya yang sudah menghilang selama berminggu-minggu” kata Luc dongkol.


Akan tetapi, semua harus segera kembali seperti semula, bukan? Tidak ada waktu untuk meratapi kesedihan, meski memang Max harusnya segera ditemukan. Dan bagaimana pun juga, dia tidak sedang sekarat atau pergi meninggalkan semua untuk selamanya. Dia hanya, pergi dan dia akan kembali, jika semuanya sudah lebih baik baginya. Max, mungkin sedang mengurung diri di suatu tempat.


“Di mana buron 3799 sedang bersembunyi?” tanya Reine, di sela-sela perjalanannya bersama Luc ke sebuah tempat. “Di sebuah rumah terpencil dalam desa” jawab Luc sembari fokus menyetir. Mereka pergi menggunakan mobil, yah meski Luc mungkin bisa mencapai tempat itu dengan sekali terbang. Tapi, kau tahu... itu terlihat terlalu mencolok.


“Menurut mata-mata kami, dia akan segera pergi dengan mengambil kereta cepat malam ini. Dia mau kabur lagi. Karena itu, Marc memberiku izin untuk sehari lebih awal, agar bisa mengagalkan kepergiannya” kata Luc. “Apa 3799 terlalu menyulitkan hingga kalian selalu gagal menangkapnya?” tanya Reine makin penasaran. “Sebenarnya, tidak. Hanya saja, petugas kami kurang cekatan. Dia seorang buron yang pandai merusak segalanya. Ketika dia tertangkap, dia akan membuat rusuh. Dan dari kejadian itu, kami kehilangan beberapa pekerja. Robin, lagi-lagi harus bekerja ekstra untuk mengobati para pekerja kami” jelas Luc. “Kalian tahu, kalau tidak ada pekerja yang mumpuni dalam hal ini. Lalu, kenapa kalian tidak segera menangkapnya saja?” tanya Reine mendesak.

__ADS_1


“Dia... berhubungan dengan seseorang yang masih berada di dalam sel Underwall”


“Sudah kuduga, pasti ada hal lain yang memberatkan kalian untuk langsung memusnahkannya. Terus, kenapa kita bawa pistol berlumur Abu Kematian, jika kau tidak berniat untuk memusnahkannya?”


“Ada seorang tahanan di Underwall. Dia adalah seorang ayah dari klan iblis yang sama dengan buron 3799. Mereka berteman. Namun, tahanan di Underwall yang ku sebutkan tadi, terperangkap dalam tipu muslihat buron 3799. Saat itu, dia sedang berada di sebuah rumah kosong dengan seorang iblis pengisap darah wanita, tergeletak tak bernyawa di sana. Semua bukti, mengarah padanya. Dia pun, langsung menyetujui dan siap untuk menerima hukuman”


“Lalu?”


“Max memiliki hal lain di dalam pikirannya. Tahanan itu, tidak memiliki catatan kriminal, namun dia bisa membunuh iblis wanita dari klan pengisap darah dengan cara yang detail. Jadi, dia menyadari sesuatu dan tiba-tiba saja membandingkan bekas luka yang ada di korban dengan luka para korban milik buron 3799”


“Dan itu, sama?”


“Hmm. Sehari yang lalu, tahanan Underwall yang ku maksud tadi, baru saja mengakui bahwa dia sedang melindungi temannya yaitu, buron 3799. Kami segera menangkapnya. Marc yang mengintrogasi secara langsung. Dan kau tahu, apa yang buron 3799 katakan?”


“Dia tidak mengenal tahanan di Underwall yang kau maksud? Dan dia... sama sekali tidak membunuh iblis wanita yang tewas di rumah kosong?”


Luc tampak tersenyum bangga. “Kau adalah sesuatu, Rein. Dan Marc, tidak pernah salah untuk merekrutmu” pujinya. “Semua teman memang sampah. Maksudku, tidak semua. Tapi, ada beberapa orang yang seperti, sebuah “racun” yang setiap hari menggerogotimu dari belakang. Dan bodohnya, tanpa kau tahu, kau selalu membela dan menyayanginya di setiap waktu. Sangat bodohnya lagi, ketika kau masih terus berusaha menghubunginya, meski kau tahu dia adalah racun!” seru Reine agak terbawa.

__ADS_1


“Biar ku tebak, Miss Dallaire, kau... memiliki sebuah kisah yang sama dengan kasus ini, bukan?” kata Luc. “Sama ataupun beda, itu bukan sesuatu yang harus kau ketahui. Yang harus kau ketahui saat ini adalah... tancap gasmu dan kita harus segera memusnahkan brengsek seperti dia!” ujar Reine menggebu-gebu. “Oh, ya, ya, jangan terlalu gegabah, Miss Dallaire. Ingat tugas pertamamu saat di ruang eksekusi Underwall? Kau mengacaukannya. Kenapa? Karena kau... terlalu menyimpan dendam, atas apa yang tahanan katakan. Padahal ku bilang, kau harus tetap tenang. Kali ini, aku tidak ingin ada kesalahan. Jadi, tolong... turuti saja perkataanku. Oke?” pinta Luc agak memohon. “Oke, maaf...” jawab Reine menenangkan diri.


Jarak yang cukup jauh membuat waktu banyak terbuang. Walau begitu, dalam perjalanan Reine banyak belajar dari Luc. Agar saat bertemu dengan targetnya nanti, dia bisa lebih tenang dan menjalankan misi lapangan pertamanya dengan baik. Yah, meski tak ada hal yang terlalu sempurna di dunia ini. Tapi, ada baiknya jika Reine harus sedikit... lebih baik dari yang Luc bayangkan.


__ADS_2