
Mobil itu melaju dengan kencang. Luc, masih menguntit di belakang. Dia tahu, ini adalah kesalahannya. Meski Reine dalam bahaya saat ini, dia merasa tidak perlu untuk melaporkannya pada Marc. Sebab, Reine ada dalam tanggung jawabnya.
Luc harus menyelamatkan Reine, secepat yang dia bisa. 3799, bukanlah tahanan yang sembrono hingga begitu dengan mudahnya di akali. Karena terkenal sangat licik, dia selalu bisa melarikan diri.
“Reine... apa yang kau lakukan? Kenapa kau selalu senekat itu?” keluh Luc di sela-sela aktivitas mengemudinya. Dari tadi, Luc hanya tidak bisa menerima dengan apa yang telah dipilih Reine. Tindakan wanita itu benar-benar terlalu menyulitkannya untuk berpikir.
Luc mulai menyadari sesuatu tentang jalanan yang di lewatinya sekarang. Sepanjang jalan hutan dan cahaya dari langit yang mulai redup, karena tak dapat masuk ke dalam sana. “Sial, dia membawanya ke tempat itu lagi!” umpat Luc.
Sebagian dari orang mungkin tahu. Jika dari persimpangan kota Oxshawden, sebelah timur dari Underwall, kemudian berbelok ke arah kanan, artinya kau akan bertemu dengan pegunungan demi pegunungan yang tak henti. Di salah satu pegunungan itu, ada sebuah desa terpencil yang terkenal menjadi tempat bagi para kriminal kelas kakap.
Namanya, Penampungan Losenyx. Dan benar, mobil 3799 menuju ke sana. “Oke, mari tenangkan pikiran Luc. Kita buat skeneraionya terlebih dahulu. Pertama, mari kita bahas tentang kemungkinan rencana yang dipikirkannya. Dia sangat membenci Underwall, terutama Marc. Ya, tentu karena rupanya, itu bukanlah sebuah alasan yang tidak penting. Dia, membenci seluruh orang yang berasal dari klan berkedudukan tinggi. Mungkin, dia akan menyekap Reine di dalam sana. Ya, benar” oceh Luc, mencoba untuk memikirkan sebuah rencana penyelamatannya.
Mobil Luc, telah terparkir, tak jauh dari Penampungan yang sepi itu. Sebuah bangunan sederhana, terbuat dari kayu dan batu bata merah. Tampak luar, memang tenang. Namun ketika masuk di dalamnya, itu semacam hotel yang memiliki banyak sekali kamar.
Dan para kriminal itu, biasa tinggal di sana untuk menghindari petugas dari Underwall. Memang mudah, berhadapan dengan para kriminal di sarangnya. Namun, Luc hanya seorang diri. Meski, dia adalah pengaman terkuat dalam Underwall, dia tak cukup kuat untuk mengalahkan para kriminal itu dengan kemampuannya.
“Kedua, tentu saja, dia akan membunuh Reine. Sebelum itu, dia mungkin akan mencoba untuk menghubungi Underwall. Walaupun Marc terbang secepat kilat kemari untuk menyelamatkan Reine, tak akan sampai. Sebab itu lebih baik, akan ku selesaikan ini sendirian” lanjut Luc. Dia tampak turun, perlahan dari mobilnya. Luc mengendap-endap, masuk ke dalam semak-semak yang tak jauh dari tempat mobilnya berhenti.
Luc melihat, Reine di bawa masuk ke dalam sebuah gudang, yang tempatnya pas di dekat Penampungan. Kemungkinannya, dia akan disakiti dan di bunuh di dalam gudang itu. Sebelum semuanya terjadi, Luc mempercepat gerakannya.
Luc mengintip dari celah di salah satu jendela gudang. Kemungkinan yang dia pikirkan, benar. Reine dan putri dari klan nomor satu siluman serigala, Caroline, mereka tampak diikat di sebuah kursi kayu. Luc tampak kaget saat melihat wajah Caroline yang sudah tak karu-karuan. Wanita itu, babak belur.
__ADS_1
Luc buru-buru beralih ke arah Reine. Tak lama kemudian, dia menghela nafas lega. 3799, belum menyakiti Reine. Wanita pemberani itu, terlihat baik-baik saja.
Kini, kita beralih ke arah Reine. Di dalam, dia cukup gugup. Dengan kedua tangan dan kaki diikat begitu, pasti tidak ada yang bisa dia lakukan. Namun, dia masih memiliki cukup keberanian untuk melindungi wanita yang ada di sebelahnya.
Caroline, wanita tersebut di siksa dalam mobil, ketika berusaha melepaskan diri. Rupanya, dia tahu betul, kemana arah 3799 membawanya. Gudang di penampungan Losenyx merupakan tempat yang dulu, pernah 3799 gunakan sebagai tempat pembunuhan korbannya yang ke-23.
Ini gawat. Kalau aku tidak bisa melindungi Caroline dan mati di sini juga, maka keberanianku akan menjadi sia-sia. Hh, aku harus tenang dan berpikir. Bagaimana caranya, agar aku bisa melindungi Caroline dan keluar dari sini bersama-sama. Aku tahu, Luc pasti sudah tiba di sini. Semuanya, tergantung padamu, Reine, batin Reine dalam hati. Dia tampak menarik nafas dalam-dalam.
“Apapun yang akan dia lakukan, jangan pernah menjauh dariku. Aku akan melindungimu” ucap wanita itu. Harusnya, Reine yang mengatakan kalimat semacam itu. Sayangnya, ucapan barusan bukan keluar dari mulut Reine, melainkan, Caroline.
Dengan wajah super duper mengkhawatirkan, akibat dianiaya oleh 3799 dalam mobil tadi, dia masih saja bisa mengatakan hal tersebut dengan tenang. “Aku baik-baik saja. Ku pikir, kita harus saling menjaga satu sama lain...” tanggap Reine. Caroline mencoba tersenyum, dengan wajahnya yang babak belur.
“Apa... maksudmu?”
“Kau dari Underwall? Aku tidak tahu, kesalahan apa yang membuatmu harus ditendang dari sana. Jujur saja, pria itu sangat membenci Underwall. 3799, kan? Nama aslinya, Tobie Corne. Dia berasal dari klan bawah siluman serigala”
“Kau... tahu betul tentangnya. Apa karena dia... seorang buron?”
“Sudah dua bulan ini, aku mengincarnya. Aku tahu, ayahku adalah seorang pecandu alkohol. Dia juga sering pergi ke bar untuk minum-minum hingga terlalu mabuk. Entah bagaimana, tiba-tiba seorang wanita dari klan sama seperti Tobie, mendekatinya. Ayahku, meski dia pemabuk, dia bukanlah seorang pria hidung belang. Kau boleh percaya atau tidak, tapi wanita itu... menarik ayahku dan berusaha untuk menggodanya”
“Lalu, apakah ayahmu tertarik dengannya?”
__ADS_1
“Ayahku pergi, tapi seseorang memotretnya. Jadi, dia kembali untuk menemukan orang yang memotret. Sayangnya, dia malah terjebak dan dituduh telah melecehkan wanita tadi. Foto dari seseorang yang berada di bar itu, akhirnya tersebar. Ayahku jatuh sakit. Pamanku, yang akhirnya membereskan semua. Di tengah-tengah itu, muncul seseorang dengan nama anonim, meminta sejumlah uang untuk pertanggung jawaban. Sebab orang itu bilang, wanita yang katanya, telah dilecehkan oleh ayahku itu... meninggal. Dan setelah paman telusuri, orang yang meminta uang pertanggung jawaban adalah... “
Caroline menatap ke arah seorang pria yang sedang mempersiapkan senjatanya. “Dia” sambungnya. Reine mengerti. Bukan soal ayah Caroline seorang bangsawan elit yang cabul, melainkan taktik 3799 yang begitu cerdik. Yah, mulai sekarang kita panggil saja, Tobie.
Dia pasti juga menggunakan wanita dari klan yang sama dengannya itu, hanya untuk dimanfaatkan. Nyatanya, dia hanya ingin menjarah kekayaan keluarga Caroline. Tuduhan melecehkan, hanya sebuah alasan. Sebab itu, dia sengaja menghilangkan bukti dengan cara, membunuh wanita yang katanya, telah dilecehkan oleh ayah Caroline. Ini buruk. Jika Caroline sudah tahu, bahwa 3799 telah melakukan itu hanya untuk sebuah taktik belaka, maka mungkin kedatangan Caroline bukan untuk sekedar... main-main. Dia ingin membalas dendam, pikir Reine
Kedua wanita tersebut tersentak kaget, usai Tobie menendang sebuah meja. Kekuatan dari seorang klan siluman serigala, memang tak main-main. Dia sangat kuat hingga meja yang dia tendang, langsung hancur berantakan.
“Itulah satu-satunya alasan, mengapa para korbannya tidak bisa mengelak. Karena, semuanya wanita dan dia... terlalu kuat” ujar Reine pelan. “Kau benar. Tapi, karena kita wanita... kita hanya tahu tentang satu kelemahan yang dimiliki oleh para lelaki. Khususnya, yang berasal dari klan siluman serigala, sepertiku juga” tanggap Caroline tak kalah pelan. “Apa... yang kau ketahui?” tanya Reine penasaran.
Caroline tampak tersenyum tenang. “Rayuan” jawabnya kemudian. “Jangan berbisik!!!” teriak Tobie marah. Dia tak segan, melemparkan kursi kayu ke arah Caroline. Wanita itu, terjungkal ke belakang.
“Kau baik-baik saja?” tanya Reine cemas. “Aku juga siluman serigala. Jadi, jangan mengkhawatirkanku. Waspada pada dirimu saja!” pinta Caroline tegas. Reine mengangguk paham.
Reine, yang tadinya menoleh ke belakang untuk memastikan keadaan Caroline, rupanya tak sadar. Kalau Tobie, telah berdiri di hadapannya. Tobie menarik dagunya dengan kasar, serta meremasnya hingga tulang dagu Reine terasa patah.
“Underwall? Sebuah kolaborasi yang sangat menarik. Klan nomor satu siluman serigala dan seorang manusia dari Underwall. Slogan Underwall, terpampang dengan nyata di atas bangunannya. “Adil dan bermartabat”. Adil? Bisa kau jelaskan, di mana letak keadilan dalam Underwall, sayang?” ucap Tobie terasa menyebalkan. “Kau, sudah tahu betul tentang hal itu, bukan?” balas Reine diikuti senyum khasnya. Dia selalu saja, terlihat tanpa takut.
Padahal, jika dilihat dengan jelas, di dekat jendela gudang tersebut, terdapat sebuah kekhawatiran yang berlebih dari seorang pria bertubuh besar. Namanya, Luc Marchand. Ketika Tobie menyentuh dagu Reine, tangannya yang seberat gajah, serasa ingin dia lemparkan tepat di kepala Tobie, si buron 3799.
Namun, Luc berubah pikiran. Saat tangan Reine, memberi sebuah kode. Wanita itu seakan, sudah tahu betul di mana tempat Luc berada. Sayangnya, Reine tak menyuruhnya untuk menyerang. Melainkan, menunggu. Dan Luc, sangat membenci hal itu.
__ADS_1