
Aluna kembali dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir kopi. Dia meletakkan satu cangkir kopi di depan Tomy dan satu lagi di depan David.
" Kok kamu kasih kopinya duluan ke Tomy. Kan saya yang minta kopi duluan"
" Udah sama aja"
" Tom, tukar kopi kamu dengan punya saya"
" Kenapa tuan?"
" Saya ingin cangkir kopi yang pertama"
Tomy memutar bola matanya. Masalah kopi pun di permasalahkan. Bukankah kopi punya dia dan juga tuannya itu sama aja. Lagian yang bikinnya juga orang yang sama. Ia menukar cangkir kopi miliknya dengan milik tuannya.
" Nah ini baru bener " kata David sambil menyesap kopi yang di buatkan Aluna tadi.
Aluna menatap lelaki tampan yang ada di sebelahnya itu. Darimana lelaki itu tau tempat tinggalnya. Apa dia mata-mata yang di kirim papa atau mamanya.
" Aku tau kalau aku ini tampan, jadi liatnya biasa aja"
" Ck,, pede banget sih"
" Jelas dong. Buktinya mata kamu nggak berkedip dari tadi melihat aku"
Aluna memutar bola matanya. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan itu mempunyai tingkat kepedean yang sangat tinggi.
" Om pengangguran ya?"
Hurpf...
Hampir saja David menyemburkan kopi yang dia minum tadi. Apa gadis nakal itu tidak bisa melihat stelan pakaian yang dia kenakan saat ini.
" Apa aku terlihat seperti pengangguran?" tanya balik David.
" Hhmm"
" Wah,, apa kau tidak melihat mobil dan juga stelan pakaian ku?"
Aluna menatap lelaki tampan itu dari atas sampai bawah. Benar sih pakai yang dia pakai barang-barang bermerek semua. Tapi siapa tau barang itu barang KW. Kan banyak sekarang orang miskin yang mengaku kaya. Kalau soal mobil, bisa saja dia pinjem atau sewa mungkin.
" Apa semua barang Om ini KW?"
Hupf.
Akhirnya kopi yang ada di mulut David pun menyembur keluar. Aluna segera memberikan tissue pada David.
" Hati-hati minumnya Om. Kek anak kecil aja"
" Ini gara-gara kamu tau?!"
" Kok saya sih"
__ADS_1
" Iya, kenapa kamu nuduh semua barang yang saya pake ini KW"
" Saya nggak nuduh, tapi saya nanya"
" Apa tampang saya tidak meyakinkan ya untuk jadi orang kaya?"
" Memungkinkan sih, karena Om tampan"
David tersenyum mendengar pujian dari Aluna barusan.
" Tapi wajah Om ini nggak KW kan?"
" Maksud kamu?"
" Om nggak oplas kan?"
Tomy menutup mulutnya mendengar ucapan Aluna barusan. Beraninya dia bilang wajah tuannya tampan karena oplas.
" Sembarangan kamu. Wajah saya ini orisinil tau!"
" Masa, coba aku pegang" Aluna memegang pipi David. Lebih tepatnya mencubit kedua pipi David.
Aaaawww..
" Maaf. Sakit ya Om"
" Ya iyalah sakit"
" Dari tadi saya juga udah bilang gitu"
" Iya, tapi kan saya perlu bukti Om"
" Sekarang udah percaya kan?"
" Iya" jawab Aluna sambil menganggukkan kepalanya.
" Apa sekarang kamu udah mau bertanggung jawab karena sudah tidur sama saya"
Deg.
" Kita anggap lunas aja deh Om. Lagian aku juga udah bayar service yang Om berikan. So, kita anggap impas saja ya, ya" kata Aluna sambil mengedipkan matanya.
David sangat gemas melihat ekspresi gadis nakalnya itu. Tapi dia harus kuat, tak boleh tergoda sama wajahnya yang menggemaskan itu.
" Tidak! kamu harus tetap tanggung jawab. Mana orang tua kamu, biar saya yang bicara"
Mendengar nama orang tua seketika wajah Aluna berubah menjadi sendu. David yang melihat wajah gadis nakalnya berubah sendu pun menghampiri Aluna.
" Kenapa?"
Aluna hanya diam. Dia tidak tau harus menjawab apa. Tidak mungkin dia menceritakan keadaannya pada lelaki yang baru dia kenal itu.
__ADS_1
" Ya udah kalau kamu nggak mau cerita sama saya"
Aluna melirik lelaki tampan itu dengan ekor matanya. Ia tidak tau harus menceritakan apa. Karena semua itu memang tidak pantas untuk diceritakan.
" Kalau Om sudah minum kopinya. Om boleh pergi"
" Kamu ngusir saya?"
" Anggap saja begitu" kata Aluna sambil bangkit dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan David dan Tomy yang masih bingung dengan sikap Aluna yang tiba-tiba berubah tidak bersahabat. Walaupun setiap bertemu dengannya emang selalu ketus sih.
" Apa kamu tau gadis nakal itu kenapa?" tanya David pada asistennya.
" Mungkin nona Aluna tidak ingin tuan tanya soal orang tuanya"
" Kenapa?"
" Apa tuan tidak tau kalau tuan Wilson sudah menikah lagi, begitu juga dengan istrinya yang sudah punya keluarga lagi"
" Jadi karena itu Aluna memilih tinggal bersama pelayan"
" Iya tuan. Apa tuan tidak membaca semua berkas yang saya berikan pada tuan?"
" Tidak. Saya hanya melihat sampai biodatanya saja"
" Berarti tuan harus liat semuanya. Saya sudah mengumpulkan semua informasi tentang nona Aluna bahkan hobi sama makanan kesukaannya pun saya sudah tulis di sana"
" Nanti saya akan liat lagi"
" Sekarang kita mau ngapain?" tanya Tomy.
" Pulang, besok kita kesini lagi untuk meminta pertanggungjawaban gadis nakal itu" kata David sambil bangkit dari duduknya.
Tomy heran sama tuannya itu. Bagaimana mungkin seorang lelaki meminta pertanggungjawaban seorang wanita. Sedangkan yang rugi banyak kan cewek itu.
" Tom, kenapa kamu masih berdiri di sana? apa kamu nggak mau pulang?"
" Ah iya tuan"
Kedua lelaki tampan itu keluar dari rumah Aluna. David akan membaca kembali informasi mengenai gadis nakal itu. Bisa-bisanya dia melewatkan hal-hal yang penting.
" Kita mau kemana tuan? pulang atau balik ke kantor"
" Pulang Tom"
" Siap "
Tomy melajukan mobil mewah milik tuannya meninggalkan rumah Aluna. Dari jendela kamarnya Aluna melihat mobil mewah itu pergi meninggalkan rumahnya.
To be continue.
Happy Reading 😚😚
__ADS_1