Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Ke kantor suami


__ADS_3

Aluna takjub melihat gedung menjulang tinggi yang ada di depannya itu. Ia berpikir sekaya apa suaminya itu hingga memiliki perusahaan Segede ini. Ya sekarang dirinya sedang berada di depan perusahaan suaminya.


" Ini perusahaan Daddy?"


" Bukan. Ini perusahaan papa"


" Apa papa mertua sangat kaya?"


David menatap istrinya. Apa istrinya itu benar-benar tidak tau, sekaya apa mertuanya.


" Apa kamu benar-benar tidak tau kekayaan keluarga Wesley?"


" Tidak. Bahkan kekayaan papaku sendiri aku juga tidak tau?"


David kaget mendengar ucapan istrinya itu. Sang istri tidak tau kekayaan yang akan dia warisi dari papa kandungnya sendiri. Bagaimana kalau nanti ada orang yang memanfaatkannya.


" Harta yang di wariskan papa mertua sangatlah banyak. Kamu harus bisa menjaga semua milik kamu dari orang-orang yang serakah"


" Pasti Dad. Apa saham yang diberikan papa kemarin juga banyak?"


" Tentu saja. Saham yang diberikan papa ke kamu, setara dengan harta warisan yang diberikan papa Wilson"


Aluna menutup mulutnya karena kaget. Kalau saham yang sepuluh persen itu setara dengan harta warisan yang diberikan papanya. Berarti papa mertuanya sangat kaya raya.


" Berarti aku menantu Sultan dong?"


" Aku juga nggak tau sultan atau enggak nya. Tapi yang jelas, anak-anak kita nanti tidak akan kekurangan uang"


Wajah Aluna memerah mendengar kata anak-anak. Tapi ia juga bingung, kenapa dirinya belum juga hamil-hamil. Bukankah ia sudah beberapa kali melakukan hubungan intim dengan suaminya?.


" Yuk masuk"


" Ah I-iya"


David menggandeng tangan istrinya. Mereka masuk kedalam perusahaan besar itu. Aluna agak sedikit risih saat mata para karyawan selalu menatap kearahnya. Dan lagi tatapan mereka itu tidak bersahabat.


Semua karyawan yang ada di lobi kaget bahkan ada yang shock melihat CEO tampan itu menggandeng tangan seorang wanita cantik. Mereka bertanya-tanya siapa wanita cantik itu.


" Kenapa jalannya nunduk gitu?"


" Aku malu"


" Malu kenapa?"


" Sama karyawan Daddy. Mereka sepertinya marah sama aku. Coba aja liat tatapan mereka yang seperti ingin menerkam aku"


David menghentikan langkahnya. Ia menoleh kearah para karyawannya. Semua karyawan itu menundukkan kepala mereka. Karena CEO tampan nan dingin itu sedang menatap tajam pada mereka.


Ingin rasanya ia mengumumkan pada karyawannya kalau wanita di sampingnya ini, adalah istrinya. Tapi dirinya tidak bisa, karena sang istri melarangnya.


" Perhatian semuanya. Jika wanita cantik yang ada di samping saya ini nanti datang ke sini. Kalian harus hormat kepadanya, karena wanita ini adalah kekasih saya" kata David sambil tersenyum pada istrinya. Jika istrinya melarangnya untuk tidak memberitahu status pernikahannya. Berarti kalau dia mengumumkan istri sebagai kekasihnya nggak masalahkan?.


Para karyawan itu langsung lemas mendengar ucapan CEO tampan itu. Pupus sudah harapan mereka untuk bisa menjadi kekasih lelaki tampan itu. Lagipula mereka juga kala saing dengan wanita cantik itu.


" Apa kalian mengerti?!"

__ADS_1


" Mengerti Pak"


" Bagus, sekarang kembali bekerja"


Setelah memberikan pengumuman yang mengejutkan itu. David dan istrinya masuk kedalam lift khusus CEO. Mereka akan menuju ruang CEO.


Ting.


Pintu lift terbuka. David dan istrinya keluar dari benda berbentuk kotak itu. Sama seperti karyawan yang lain, sekretaris David juga kaget melihat lelaki tampan itu menggandeng seorang wanita cantik.


David menghentikan langkahnya. " Wanita ini kekasih saya"


" Eh"


David masuk kedalam ruangannya meninggalkan sekretarisnya yang kaget karena mendengar pertanyaan CEO tampan itu.


Lagi-lagi Aluna dibuat takjub. Ruangan suaminya itu sangat bagus. Dan interior ruangan itu juga sangat bagus dan juga keren menurut dirinya.


" Kamu suka sama ruangan ini?"


" Suka. Apa daddy yang membuat interior ruangan ini?"


" Iya. Karena ini ruangan ku, jadi harus aku yang mendesain interior ruangan ini"


Aluna masih berkeliling ruangan suaminya itu. Ia tersenyum melihat foto suaminya dengan kedua orang tuanya. Suaminya itu sangat beruntung mempunyai orang tua yang sangat menyayangi dirinya.


David memeluk istrinya dari belakang. Ia tau kalau istrinya itu lagi sedih. Itu dapat dilihat dari wajahnya yang tiba-tiba menjadi sendu.


" Daddy, jangan seperti ini?"


" Nanti ada yang liat"


" Nggak ada yang berani masuk kedalam ruangan aku, tanpa seizin a--"


Belum sempat David melanjutkan ucapannya. Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka. Dan membuat pasutri itu kaget. Lelaki tampan itu langsung menoleh kearah pintu.


Mampus gue. Si bos sama istrinya.


" Kalau kamu masuk keruangan saya, ketuk pintu dulu"


" Maaf tuan, tadi saya buru-buru"


" Ada apa?"


" Saya cuma mau bilang, lima menit lagi kita meeting" kata Tomy.


" Iya, saya tau"


" Kalau begitu saya permisi dulu tuan"


" Hhmm"


Tomy segera keluar dari ruangan itu, daripada nanti bosnya itu marah dan berimbas pada gajinya.


" Daddy mau meeting?"

__ADS_1


" Iya baby. Kamu mau ikut?"


" Nggak. Aku di sini aja"


" Nanti kamu bosan sendirian di sini"


" Nggak akan Dad"


" Nanti aku kasih kamu pekerjaan biar nggak bosan"


" Benarkah?"


" Hhmm"


David mengambil laptopnya. Ia melihat laporan keuangan bulan lalu. Ia akan meminta istrinya untuk mengecek hasil keuntungan kantor bulan lalu.


" Kamu kerjakan pekerjaan ini ya. Aku mau ke ruang meeting dulu"


" Ok"


David mengecup bibir istrinya. Namun karena manisnya bibir sang istri. Ia pun sedikit m*l*t bibir nan merah bak Cherry itu. Sungguh bibir itu membuatnya candu.


Aluna mengalungkan tangannya di leher suaminya. Ia mencoba membalas ciuman yang diberikan suaminya. Kecupan tadi pun berganti dengan ciuman panas.


David segera melepaskan ciumannya. Karena kalau dilanjutkan lagi bisa-bisa dia khilaf. Andai saja tidak ada meeting, maka ia akan langsung membawa istrinya ke dalam kamar pribadi yang ada di ruangan itu.


" Aku pergi meeting dulu"


" Hmm"


Sebelum keluar dari ruangannya. Ia mengecup kening sang istri dulu. Setelah itu, barulah dia keluar dari ruangannya. Meninggalkan sang istri sendirian di sana.


Sepeninggal suaminya, Aluna langsung mengerjakan tugas yang di beritakan suaminya tadi. Ia akan memeriksa keuangan kantor bulan lalu. Dan itu bukanlah pekerjaan yang sulit untuknya.


Ia duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Baru akan memulai pekerjaannya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan itu.


" Masuk"


" Maaf Buk, saya di suruh Bapak untuk mengantarkan camilan untuk ibuk"


" Terima kasih"


" Sama-sama Buk"


Setelah meletakkan camilan untuk Aluna, sekretaris itu langsung undur diri. Karena pekerjaannya masih banyak.


Aluna melihat isi kantong plastik itu. Ia melihat ada banyak macam merek Snack terkenal di dalam kantong itu. Dan ada Snack yang sering ia makan juga di sana.


" Ah manis sekali sih suami aku"


Ia bersyukur memiliki suami seperti David. Saat dia merasakan sakit dikhianati oleh kekasihnya dulu. David datang membawa setuju kebahagiaan untuknya. Bahkan nama suaminya itu sudah terukir di dalam hatinya.


To be continue.


Jangan lupa kasih like, komen dan vote nya ya 🤗 🤗

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2