Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Kedatangan Mama


__ADS_3

Ramdan sangat senang dan bahagia, karena putranya mau menerimanya. Perasaan takut yang tadi ia rasakan sirna lha sudah. Sekarang yang ada rasa bahagia.


" Terima kasih sudah mau menerima papa"


" Papa tidak perlu berterima kasih, karena kita keluarga. Dan lagi, kita ayah dan anak"


" Sekarang putra papa sudah besar. Dan papa sangat senang, karena kamu tinggal bersama orang-orang yang baik"


" Iya Pa. Papa Wilson dan Kak Aluna sangat menyayangi aku"


" Syukurlah kalau mereka tulus menyayangi kamu. Apa kamu akan tinggal bersama papa?"


" Kalau masalah tinggal, aku harus izin sama papa Wilson dulu. Walau bagaimanapun dia sudah merawat aku dan juga menyayangi aku"


" Iya Nak, papa juga tidak akan memaksa kamu untuk tinggal bersama papa. Kamu sudah mau menerima papa saja, papa sudah sangat senang"


" Tidak ada seorang anak yang tidak menerima papa kandungnya sendiri "


" Tapi kebanyakan orang tidak seperti kamu. Mau memaafkan orang tua yang sudah menelantarkan kamu dari kecil"


" Papa kan bukan ninggalin dan menelantarkan aku, tapi mama yang membawa aku pergi dari papa. Jadi papa jangan salahkan diri papa sendiri"


" Sekali lagi terima kasih untuk kebaikan kamu pada papa"


" Iya Pa. Oh iya bagaimana Kak Aluna bisa bertemu dengan papa?"


Ramdan pun menceritakan bagaimana dirinya bertemu dengan Aluna dan juga David. Dia menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan.


" Jadi papa selama ini tinggal di kontrakan"


" Iya Nak. Gaji papa hanya hanya cukup untuk menyewa kontrakan. Apa kamu malu jika nanti kita tinggal di kontrakan?"


" Tidak. Lagipula kenapa harus malu?"


" Karena kamu biasa tinggal di rumah mewah dengan fasilitas lengkap"


" Bagi aku dimanapun kita tinggal tidak masalah. Yang penting perasaan kita senang dan juga nyaman"


" Benar sekali. Ternyata putra papa sangat berwibawa"


" Sekarang kita keluar yuk Pa, nanti aku kenalin sama kedua orang tua Abang David. Lagipula papa belum sempat menyapa papa Wilson kan?"


" Iya, kamu benar. Yuk kita temui mereka semua"


Ayah dan anak itupun keluar dari ruang tunggu. Ramdan akan menemui keluarga yang telah menyayangi dan menjaga putranya itu.


" Pa"

__ADS_1


Wilson tersenyum kepada putranya. Ia tau kalau sekarang putranya itu sedang bahagia. Karena Aluna sudah menceritakan semuanya tadi padanya.


" Sepertinya putra papa sangat senang hari ini?"


" Tentu saja"


" Selamat ya Nak, sudah bisa bertemu kembali dengan papa kandung kamu"


" Ini semua berkat kakak Aluna dan Abang David"


Leo pun memperkenalkan papanya pada papa Wilson. Kedua lelaki paruh baya itupun saling mengobrol. Begitu juga dengan orang tua David. Mereka sudah terlihat akrab, padahal mereka baru pertama kali bertemu.


" Terima kasih karena sudah menjaga Leo selama saya tidak bersamanya "


" Sama-sama. Leo sudah saya anggap seperti putra saya sendiri. Jadi Pak Ramdan tidak perlu berterima kasih"


Aluna bahagia melihat adiknya sudah bertemu dengan papa kandungnya. Dan ia juga bangga pada Leo, karena adiknya tidak marah ataupun dendam pada papa kandungnya.


Saat semua orang sedang bahagia karena Leo bisa berkumpul dengan papa kandungnya. Tiba-tiba wanita yang tidak pernah Wilson harapkan kehadirannya di pernikahan putrinya datang bersama suaminya.


" Aluna, selamat ya atas pernikahannya"


" Ah I-iya, terima kasih Tante"


Deg.


" Tante? apa kamu lupa siapa saya?"


" Saya tidak lupa, justru karena saya ingat makanya saya panggil anda dengan sebutan Tante"


" Apa papa kamu yang menyuruh kamu untuk memanggil mama dengan sebutan Tante"


" Tidak. Saya sendiri yang ingin memanggil anda dengan sebutan Tante. Apa anda lupa dengan semua ucapan anda kepada saya. Jadi tolong jangan pernah menyalahkan papa saya "


" Bagus. Liat itu Wilson, putri yang sudah aku kandung memanggil aku dengan sebutan Tante"


" Putri yang kamu kandung, dan kamu lahirkan, sekaligus putri yang kamu benci!"


" Jadi karena itu kamu meminta Aluna memanggil aku dengan sebutan Tante!"


Para tamu melihat ke pelaminan saat mendengar suara Indah. Mereka pun mulai bertanya-tanya apa yang terjadi antara wanita itu dengan papa mempelai perempuan.


Wilson melihat beberapa tamu melihat kearahnya pun menarik tangan Indah menjauh dari sana. Karena ia tidak ingin wanita yang pernah mengisi hatinya itu, mengacaukan resepsi pernikahan putrinya.


Andre pun mengikuti kemana istrinya dibawa oleh Wilson. David pun mengikuti kemana mertuanya pergi. Tapi sebelum itu ia meminta bantuan kedua orang tuanya dan juga Tomy untuk mengurus para wartawan dan juga tamu.


...***...

__ADS_1


" Adrian Wilson lepaskan tangan istri saya!" kata Andre.


" Bawa istri kamu pergi dari sini, dan jangan pernah menampakkan wajahnya di depan saya dan juga putri saya"


" Aku tidak akan pernah melakukan itu, karena Aluna putriku!"


Wilson tertawa mendengar ucapan mantan istrinya itu. " Putri? sejak kapan putriku menjadi putrimu?!. Ah yeah, apa karena perusahaan suami mu ini sedang bangkrut? makanya kau datang kesini untuk meminta bantuan putriku?!"


Indah dan Andre kaget mendengar ucapan Adrian barusan. Indah tidak menyangka kalau mantan suaminya itu tau maksud kedatangannya dan suaminya datang ke sana.


" Kenapa kau diam? apa perkataan ku benar?"


" Iya. Karena kau sudah tau, jadi aku tidak perlu berpura-pura lagi"


" Tapi aku dan putriku tidak akan membantu sepersen pun. Jadi cepat pergi dari sini, sebelum aku memanggil pihak keamanan"


" Aku minta bantuan putriku, bukan kamu?"


" Siapa yang anda maksud putri anda?" tanya Aluna yang baru datang dengan suaminya.


Indah segera menghampiri putrinya itu. Belum sempat tangan Indah menyentuh Aluna. Putrinya itu sudah lebih dulu menepis tangannya.


" Kenapa kamu menolak mama? bukankah kamu ingin dipeluk sama mama"


Aluna tersenyum mendengar ucapan wanita yang sudah melahirkannya itu. Wanita yang tidak pernah mengharapkan kehadirannya, sekarang ingin memeluknya.


" Dulu saya memang sangat menginginkan Anda memeluk saya. Tapi setelah kata-kata anda kemarin, saya tidak mengharapkan apa-apa lagi dari anda"


" Wah, sekarang kamu sudah pintar bicara ya. Apa sifat ini kamu dapatkan dari papa kamu?"


" Tidak, justru anda sendiri yang mengajarkannya pada saya. Apa anda lupa, betapa angkuhnya anda saat mengatakan kalau anda tidak menginginkan saya. Dan saya rasa anda tidak lupa"


" Ternyata kamu orang yang pendendam juga. Ingat! saya berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan kamu, tapi kamu bersikap kurang aja pada wanita yang sudah melahirkan kamu?"


" Saya tidak pernah menyangkal itu. Justru saya menghormati anda sebagai ibu yang sudah melahirkan saya. Tapi apa yang anda ucapkan pada saya. Kalau anda tidak menginginkan saya. Bahkan, anda pernah ingin melenyapkan saya saat saya masih berada dalam kandungan. Tapi papa saya lha yang mencegah Anda untuk melakukan hal bodoh itu. Setelah saya lahir, anda juga tidak pernah memberikan kasih sayang pada saya. Anda sibuk bekerja. Hingga kata-kata itu keluar sendiri dari mulut anda. Kalau anda tidak pernah menginginkan saya"


Ia sebenarnya tidak ingin bicara seperti itu pada ibu yang sudah melahirkannya itu. Tapi dia yang memaksanya untuk mengatakan ucapan itu. Aluna memegang perutnya yang sudah mulai terasa sakit.


" Sayang"


To be continue.


Yuk yang belum mampir ke novel Twins A buruan mampir 🤗🤗



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2