Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Ambisi


__ADS_3

David menghentikan pekerjaannya. Ia teringat akan istrinya yang ia tinggalkan saat tidur tadi. Ia ingin tau apakah ratunya itu sudah bangun atau masih betah di alam mimpinya. Ia mengambil ponselnya, kemudian langsung menghubungi kontak sang istri.


" Hallo Dad "


" Udah bangun baby?"


" Belum "


" Wah hebat ya, lagi tidur bisa jawab telpon"


" Udah bangun"


" Tadi bilangnya belum?"


" Habis Daddy nanyanya aneh"


" Kok aneh?"


" Iya, jelas-jelas aku udah jawab telponnya. Itu tandanya aku udah bangun"


" Ya nggak apa-apa, kamu tinggal jawab aja. Udah makan siang baby?"


" Baru aja selesai. Daddy gimana?"


" Belum, soalnya pekerjaan aku lagi numpuk. Jadi belum sempat cari makan"


" Makan dulu Dad, nanti Daddy sakit karena telat makan. Setelah itu baru lanjut lagi kerjanya"


" Cie udah mulai perhatian nih?"


" Ya jelas lha aku perhatian, kan Daddy suami aku"


" Iya istriku. Aku senang ada yang perhatian sama aku"


" Daddy makan dulu gih"


" Maunya masakan kamu"


" Manja"


" Manja sama istri sendiri nggak masalah. Asal jangan manja sama istri tetangga"


" Emang daddy mau manja-manja sama istri tetangga?"


" Ya nggak lha. Oh iya, apa masih sakit?"


" Apa?"


" Itunya kamu"


" Sedikit "


" Maaf ya udah bikin kamu kesakitan"


" Nggak apa-apa kok Dad. Itu kan hak Daddy, dan kewajiban buat aku"


" Darimana kamu tau tanggal ulang tahun aku?"


" Dari buku nikah kita "


" Makasih ya udah memberikan kado yang spesial untuk aku"


" Sama-sama Dad"


" Aku lanjut kerja dulu ya "


" Iya Dad, ntar jangan lupa makan siang"


" Oke baby. Aku tutup dulu telponnya"

__ADS_1


Panggilan telepon pun berakhir. David menyimpan kembali ponselnya kedalam saku jasnya. Setelah itu ia menghubungi Tomy untuk memesan makan siang untuk dirinya.


Tok..


Tok..


Tok..


" Masuk"


Tomy masuk ke dalam ruangan bosnya sambil membawa makan siang untuk sang bos. Ia meletakkan makanan itu di atas meja dekat sofa.


" Tuan ini makan siangnya"


" Makasih Tom"


" Sama-sama tuan. Apa ada yang anda perlukan lagi tuan?"


" Untuk sekarang tidak ada. Kamu boleh kembali ke ruangan kamu"


Setelah urusannya selesai, Tomy meninggalkan ruangan bosnya. Ia pergi ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.


David menghentikan sejenak pekerjaannya. Ia akan mengisi tenaganya yang sudah terkuras tadi. Ia mulai menyantap makanan yang di pesankan asistennya.


Tidak butuh waktu lama, makanan yang ada di piring tadi sudah berpindah ke dalam perut David. Sekarang lelaki tampan itu sudah bertenaga. Ia siap melanjutkan pekerjaannya kembali.


Saat David akan memulai pekerjaannya. Ponselnya berdering. Ia melihat nama sang papa tertera di layar ponselnya. Ia segera menjawab telepon dari sang papa.


" Hallo Pa"


" Kapan kamu akan membawa menantu papa pulang ke mansion?"


" Maaf Pa beberapa hari ini aku sibuk, jadi belum sempat bawa menantu papa ke sana"


" Apa perusahaan dalam masalah?"


" Nggak Pa, perusahaan baik-baik saja. Malahan lagi banyak proyek"


" Iya Pa, secepatnya aku akan memperkenalkan Aluna sama mama"


" Kalau bisa dalam Minggu ini, kalau tidak mama kamu pasti akan meminta kamu menikahi si Angel itu. Papa tidak ingin punya menantu seperti dia"


" Iya Pa, weekend besok aku akan bawa Aluna ke sana"


" Benar ya. Kalau kamu bohong, Papa akan culik menantu papa itu"


" Iya Pa, aku janji. Lagian aku juga nggak mau menikah sama si Angel itu"


" Baiklah, papa tunggu kedatangan kalian weekend besok"


" Oke Pa"


Panggilan pun berakhir.


David menghela nafasnya. Jujur ia belum siap memperkenalkan Aluna pada mamanya. Mengingat bagaimana sang mama ingin menjodohkannya dengan anak sahabatnya itu. Ia tidak ingin istrinya terluka karena perlakuan mamanya nanti. Tapi ia berharap mamanya mau menerima Aluna sebagai menantunya.


Di tempat lain.


Angel terus mendesak mamanya untuk memperjelas hubungan dengan David. Ia sudah tidak sabar ingin menjadi menantu keluarga Wesley.


" Ma, kapan hubungan aku sama David diresmikan?"


" Sabar sayang"


" Sabar-sabar gimana, nanti David keburu diambil orang Ma"


" Nanti mama akan menghubungi Tante Vidya"


" Sekarang aja Ma"

__ADS_1


Widya mengambil ponselnya dan mencari kontak sahabatnya itu. Setelah ketemu ia segera menghubunginya. Tidak butuh waktu lama, panggilan telepon pun tersambung.


" Hallo Wid"


" Hallo Vid, bagaimana kabarmu?"


" Baik, tumben nih telpon aku"


" Iya, aku mau menanyakan bagaimana hubungan antara Angel dan David?"


" Maaf ya Wid, putraku itu belum sempat pulang karena dia lagi sibuk. Jadi aku belum sempet membahasnya sama dia. Tapi kamu tenang saja, hanya Angel yang akan menjadi menantu aku"


" Syukurlah. Kamu tau kan Vid, aku sudah menolak lamaran beberapa putra dari teman kita hanya untuk putra kamu "


" Iya Wid, aku tau. Jadi kamu nggak perlu khawatir ya. Secepatnya kita akan resmikan hubungan Angel dan juga David "


" Oke, aku tunggu kabar baik dari kamu ya Vid"


Panggilan telepon pun berakhir.


" Bagaimana Ma?"


" Tenang sayang, sebentar lagi hubungan kamu dengan David akan diperjelas"


Angel tersenyum mendengar jawaban mamanya. Sebentar lagi ia akan menjadi menantu orang terkaya di kota ini.


" Mama sama Kak Angel senang banget. Habis menang lotre ya?" tanya Leo adik Angel.


" Kamu masih kecil, jadi tidak akan mengerti"


" Mama sama kakak nggak lagi merencanakan hal jahat kan?"


" Apa maksud kamu?" tanya Angel.


" Aku tau apa yang selama ini mama dan kakak lakukan. Terutama sama papa "


Leo tau apa yang di lakukan mama sama kakaknya pada papanya. Mamanya selalu memberikan obat untuk melemahkan kinerja otak papanya. Tanpa sepengetahuan sang mama Leo menukar obat itu dengan obat yang di anjurkan dokter untuk kesehatan papanya.


Walaupun Wilson bukan papa kandungnya, tapi dia sangat menyayangi papanya itu. Hanya dari Wilson lha dia mendapatkan kasih sayang seorang ayah.


Widya dan Angel kaget mendengar ucapan Leo. Tapi keterkejutan itu cuma sementara. Setelah itu ekspresi mereka sudah seperti biasa lagi.


" Kalau kamu tau emangnya kenapa. Kamu itu hanya anak kecil, jadi jangan ikut campur urusan orang dewasa" kata Angel.


" Aku sudah besar. Kalau mama sama Kak Angel masih melakukan kejahatan terutama sama papa, maka aku tidak akan tinggal diam"


" Dasar bocah"


" Sudah Angel, nggak usah diladeni lagi adek kamu itu"


" Dia itu nyebelin banget Ma"


" Ingat! Aku mengawasi mama dan kakak" kata Leo sambil berlalu pergi.


" Apa-apaan sih bocah itu" kata Angel kesal.


" Sudah biarkan saja. Lagian apa yang bisa dilakukan anak kecil seperti adik kamu itu"


" Mama benar. Tapi kalau dia mengacaukan rencana kita bagaimana?"


" Tidak akan. Mending sekarang kamu pikirin cara untuk memikat hati David"


" Iya Ma"


Mamanya benar, ia harus memikirkan cara untuk mendapatkan hati David. Setelah ia bisa menaklukkan hati David, maka ia akan mengontrol lelaki tampan itu.


To be continue.


Mana nih dukungannya untuk Om tampan.

__ADS_1



Happy reading 😚😚


__ADS_2