
" Sampai kapan Om mau menatap saya?" tanya Aluna.
" Sampai kamu mau jadi istri saya"
" Itu nggak akan terjadi"
" Kenapa? bukankah kita sudah tidur--"
Aluna segera membekap mulut David sebelum lelaki tampan itu menyelesaikan ucapannya. Bisa gawat kalau Bik Ijah denger ucapan Om rese itu.
" Kamu mau membunuh saya ya" kata David setelah berhasil melepaskan tangan Aluna dari mulutnya.
" Makanya jangan ngomong gitu lagi"
" Emang kenapa?"
" Nanti Bik Ijah denger " kata Aluna.
" Bagus dong, jadi kita bisa langsung nikah"
" Ck,, kenapa sih isi kepala Om itu nikah sama nikah terus?"
" Karena saya pria dewasa, jadi tidak ada waktu untuk pacar-pacaran lagi"
" Om kan bisa cari wanita yang seumuran sama Om "
" Saya tidak bisa di sentuh sama sembarang wanita"
" Kenapa?"
" Karena saya memiliki penyakit OCD "
Aluna kaget mendengar ucapan lelaki tampan yang ada di sampingnya itu. " OCD?"
" Hhmm"
" Tapi kenapa saat bersentuhan sama aku Om baik-baik saja?"
" Saya juga nggak tau kenapa bersentuhan dengan kamu OCD saya nggak kambuh"
" Om nggak bohong sama aku kan?"
" Tidak, aku bisa buktiin sama kamu"
" Eh"
" Apa di sini ada orang lain yang tinggal. Selain kamu dan Bik Ijah?"
" Nggak, saya cuma tinggal berdua sama Bik Ijah, kalau tukang kebun datangnya kalau udah ada kerja aja"
" Ya udah kalau gitu Bik Ijah aja"
" Kenapa Bik Ijah?"
" Saya mau minta bantuan dia. Bik Ijah" panggil David.
" Ya Den kasep"
" Bisa bantu saya "
" Bantu apa ya Den?"
" Tolong pegang tangan saya" pinta David.
" Emang kenapa dengan tangan Aden?"
" Pegang aja Bik"
" Ba-baiklah" kata Ijah sambil menyentuh tangan David.
Tidak butuh waktu lama, OCD David langsung bereaksi. Ia mulai mengusap tangannya yang di sentuh Bik Ijah tadi.
Bik Ijah kaget melihat David mengusap tangannya dengan kasar. Ia tidak menyangka lelaki tampan itu punya penyakit OCD.
" Aden, kenapa nggak bilang kalau punya penyakit seperti itu"
" Nggak apa-apa Bik, ini mau buktiin ke seseorang saja?" kata David sambil tersenyum pada Bik Ijah.
Aluna yang melihat tangan David yang memerah karena dia usap terus, segera menahan tangan David. Kalau tidak tangan David akan lecet.
" Sini! biar saya saja yang bersihin"
Anehnya OCD David berhenti kala Aluna memegang tangannya. Tapi merah di tangannya tidak langsung hilang.
" Bik, tolong ambilkan tissue basah"
" Saya ada bawa tissue basah" kata David.
__ADS_1
" Om taruh dimana?"
" Dalam saku celana saya"
Aluna melirik David yang saat itu pake celana jeans pendek. " Gimana mau ngambilnya?"
" Pake tanganlah "
" Iya, tapi itu kan sempit Om"
" Tau darimana kalau sempit. Di coba aja belum"
Aluna mencoba memasukkan tangannya ke dalam saku celana jeans itu. Ia tidak melihat kearah tangannya. Ia kaget kala memegang sesuatu yang bergerak dan juga agak keras.
Aaaaaa...
" Om!"
" Apa?"
" Itu Om bergerak"
" Apa yang bergerak?"
" Tongkat sakti Om"
" Mungkin dia tau sarung miliknya"
Plak.
Aluna memukul lengan David. " Om ngaco"
" Beneran"
" Nggak percaya, sekarang Om ambil sendiri tissue-nya "
" Katanya mau bantuin, gimana sih?"
" Ntar kalau tissue-nya udah ada, ntar Aluna bantuin"
David pun mengambil tissue basah yang ada di dalam saku celananya. Lagian ia juga sudah cukup senang karena bisa mengerjai gadis nakal itu.
" Nih tissue-nya" kata David sambil memberikan tissue pada Aluna.
Aluna segera membersihkan tangan David. Ia mengusapkan tissue itu dengan pelan-pelan ke tangan David yang masih memerah. Sesekali ia meniup tangan lelaki tampan itu.
David sangat bahagia diperhatikan seperti itu. Ia tidak sabar ingin menikahi gadis cantik yang ada di hadapannya itu.
" Hhmm"
" Cuma hhmm doang?"
" Lalu?"
" Nggak ada niat mau bilang makasih gitu" kata Aluna sambil mengerucutkan bibirnya.
Cup.
" Tuh tanda makasih nya"
Wajah Aluna merona. Bisa-bisanya lelaki tampan itu mengecup bibirnya. David tersenyum melihat wajah Aluna yang merona. Ia pun tidak tahan untuk menggoda gadis nakalnya itu.
" Kamu sakit?" tanya David.
" Nggak"
" Terus kenapa wajah kamu merah kek gitu"
" Sa-saya cuma kepanasan, ya kepanasan" kata Aluna sambil tersenyum.
" Masa sih? kan di sini pake AC, masa kamu masih kepanasan?"
" AC nya rusak, jadi udaranya tidak terlalu dingin"
" Tapi saya merasa dingin kok" kata David.
" Mungkin Om yang lagi sakit tuh? udah jelas panas kek gini" kata Aluna sambil mengibaskan tangannya seperti kipas.
David menarik tangan Aluna hingga wanita cantik itu duduk di atas pangkuannya. Ia merangkul pinggang gadis nakal itu dengan posesif.
" Om jangan kek gini?"
" Kenapa?"
" Nggak enak, ntar diliat Bik Ijah"
" Bik Ijah nggak akan liat. Lagian dia juga ngerti kok"
__ADS_1
Aluna hanya bisa pasrah. Entah kenapa ia tidak bisa membantah lelaki tampan itu.
" Jadi kapan kamu mau tanggung jawab. Ntar keburu perut kamu membesar baby"
Deg.
Jantung Aluna terasa berhenti berdetak. Ia tidak menyangka kalau hanya melakukan sekali saja, ia bisa hamil.
" Om nggak bohong kan?"
" Tentu saja tidak. Kalau kamu nggak percaya, kita bisa pergi ke dokter?"
" Nggak! aku nggak mau ke dokter" jawab Aluna cepat.
David susah payah menahan tawanya melihat ekspresi wanitanya yang ketakutan seperti itu. Padahal ia cuma bercanda mau bawa ke dokter. Tapi untuk gadis nakalnya menolak, kalau tidak, bisa kacau rencananya.
" Terus bagaimana?" tanya David.
" Apanya?" tanya balik Aluna.
" Supaya kamu percaya"
" Apa dia sekarang sudah hadir di sini?" tanya Aluna sambil menyentuh perutnya.
" Maybe" jawab David sambil mengelus perut Aluna.
" Tapi saya belum mengenal Om?"
" Kita akan mengenal satu sama lain, saat kita sudah menikah nanti"
Aluna mencoba berpikir apa yang dikatakan David tadi. Bukankah lebih bagus pacaran setelah menikah?. Tapi dia masih kuliah, dan ia masih ingin mengejar cita-citanya.
" Om"
" Hhmm"
" Bolehkah kita menikah siri dulu?"
" No, saya ingin kita menikahnya secara resmi"
" Tapi saya masih kuliah Om"
" Nggak masalah. Lagian kalau hanya menikah siri, status kamu nggak cukup kuat nanti. Apa kamu nggak tau kalau diluar sana banyak yang ingin menjadi istri saya. Bahkan mereka ada yang berbuat nekad dengan naik ke atas ranjang saya"
" Ck,, apa Om juga lupa siapa saya. Saya ini primadona kampus"
" Walaupun kamu primadona kampus, tapi apa ada lelaki yang mau menerima status kamu yang sudah tidak perawan lagi"
Aluna kaget mendengarkan ucapan David. Benar apa yang di katakan lelaki tampan itu. Tidak akan ada lelaki yang akan mau menerima keadaannya. Apalagi kalau dia beneran hamil.
" Bagaimana?"
" Saya pikir dulu deh Om"
" Jangan kelamaan mikirnya. Ingat perut kamu?"
" Sa-saya mau menikah dengan Om, tapi ada syaratnya?"
" Kenapa pake syarat segala?"
" Kalau Om nggak mau, kita nggak usah nikah"
" Baiklah, katakan apa syaratnya"
" Pertama kita menikah secara resmi, tapi tidak boleh ada pesta resepsi. Pernikahan ini akan diadakan secara tertutup"
" Kenapa begitu? bukankah para wanita ingin melakukan pernikahan dengan pesta yang sangat megah?"
" Iya, tapi tidak dengan saya, Om"
" Baiklah, saya setuju"
Setuju aja dulu, ntar masalah resepsi bisa menyusul. gumam David dalam hati.
" Kedua, Om tidak boleh melarang Aluna untuk bekerja saat Aluna sudah lulus kuliah nanti"
" Ok saya setuju"
" Yang ketiga, atau yang terakhir. Om tidak boleh menyentuh Aluna tanpa seizin Aluna"
Berat amat syarat ke tiganya.
" Baiklah saya setuju"
Saya akan bikin kamu mencabut syarat ketiga itu.
To be continue.
__ADS_1
Maaf ya beberapa hari ini nggak up. Tapi Feby akan usahakan untuk up tiap hari..🤗🤗
Happy reading 😚😚