
Hari dan waktu begitu cepat berlalu. Waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba. Aluna bersiap akan pergi ke mansion mertuanya. Ia sangat gugup, karena hari ini ia akan bertemu dengan mama mertuanya.
Ia sebenarnya tau kalau sang mama mertua tidak menyukai dirinya. Jangan tanya darimana dia bisa tau. Ia tau mama mertuanya itu tidak hadir di acara pernikahannya dengan David. Karena sesibuk apapun orang tua, ia tidak mungkin nggak hadir di pernikahan putranya sendiri.
" Apa kamu sudah siap?"
Suara sang suami menyadarkan Aluna dari lamunannya. Ia menatap lelaki tampan yang sedang berdiri di depan pintu kamar.
" Sudah "
" Yuk berangkat"
" Hhmm"
David terpesona melihat kecantikan istrinya. Walaupun setiap hari istrinya itu terlihat cantik. Tapi sekarang lebih cantik. Apalagi memakai dress berwarna peach yang sangat kontras dengan kulit putih sang istri.
Mereka berjalan menuruni tangga dengan bergandengan tangan. Sesekali mereka berdua saling melempar senyum.
" Bik, kita berangkat dulu ya"
" Iya nona, hati-hati di jalan"
David membukakan pintu mobil untuk sang istri. " Silakan masuk tuan putri"
Aluna tersenyum, suaminya itu selalu memperlakukannya bak seorang putri kerajaan.
" Terima kasih Dad"
David mengitari mobilnya. Ia masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Ia melajukan mobilnya dengan perlahan. Mobil itupun meninggalkan rumah itu.
" Kita bawa apa ke mansion papa, Dad?"
" Nggak usah bawa apa-apa baby"
" Mana bisa kek gitu. Nanti mama bilang, aku menantu yang tidak baik"
" Baik atau nggaknya seseorang tidak dilihat dari buah tangan yang mereka bawa"
" Iya, tapi tapi tetap aja kita harus bawa sesuatu"
" Baiklah terserah kamu aja"
" Mama suka kue nggak?"
" Suka"
" Ntar kita bawain kue aja. Daddy tau tempat beli kue yang enak?"
" Ada, ntar kita berhenti di toko kue langganan mama"
" Oke"
David menghentikan mobilnya kala melihat palang nama toko kue tempat mamanya sering beli. Ia memarkirkan mobilnya tidak jauh dari toko itu.
" Daddy tunggu di sini ya, aku mau beli kue dulu"
" Aku ikut"
" Nggak usah, Daddy tunggu di dalam mobil aja. Aku cuma bentar kok di sana"
" Baiklah "
Setelah bayi besarnya itu mau ditinggal, Aluna turun dari mobil. Ia segera masuk kedalam toko untuk membeli kue untuk mertuanya. Ia berharap mama mertuanya suka sama kue yang dia bawa nanti.
__ADS_1
Aluna keluar dari toko dengan menenteng satu kantong plastik yang berlogo merek toko kue itu. Ia berharap mertuanya suka kue yang dia bawakan.
Karena istrinya sudah masuk ke dalam mobil. David melajukan kembali mobilnya menuju mansion keluarganya.
💓
💓
💓
Aluna menatap takjub mansion mewah milik mertuanya. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya. Karena dirinya benar-benar gugup untuk masuk ke sana.
" Yuk turun"
" Ah I-iya"
David menggenggam tangan istrinya. Ia tau istrinya sedang gugup. Dan itu terlihat jelas dari wajah dan tangan sang istri yang begitu dingin.
" Dad, penampilan aku gimana? ada yang kurang nggak?"
" Nggak, kamu sudah terlihat cantik"
" Dress aku bagaimana? kusut nggak?"
" Nggak, dress kamu rapi"
" Rambut aku gimana?"
" Baby,stop! kamu itu sudah cantik. Penampilan kamu juga sudah ok. So jangan seperti ini"
" Maaf, aku cuma nggak ingin terlihat buruk Dimata mama "
David tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ia tau Aluna hanya gugup, bukan karena ingin tampil cantik di depan sang mama.
David memeluk istrinya. Inilah yang dia takutkan. " Kalau kamu belum siap untuk ketemu mama, kita pulang. Kapan-kapan kita baru kesini lagi"
"Jangan? Lagian kita sudah janji sama papa"
" Nanti aku minta maaf sama papa. Aku tidak ingin kamu tertekan seperti ini sayang"
" Aku nggak apa-apa. Jadi kita masuk aja ya?"
" Kamu yakin mau masuk kedalam?"
" Yakin Daddy"
" Baiklah, kita masuk"
Aluna menghela nafasnya. " Yuk dad kita masuk"
David menggenggam tangan istrinya. Aluna membalas genggaman tangan suaminya. Mereka berjalan menuju pintu masuk mansion.
Ting nong.
Tidak butuh waktu lama pintu pun terbuka. Tampaklah seorang pelayan sedang berdiri di depan pintu.
" Aden pulang?"
" Iya Bik. Papa sama Mama ada?"
" Ada, tuan sama nyonya ada di ruang keluarga. Mari masuk"
Bibik menatap wanita yang ada di samping tuan mudanya. Aluna tersenyum pada pelayan yang umurnya sudah setengah abad itu.
__ADS_1
Pacarnya tuan David cantik sekali. Beda sama anaknya teman nyonya kemarin.
David membawa istrinya masuk kedalam. Mereka langsung menuju ruang keluarga. Tempat mama dan papanya sedang bersantai saat weekend seperti ini.
" Pa"
Garry yang mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh kearah suara. " Kalian sudah datang?"
Divya kaget melihat putranya datang dengan membawa seorang wanita. Dan sang putra terus menggenggam tangan wanita di sampingnya itu.
Aluna mencium takzim tangan papa mertuanya. Saat mau mencium tangan sang mama mertua. Divya menepis tangan Aluna.
" Tangan saya tidak biasa di sentuh sama sembarang orang. Apalagi wanita yang nggak jelas seperti kamu"
" Ma! jaga ucapan kamu!" tegur Garry pada istrinya.
" Kenapa mama harus menjaga ucapan mama sama wanita itu"
David menggenggam tangan istrinya. Ia memberikan dukungan untuk sang istri. Aluna tersenyum pada suaminya itu. Senyuman yang mengatakan kalau dia baik-baik saja. Dirinya tau kalau ini akan terjadi. Mama mertua tidak akan langsung menerimanya.
" Karena dia menantu papa!"
Divya kaget sekaligus shock mendengar jawaban suaminya. " A-apa maksud papa"
" Wanita yang bersama David sekarang menantu kita. Istri putra kita"
" Ng-nggak! nggak mungkin, Papa bercanda kan?"
" Papa benar Ma. Aluna memang istri aku"
" Istri? kapan kalian menikah? dan bisa-bisanya kamu menikah tanpa restu dari mama!"
" Maaf untuk masalah itu. Tapi papa memberikan restu untuk kami Ma"
Divya menatap tajam suaminya. Ia tidak menyangka suaminya diam-diam mendukung putranya untuk menikah dengan wanita yang tidak dia suka.
" Apa wanita ini yang menghasut kamu sama papa?!"
" Aluna tidak pernah memaksa aku Ma. Justru akulah yang memaksa dia untuk menikah sama aku. Bahkan dia pernah menolak untuk menikah dengan aku"
" Mama tidak merestui pernikahan kalian! dan kamu jangan pernah berharap bisa menjadi bagian keluarga Wesley"
" Baik, kalau mama tidak menerima Aluna sebagai menantu mama. Aku keluar dari keluarga Wesley"
Garry kaget mendengar ucapan putranya. Begitu juga dengan Aluna. Ia tidak menyangka suaminya akan bicara seperti itu.
" Daddy"
" Jika istriku tidak diterima di sini, untuk apa aku berada di keluarga ini"
" Sihir apa yang di pakai wanita ini, sehingga kamu berani melawan mama. Ibu yang pernah melihatkan kamu"
" Aku tidak bermaksud untuk melawan mama. Selama mama tidak merestui pernikahan aku sama Aluna, maka aku tidak akan pernah menginjakkan kaki ke mansion ini lagi" kata David sambil menarik tangan istrinya keluar dari ruangan itu.
" David!"
" Daddy mama manggil" kata sang istri.
David tidak mendengarkan panggilan mamanya. Ia terus berjalan menuju pintu keluar. Ia tidak ingin istrinya di hina lebih lama lagi oleh mamanya.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1