Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Bukan malam pertama


__ADS_3

David menemui para tamunya. Sekalian ia ingin meminta maaf karena tidak bisa menyapa mereka lama-lama. Karena ia tidak bisa meninggalkan istrinya terlalu lama.


" Maaf tuan-tuan tidak bisa menyapa kalian lama-lama. Karena saya tidak bisa meninggalkan istri saya lama-lama "


" Tidak apa-apa tuan David. Berada di samping istri saat ini jauh lebih penting"


" Benar, apalagi disaat istri sedang hamil muda seperti ini. kita harus selalu berada di sisinya"


" Terima kasih atas pengertiannya. Saya izin undur diri dulu"


" Baik, silakan tuan"


Setelah berpamitan dengan para koleganya. David berpamitan pada wartawan. Tapi sebelum itu ia memberi tau kenapa istrinya tidak bisa berpamitan pada mereka semua. Selesai menjelaskan, ia pun pergi ke menemui kedua orang tua dan juga mertuanya.


" kamu di sini? mantu mama mana?" tanya Divya.


" Aluna istirahat Ma"


" Kenapa kamu tinggalkan mantu mama sendiri?"


" Aku nggak ninggalin istri aku Ma. Tadi, aku mau pamitan sama klien aku. Sekaligus minta maaf karena nggak bisa menyambut kedatangan mereka"


" Ya udah sekarang kamu balik ke kamar. Acara di sini biar mama yang urus"


" Makasih Ma. Aku mau kembali ke kamar dulu"


" Hhmm"


Setelah berpamitan dengan kedua orang tua dan juga mertuanya, David kembali ke kamar dimana istrinya sedang terlelap.


David membuka pintu kamar dengan sangat hati-hati. Ia tidak ingin istrinya terbangun karena mendengar suara pintu terbuka.


Ia memandangi wajah cantik sang istri. David tersadar kalau istrinya masih memakai gaun pengantin. Ia bingung gimana cara membuka gaun itu. Dan lagi ia tidak mungkin membangunkan istrinya.


David berusaha membuka gaun istrinya. Tapi baru saja mau membuka resleting gaun itu, tiba-tiba istrinya membuka matanya.


" Daddy"


" Iya sayang"


" Mau ngapain?"


" Bantu kamu membuka gaun ini sayang. Kamu pasti susahkan tidur pake gaun kek gini?"


" Daddy nggak modus kan?"


" Ya nggak lha sayang. Lagian aku juga tau kamu capek, jadi aku nggak akan melakukan itu sekarang"


" Benarkah?"


" Iya sayang. Sekarang duduk manis biar aku bantu buka gaunnya" kata David sambil mengecup bibir istrinya sekilas.


Aluna pun memunggungi suaminya, itu ia lakukan supaya suaminya bisa lebih mudah membuka resleting gaunnya.

__ADS_1


David pun mulai membuka resleting gaun itu. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati. Sedikit demi sedikit resleting gaun itu sudah terbuka. Dan menampakkan punggung Aluna yang putih dan juga mulus.


David menelan saliva-nya melihat punggung nan putih seperti susu itu. Walaupun sudah sering melihat punggung istrinya, tetap saja dia tidak bisa menahan hasratnya.


Perlahan ia menyentuh punggung istrinya. Lembut, itulah yang ia rasakan saat kulitnya menyentuh kulit punggung sang istri. Tidak hanya menyentuh, ia juga membelai punggung itu.


Entah setan apa yang merasuki David. Ia pun melupakan ucapannya pada sang istri. Ia mulai mengecup punggung nan putih dan mulus itu.


Aluna memejamkan matanya saat merasakan sentuhan lembut yang diberikan suaminya. Ia mengakui kalau suaminya memang jago membuatnya merasakan sensasi luar biasa itu.


" Daddy"


David tersenyum mendengar suara istrinya yang sudah mulai berat. Ia tau kalau istrinya sudah mulai masuk kedalam permainannya. Ia pun semakin gencar menyentuh bagian sensitif milik istrinya.


Suara d*s*h*n pun lolos dari mulut Aluna. Ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia sangat malu, bisa-bisanya ia mengeluarkan suara keramat itu.


" Jangan di tahan, lepaskan saja"


David memutar tubuh istrinya. Sekarang mereka berdua saling berhadapan. David bisa melihat wajah istrinya yang merona. Ia mengecup bibir istrinya.


Tampa di sangka sang istri membalas kecupan yang ia berikan. Kecupan itu pun berubah menjadi cium*n panas.


Aluna mengalungkan tangannya di leher suaminya. Ia berusaha untuk mengimbangi cium*n suaminya. Tapi tetap saja ia tidak bisa mengimbanginya.


" Bernafas sayang" kata David disela-sela ciumannya.


Lagi-lagi ucapan David itu membuat wajah Aluna memerah. Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


" Terserah Daddy saja"


" Kok terserah aku. Kamu mau nggak?"


Aluna menganggukkan kepalanya.


" Bilang mau aja mesti malu-malu kucing"


Aawwww..


" Sakit sayang"


" Rasain!"


" Lanjut lagi ya?"


" Hhmm"


David melepaskan gaun pengantin yang menutupi tubuh istrinya. Sekarang tinggallah penutup aset penting sang istri.


Mata David tak berkedip melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Entah kenapa dengan hanya melihat istrinya seperti itu mampu membuatnya bergairah.


Ia membaringkan tubuh istrinya di atas kasur pengatin yang memang di persiapkan untuk mereka berdua. Dan sepertinya sang mama sangat pintar memilih dekorasinya.


David kembali memberikan sentuhan-sentuhan lembut di seluruh tubuh istrinya. Dan Aluna hanya menikmati sentuhan-sentuhan lembut itu. Bahkan sesekali ia mengeluarkan suara keramatnya.

__ADS_1


Tangan David tidak tinggal diam. Tangan itu juga aktif memainkan Squishy yang sudah terasa lebih besar dari sebelumnya. Mungkin karena hormon kehamilan sang istri dan juga berkat keahliannya. Jadi Squishy itu sudah mulai membesar.


" Sepertinya ini sudah gede dari biasanya?"


Aluna tidak menjawab pertanyaan suaminya itu. Sungguh ia sangat malu, bisa-bisanya suaminya menanyakan itu di saat sekarang ini.


Entah sejak kapan ia sudah tidak memakai atribut lagi. Suaminya itu memang handal dalam hal buka membuka. Dan anehnya ia selalu tidak sadar.


David pun memulai penyatuannya. Malam ini ia akan membuat istrinya terbang ke nirwana. Dia akan bermain dengan lembut. Ia tidak ingin menyakiti calon Baby-nya.


Suasana kamar pengantin yang sudah tidak baru itu, terasa sangat panas. Suara keramat terdengar memenuhi kamar yang sudah di dekorasi sedemikian rupa itu. Bahkan dinginnya AC tidak mampu mengurangi hawa panas di kamar itu.


David benar-benar membuktikan ucapannya. Entah sudah beberapa kali istrinya mendapatkan pelepasannya. Dan ia sangat senang. Itu tandanya servis nya sangat bagus.


Suara erangan pun menandakan kalau dirinya sudah mencapai puncaknya. Ia pun tumbang di samping sang istri.


" Makasih sayang" ucap David sambil mengecup kening sang istri.


" Sama-sama Daddy"


David menutupi tubuhnya dengan sang istri dengan selimut. Kemudian ia membawa istrinya kedalam pelukannya.


" Apa kamu ngantuk sayang?"


" Belum"


" Apa mau lanjut ronde kedua"


" No, aku udah capek "


" Becanda sayang. Lagian aku juga nggak tega melihat kamu kelelahan"


" Daddy"


" Hhhmm"


" Apa nggak sebaiknya kita bantu mama?"


" Kalau kamu tanya aku, tentu saja aku akan menjawabnya dengan tidak. Karena wanita itu tidak pantas dipanggil ibu. Lagi pula dia tidak mengakui kamu sebagai putrinya. Dia juga tega meminta biaya saat mengandung kamu. Apa ada ibu kandung yang seperti itu?"


David menatap istrinya. Ia tau bagaimana sifat istrinya itu. Dan ia juga tau apa yang ada dalam pikiran istrinya itu.


" Kali ini mama sudah sangat keterlaluan sayang. Bahkan dia juga menyalahkan papa"


Aluna tau kalau mamanya sudah terlalu menyakitinya. Tapi bagaimana pun juga dia tetap mamanya. Ibu yang sudah melahirkannya.


" Aku tau kamu nggak mau di cap sebagai anak durhaka. Kita memang harus memuliakan orang tua. Terutama ibu kita. Tapi lihat dulu, ibu yang seperti apa yang harus kita muliakan. Dan mama bukanlah ibu yang pantas mendapatkan kemuliaan itu, sayang"


David berharap istrinya tidak mengambil keputusan yang salah. Dan kalau pun nanti sang istri masih ingin membantu mamanya, dia akan tetap mendukung, karena yang terpenting baginya adalah kebahagiaan sang istri.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2