
Aluna berlari di lorong rumah sakit. Ia ingin tau keadaan papanya bagaimana. Karena ia mendapatkan telepon dari polisi kalau papanya kecelakaan.
" Papa!" teriak Aluna setelah sampai di depan pintu ruang ICU.
" Maaf apa anda nona Aluna, putri dari bapak yang baru saja kecelakaan"
" Betul Pak, saya putrinya. Bagaimana papa saya bisa kecelakaan Pak"
" Sepertinya ada yang sengaja menabrak mobil papa anda. Mungkin dia ingin mencelakai papa anda".
Deg.
" Ma-maksud Bapak, ada yang ingin membunuh papa saya?"
" Benar nona. Sekarang kami sedang melacak plat mobil pelaku"
Tubuh Aluna hampir saja terjatuh kalau tidak ada tangan kokoh yang menahan tubuhnya. Aluna menoleh kearah si pemilik tangan kokoh itu.
" Daddy"
" Sayang"
Aluna langsung memeluk suaminya. Air mata yang sedari tadi ia tahan, akhirnya tumpah juga. David membalas pelukan sang istri dan berusaha menenangkannya.
David akan menjemput istrinya untuk makan siang, tiba-tiba sang istri menelpon kalau papa mertuanya kecelakaan. Dan sang istri sedang di perjalanan ke rumah sakit. Ia pun langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit. Karena saat ini istrinya sangat membutuhkannya. Dan benar saja, pas sampai ia langsung melihat istrinya hampir jatuh. Kalau ia tidak segera menangkap tubuh sang istri, mungkin istrinya sudah terjatuh.
" Bisa kita bicara kronologinya sambil duduk Pak" pinta David.
" Baik tuan"
Polisi itupun menceritakan kronologi dari para saksi mata dan juga rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. David dan Aluna mendengarkan dengan serius cerita yang di sampaikan oleh polisi itu.
" Kita beruntung karena si pelaku tidak mengetahui ada CCTV di tempat kejadian. Mungkin karena letaknya yang sedikit tersembunyi"
" Bagus Pak. Saya ingin pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kecelakaan mertua saya"
" Baik tuan, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari pelaku sampai ketemu"
" Terima kasih Pak "
" Sama-sama tuan. Lagi pula ini sudah menjadi tugas kami"
Tak berselang lama Martin pun sampai di rumah sakit. Ia juga mendapatkan kabar kecelakaan itu dari televisi. Dan ia pun langsung meluncur ke rumah sakit.
" Maaf saya terlambat"
" Anda siapa?"
" Saya Martin, pengacara Pak Wilson"
" Anda pengacara korban?"
" Betul Pak, dan saya juga akan ikut membantu proses kasus kecelakaan ini"
" Baik, nanti kami akan mengabarkan perkembangan kasus ini pada anda"
" terima kasih Pak"
" Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu"
" Sekali lagi terima kasih Pak"
" Sama-sama tuan"
Polisi itupun pergi meninggalkan ruangan ICU itu. Sekarang hanya tinggal mereka bertiga di sana. Aluna, David dan juga Martin. Mereka masih setia menunggu di sana.
__ADS_1
Pintu ruangan ICU pun terbuka. Tampak dokter dan juga suster keluar dari ruangan itu. Aluna segera bangkit dari duduknya. Ia segera menghampiri dokter.
" Bagaimana keadaan papa saya Dok"
" Keadaan pasien sekarang sedang kritis"
" Kritis? "
" Iya nona"
Semakin hancur hati Aluna saat mendengar ucapan dokter. Sekarang kondisi papanya sedang kritis.
" Tolong lakukan yang terbaik untuk papa saya Dok"
" Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk kesembuhan papa anda. Kami juga akan selalu pantau keadaan pasien. Kalau sampai malam nanti pasien tidak bisa melewati masa kritisnya, maka pasien tidak bisa diselamatkan lagi"
Aluna merasa kepalanya pusing dan pemandangannya juga mulai kabur. Tak berselang lama ia pun tidak sadarkan diri.
" Sayang"
" Bawa ke ruang rawat aja" titah dokter.
David segera membawa istrinya ke ruang rawat. Diikuti sama dokter dan juga Martin di belakang.
Sesampainya di ruang rawat, David segera membaringkan tubuh istrinya di atas bed yang ada diruangan itu. Dokter pun mulai memeriksa keadaan Aluna.
" Bagaimana keadaan istri saya Dok?"
" Istri anda baik-baik saja. Dia hanya shock dan lagi perutnya juga kosong"
" Istri saya memang belum makan siang Dok"
" Setelah dia siuman nanti, tolong kasih istri anda makan"
" Sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu"
Dokter pun keluar dari ruangan itu. Sepeninggal dokter, David duduk di kursi yang ada di samping bed istrinya.
" Aluna mungkin shock karena mendengar keadaan papanya" kata Martin.
" Iya Om. Dan saya ingin pelakunya cepat ketemu"
" Saya dan polisi akan berusaha mencari pelakunya"
" Saya ingin kita yang menemukan pelaku duluan"
" Kamu ingin menghukum pelaku sebelum diserahkan ke kantor polisi"
" Iya Om. Kapan perlu, kita tidak usah serahkan mereka ke polisi"
" Saya mengerti bagaimana perasaan kamu. Tapi kita tidak boleh membunuh pelaku. Karena kita akan menggali informasi dari mereka. Saya yakin ada yang membayar mereka"
" Maksud Om, mereka itu pembunuh bayaran?"
" Ya, dan saya mencurigai satu orang"
" Tante Widya"
" Betul sekali, karena tuan Wilson kecelakaan saat pulang dari kantor saya"
" Maksud Om?"
" Mertua kamu menemui saya untuk mengurus perceraiannya dengan istrinya"
" Papa mau bercerai?"
__ADS_1
" Hhmm"
" Syukurlah. Saya juga tidak ingin papa hidup lama dengan wanita ular seperti Widya"
" Kita harus secepatnya mencari bukti kejahatan wanita itu"
" Iya Om. Saya akan ikut membantu Om mencari bukti untuk menyeret wanita itu kedalaman tahanan"
" Semoga kita cepat mendapatkan bukti"
Kamu tenang saja sayang, aku akan memberikan hukuman yang setimpal untuk para penjahat itu.
..............…................
Widya sangat senang melihat berita kalau suaminya kecelakaan. Itu berarti, orang suruhannya berhasil mencelakai suaminya.
" Akhirnya suami tidak berguna itu celaka juga. Dan kapan perlu dia tidak bisa di selamatkan"
" Siapa yang tidak bisa di selamatkan?" tanya Leo tiba-tiba.
Sejak kapan anak ini ada di sini?.
" I-itu kucing tetangga. Kamu sudah pulang sekolah Nak?"
" Hhmm"
" Sekarang kamu ganti baju, setelah itu makan "
Ia tidak percaya begitu saja dengan sang mama. Karena mamanya menjawab pertanyaannya dengan gugup. Dan lagi wajah sang mama juga terlihat pucat.
" Aku sudah pernah peringatkan mama bukan? jika sesuatu terjadi pada papa, maka aku nggak akan segan-segan melaporkan mama ke polisi"
" Leo! jaga ucapan kamu. Itu mama kandung kamu" kata Angel yang baru datang.
" Walaupun dia mama kandungku, tapi dia juga papaku. Dan aku lebih rela kehilangan mamaku daripada papaku"
" Tapi dia bukan papa kandung kita"
" Walaupun dia bukan papa kandungku. Aku menyayanginya lebih dari mama"
Plak.
" Dasar adik durhaka!"
" Angel!" teriak Widya.
" Maaf Kakak nggak sengaja"
Leo menepis tangan kakaknya saat Angel akan menyentuh pipinya yang kena tampar tadi.
" Inilah sifat asli kamu. Jadi jangan pernah bersikap sok lembut lagi padaku! Aku jijik melihatnya. Satu lagi, kau tidak akan pernah mendapatkan Kak David. Karena wanita kasar seperti mu tidak cocok untuk lelaki sebaik dia"
" Kau!"
" Apa? mau nampar lagi. Tampar aja" kata Leo sambil menyodorkan pipinya.
" Angel sudah! jangan ganggu adek kamu lagi"
" Mama dan Kak Angel ingat, ini peringatan terakhir ku. Jika terjadi sesuatu sama papa dan juga Kak Aluna, Maka aku tidak akan segan-segan menjebloskan kalian ke penjara" kata Leo sambil berlalu pergi meninggalkan mama dan kakaknya.
To be continue.
Hai Reader terzayang, udah hari Senin nih. Jangan lupa vote dan hadiahnya ya..🤗🤗
Happy reading 😚😚
__ADS_1