
Aluna mendengar suara gemericik air. Itu tandanya suaminya sedang ada di kamar mandi. Ia cepat-cepat membawa paket yang baru datang tadi ke dalam kamar. Ia akan segera me-un boxing paket itu, sebelum suaminya tau.
Pintu kamar mandi pun terbuka. Aluna segera menyingkirkan kotak paket tadi. Ia menyembunyikan lingerie yang ia beli itu di balik kimono handuknya.
Aluna terpesona melihat roti sobek milik suaminya. Seketika otaknya sudah bertraveling ria. Ingin rasanya ia menyentuh sobekan roti itu. Pasti padat-padat gimana gitu.
Pletak...
Aawww...
" Daddy, sakit tau"
" Makanya jangan mesum"
" Ck, siapa yang mesum"
" Kamu lha, liat tubuh aku langsung ngiler"
" Idiih kepedean"
" Tuh buktinya kamu ileran"
Aluna refleks mengusap bibirnya. Ia menatap tajam suaminya saat tau kalau suaminya itu hanya mengerjainya.
" Daddy, ngeselin tau nggak" kata Aluna sambil berlari ke kamar mandi.
David tertawa melihat istrinya yang kesal. Ia senang sekali bisa menggoda istrinya itu. Sementara di kamar mandi, Aluna menggerutu karena ulah suaminya itu.
Ia mengeluarkan lingerie yang sempat di sembunyikan di dalam pakaiannya. Ia bergidik melihat lingerie yang baru dibeli itu. Lingerie itu sangat tipis dan juga transparan.
Aluna melihat pantulan dirinya di cermin. Wajahnya seketika memerah karena malu. Bagaimana tidak, seluruh bagian tubuhnya kelihatan. Ia seperti bertelanjang.
Ia berpikir untuk keluar dari kamar mandi dengan memakai lingerie itu. Apa suaminya tidak akan berpikir yang macam-macam tentang dirinya.
Kata-kata Bik Ijah masih terngiang di telinganya. Suami akan senang melihat istrinya berpakaian seksi ketika bersama dengannya. Apa suaminya akan senang juga melihatnya seperti sekarang ini.
Dengan perlahan Aluna membuka pintu kamar mandi. Ia mengintip dari celah pintu kamar mandi. Ia melihat suaminya sedang bermain ponselnya. Ia pun memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi. Memanjakan suami adalah ibadah.
" Daddy"
" Iya baby" jawab David tanpa menoleh ke sang istri.
__ADS_1
Aluna tidak menyerah, ia berjalan menghampiri suaminya itu. Sekarang ia berdiri di pinggir ranjangnya.
" Daddy"
David menoleh kearah sang istri. Alangkah kagetnya ia melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Hingga ponsel yang ia pegang pun jatuh dari tangannya. Ia bangkit dari tidurnya.
" Sayang"
" Minggir, aku mau tidur"
" Eeits, mau kemana? setelah kamu menggoda aku, terus kamu mau kabur, dan nggak mau tanggung jawab?"
" Idih siapa juga yang goda daddy"
" Ini pake baju tipis kek gini maksudnya apa, kalau nggak menggoda?"
" A-aku kepanasan, makanya pake baju tipis kek gini"
" Disini ada AC sayang, jadi mana mungkin kamu kepanasan?"
" Tuh buktinya aku kepanasan?"
" Ya-yakin?" bisik David.
" Ok, aku tambah dinginnya biar kamu nggak kepanasan lagi"
" Jangan!"
" Kenapa?"
" Segini aja, jangan di tambah lagi"
" Yakin nggak mau tambah lagi?" kata David sambil maju ke depan, mengikis jarak antara dia dan istrinya.
Aluna mundur kebelakang, namun dengan cepat David menarik pinggang istrinya. Hingga tubuh Aluna membentur dada bidang suaminya.
David dapat mencium wangi tubuh sang istri. Begitu juga dengan Aluna. Ia bisa mencium aroma tubuh suaminya. Dan itu sangat menenangkan.
Aluna mendongakkan kepalanya, hingga matanya dan suaminya bertemu. Mata mereka saling mengunci satu sama lain. Jantung Aluna seketika berdegup kencang.
Mata David beralih ke bibir nan merah bak Cherry itu. Bibir itu terlihat menantangnya dari tadi. Perlahan tapi pasti, ia pun berhasil mencicipi bibir merah itu.
__ADS_1
Aluna mengalungkan tangannya di leher sang suami. Ia mencoba membalas ciuman yang diberikan suaminya itu. Walaupun masih belum mahir seperti suaminya, tapi ia berusaha membalasnya.
David tersenyum, karena istrinya sudah mulai membalas ciumannya. Walaupun masih terasa kaku, tapi setidaknya istrinya itu sudah berusaha untuk membalas ciumannya. Ciumannya pun turun ke leher jenjang sang istri.
D*s*h*n pun lolos dari mulut Aluna. Dan itu menambah semangat David untuk terus melanjutkan aksinya. Ia segera membaringkan tubuh istrinya di atas kasur empuk itu.
Ia pandangi wajah istrinya dengan penuh cinta. Ia mengecup kening, kemudian turun ke mata, hidung, pipi. Seluruh wajah istrinya tak ada yang luput satupun dari ciumannya. Terakhir ia memberikan ciuman di bibir sang istri.
David membuka kain penghalang yang menempel di tubuh sang istri. Karena lingerie itu sangat tipis, jadi tidak terlalu sulit untuknya. Ia segera melepas tali kecil lingerie itu.
Aluna menutup bagian sensitif miliknya dengan kedua tangannya. Ia sangat malu dilihat seperti itu oleh suaminya. Walaupun ini bukan kali pertama untuk dirinya, tapi entah kenapa ia masih saja malu.
David tersenyum melihat istrinya yang masih malu-malu. Ia segera menyingkir tangan sang istri dari sana. Karena itu mengganggu penglihatannya.
" Aku sudah sering liat, jadi nggak usah malu lagi" bisik David di telinga sang istri.
Wajah Aluna seketika memerah karena mendengar ucapan suaminya itu. Ia memalingkan wajahnya kearah lain.
David melanjutkan aksinya kembali. Ia kembali memberikan sentuhan-sentuhan lembut di seluruh tubuh sang istri. Tak ada yang terlewat satupun olehnya. Setelah istrinya rileks, barulah David memulai penyatuannya.
Suara d*s*h*n memenuhi kamar itu. Aluna pun mendapatkan pelepasan pertamanya. David tersenyum bisa melihat istrinya sudah mendapatkan pelepasan pertamanya.
Setelah memberi jeda sebentar untuk sang istri, ia kembali melanjutkan permainannya. Berbagai macam posisi pun sudah ia coba dengan sang istri.
David merasa sesuatu dalam dirinya akan meledak, ia segera menambah ritme kecepatan permainannya. Ia memuntahkan semua laharnya di dalam sana. Ia mengelus perut sang istri.
" Terima kasih sayang" ucap David sambil mengecup kening sang istri. Setelah itu tumbang di samping sang istri.
Aluna hanya membalas dengan senyuman. Ia sudah tidak punya tenaga lagi untuk membalas ucapan suaminya. Tubuhnya terasa remuk karena ulah suaminya itu.
" Sering-sering kek gini ya baby?"
Aluna menutup wajahnya dengan selimut. Bisa-bisanya suaminya itu bicara seperti itu. Apa dia tidak sadar kalau sekarang ini tubuhnya sudah remuk.
David memeluk istrinya dari belakang. Hari ini ia sangat senang. Karena nggak ada hujan dan badai, istrinya itu mau menggodanya. Dan ini kali pertamanya sang istri menggodanya seperti tadi.
Terdengar suara nafas teratur. Itu tandanya sang istri sudah sampai ke alam mimpinya. David mengelus perut istrinya. Ia berharap sekali David junior segera hadir di dalam perut istrinya. Siapa tau dengan adanya anak, mamanya bisa menerima istrinya sebagai menantu keluarga Wesley.
" Sayang cepatlah hadir dalam perut mama. Supaya nenek bisa menerima mama"
David membawa istrinya kedalam pelukannya. Ia pun memejamkan matanya. Tak berselang lama ia pun menyusul sang istri ke alam mimpi. Pasutri itupun tidur berpelukan.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚