Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Restu


__ADS_3

" Kamu tau David? Aluna itu putri saya satu-satunya. Jadi saya ingin putri saya bahagia. Kalau memang dia bahagia sama kamu, saya tidak akan melarang. Tapi beri tau keluarga kamu dulu "


" Om kan tau bagaimana mama saya"


" Ya saya tau. Itulah tugas kamu sekarang, meyakinkan mama kamu. Setelah mama kamu setuju, barulah kalian berdua boleh menikah dan kita akan adakan resepsi besar-besaran "


" Tapi Aluna tidak ingin ada resepsi Om"


" Kenapa?"


" Karena dia ingin pernikahan kami di sembunyikan"


" Di sembunyikan?"


" Iya Om"


" Kamu tidak membohongi saya kan?"


" Tidak Om. Rencananya kami akan menikah hari ini, makanya saya minta restu Om hari ini"


" Ha-hari ini?"


" Iya Om. Bukankah niat baik itu harus segera dilakukan?"


" Lalu bagaimana dengan orang tua kamu. Terutama mama kamu"


" Setelah menikahi Aluna saya akan memberi tau mama. Karena kalau sekarang ngasih taunya percuma. Mama tidak akan mau mendengarkan. Jadi kalau saya memperkenalkan Aluna sebagai istri saat bertemu mama, mama tidak akan bisa menolaknya "


" Lalu bagaimana dengan Angel?"


" Saya tidak menyukai Angel Om, dan lagi Om kan tau saya memiliki penyakit OCD"


" Lalu bagaimana dengan Aluna. Apakah dia bisa menyentuh kamu?"


" Iya Om, bahkan saat dia menggandeng tangan saya waktu kami jalan-jalan ke mall kemarin, saya nyaman aja. Dan OCD saya tidak pernah kambuh saat bersama Aluna"


Wilson tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Saat mendengar cerita dari David tadi ia yakin kalau David bisa membahagiakan Aluna putrinya.


" Baiklah, Om akan merestui pernikahan kalian"


" Eh"


Wilson tersenyum melihat ekspresi wajah David. " Om merestui pernikahan kalian"


" Beneran Om?"


" Hhmm"


" Terima kasih calon papa mertua"


Sekarang giliran Wilson yang kaget mendengar panggilan David untuk dirinya. Setelah itu dia pun tersenyum. Sepertinya panggilan itu tidak terlalu buruk.


" Baiklah papa mertua, sekarang kita harus pergi. Karena pernikahan kami akan diadakan sebentar lagi" kata David sambil menarik tangan calon mertuanya itu.


" Tunggu dulu. Setidaknya kamu harus memberi tau papa kamu dulu?"

__ADS_1


" Papa mertua tenang saja, calon mantu mu ini sudah memberi tau calon besannya. Dan sekarang calon besan papa mertua sudah berada di perjalanan menuju rumah putri papa"


Wilson menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka kalau David sudah mempersiapkan semuanya. Walaupun tidak ada mamanya, setidaknya papanya tau kalau anaknya mau menikah dan menjadi saksi untuk pernikahan mereka.


David dan calon papa mertuanya segera pergi meninggalkan restoran itu. Tapi sebelumnya ia sudah membayar makanan yang mereka pesanan tadi.


Di tempat lain.


Bik Ijah kaget melihat 4 orang lelaki yang berpenampilan seperti wanita sedang berdiri di depan pintu rumah nona mudanya.


" Maaf, mau cari siapa ya?" tanya Ijah.


" Apa benar ini rumahnya nona Aluna?"


" Benar"


" Kami dari MUA. Kedatangan kami ke sini mau merias nona Aluna"


" Oh, mari silakan masuk"


Keempat lelaki gemulai itu masuk kedalam rumah itu.


" Bisa antarkan kami ke kamarnya nona Aluna"


" Baik"


Walaupun masih ragu, tapi Ijah tetep membawa keempat lelaki kemayu itu ke kamar nona mudanya. Tapi dia akan menemani nona mudanya itu nanti.


Tok.


Tok.


Tok.


" Iya Bik"


" Ada tamu"


" Siapa?"


" Katanya dari MUA"


" Bawa masuk aja Bik"


Ijah pun membuka pintu kamar nona mudanya. Dan mempersilakan keempat lelaki kemayu itu masuk kedalam kamar nona mudanya.


Aluna kaget melihat MUA yang di kirimkan David untuknya. Dia pikir wanita yang akan meriasnya. Tapi ternyata Cece kemayu yang akan meriasnya.


" Silakan duduk nona cantik"


Aluna pun duduk di kursi meja riasnya. Para lelaki kemayu itu pun mengeluarkan perlengkapan make up mereka.


Aluna sangat takjub melihat isi koper mini yang di bawa oleh salah satu lelaki kemayu itu. Isi koper itu penuh dengan make up. Ia tau harga make up yang mereka bawa itu pasti tidaklah murah.


" Bisa kita mulai nona?"

__ADS_1


" Apa sebaiknya saya ganti baju dulu"


" Oh ya ampyun, ternyata nona masih memakai baju santai. Buruan cus, ganti bajunya"


Aluna hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan salah satu Cece kemayu itu. Ia segera pergi ke walk in closet untuk mengganti pakaiannya dengan kebaya yang di beli kemarin.


Tidak butuh waktu lama, Aluna keluar dengan memakai baju kebaya modern berwarna putih. Ia terlihat begitu cantik memakai kebaya yang pas dengan tubuhnya itu.


" Wah,, anda cantik sekali nona" puji salah satu Cece cantik itu.


" Terima kasih"


" Ayo duduk, sekarang kita mulai make up nya. Karena waktu kita tidak banyak"


Aluna duduk di kursi. Keempat lelaki kemayu itu mempunyai tugas mereka masing-masing. Sedangkan Bik Ijah hanya jadi penonton saja.


Ijah tidak menyangka nona mudanya akan segera menikah. Ya, semalam Aluna memberi tau Bik Ijah kalau dia akan segera menikah. Walaupun awalnya ia kaget mendengar nona mudanya akan menikah, tapi si sisi lain dia juga bahagia.


Tidak butuh waktu yang lama untuk memoles wajah Aluna. Karena dasarnya dia sudah cantik, jadi make up nya tidak terlalu susah.


" Anda cantik sekali nona" kata salah satu Cece cantik itu.


" Iya, terlihat lebih fresh dan juga natural"


" Pasti tuan David sangat terpesona akan kecantikan anda"


Wajah Aluna bersemu merah mendengar ucapan Cece yang terakhir. Apa benar Om tampan itu akan terpesona dengan kecantikannya?.


Ijah kaget sampai mulut terbuka melihat kecantikan nona mudanya setelah memakai make up. Walaupun make up nya tidak tebal, tapi terlihat sangat cantik dan natural.


" Nona cantik sekali" puji Bik Ijah.


" Tuh kan Nek, bener Yeng eke bilang. Kamu itu cantik"


" Makasih Bik. Cece "


Aluna menatap pantulan dirinya di cermin besar yang ada di depannya. Benar apa yang dibilang Bik Ijah dan Cece. Ia terlihat berbeda dari biasanya. Wajahnya terlihat lebih fresh dan juga cantik.


" Kalau sudah jadi istrinya tuan David, nona harus bisa pake make up. Walaupun nona memang sudah cantik. Tapi tidak ada salahnya juga berdandan untuk suami sendiri"


" Betul, biar tuan David tambah klepek-klepek sama nona"


" Yang terpenting dia tidak akan melirik wanita lain. Karena ia sudah mempunyai istri yang cantiknya luar biasa"


Aluna tersipu malu mendengar ucapan para lelaki kemayu itu. Tapi apa yang dibilang mereka itu memang benar adanya. Ia pun berjanji akan melakukan apa yang di katakan Cece kemayu itu. Walaupun dia belum mencintai David, tapi ia tidak akan memberikan celah untuk para pelakor masuk kedalam rumah tangganya.


" Baiklah, tugas kami sudah selesai. Sekarang saatnya kami pamit dulu"


" Baik, terima kasih banyak Cece-Cece bantuannya"


" Sama-sama nona. Kami pergi dulu"


Bik Ijah mengantarkan lelaki kemayu itu ke depan pintu. Sedangkan Aluna masih melihat penampilannya di cermin. Ia masih tidak percaya, karena ini kali pertamanya ia memakai make up seperti saat ini.


To be continue.

__ADS_1


Masih ada yang baca nggak ya 🤭🤭


Happy reading 😚😚


__ADS_2