
Keesokan harinya.
Aluna sudah siap dengan pakaian kantornya. Hari ini dia akan ke perusahaan papanya. Ia akan mulai bekerja hari ini. Dia berharap semua karyawan bisa menerima dia sebagai pemimpin yang baru.
" Baby, bantu pasangkan dasinya dong?"
Aluna memasangkan dasi untuk suaminya itu. Bayi besarnya itu selalu saja manja di setiap kesempatan. Setiap pagi selalu saja minta di pasangkan dasi.
" Selesai " kata Aluna sambil mengibas-ngibaskan jas suaminya.
" Makasih sayang"
" Sama-sama Daddy"
Pasutri itu turun ke bawah untuk sarapan bersama Bik Ijah. David merangkul pinggang sang istri. Mereka berjalan menuruni anak tangga.
" Pagi Bik"
" Pagi non, Aden "
Bik Ijah sangat senang melihat hubungan nona muda dan suaminya semakin hari semakin romantis. Ia sangat bahagia karena nona mudanya sudah menemukan kebahagiaannya.
" Nona mau pergi kemana, berpakaian rapi?"
" Bibik lupa ya, hari ini kan Aluna mau mengganti papa di perusahaan"
" Oh iya bibik lupa. Jadi nona sekarang sudah menjadi bos ya?"
" Belum Bik. Doakan saja ya semoga semua berjalan lancar"
" Aamiin. Bibik akan selalu mendoakan nona"
" Makasih Bik"
Mereka pun mulai menyantap sarapan yang sudah ada di piring mereka masing-masing. Hari ini mereka hanya sarapan dengan nasi goreng plus telor ceplok.
Selesai sarapan. Pasutri itu langsung berangkat menuju perusahaan Wilson Group. David melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan kediamannya.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, mereka pun sampai di perusahaan Wilson Group.
David membukakan pintu mobil untuk istrinya. Aluna menatap gedung menjulang tinggi yang ada di depannya itu. Ini kali pertamanya ia menginjakkan kaki di perusahaan itu.
Iya sangat gugup. Walaupun perusahaan itu milik papanya. Tapi dirinya belum pernah sekalipun masuk kedalam perusahaan itu. Jadi wajar kalau ia gugup.
David menggenggam tangan istrinya. Ia tau apa yang dirasakan istrinya saat ini. Dan dia memaklumi, karena ini kali pertamanya bagi istrinya bertemu dengan orang banyak.
" Yuk masuk"
" Aku takut Dad"
" Takut kenapa?"
" Takut mereka tidak menerima aku?"
David tersenyum mendengar ucapan istrinya. Entah kenapa ekspresi istrinya saat ini sangat menggemaskan di matanya.
" Sayang, ini perusahaan papa kamu. Dan otomatis perusahaan kamu juga. Jadi kalau ada yang tidak menerima kamu sebagai pemimpin baru. Kamu bisa memecat mereka semua"
" Emang bisa seperti itu?"
" Bisa sayang. Kamu tidak boleh lemah dihadapan mereka. Kamu harus tunjukkan jiwa kepemimpinan kamu. Buktikan pada mereka semua, kalau kamu bisa"
Aluna menatap suaminya. Ia sangat beruntung karena suaminya selalu mensupport dirinya. Apa yang dikatakan suaminya itu benar. Dia harus tunjukkan pada semua orang, kalau dia bisa dan pantas untuk memimpin perusahaan papanya.
__ADS_1
" Kita masuk sekarang?"
" Hhmm"
Mereka berjalan menuju pintu masuk. Di depan pintu masuk. Sang papa sudah menunggu kedatangan mereka.
Wilson tersenyum kala melihat putri dan mantunya. Putrinya itu terlihat sangat cantik dengan memakai pakaian kantor seperti itu.
" Selamat datang sayang"
" Makasih Pa"
" Sekarang kita langsung saja menuju aula. Semua karyawan sudah menunggu direktur mereka yang baru"
" Aluna gugup Pa"
" Jangan gugup, ada papa dan suami kamu di sini. Papa yakin kamu bisa sayang"
" Terima kasih karena papa sudah percaya sama Aluna"
" Tentu saja papa percaya sama kamu. Karena kamu putri papa"
" Yuk jalan"
........................................
Suasana aula kantor sangat riuh. Para karyawan sudah tau kenapa mereka dikumpulkan di sana. Mereka penasaran seperti apa wajah pemimpin perusahaan yang baru. Apakah tampan atau cantik?.
Mereka hanya mendapatkan informasi, kalau mereka akan kedatangan direktur yang baru. Setau mereka, Pak direktur yang lama belum pernah membawa anaknya ke perusahaan.
Tap..
Tap..
Tap..
Wilson dan asistennya masuk terlebih dahulu. Semua karyawan menunduk memberi hormat pada direktur sekaligus pemilik perusahaan itu.
" Selamat pagi semua"
" Pagi Pak"
" Kalian tentu sudah tau kenapa saya kumpulkan di sini "
" Tau Pak"
" Mengingat umur saya sudah tidak muda lagi. Dan saya juga ingin beristirahat. Jadi pucuk kepemimpinan perusahaan ini akan saya serahkan pada anak semata wayang saya. Mari kita sambut direktur baru perusahaan Wilson Group"
Pintu pun terbuka. Semua pasang mata langsung menoleh kearah pintu masuk. Mereka semua terpesona melihat sosok cantik yang berjalan dengan anggunnya menuju podium.
Mata karyawan cowok tidak berkedip melihat kecantikan direktur perusahaan yang baru. Mereka tidak menyangka kalau pemimpin perusahaan yang baru adalah perempuan.
Para manager divisi memberikan bunga dan juga ucapan selamat pada Aluna. Mereka sangat senang melihat wanita cantik itu berada di perusahaan itu.
Aluna berjalan menuju mimbar podium. Aura kepemimpinannya langsung terpancar. Rasa gugup tadi pun hilang entah kemana.
" Selamat pagi semuanya"
" Pagi Buk"
" Pertama saya akan memperkenalkan diri dulu. Nama saya Aluna Adelia Wilson. Direktur yang baru perusahaan Wilson Group"
Prok..prok
__ADS_1
Suara tepuk tangan pun menggema di aula itu.
" Saya berterima kasih kepada manager dan juga semua karyawan yang sudah mau meluangkan waktunya untuk menyambut kedatangan saya di perusahaan ini"
" Visi dan misi saya tidak jauh bedanya dari papa saya. Yaitu membuat perusahaan ini lebih maju lagi dari sebelumnya. Untuk mewujudkan semua visi dan misi saya itu, saya butuh bantuan kalian semua. Jadi mari sama-sama kita bekerja untuk memajukan perusahaan ini. Tapi ingat, jangan coba-coba untuk berbuat curang dibelakang saya. Karena saya tidak akan segan-segan untuk menghukum orang yang sudah berbuat curang. Kalian mengerti!"
" Mengerti Buk"
" Hanya itu yang ingin saya sampaikan. Sekali lagi terima kasih untuk waktunya"
Suara tepuk tangan mengiringi kepergian Aluna dan papanya dari aula. Setelah Direktur lama dan baru itu menghilang dibalik pintu. Para karyawan kembali riuh.
" Gila! direktur baru kita sangat tegas"
" Iya, direktur juga sangat cantik "
" Pasti para karyawan cowok sangat senang"
" Jelas. Tapi bukan hanya mereka, aku pun juga senang punya direktur cantik seperti direktur kita"
" Aura kepemimpinannya juga sangat kuat"
Banyak lagi ucapan para karyawan itu. Tapi dada satu orang karyawan yang tidak suka dan senang mendengar pujian yang di berikan untuk Aluna. Ia segera pergi dari sana, dan dia akan melaporkan pada seseorang tentang kejadian hari ini.
Di ruang direktur.
" Selamat ya sayang, sekarang kamu udah jadi direktur"
" Makasih Daddy. Tapi kenapa Daddy nggak ikut masuk?"
" Kamu mau semua karyawan pingsan karena melihat aku jalan sama direktur mereka"
" Ck,, lebay"
David terkekeh melihat ekspresi istrinya. Andai saja mertuanya tidak ada di sana. Mungkin ia sudah menerkam sang istri.
" Kamu lupa, kalau pernikahan kita belum diumumkan. Aku nggak mau mereka bergosip tentang kamu, karena melihat aku di sana. Apalagi ini di hari pertama kamu menjabat sebagai direktur perusahaan"
" Benar apa yang dikatakan suami kamu sayang"
" Apa kita umumkan saja pernikahan kita ke publik?"
" Jangan sekarang"
" Terus kapan?"
" Tunggu waktu yang tepat"
Tunggu sampai mama memberikan restunya pada kita.
" Baiklah terserah kamu aja. Aku ngikut aja"
" Makasih karena sudah mau ngertiin aku"
" Sama-sama sayang" kata David sambil mendaratkan ciuman singkat ke bibir sang istri.
" Daddy"
" Maaf sayang lupa!"
To be continue..
Happy reading 😚😚
__ADS_1