Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Nemenin istri masak


__ADS_3

Wilson memikirkan apa yang dikatakan Martin tadi. Ia memikirkan bagaimana cara memberi tau putrinya tentang penyakitnya. Ia tidak ingin putrinya bersedih.


Suara dering ponsel pun membuyarkan lamunan Wilson. Ia mengambil ponselnya dan melihat nama putrinya yang tertera di sana.


" Hallo, Pa"


" Iya Sayang"


" Papa masih di kantor ya?"


" Iya sayang, masih ada sedikit pekerjaan. Putri papa lagi apa?"


" Lagi masak"


" Emang putri papa bisa masak?"


" Bisa dong"


" Benarkah?"


" Hhhmm"


" Suami kamu mana?"


" Lagi mandi Pa. Papa mau nggak makan malam di sini?"


" Mau. Sekalian papa mau coba masakan putri papa"


" Nanti Aluna akan masak masakan kesukaan papa. Ya udah, Aluna lanjut masak dulu ya Pa. Papa jangan kecapean"


" Ia sayang, sampai ketemu nanti"


Panggilan pun berakhir. Wilson menyimpan kembali ponselnya. Ia melanjutkan kembali pekerjaannya. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya supaya nanti bisa makan malam bersama putrinya.


🍃🍃🍃


David baru selesai mandi. Ia melihat pakaiannya sudah di siapkan oleh istrinya. Senyum pun terukir di bibirnya. Ia tidak menyangka istrinya perhatian juga pada dirinya. Ia memakai baju yang sudah di siapkan oleh istrinya itu.


Setelah memakai baju, David turun kebawah untuk menemui istrinya yang lagi masak. Karena tadi Aluna bilang dia mau masak untuk makan malam nanti.


David melihat istrinya sedang asik memasak. Istrinya terlihat sangat seksi saat lagi masak seperti itu. Ia langsung memeluk istrinya dari belakang.


Aawwww.


" Sorry Om"


" Kamu pikir kepala aku wajan apa? main ketok aja"


" Ya salah sendiri, ngapain peluk-peluk "


" Peluk istri sendiri pahala kali"


" Ya kan aku kaget"


" Belum sampe satu hari nikah, kamu udah KDRT sama saya"


" Aku kan nggak sengaja "


" Bohong! kalau nggak mau di peluk bilang, jangan main pukul aja" kata David dengan wajah sedih.


Aluna merasa bersalah sama suaminya itu. Tapi di sini dia juga nggak bersalah. " Ya udah sini aku tiup kepalanya"


" Nggak usah kalau nggak ikhlas"


" Ikhlas, sini "


David berjalan mendekati istrinya.


" Membungkuk sedikit, kan nggak nyampe"


David tidak menghiraukan ucapan istrinya. Ia malah menggendong Aluna, kemudian mendudukkannya di meja mini bar.


" Kalau kek gini nyampe kan?"


" Hhmm"


Aluna mulai meniup kepala suaminya. David memejamkan matanya. Ia dapat merasakan hembusan nafas sang istri.


Bibir nan merah bak Cherry itu selalu terlihat menggoda. Ia tidak tahan untuk mengecup bibir nan merah itu. Tanpa menunggu lama, ia pun mengecup bibir istrinya.


Mata Aluna membulat sempurna saat David menciumnya secara tiba-tiba. Ia tidak menyangka suaminya itu akan menciumnya di dapur.

__ADS_1


David menahan tekuk sang istri. Ia memperdalam ciumannya. Ia menyesap bibir nan merah itu. Manis itulah yang selalu dia rasakan. Bibir sang istri sudah menjadi candu untuknya.


Aluna memukul-mukul dada David. Karena ia sudah kehabisan oksigen. Akhirnya David pun melepaskan ciumannya.


" Om mau bunuh aku ya"


" Kamu manggil saya Om lagi? apa kamu mau di cium lagi?"


Aluna segera menutup mulutnya. " Dasar bebek"


" Padahal kamu juga suka di sosor kek gitu?"


" Nggak!"


" Yakin?"


" Yakin lha"


" Tapi aku nggak percaya "


" Ya udah kalau Om nggak percaya"


" Kamu benar-benar ingin dihukum ya, manggil saya Om terus"


" Habisnya udah terbiasa. Lagian Om juga sering manggil aku baby, padahal kan aku bukan bayi?"


" Baby itu bukan bayi, tapi panggilan sayang "


" Masa sih, padahal Mbah Google bilang baby itu bayi"


" Ya udah kamu panggil Daddy aja. Lagian kemarin kamu pernah jadi sugar baby saya, walaupun hanya beberapa hari"


" Om juga jangan ngomong formal seperti itu. Saya diganti sama aku. Gimana? deal? "


" Oke deal. Sekarang lanjutkan lagi masaknya"


" Oke. Oh iya, ntar papa akan makan malam disini"


" Senang dong?"


" Senang lha. Karena ini kali pertamanya papa makan malam di sini"


" Nggak" jawab Aluna sambil menggelengkan kepalanya.


David bisa merasakan kesedihan yang dirasakan Aluna. Ia memeluk istrinya. " Berdoa saja semoga papa sering makan malam di sini"


" Hhmm"


" Mau sa--, aku bantuin masaknya?"


" Emang daddy bisa masak?"


" Nggak"


" Terus kenapa sok-sokan nawarin bantuan"


" Saya bantu liatin aja "


" Itu nggak bantuin namanya. Kalau bantuin itu, bantu motong sayur, kupas bawang dan juga ngulek"


" Oh kalau itu aku nggak bisa. Aku bisanya liatin terus makan kalau masakannya udah jadi"


" Sekarang daddy duduk manis di sana. Jangan ganggu aku masak"


" Oke baby "


Aluna melanjutkan kembali acara masaknya. Sedangkan David menonton istri cantiknya yang sedang masak. Sungguh pemandangan yang sangat indah.


David mengambil ponselnya, kemudian ia memotret istrinya yang lagi masak. Setelah itu dia mengunggah ke akun Instagramnya. Ia membuat caption ' kapan lagi bisa dimasakin sama wanita cantik'


Setelah selesai me upload foto istrinya. David menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Ia kembali menikmati pemandangan istrinya yang sedang masak.


" Dad, coba cicipi supnya" kata Aluna sambil menyodorkan sendok yang berisi kuah sup. Tapi sebelum itu Aluna meniup kuah sup itu dulu.


David menyicipi kuah sup yang diberikan istrinya itu. Ini kali pertamanya ia mencicipi masakan buatan Aluna, jadi ia agak takut-takut. Tapi saat kuat sup itu menyentuh lidahnya rasanya terasa enak.


" Gimana rasanya?"


" Enak. nggak keasinan"


" Benarkah?"

__ADS_1


" Hhmm"


" Berarti nggak perlu tambah garam lagi?"


" Nggak, rasanya udah pas lidah aku. Ternyata istri aku pintar juga masaknya"


" Iya dong"


Karena suaminya sudah mengatakan rasanya enak. Aluna mulai memindahkan sup itu kedalam mangkuk. Setelah itu dia menata di atas meja makan.


David membantu istrinya membawa piring dan juga gelas. Aluna sangat senang karena David mau membantunya. Padahal itukan pekerjaan seorang istri. Tapi suaminya itu mau ikut membantu.


" Papa pulang jam berapa?" tanya David.


" Aku juga kurang tau. Mungkin sebentar lagi"


" Bik Ijah kemana? tumben nggak kelihatan?"


" Lagi setrika baju"


" Apa kita tambah pelayan, biar Bik Ijah nggak terlalu kecapean?"


" Boleh, tapi Daddy yang bayar gajinya ya"


" Iya. Ntar kita telpon orang yayasan"


" Makasih Dad" ucap Aluna sambil memeluk David.


" Cie udah berani peluk-peluk dia?"


Aluna tersadar, dan langsung melepaskan pelukannya. Tapi David malah mengangkat tubuh Aluna ke atas pahanya.


" Dad, ntar diliat sama Bik Ijah?"


" Nggak apa-apa, lagian Bik Ijah pernah muda dan menikah juga"


" Iya, tapi kan malu "


" Ngapain malu, kan kita udah sah"


" Turunin "


Bukannya melepaskan, David malah merangkul pinggang istrinya. Jantung Aluna berdegup kencang. Ia tidak biasa duduk seperti itu dengan laki-laki.


" Kapan wisudanya?" tanya David.


" Bulan depan. Kenapa?"


" Nggak apa-apa cuma tanya aja"


" Apa Daddy mau datang ke acara wisuda aku?"


" Emang boleh?"


" Boleh. Lagian nggak ada yang ngelarang juga"


" Baiklah karena istriku yang cantik ini memaksa. Suami tampan mu ini akan datang"


" Ck,, siapa juga yang maksa"


Cup.


" Jangan kesel kek gitu, ntar jelek "


Aluna memukul dada David. " Dasar bebek. Nyosor aja terus"


David tertawa mendengar ucapan istrinya. Entah kenapa dia senang liat ekspresi kesal istrinya. Apalagi saat dia bilang 'bebek' ingin rasanya ia memakan istrinya itu.


To be continue.


Selamat malam Minggu Reader terzayang 🤗🤗


Om tampan.



Aluna.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2