
Keesokan harinya.
Aluna sudah kembali lagi ke rumahnya. Ya pagi tadi ia sudah diantarkan papanya. Walaupun waktu bertemu papanya terbilang singkat, ia sudah merasa senang. Dan papanya juga berjanji akan datang ke acara wisudanya.
" Non"
" Ya Bik"
" Kemarin ada seorang laki-laki kasep yang cariin non"
" Laki-laki?"
" Iya non, mana kasep lagi orangnya"
" Bibik selalu gitu, semua laki-laki di bilang tampan"
" Ini beneran non. Sepertinya ia juga pernah datang kesini, tapi sama temannya"
" Benarkah?"
" Iya non"
" bibik bilang apa sama dia?"
" bibik bilang kalau non lagi pergi liburan sama tuan"
" Oh"
Bik Ijah teringat sama nomor telepon lelaki itu. Setelah nona mudanya pergi ke kamarnya, Bik Ijah langsung menghubungi nomor telepon lelaki tampan itu.
" Hallo assalamualaikum, Aden kasep"
" Maaf ini siapa? dapat nomor saya darimana?"
" Ini Bik Ijah Den"
" Bik Ijah?"
" Iya, bibik non Aluna"
" Ya,, ya saya ingat. Gimana Bik, apa Aluna sudah pulang?"
" Sudah Den, nona baru aja pergi ke kamarnya"
" Terima kasih Bik sudah menelpon saya"
" Sama-sama Den. Bibik tutup dulu ya Den telponnya"
Sambungan telepon pun berakhir. Bik Ijah kembali ke dapur untuk memasak untuk makan siang nona mudanya nanti.
🍃🍃🍃
Setelah mendapatkan telepon dari Bik Ijah tadi, David bersiap untuk menemui Aluna gadis nakalnya. Ia memakai baju kaos t-shirt berwarna hitam dan juga celana jeans selutut.
" Wah David, lo itu semakin tampan" puji David pada dirinya sendiri.
Setelah di rasa cukup, ia memasukkan dompet dan juga ponsel ke saku celananya. Kemudian ia mengambil kunci mobil dan segera keluar dari kamarnya nan mewah itu.
" David mau kemana kamu?" tanya Mama David.
" Jalan Ma"
" Ingat nanti kita akan pergi makan malam dengan keluarga sahabat Mama"
" Iya Ma aku ingat"
" Awas kalau kamu nggak datang, Mama akan bilang sama Papa untuk mencabut semua fasilitas kamu"
" Mama selalu ngancam aku kek gitu" kata David sambil berlalu pergi meninggalkan mansion milik keluarganya.
" David!"
Lelaki tampan itu tak mendengarkan panggilan mamanya. Ia terus berlalu pergi menuju mobilnya yang terparkir di garasi. David melajukan mobilnya menuju rumah Aluna.
David menghentikan mobilnya tepat di depan toko ponsel yang terkenal di kota itu. Setelah memarkirkan mobilnya, ia masuk kedalam toko itu.
" Ada yang bisa saya bantu tuan"
" Saya mau cari ponsel keluaran terbaru"
__ADS_1
Pramuniaga itu mengambilkan satu unit ponsel keluaran terbaru. " Ini tuan ponselnya"
David melihat ponsel yang di berikan pramuniaga itu. Sepertinya pramuniaga itu kalau ponselnya akan di berikan pada cewek, jadi ia mengambilkan warna yang cocok untuk cewek.
" Saya ambil yang ini" kata David sambil menyerahkan black card miliknya.
Setelah menggesek black card itu, pramuniaga itu mengembalikan kembali pada David.
" Terima kasih tuan sudah berbelanja di sini"
" Hhmm"
David keluar dari toko itu dengan menenteng paper bag yang berisikan ponsel keluaran terbaru. Ia tidak sabar ingin memberikan ponsel itu pada gadis nakal itu. Dan ia ingin tau seperti apa reaksi Aluna nanti.
Mobil mewah itu kembali melaju membelah jalanan ibukota. Senyuman tidak pernah hilang dari bibir lelaki tampan itu. Kalau ada asistennya, mungkin David sudah di sangka gila.
Tidak butuh waktu lama, David sudah sampai di depan rumah Aluna. Ia memarkirkan mobilnya sembarangan di halaman rumah itu.
Ting nong..
Ceklek.
Aluna terpesona melihat lelaki tampan yang ada dihadapannya. Tapi beberapa detik kemudian ia tersadar.
" Om "
David tersenyum melihat ekspresi kaget gadis nakal yang ada didepan pintu. " Boleh saya masuk?"
" Ah I-iya, silakan" kata Aluna sambil bergeser ke pinggir. David masuk kedalam rumah, diikuti sama Aluna di belakang.
Lelaki tampan itu duduk sebelum di persilakan oleh sang empunya rumah untuk duduk. Ia duduk dengan santainya di sofa itu.
" Om kok datang ke sini lagi?"
" Emang nggak boleh saya datang ke sini?"
" Bukan nggak boleh, tapi ntar di omongin para tetangga karena bawa seorang lelaki ke rumah"
" Nggak usah di tanggapi tetangga yang julid "
" Ya udah terserah Om aja"
" Apaan nih?"
" Buka aja"
Aluna segera melihat isi paper bag itu.
"Handphone?"
" Hhmm"
" Untuk siapa?"
" Untuk kamu lha"
" Makasih Om, tapi saya nggak butuh ponsel"
" Ponsel kamu rusakkan?"
" Darimana Om tau kalau ponsel saya rusak"
" Ya tau lha. Semua tentang kamu saya juga tau. Bahkan dimana tai lalat kamu saya juga tau"
" Om" pekik Aluna.
" Emang benar kan?"
" Iya, tapi nggak usah dibilang juga "
" Kenapa?"
" Saya malu"
" Nggak usah malu, lagian disini cuma ada kita berdua"
" Ntar di dengar sama bibik"
" So, kapan kamu mau bertanggung jawab sama saya?"
__ADS_1
" Tanggung jawab apaan coba?"
" Kamu udah tidur sama saya, setelah itu kamu pergi gitu aja. Dan lagi, kamu mencuri kemeja saya"
" Ya elah Om cuma kemeja doang. Lagipula yang banyak rugi disini itu saya"
" Kenapa bisa kamu?"
" Ya dong. Secara saya itu cantik dan juga primadona kampus. Sedangkan Om, hanya seorang lelaki yang pengangguran yang berlagak sok kaya. Apa jangan-jangan Om simpanan Tante-tante girang"
" Sembarangan kamu kalau ngomong. Saya itu nggak suka tante-tante. Saya lebih suka daur muda kek kamu"
Aluna kaget mendengar ucapan lelaki tampan yang ada di hadapannya itu. " Tapi maaf Om, saya nggak suka daur tua "
" Saya bukan daur tua, tapi lelaki yang udah mateng "
" Buah kali mateng "
" Kamu mau jadi sugar baby saya"
Uhuk..uhuk..
Aluna tersedak ludahnya sendiri. Ia tidak menyangka lelaki tampan itu akan to the point seperti itu. " Maaf Om saya nggak minat. Lagian kemarin Om sendiri yang nolak saya"
" Itu kan kemarin, sekarang saya mau kamu jadi sugar baby saya. Gimana?"
" No, saya menolak" kata Aluna sambil membentuk lambang silang dengan tangannya.
" Terus bagaimana dengan saya. Masa kamu nggak mau tanggung jawab sama saya"
" Kan saya juga udah bayar Om. Lagian Om masih untung saya bayar. Wong service yang Om berikan kurang memuaskan"
" Apa! apa kamu bilang?!"
" Service Om kurang memuaskan"
David menarik tangan Aluna hingga tubuh Aluna terbentur dada bidang lelaki tampan itu. Sekarang tidak ada jarak lagi diantara mereka.
" Coba ulangi ucapan kamu tadi" kata David sambil menarik dagu Aluna.
Deg.
Jantung Aluna berdetak lebih kencang dari biasanya. Sungguh lelaki ini sangat tampan dan juga sempurna.
" Coba ulangi lagi ucapan kamu tadi?" tanya David lagi.
" Service Om kurang me--"
Mmmppp..
Belum sempat Aluna menyelesaikan ucapannya, David sudah membungkam mulut Aluna dengan ciumannya.
Mata Aluna membulat sempurna saat benda lembut nan kenyal itu menempel di bibirnya. Ia berusaha melepaskan diri, tapi sialnya David menahan tekuk nya.
Aluna memukul dada David saat pasokan oksigennya sudah mulai berkurang. David melepaskan ciumannya.
" O-om mau bunuh saya?!" tanya Aluna sambil mengatur nafasnya.
" Saya cuma ingin membuktikan ucapan kamu. Apa benar service yang saya berikan kurang memuaskan"
" Alasan. Om itu mengambil kesempatan dalam kesempitan"
" Nggak apa-apa, yang penting kamu sudah tau seberapa memuaskannya service saya"
" Ck"
" Bagaimana? "
" Apa?"
" Apa kamu masih nggak mau bertanggung jawab sama saya"
Aneh banget nih cowok, seharusnya kan gue yang minta tanggung jawab sama dia. Eh, ini malah dia yang ngotot minta gue tanggung jawab.
" Kalau gitu kamu harus jadi sugar baby saya"
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1