
David senang melihat steak yang ada di piring istrinya sudah habis. Yang tersisa di piringnya hanya kentang goreng.
" Mau makan apalagi?"
" Mau dessert "
" Dessert yang mana?"
Aluna melihat beraneka ragam dessert itu. Matanya tertuju pada Chocolate Mousse Mud Cake. Melihatnya saja sudah membuat ia ngiler. Ia sudah membayangkan saat cake itu sudah masuk kedalam mulutnya. Pasti lembut banget.
" Sayang, dessert yang mana?" tanya David lagi.
" Chocolate Mousse Mud Cake "
David memotong cake yang di inginkan istrinya. Setelah di potong ia memindahkan potongan cake itu di atas piring kecil, dan memberikan pada istrinya.
" Makasih Daddy"
" Sama-sama sayang"
Mata Aluna berbinar melihat cake yang ada di depannya. Tanpa menunggu lama, ia langsung memasukkan suapan pertama kedalam mulutnya.
Tepat seperti yang ia bayangkan tadi. Cake itu sangat lembut. Coklatnya juga tidak terasa pahit. Sangat pas di lidahnya.
" Sepertinya calon baby kita menyukainya"
" Baby atau mamanya yang suka?"
" Dua-duanya"
" Habiskan kalau emang mama sama calon baby suka"
" Siap Daddy"
David sangat senang melihat nafsu makan istrinya. Inilah yang ia inginkan setiap hari. Istri dan calon anaknya banyak makan. Nggak seperti kemarin, istrinya pilih-pilih makanan.
" Daddy kenapa senyum-senyum gitu?"
" Lagi seneng"
" Seneng kenapa?"
" Seneng liat kamu nafsu makan"
" Hehe, nggak tau kenapa malam ini pengin makan dan makan terus"
" Bagus dong. Aku seneng liat kamu nafsu makan kek gini"
" Bilang aja Daddy pengin liat aku gendut. Terus daddy cari istri baru deh"
" Kalau mulutnya lagi berisi makanan, jangan ngomong. Belepotan kan jadinya" kata David sambil mengusap bibir sang istri.
" Jangan ngalahin pembicaraan. Cepat jawab"
" Aku jawab nih? dengar baik-baik" kata David sambil bangkit dari duduknya.
" Aluna Adelia Wilson, aku David Jude Wesley hanya akan menikah satu kali seumur hidup. Dan itu hanya dengan mu. Jadi maukah kamu menua bersama dengan suami mu yang banyak kekurangan ini?"
Aluna kaget sampai menutup mulutnya melihat suaminya berlutut sambil mengangkat kotak beludru yang berisi cincin berlian yang sangat indah.
" Daddy ini?"
" Yeah, aku melamar kamu sayang. Aku melakukan ini supaya kamu mempunyai kenangan indah. Walaupun ini agak terlambat. Bukan agak lagi, tapi emang udah expired sih "
Aluna tersenyum. Malam ini suaminya sungguh membuat surprise yang sangat luar biasa. Ia tidak pernah membayangkan akan dilamar oleh suaminya. Karena bagi dia pernikahannya baik-baik saja dan ia juga bahagia. Itu sudah lebih dari cukup.
" Ya aku mau menua bersama suamiku yang sempurna ini"
David tersenyum mendengar jawaban istrinya. Ia langsung menyematkan cincin bertahtakan berlian itu di jari manis istrinya yang sebelah kanan. Karena yang sebelah kiri, sudah diisi sama cincin pernikahannya.
" Terima kasih sayang" ucap David sambil memeluk istrinya.
__ADS_1
Aluna memberanikan diri mencium suaminya duluan. David tersenyum, kemudian membalas ciuman istrinya. Lewat ciuman itu mereka mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.
" Love you daddy " bisik Aluna saat ciuman mereka berakhir.
" Love you more sayang"
Hati Aluna sudah benar-benar jatuh pada lelaki tampan yang ada di hadapannya sekarang ini. Pesonanya, kebaikan dan kelembutannya mampu membuat dirinya jatuh cinta sedalam-dalamnya pada suaminya itu.
" Udah mau pulang?" tanya David.
" Iya, tapi sebelum pulang boleh minta tolong pelayan untuk bungkus kan makanan yang nggak kita sentuh tadi?"
" Untuk apa?"
" Kasih ke anak jalanan"
" Nanti aku minta pelayan bungkus semua makanan ini"
" Makasih daddy"
" Sekarang kita pulang?"
" Hhhmm"
David dan istrinya meninggalkan tempat itu. Senyuman tidak pernah bilang di bibir pasutri itu.
" Daddy "
" Hhmm"
" Itu seperti Tomy"
" Tomy? mana?"
" Itu. Di gazebo yang ada di seberang sana"
David menoleh kearah yang di maksud istrinya. Benar apa yang dikatakan istrinya, asistennya ada di sana.
" Airin, sekretaris aku di kantor"
" Apa mereka pacaran?"
" Nggak. Tapi Tomy memang menyukai sekretaris aku"
" Mereka disini ngapain? apa jangan-jangan mereka berkencan?"
" Kencan sambil lamaran"
" Lamaran?"
" Hhhmm"
" Kita ke sana yuk Dad?"
" Jangan! kita lihat dari sini aja"
" Kenapa kita nggak ke sana aja?"
" Kalau kita ke sana. Nanti acara lamaran Tomy bisa gagal. So, kita tunggu di sini aja. Ok?"
" Ok "
" Pinter" kata David sambil mengelus kepala istrinya.
Pasutri itupun memutuskan untuk melihat acara Tomy melamar sang pujaan hati. Mereka mencari tempat duduk yang aman. Supaya mereka bisa menyaksikan acara lamaran itu dengan aman.
...***...
Tomy dan Airin baru selesai menyantap hidangan yang telah dihidangkan oleh pelayan tadi.
" Kamu suka dengan makanannya?" tanya Tomy.
__ADS_1
" Suka. Di restoran ini kan makanannya emang terkenal enak. Walaupun harganya lumayan menguras kantong"
" Harga mahal yang kita bayar sesuai dengan rasa enak dari makanannya"
" Iya sih. Tapi aku lebih suka makan di restoran biasa. Disana selain harganya miring, rasanya makanannya juga tidak kalah enak dengan restoran-restoran mewah"
Tomy tersenyum mendengar penuturan wanita cantik itu. Diluar sana orang-orang berlomba ingin makan di restoran ini bersama pasangan maupun keluarganya.
" Kamu tau siapa wanita yang pertama kali aku bawa ke sini?"
" Nggak. Emang siapa?"
" Kamu"
" Aku" tunjuk Airin ke dirinya.
" Yeah, kamu"
" Kenapa aku?"
" Karena kamu wanita yang spesial dihati aku"
" Maksud kamu?"
" Aku suka sama kamu Rin"
Deg.
Jantung Airin berdegup kencang kala mendengar ucapan Tomy. Apakah lelaki tampan itu menyatakan perasaannya?. Tapi suka itu kan banyak artinya.
" Suka sebagai teman maksud kamu?"
" Bukan. Suka aku itu seperti suka lelaki pada wanita. Aku mencintai kamu Airin"
Lagi-lagi jantung Airin berdegup lebih kencang. Ia memegang dadanya, ia takut jantungnya akan melompat keluar.
Dia nggak dengar bunyi jantung ku kan?.
Raut wajah Tomy berubah menjadi sendu. Karena Airin hanya diam, saat ia mengungkapkan perasaannya tadi.
" Maaf ya Rin sudah lancang mengungkapkan perasaan aku sama kamu. Aku tau kalau kamu nggak suka sama aku. Aku memang bodoh"
Ya hal ini lah yang ditakutkan Tomy, ' ditolak'. Tapi ia merasa lega karena bisa mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam.
" Sepertinya Tomy ditolak Dad?"
" Sepertinya begitu. Kasihan sekali dia. Aku jadi nyesel memberikan ide itu padanya"
" Maksud Daddy, ide mengungkapkan perasaan itu dari daddy"
" Iya sayang. Karena aku melihat Tomy sangat menyukai Airin. Dan aku rasa Airin juga mempunyai perasaan yang sama pada Tomy"
" Tapi perasaan Daddy itu salah. Buktinya sekarang Tomy ditolak"
" Iya sayang. Aku nyesel"
" Ya udah, sekarang kita samperin mereka ke sana"
" Nanti aja, kalau Airin sudah pergi"
" Kenapa harus nunggu Airin pergi dulu"
" Karena kalau kita menemui mereka sekarang, Tomy akan kehilangan muka"
" Iya juga sih. Tomy yang malang"
To be continue.
Chocolate Mousse Mud Cake
__ADS_1
Happy reading 😚😚