Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Kecewa


__ADS_3

Sudah satu hari Aluna menemani suaminya di kantor. Dan dia juga sudah belajar banyak tentang perusahaan. Besok dia akan mempraktekkan ilmu yang dia dapat dari semasa ia kuliah.


" Kamu sudah hubungi papa kalau besok kamu mau ke kantor?"


" Sudah. Dan papa terlihat sangat senang"


" Tentu saja. Itu berarti papa sudah bisa beristirahat dan fokus pada kesehatannya"


" Iya, dan aku harap kita secepatnya mendapatkan ginjal yang cocok untuk papa"


" Aku juga berusaha cari ginjal yang cocok untuk papa"


" Kalau tidak ada ginjal yang cocok. Aku rela memberikan ginjal aku untuk papa"


Ciiiittt....


David mengerem mendadak mobilnya karena mendengar ucapan istrinya tadi. Bisa-bisanya istri bicara seperti itu, tanpa memikirkan dirinya.


Aluna juga kaget karena suaminya merem mobil secara mendadak. Untung dia pake sabuk pengaman, kalau tidak jidatnya pasti sudah mencium dasboard mobil.


" Daddy kenapa merem mendadak?"


" Karena kamu ngomongnya ngaco"


" Ngaco gimana?"


" Kamu bilang mau mendonorkan ginjal kamu untuk papa. Dan aku tidak akan pernah setuju kamu melakukan itu. Aku yakin papa juga tidak akan setuju"


" Kenapa?"


" Karena kamu istriku. Aku nggak mau kamu ninggalin aku"


" Tapi dia juga papa ku"


" Apa kamu mau ninggalin aku?"


" Tidak. Kan aku masih punya satu ginjal lagi"


" Sayang? Kalau kamu kasih ginjal kamu sama papa, otomatis kesehatan kamu sudah tidak seperti ini lagi"


" Aku tau, tapi setidaknya papa bisa sembuh"


" Terus bagaimana dengan aku. Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan aku?"


Deg.


Aluna baru sadar, kalau sekarang dia sudah punya suami. " Maaf"


" Kita akan cari ginjal yang cocok untuk papa, dan jangan pernah berpikir untuk mendonorkan ginjal kamu untuk papa. Karena aku tidak akan pernah setuju, dan aku rasa papa juga begitu. Jadi jangan pernah bicara seperti itu lagi"


" Hhmm"


" Aku sangat mencintai kamu Aluna. Dan aku belum siap untuk kehilangan kamu"


" Iya Dad, maafkan aku"


" Aku sudah memaafkan kamu"


David melajukan kembali mobilnya. Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah. David harap istrinya tidak akan pernah mendonorkan ginjalnya untuk sang papa. Dan ia ingin egois saat ini saja. Karena ia belum siap untuk ditinggal oleh sang istri.


Hening.


Tidak ada yang bicara lagi. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. Hingga tanpa terasa mereka pun sampai di rumah.


David turun dari mobil, begitu juga dengan Aluna. Mereka masuk bersamaan kedalam rumah.


" Nona dan tuan sudah pulang"

__ADS_1


" Sudah Bik"


David langsung berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Aluna duduk sebentar di sofa yang ada di sana.


" Nona habis berantem sama Den David?"


" Nggak Bik"


" Tapi kenapa bibik merasa Den David agak murung"


Huuufftt..


" Cerita sama bibik. Siapa tau bibik bisa bantu"


Aluna pun menceritakan kejadian tadi sebelum pulang. Bik Ijah mendengar dengan baik cerita nona mudanya.


" Pantas saja Den David marah"


" Emang aku salah ya Bik"


" Sudah pasti salah atuh non. Dan apa yang dikatakan Den David juga benar. Tuan besar pasti tidak akan setuju kalau non mendonorkan ginjal non untuk tuan besar"


" Terus Aluna harus bagaimana Bik. Aluna juga belum bisa kehilangan papa?"


" Kita berdoa non. Lagian Den David juga akan mencari ginjal yang cocok untuk tuan besar. Jadi non jangan pernah berpikir seperti itu lagi. Bibik pun juga akan marah dan kecewa kalau non mendonorkan ginjal non untuk tuan. Walaupun tuan papa kandung non"


" Iya Bik. Terus aku harus bagaimana?"


" Sekarang non minta maaf dengan tulus sama Den David"


" Aku sudah minta maaf tadi Bik?"


" Minta maafnya jangan seperti itu"


" Lalu seperti apa?"


" Minta maaf yang benar itu seperti apa Bik?"


Bik Ijah membisikkan sesuatu ke telinga Aluna.


" Emang harus seperti itu Bik?"


" Iya non. Karena itulah cara yang paling ampuh untuk mendapatkan maaf dari suami non"


" Ntar aku pikirkan lagi deh Bik"


" Kenapa harus dipikirkan lagi ayu non. Udah laksanakan saja apa yang bibik katakan tadi"


" Tapi aku nggak punya baju yang bibik bilang tadi?"


" Gampang, non bisa pesan online"


" Malu lha Bik"


" Kenapa harus malu. Den David itukan suami non. Jadi sudah seharusnya non memanjakan dia"


" Iya Bik, nanti Aluna akan pesan"


" Sekarang atuh non"


Aluna pun mengambil ponselnya. Ia membuka salah satu aplikasi onlinenya. Ia mengerik kata lingerie di pencarian yang ada di sana. Dan tidak butuh waktu lama muncullah berbagai macam jenis lingerie.


" Apa bajunya nggak terlalu tipis ini Bik?"


" Nggak apa-apa non. Semakin tipis semakin bagus malah"


Bibik kek udah berpengalaman aja. Ah iya, hampir saja lupa. Bik Ijah kan udah senior.

__ADS_1


Aluna bingung mau pilih lingerie yang mana? soalnya lingerie yang ada di sana seksi semua. Akhirnya pilihannya jatuh pada lingerie berwarna merah yang ada rendanya. Ia segera memasukkan ke daftar belanjaannya. Sekarang ia tinggal menunggu pesanannya itu datang.


" Apa Daddy tidak akan bilang aku cewek murahan Bik?"


" Nggak akan non. Lagipula non kan menggoda suami non sendiri"


" Ya aku takut aja Daddy akan ilfill setelah melihat aku pakai baju seperti itu"


" Percaya sama bibik, Den David pasti suka kalau non pake baju tadi"


" Apa aku nggak akan masuk angin Bik?"


" Nggak non. Nona kan cuma sebentar pake baju itu"


Ah ternyata Bik Ijah memang sudah senior banget. Jadi dia banyak tau cara menaklukkan suami. Andai saja suami Bik Ijah masih hidup. Pasti mereka sudah punya anak sekarang.


" Bik"


" Iya non"


" Apa bibik nggak ingin menikah lagi?"


" Bibik sudah tua non, jadi nggak kepikiran untuk menikah lagi"


" Siapa bilang bibik sudah tua, umur bibik kan masih lima puluh"


" Iya, kan udah tua juga atuh non"


" Nggak juga. Biar kalau bibik tidur ada yang nemenin?"


" Bibik ada yang nemenin tidur?"


" Iya, guling"


" Nggak kucing"


" Maksud aku, biar ada yang bisa bibik peluk saat tidur. Jangan guling terus yang di peluk"


" Udah ah, bibik mau masak dulu"


Aluna tersenyum melihat ekspresi malu-malu Bik Ijah. Dia akan mencarikan jodoh untuk Bik Ijah. Kasian Bik Ijah sudah lama menyendiri. Dan ia yakin Bik Ijah pasti kengen kehangatan seorang suami.


.............................................


Wilson sangat senang, karena putrinya besok akan ke perusahaan. Ia harus menyiapkan acara untuk penyambutan putrinya itu. Dan sekaligus ia akan mengumumkan putrinya sebagai direktur utama perusahaannya.


Ia menekan tombol interkom yang ada di mejanya. Dan panggilan itu langsung terhubung pada sekretarisnya.


Tok..


Tok...


Tok...


" Masuk "


" Bapak memanggil saya?"


" Iya. Tolong kamu beritahukan pada semua divisi besok kita akan menyambut kedatangan direktur utama yang baru"


" Baik Pak. Ada lagi Pak?"


" Untuk sekarang tidak. Kamu boleh kembali ke meja kamu"


Sekretaris Wilson pun keluar dari ruangan bosnya. Ia akan memberi tau pada semua manager divisi kalau besok mereka akan menyambut kedatangan direktur utama yang baru.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2