
Tiga bulan kemudian.
Aluna dan suaminya bersiap untuk pergi ke acara akad nikah Tomy dan juga Airin. Ya setelah sekian purnama akhirnya mereka akan melangsungkan pernikahan.
" Dad, sepertinya aku harus beli baju baru?"
" Kenapa? bajunya udah banyak yang nggak muat ya?"
" Ya begitulah. Daddy kan bisa liat, perut aku akan bertambah gede setiap bulannya"
David tersenyum mendengar ucapan istrinya. Apa yang dikatakan istrinya itu memang benar.
Ya usia kandungan sang istri sudah masuk bulan ke enam. Jadi wajar kalau pakaiannya sudah tidak banyak yang muat.
" Kapan mau belanjanya sayang?"
" Kalau besok, gimana?"
" Ok, besok kita akan beli pakaian untuk kamu"
" Makasih Dad"
" Sama-sama sayang. Yuk kita berangkat, kasihan calon mempelai prianya sudah nunggu lama"
" Hhhmm"
David menggandeng tangan istrinya menuruni anak tangga.
" Sayang, gimana kalaukita pindah ke kamar bawah?"
" Kenapa?"
" Karena aku khawatir liat kamu turun naik tangga kek gini"
" Aku nggak apa-apa Dad. Turun naik tangga kek gini malah bagus. Lagipula kan aku jarang olahraga"
" Bukannya beberapa Minggu ini kita sering olahraga?"
Aawwww..
David meringis karena dicubit oleh istrinya.
" Bukan olahraga itu maksud aku"
" Ya kan sama-sama olahraga juga sayang. Sama-sama keluar keringat juga"
" Beda Dad"
" Emang apa bedanya sayang?"
" Pokoknya beda"
Aluna tidak ingin menjelaskan perbedaannya. Dan ia rasa suaminya itu juga tau apa bedanya antara olahraga yang ia maksud.
" Papa, Mama" sapa Aluna pada kedua mertuanya.
" Kamu cantik sekali sayang" puji Divya.
" Mama juga terlihat sangat cantik"
" Kamu ini bisa aja mujinya. Mama sudah tua begini mana bisa dikatakan cantik "
" Cantik itu nggak mengenal usia Ma"
" Mama sama papa udah dari tadi nyampenya?" tanya David.
" Mama sama papa juga baru nyampe. Papa mertua kamu mana?" tanya Divya.
" Masih bersiap Ma. Mungkin bentar lagi juga selesai"
Benar saja tak berselang lama, Wilson keluar dari kamarnya dengan memakai kemeja yang senada dengan David.
" Eh ada besan ternyata. Udah lama nyampenya?"
" Baru nyampe besan " jawab Garry.
" Karena semua orang sudah ngumpul, yuk kita berangkat. Nanti mempelai prianya jamuran karena nunggu kita " kata David.
__ADS_1
" Kalau tuan masih mau ngobrol nggak apa-apa?" kata Tomy.
" Nggak Tom, yuk segera berangkat. Kasihan calon istri kamu udah nungguin. Kalau kelamaan ntar dia pikir kamu kabur di hari pernikahan"
" Jangan sampe lha tuan, kasihan Airin"
" Yuk berangkat"
" Oh iya, Leo nggak ikut?" tanya Divya.
" Dia pergi dengan papanya ke penjara " jawab Wilson.
" Mau melihat Angel sama Widya ya?"
" Hhmm"
" Mama nggak mau melihat sahabat mama juga?" tanya Garry.
" Papa!"
Garry tertawa melihat wajah kesal sang istri. Entah kenapa ia sangat senang melihat wajah istrinya yang kesal itu.
" Besan, apa Ramdan masih tidak mau tinggal disini?" tanya Garry.
" Tidak besan, dia bilang nggak terbiasa tinggal di rumah besar. Tapi aku udah belikan rumah untuk dia. Jadi dia tidak perlu ngontrak lagi"
" Bagus itu. Jadi uang untuk bayar uang kontrakan bisa ia tabung"
" Hhhmm"
" Apa Leo ikut tinggal dengan Ramdan?"
" Tidak, Leo masih tinggal bersama ku. Tapi sesekali dia menginap di rumah Ramdan. Biar adil. Karena bagaimanapun Ramdan adalah papa kandungnya"
" Kamu benar. Biar Ramdan tidak merasa putranya pilih kasih"
" Yuk semuanya, kita berangkat. Kasihan Tomy udah nunggu" kata Divya.
" Ah iya, kita melupakan calon pengantin pria" kata David.
" Maaf ya Tom. Kita lupa kalau ada pengantin pria disini" kata David.
" Nggak apa-apa tuan. Saya udah sering nggak dianggap"
" Wah sepertinya pengantin prianya merajuk nih"
" Yuk cepat berangkat Tom, ntar kamu ditinggal sama pengantin wanitanya"
" Jangan dong tuan. Saya sudah lama menantikan hari ini"
" Makanya cepat berangkat"
Tomy segera bangkit dari duduknya. Semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah calon pengantin pria itu. Mereka pun segera pergi ke tempat acara akad nikah.
...***...
Suasana di rumah Airin sangat ramai oleh sanak saudara. Ya acara akan nikah akan di langsungkan di kediaman orang tua Airin.
" Aku udah nggak sabar ingin melihat calon suami kamu Rin" kata salah satu kerabat Airin.
" Sama, aku juga"
" Tante bilang calon suami kamu sangat tampan. Apa bener Rin?"
" Nanti kalian bisa liat sendiri"
" Tapi kita senang kalau kamu akan menikah. Jadi semua keluarga kita sudah menikah"
" Benar, dan sebentar lagi kamu bisa merasakan surga dunia"
" Tentu saja. Karena salah satu tujuan menikah itu kan untuk merasakan surga dunia itu"
" Besoknya Airin jalan udah kayak bebek"
Mereka semua pun tertawa membayangkan bagaimana jalan Airin setelah melakukan malam keramat itu.
Sedangkan Airin menutup wajahnya karena malu mendengar obrolan saudara sepupunya itu. Ia tau apa yang dibicarakan oleh saudara-saudaranya itu.
__ADS_1
" Kamu nggak gugup kan Rin?"
" Sedikit Kak" jawab Airin pada kakak sepupunya.
" Itu sudah biasa terjadi. Kakak dulu juga seperti itu saat nikah. Apalagi saat ijab kabul. rasa gugup itu semakin hebat"
" Kenapa?"
" Takut kalau dia nggak bisa mengucap ijab kabul dengan benar"
Airin juga takut kalau nanti Tomy tidak bisa mengucap ijab kabul dengan benar. Namu di berharap Tomy bisa mengucapkan ijab kabul dengan baik dan benar.
" Rombongan mempelai pria sudah datang" kata salah satu sepupu Airin.
" Benarkah?"
" Iya. Tapi kita tidak bisa melihat mereka"
" Kenapa?"
" Karena rame sama tamu"
Airin tambah deg-degan. Karena dia sudah lama tidak bertemu dengan calon suaminya karena lagi dipingit.
...***...
David merasa sesak karena para tamu mengerumuninya. Padahal dia bukan artis dan juga bukan orang penting. Tapi kenapa para tamu-tamu itu mengerumuninya. Begitu juga dengan Aluna.
" Pa, gimana nih? istri aku sudah sesak " kata David pada papanya.
" Sabar. Orang tua Airin sedang memanggil satpam"
Tak berselang lama papa Airin datang dengan membawa beberapa orang satpam. Para tamu di bubarkan dan juga ditertibkan.
Aluna bersyukur karena OCD suaminya tidak kambuh. Karena para tamu tadi tidak ada yang sempat menyentuh suaminya. Karena David memakai baju kemeja lengan panjang.
" Maaf tuan atas ketidak nyamanan nya" ucap papa Airin.
" Tidak apa-apa Pak. Ini sering terjadi saat kami sedang menghadiri pesta" kata Garry.
" Mari semuanya, kita masuk kedalam" ajak mama Airin.
Mereka semua masuk kedalam rumah. Sedangkan para tamu yang tadi mengerumuni David hanya boleh melihat dari jarak lima meter.
Para sepupu Airin sangat terpesona dengan ketampanan David dan juga calon mempelai pria. Mereka sangat iri karena Airin mendapatkan lelaki yang tampan.
" Siapa wanita cantik yang ada di samping lelaki tampan itu?"
" Mungkin istrinya"
" Sepertinya begitu. Karena dari tadi tangan lelaki itu tidak pernah lepas dari wanita cantik itu"
" Benar. Apalagi wanita itu sedang hamil"
" Ah sungguh beruntungnya mereka yang mempunyai paras cantik. Jadi mereka bisa bersanding dengan lelaki tampan dan juga kaya"
" Tapi tunggu. Sepertinya aku pernah melihat lelaki tampan itu dengan istrinya. Tapi dimana ya?"
" Kan sekarang kamu melihat mereka berdua"
" Bukan! maksud aku sebelum ini"
" Mungkin di televisi"
" Ah iya benar. Di televisi. Astaga, jangan-jangan itu tuan David dan nona Aluna"
" Benarkah? coba aku cari di google"
" Benar, mereka berdua adalah pasangan yang serasi itu"
Para sepupu Airin tidak menyangka kalau Airin akan menikah dengan orang dari keluarga Wesley. Sungguh beruntungnya nasib Airin.
To be continue.
Masih ada yang baca nggak ya ðŸ¤
Happy reading 😚😚
__ADS_1