Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Om tampan


__ADS_3

Kampus Aluna tiba-tiba heboh karena kedatangan CEO dari perusahaan Wesley. Terutama para mahasiswa yang wanita. Mereka sampai-sampai berteriak histeris.


Aluna heran melihat para mahasiswa yang berkerumun di lapangan kampus.


" Ada apaan sih di depan, rame amat" kata Aluna.


" Itu CEO perusahaan Wesley datang ke sini"


" Oh"


" Lo nggak ikut pergi ke sana "


" Nggak, kalian aja"


" Ntar nyesel lho"


" Nggak akan"


" Ya udah, kita tinggal dulu ya"


" Hhmm"


Sedangkan David yang jadi pusat perhatian hanya cuek aja. Lelaki tampan itu masih setia menyandarkan tubuhnya pada mobil mewah miliknya.


" Tom"


" Ya tuan"


" Kamu yakin ini kampus gadis nakal itu"


" Yakin tuan"


" Tapi kenapa dia belum muncul juga"


Mana saya tau tuan. gumam sang asisten dalam hati.


Kerumunan para mahasiswa itu tak kunjung berkurang. Malahan bertambah banyak dari detik ke detik. Membuat David sesak melihat ribuan wanita yang sedang tebar pesona di hadapannya.


Saat David sudah mulai gerah melihat cabe-cabean yang sedang mengerumuninya. Tiba-tiba matanya menangkap sosok yang dia cari.


" Hei kamu!"


Semua orang langsung melirik kearah orang yang di panggil sama CEO tampan itu. Sedangkan orang yang di panggil hanya acuh tak acuh.


Karena tidak mendapatkan respon dari gadis nakal itu. Dia segera menghampiri Aluna yang sedang asik dengan ponselnya.


" Kamu tuli ya" kata David sambil mengambil ponsel dari tangan Aluna.


" Kampret!" umpat Aluna kaget karena ponselnya diambil tiba-tiba.


Semua orang yang ada di sana kaget mendengar umpatan Aluna. Begitu juga dengan Tomy asisten David.


Aluna mengeyitkan alisnya melihat seorang lelaki tampan sedang berdiri di hadapannya, sambil memegang ponselnya.


" Om siapa? pencuri ponsel ya?"


Wah benar-benar gadis nakal. Masa wajah tampan kek gini di bilang pencuri.


Tomy menutup mulutnya agar tawanya tidak lepas. Bisa-bisanya gadis itu menuduh tuanya sebagai pencuri. Padahal merek ponsel yang dia pakai itu, ponsel keluaran perusahaan tuannya. Begitu juga dengan mahasiswa yang lain. Mereka sangat merutuki kebodohan Aluna.


" Kalau Om mau ponsel nanti saya kasih. Tapi jangan main rebut ponsel saya sembarangan dong!" kata Aluna sambil merebut ponselnya kembali dari tangan David.


David melongo mendengar ucapan gadis nakal itu. " Kamu tidak tau siapa saya?"


" Tidak! lagian siapa pun Om nggak penting untuk saya. Permisi" kata Aluna sambil berlalu pergi meninggalkan David. Namun langkahnya terhenti karena tangannya di cekal oleh David.


" Kamu harus bertanggung jawab"


" Hah! tanggung jawab apaan?"


" Apa kamu ingin lepas tangan setelah kamu berhasil tidur dengan saya"

__ADS_1


Deg.


Jantung Aluna seketika berhenti berdetak. Apa yang tidur dengannya malam itu lelaki tampan ini. Itu berarti dia tidak tidur dengan Om-om perut buncit.


Ehem.


Aluna berdehem untuk mengurangi rasa gugupnya. " Om salah orang kali "


" Oh? kamu mau berusaha kabur dari tanggung jawab"


" Om kan nggak hamil, jadi kenapa saya harus tanggung jawab. Lagian belum tentu saya orang yang tidur sama Om"


" Saya tidak pernah salah dalam mengenali orang. Lagian saya punya bukti yang kongkrit"


Nggak! Om ini pasti cuma mau nakut-nakutin gue aja kan?.


" Saya tidak percaya. Lagian saya tau kalau Om itu cuma modus"


Semua orang di sana masih menyaksikan apa yang terjadi antara Aluna dengan CEO perusahaan Wesley itu. Karena mereka tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


" Tom"


" Iya tuan"


" Coba lihatkan rekaman CCTV yang ada di apartemen saya"


" Baik tuan"


Tomy mengambil ponselnya, kemudian menyerahkan pada Aluna. " Silakan liat nona"


Aluna memutar video yang ada di ponsel orang yang bernama Tomy itu. Alangkah kagetnya dia melihat video itu. Benar apa yang di katakan lelaki tampan itu, kalau dialah yang tidur dengannya.


David tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi kaget Aluna. Sekarang gadis nakal itu tidak bisa menyangkalnya.


" Bagaimana? bukankah kamu wanita yang ada di video itu"


Gleg.


" Apa kamu masih tidak mau bertanggung jawab"


" Dimana-mana yang tanggung jawab itu cowok ya Om. Ini kenapa jadi saya yang harus tanggung jawab"


" Kasus kita beda dengan orang lain"


" Beda?"


" Hhhmm"


" Dimana letak bedanya"


" Karena kamu yang ngajak saya tidur dengan kamu"


" Jadi Om orang yang saya temui di klub malam itu"


" Hhmm"


" Bukannya Om nolak saya, terus kenapa saya bisa berada di atas kasur Om"


" Karena saya yang bantu kamu, saat kamu pingsan di jalan. Dan kamu memanfaatkan itu untuk tidur dengan saya"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Tapi gini ya Om, bukannya saya nggak mau tanggung jawab. Tapi dilihat dari sisi untung dan rugi. Di sini sayalah yang paling rugi"


" Kenapa kamu?"


" Tentu saja aku, karena om dapat yang masih orisinil. Sedangkan punya Om belum tentu orisinil"


Lagi-lagi Tomy menutup mulutnya karena menahan tawanya. Gadis yang ada di depan mereka sekarang sungguh gadis yang unik dan juga menarik.

__ADS_1


" Kamu tau darimana punya saya nggak orisinil?"


" Ya siapa tau Om udah sering celap celup "


" Saya nggak mau tau, pokoknya kamu harus tanggung jawab sama saya"


" Nggak bisa! lagian saya udah bayar Om. Dan juga service om itu tidak memuaskan"


Tawa Tomy pun pecah. Gadis ini benar-benar menguji kesabaran tuannya. Mungkin dialah wanita yang ditakdirkan untuk tuannya.


David menatap tajam asistennya itu. Bisa-bisanya asistennya itu tertawa bahagia disaat bosnya tertindas. Tomy pun menghentikan tawanya karena melihat tatapan mata tuannya.


" Saya nggak mau tau kamu harus tanggung jawab sama saya. Kalau tidak saya akan sebarkan video itu"


" Ja-jangan dong Om"


" Kalau kamu nggak mau video ini tersebar. Kamu harus ikut saya" kata David sambil menarik tangan Aluna melewati kerumunan mahasiswa itu.


" Eh, Om. Main tarik aja"


Semua mahasiswa itu melongo melihat CEO tampan itu menarik tangan primadona kampus itu dan pergi melewati mereka begitu aja.


Maya juga kaget melihat Aluna di bawa pergi sama CEO tampan itu. Dia mengepalkan tangannya menahan emosi.


Kenapa sih gadis bodoh itu selalu di kelilingi oleh cowok-cowok tampan.


Aluna sampai di depan sebuah mobil mewah.


" Mobil siapa nih Om"


" Masuk!"


" Eh"


" Buruan masuk!"


Mau tak mau Aluna masuk kedalam mobil mewah milik itu. Dia tidak tau Om tampan itu akan membawanya kemana.


" Kita mau kemana sih Om?" tanya Aluna saat mobil itu mulai berjalan meninggalkan area kampus.


" Ntar kamu juga tau"


" Idih nggak asik banget sih"


" Diam? kalau kamu ngomong lagi, saya akan lakban mulut kamu"


" Jangan galak-galak Om, ntar cewek nggak ada yang mau dekat"


" Ada, buktinya kamu mau dekat-dekat sama saya"


" Ck,, yang maksa saya masuk mobil ini siapa?"


" Sssttt, ngomong sekali lagi saya cium kamu di sini"


Mendengar kata cium, Aluna refleks menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia tidak mau melakukan itu di depan orang lain. Tapi kalau berdua saja, lain lagi ceritanya.


Hening


Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Aluna memikirkan apa yang akan dilakukan lelaki tampan ini padanya.


To be continue.


David.



Aluna.



Udah up dua nih, jadi boleh dong minta hadiahnya.

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2