Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Kekecewaan Divya


__ADS_3

Widya akhirnya membubuhkan tanda tangannya. Ia tidak menyangka kalau suaminya menceraikannya setelah semua harta warisannya diberikan pada putri kandungnya. Sedangkan dia dan putrinya tidak mendapatkan apa-apa.


Aluna tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya ia bisa menyingkirkan parasit yang selama ini, menumpang hidup dari papanya. Sekarang ia bisa fokus mengurus perusahaan dan juga papanya.


" Nah begitu baru benar"


" Kau wanita yang licik"


" Terima kasih atas pujiannya"


Martin lagi-lagi menahan tawanya melihat ekspresi wajah Widya. Wanita itu terlihat kesal karena jawaban Aluna.


" Yuk Om kita pergi. Nggak bagus bagi kesehatan kalau berlama-lama di sini"


" Baik nona"


Widya mengepalkan tangannya menahan emosi. Ingin sekali ia mencabik-cabik mulut anak tirinya itu.


" Pak, urusan kami sudah selesai. Silakan bawa tahanan kembali ke selnya"


" Ia tuan"


Aluna dan Martin segera meninggalkan kantor polisi. Sampai di pintu masuk, ia berpapasan dengan mama mertuanya.


" Mama"


Vidya mengacuhkan Aluna. Ia pergi begitu saja, tanpa membalas sapaan menantunya. Aluna hanya bisa menatap punggung sang mama mertua.


Martin merasa heran melihat mama David pergi begitu saja. Ia tidak tau apa yang terjadi antara Aluna dengan mertuanya. Berbeda dengan sikap papa David.


" Mama belum bisa menerima aku sebagai menantunya, Om"


" Eh"


Martin kaget mendengar ucapan Aluna. Padahal ia tidak bertanya. Tapi gadis itu malah mengatakan sendiri masalahnya.


" Kenapa dia tidak menerima kamu?"


" Karena menurut mama yang pantas menikah dengan putranya adalah Angel"


" Angel, putrinya Widya?"


" Hhmm"


" Apa dia buta. Tidak bisa membedakan berlian dengan batu kali?"


" Nggak tau juga Om"


" Mata mama mertua kamu harus diperiksa tu"


" Sepertinya begitu Om. Oh iya, kapan sidang kasus kecelakaan papa dibuka?"


" Tiga hari lagi"


" Aku ingin wanita itu dihukum seberat-beratnya Om"


" Om akan pastikan dia akan dihukum lama. Apalagi kita mempunyai bukti yang kuat"


" Terima kasih Om atas bantuannya"


" Sama-sama"


Mereka berdua pun berpisah di parkiran. Karena Martin akan pergi ke perusahaannya terlebih dahulu.


Di dalam kantor polisi.


Saat Widya sudah kembali, putri langsung menghampiri mamanya itu. Ia akan menanyakan siapa orang yang menemui mamanya.


" Siapa orang yang menemui mama tadi? apakah Tante Divya?"


" Aluna"


" Aluna? ngapain dia menemui mama?"

__ADS_1


" Mengantarkan surat perceraian mama sama papa"


" Surat perceraian? terus mama setuju?"


" Hhmm"


" Kenapa mama setuju? terus bagaimana dengan harta warisan papa?"


" Mama terpaksa menyetujuinya. Lagipula kita tidak akan mendapatkan apa-apa"


" Apa maksud mama?"


" Papa kamu memberikan semua hartanya pada putri kandungnya"


" Jadi kita sudah miskin sekarang?"


" Iya, bahkan dia juga merebut rumah yang kita tempati selama ini"


" Apa! rumah juga diambil"


" Hhmm"


" Nggak, ini nggak mungkin. Aku nggak mau jadi miskin lagi"


" Kamu tenang saja sayang. Kita masih punya Divya"


" Mama benar"


" Dia pasti mau membantu kita. Diakan tidak pernah menolak semua permintaan mama. Bahkan saat mama bilang putranya harus menikah dengan putranya, dia langsung menyetujuinya"


" Benar Ma"


" Sungguh wanita bodoh. Dia tidak tau tujuan kita masuk ke dalam keluarganya"


" Benar. Setelah kita mendapatkan semua harta keluarganya, maka kita juga akan menendang dia dan suaminya"


Prok..


Prok..


Widya dan Angel menoleh kearah suara tepuk tangan itu. Alangkah kagetnya mereka melihat siapa yang bertepuk tangan itu.


" Di-divya"


" Kenapa? kaget ya"


" Se-sejak kapan kamu ada di sana"


" Lumayan lama. Sampai aku tau semua rencana ingin masuk kedalam keluarga aku. Aku benar-benar nggak nyangka kamu se licik dan sejahat itu"


" Kamu salah denger Div, lagipula kita ini kan sahabatan"


" Ya, kita memang sahabatan. Tapi itu dulu sebelum aku tau semua kebusukan kamu dan putri kamu ini. Aku bersyukur karena putraku tidak jadi menikah dengan putri mu yang bermuka dua ini"


" Tante kenapa ngomong begitu. Aku benar-benar mencintai putra Tante"


" Saya tidak akan pernah mau menerima kamu sebagai menantu saya. Pantas saja suami saya kekeh tidak ingin putri kamu menjadi mantu di keluarga saya. Ternyata dia sudah tau wanita seperti apa kalian berdua. Mulai detik ini kamu bukan sahabatku lagi. Dan kedepannya jangan pernah muncul lagi dihadapan ku"


" Div jangan pergi. Kamu hanya salah paham"


Divya terus saja berjalan. Ia tidak menghiraukan panggilan sahabatnya itu. Ralat mantan sahabatnya itu. Ia tidak menyangka selama ini telah dibutakan oleh kebaikan palsu sahabatnya itu. Ia sangat kecewa dengan sahabatnya itu.


Ia menyesal karena tidak mendengarkan perkataan suaminya. Semua perkataan suami dan putranya terus terngiang-ngiang di telinganya. Tiba-tiba pemandangannya mulai kabur.


Saat tubuhnya akan jatuh, ada seseorang yang menahan tubuhnya supaya tidak jatuh. Ia menoleh kearah orang itu.


" Pa-papa"


Divya pun tidak sadarkan diri. Mungkin karena shock dan juga kecewa karena telah dikhianati sahabatnya sendiri.


Garry segera menggendong istrinya ke dalam mobilnya. Ia meminta sopirnya untuk membawa mobil sang istri. Ia melajukan mobilnya meninggalkan kantor polisi.


.......................

__ADS_1


Aluna sudah sampai di rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, ia segera masuk kedalam rumah sakit dengan membawa dua kantong plastik yang berisi makanan dan juga buah-buahan.


Tok..


Tok..


Tok..


Leo mendengar bunyi pintu di ketuk pun segera membuka pintu.


Ceklek.


" Kakak sudah kembali"


" Iya"


Leo membantu membawakan satu kantong plastik yang berisi buah-buahan. Aluna sangat senang melihat sifat adeknya yang satu itu.


" Kamu sudah kembali sayang?"


" Udah Pa"


" Gimana?"


" Lancar Pa. Wanita itu mau menandatangani surat perceraiannya"


Wilson tersenyum mendengar jawaban putrinya. Akhirnya ia bisa terbebas dari wanita ular itu.


" Suami aku kemana Pa?"


" Aku di sini sayang" jawab David yang baru keluar dari kamar mandi.


" Daddy habis mandi?"


" Iya, gerah banget soalnya"


" Gerah? kan disini ada AC, kenapa Daddy bisa gerah?"


" Bukan aku yang gerah, tapi junior aku" bisik David di telinga sang istri.


Aluna menutup mulutnya. Ia tau apa yang dilakukan suaminya di kamar mandi tadi. Ia kasihan juga sama suaminya itu. Tapi mau gimana lagi.


" Leo"


" Iya Pa"


" Mulai sekarang kamu tinggal sama Kak Aluna ya"


" Papa gimana?"


" Papa akan tinggal sama kakak juga. Sekarang kita tinggal bersama" kata Aluna.


" Apa nggak apa-apa, aku tinggal sama kakak?"


" Tentu saja nggak apa-apa. Kamu kan adik kakak"


" Tapi aku kan bukan anak kandung papa?" kata Leo dengan menundukkan kepalanya.


" Walaupun kamu bukan anak kandung papa. Tapi kamu tetap putra kebanggaan papa"


" Betul apa kata papa, kamu sekarang sudah jadi bagian dari keluarga Wilson" kata Aluna.


Leo tidak dapat menahan tangisnya. Ia bersyukur memiliki papa seperti papa Wilson. Dan juga kakak seperti Aluna.


Aluna memeluk adiknya itu. Tapi belum sempat tangannya menyentuh tubuh Leo. David sudah menahan tangannya.


" Biar aku saja yang peluk Leo"


David segera memeluk Leo. Ia tidak ingin ada lelaki lain yang memeluk istrinya. Walaupun itu adik istrinya sekalipun. Karena bagaimanapun Leo seorang laki-laki. Sedangkan Aluna hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2