
Gara-gara Aluna kabur, David melampiaskan kekesalannya pada karyawan yang ada di ruang meeting.
" Kalau kalian tidak bisa bekerja, urus surat pengunduran diri kalian ke HRD. Saya tidak butuh karyawan yang tidak kompeten!"
Tomy dan karyawan lain hanya bisa diam dan mendengarkan cuitan CEO tampan itu. Mereka tidak ingin membantah ataupun membela diri. Karena saat ini CEO mereka dalam mode galak.
" Saya beri waktu kalian dua jam untuk memperbaiki kesalahan kalian"
" Eh"
" Kenapa? apa kalian mau protes?"
" Ti-tidak Pak"
" Bagus, kalau begitu cepat laksanakan tugas kalian"
" Ba-baik Pak"
Para karyawan itu segera meninggalkan ruang meeting. Tomy menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya galon karena ditinggal wanitanya.
" Tom"
" Ya tuan"
" Apa kamu sudah mendapatkan alamat rumah gadis itu?"
" Belum tuan"
" Kenapa belum. Apa aja kerjaan kamu dari tadi!"
" Saya kan menemani tuan dari tadi"
" Sekarang cepat kamu cari alamat gadis nakal itu"
" Siap tuan"
David memutar kursi tempat duduknya. Gadis nakal itu benar-benar membuatnya gila. Bisa-bisanya dia kabur dengan menyamar sebagai cleaning service.
" Tuan"
" Apa kau menemukannya?"
" Iya tuan"
" Bagus, tidak sia-sia aku memperkerjakan mu Tom"
" Tentu saja yang mulai" menjawab dengan bangga.
" Tunggu apalagi, sekarang kita meluncur ke sana"
" Sekarang tuan?".
" Taun depan! ya sekarang lha!"
" Siap tuan"
David berjalan keluar dari ruan meeting, diikuti Tomy di belakang. David sangat senang karena bisa menemukan tempat persembunyian gadis nakal itu.
Sekarang kamu tidak bisa lepas lagi gadis nakal.
Para karyawan segera menundukkan kepala mereka saat melihat CEO tampan itu keluar dari lift. Ya para karyawan wanita memang di larang memandang CEO tampan itu lama-lama.
Setelah CEO tampan itu sampai di pintu keluar, barulah para karyawan itu mengangkat kepala mereka kembali. Ingin rasanya mereka mengajukan protes pada peraturan yang satu itu, tapi tidak bisa. Mereka tidak mau kehilangan pekerjaan karena memandang CEO tampan itu.
Bagi para karyawan wanita sekarang cukup mencium aroma parfum mahal sang CEO saja sudah lebih dari cukup. Dan itu juga bisa membuat mereka melayang ke langit ke tujuh.
Tomy membukakan pintu mobil untuk tuannya. Setelah itu barulah dia masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Setelah memasang sabuk pengaman, dia mulai menghidupkan mesin mobilnya.
Mobil mewah itu melaju meninggalkan area perusahaan. David tidak sabar melihat ekspresi wajah gadis nakalnya nanti saat melihat dirinya sudah berada di sana.
__ADS_1
" Apa tuan mau membeli bunga dulu?" tanya Tomy saat mereka melewati toko bunga.
" Nggak usah, nanti gadis nakal itu malah gede kepala karena mendapatkan bunga dari saya"
" Baiklah"
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit. Mobil mewah itu berhenti di sebuah rumah yang cukup besar untuk ditinggali oleh seorang gadis.
" Kamu yakin dia tinggal berdua sama pelayannya Tom?"
" Yakin tuan"
" Rumah ini cukup besar untuk ditinggali oleh dua orang saja"
David masih belum turun dari mobilnya. dia masih melihat rumah dua tingkat dengan gaya Eropa itu. Rumah itu memang besar dari rumah-rumah yang lain yang ada di kompleks itu.
" Apa kita akan melihat dari dalam mobil saja tuan?"
" Tidak, kita akan masuk ke dalam rumah itu"
David turun dari mobil tak lupa dengan kacamata hitam untuk menunjang penampilannya. Dia akan memberikan surprise untuk gadis nakal itu.
Lelaki tampan itu dan juga asistennya berjalan menuju pintu masuk rumah itu. Tomy memencet bel yang ada di sana.
" Sebentar" terdengar suara dari dalam sana.
Ceklek.
Bik Ijah kaget melihat dua orang lelaki tampan sedang berdiri di depan pintu masuk. Bik Ijah melihat kedua lelaki tampan itu dari atas sampai bawah. Penampilan mereka sangat rapih. Barang yang mereka kenakan juga bukan barang yang murah.
" Maaf, tuan berdua mau cari siapa?"
" Kita mau cari Aluna Bik. Apa dia ada di rumah?"
" Non Aluna ada di dalam. Mari masuk tuan"
David dan Tomy masuk kedalam rumah itu. Sampai di dalam David juga takjub melihat dekorasi ruang tamu yang ada di rumah itu.
" Iya Bik"
Apa mereka ini orang suruhan tuan atau nyonya. gumam Ijah dalam hati.
Bik Ijah segera berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nona mudanya.
Tok.
Tok.
Tok.
" Non"
" Iya Bik"
" Ada tamu"
" Tamu?"
" Iya, sepertinya orang-orang suruhan tuan atau nyonya"
Ceklek.
" Siapa Bik?"
" Orang suruhan tuan atau nyonya. Mana cowoknya pada kasep-kasep lagi"
" Masa sih Bik?"
" Iya non, mirip artis yang ada di film yang sering nona tonton"
__ADS_1
" Ah bibik ngaco deh"
" Beneran non, coba aja nona liat kalau nggak percaya"
" Baiklah, mari kita lihat"
Aluna dan Bik Ijah berjalan menuruni tangga. Ia penasaran sama lelaki itu. Apa benar yang di bilang sama Bik Ijah, kalau mereka itu tampan seperti Oppa-oppa yang ada di dalam drama yang tiap hari dia tonton.
Ehem!
Aluna berdehem saat melihat punggung dua lelaki yang sedang asik melihat ruang tamu rumahnya.
David mendengar suara deheman menoleh kearah suara. Dia tersenyum melihat gadis nakalnya sudah berdiri tidak jauh darinya.
Aluna kaget melihat lelaki tampan yang ada di hadapannya itu. Dia mengucek matanya untuk memastikan kalau yang dia lihat itu adalah orang yang salah. Setelah mengucek matanya, dia masih melihat lelaki yang sama.
Mending pura-pura nggak kenal aja.
" Selamat siang menjelang sore gadis nakal"
" Maaf, anda ini siapa ya? kalau mau kenalan lain kali aja, soalnya sekarang saya lagi sibuk"
Pura-pura tidak kenal. Ok, aku ikuti permainan kamu gadis nakal.
" Saya cuma mau bertamu ke rumah wanita yang sudah tidur dengan saya" kata David sambil tersenyum smirk.
Jangan terpancing Aluna, tetap bersikap biasa saja. Kata Aluna pada dirinya sendiri.
" Kalau begitu anda salah alamat tuan. Silakan anda berdua keluar dari rumah saya, karena jam bertamu sudah habis" usir Aluna.
" Kamu berani mengusir saya"
" Tentu saja berani. Inikan rumah saya, jadi saya berhak mengusir tamu yang tak di undang"
David berjalan menghampiri Aluna. " Jangan menguji kesabaran saya gadis nakal. Karena kalau tidak saya akan tunjukkan pada pelayan itu video kita saat tidur bersama"
Deg.
Jantung Aluna berhenti berdetak. Dia tidak menyangka Om tampan itu punya video saat mereka tidur bersama.
Tidak! bibik tidak boleh tau soal ini, pasti dia akan sedih ketika melihat video itu.
" Mau Om apa sih?"
David tersenyum melihat kucing liarnya sudah tidak dalam mode galak lagi. Dia tidak menyangka ancamannya berhasil juga. Padahal dia tidak mempunyai video itu.
" Saya haus, tolong buatkan saya minum dulu" kata David.
" Om kan punya tangan, jadi bikin sendiri"
" Saya mau kamu yang bikinin untuk saya"
" Nggak mau"
" Bener nih nggak mau?" tanya David sambil menggoyangkan ponselnya di depan mata Aluna.
" Iya aku buatin. Nyebelin!" kata Aluna sambil menghentakkan kakinya. Ia segera pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk David.
Dasar tamu Jailangkung!.
David tertawa melihat Aluna yang kesal seperti itu. Sungguh sangat menggemaskan gadis nakalnya itu. Mungkin kedepannya ini akan menjadi hobinya.
To be continue.
Jangan lupa, like, komennya ya. Karena dengan begitu kalian mendukung karya receh ini🤗🤗
Gadis nakal yang lagi kesal sama OmnyaðŸ¤.
__ADS_1
Happy Reading 😚😚