Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Aset keluarga Wilson


__ADS_3

Widya kaget melihat kamar putrinya yang sudah seperti kapal pecah. Semua barang-barang berserakan. Bahkan pecahan kaca ada dimana-mana. Bukan hanya kamar, tapi Ia juga melihat putrinya yang sudah seperti orang gila.


" Apa yang terjadi sama kamu Angel"


Angel menoleh kearah mamanya. Tangisnya pun pecah. " David, Ma"


" Kenapa dengan David?"


" David sudah memiliki kekasih. Lalu bagaimana dengan aku Ma" tangis Angel.


" Apa maksud kamu?"


" David sudah memiliki kekasih Ma. Dan mama tau siapa wanita yang jadi kekasihnya? Aluna, Ma!"


" Aluna! Aluna putri kandung papa kamu?"


" Iya Ma. Aluna putri papa"


" Nggak mungkin! bagaimana bisa David sama gadis itu"


" Kenyataannya seperti itu Ma"


" Mungkin kamu salah liat. Dan kamu dengar kata Tante Divya kan, beberapa hari yang lalu. Kalau David itu masih single"


" Ingat. Tapi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Ma. David membawakan buket bunga mawar merah yang gede untuk Aluna"


" Cuma kasih bunga bukan berarti mereka pacaran. Kamu jadi cewek jangan bodoh gitu dong. Lagian kamu lebih cantik dari Aluna, jadi kamu harus bisa mengambil hati David"


" Aku akan berusaha Ma. Tapi bagaimana kalau mereka memang pacaran beneran?"


" Gampang. Kita lenyap kan saja dia"


" Mama benar, nggak ada yang boleh miliki David kecuali aku. Karena hanya aku yang pantas menjadi menantu keluarga Wesley"


" Mulai sekarang jangan pernah melakukan hal bodoh seperti ini lagi"


" Iya Ma"


" Kamu itu putri mama, jadi kamu harus bisa mendapatkan apapun yang kamu mau termasuk David. Mengerti?"


" Mengerti Ma"


" Nanti Mama akan mendesak Tante Divya untuk segera menikahkan kamu dengan David. Kamu harus segera bisa meluluhkan hati David. Kalau tidak bisa dengan cara yang baik, maka kamu harus pake cara yang pernah mama ajarkan ke kamu"


" Ok Ma"


" Bik bersihkan kamar putri saya" titah Widya.


" Baik Nyah"


Widya membawa putrinya ke luar dari kamar. Karena bibik akan membersihkan dan juga merapikan kamar yang sudah seperti kapal pecah itu.


🍃🍃🍃


Aluna, suami, papa dan juga mertuanya sedang menikmati makan siang mereka. Aluna sangat senang dan juga bahagia karena bisa makan siang bersama dengan orang-orang yang dia sayangi.


" Setelah lulus, Aluna mau cari kerja dimana?" tanya sang papa mertua.


" Istri aku nggak boleh kerja Pa. Lagian aku masih bisa kasih uang untuk dia, jadi dia tidak perlu bekerja" jawab David.


" Papa nggak tanya kamu. Papa tanya menantu papa"

__ADS_1


" Ya sama aja Pa "


" Tentu saja nggak sama "


" Rencananya Aluna mau kerja di perusahaan papa Wilson"


" Kenapa nggak kerja sama aku aja" kata David.


" Kalau Aluna kerja sama kamu, bukan menyelesaikan pekerjaan kantor. Tapi malah mengerjakan pekerjaan lain" kata Garry.


" Biar papa cepat dapat cucu"


Uhuk... uhuk...


Aluna tersedak ludahnya sendiri. Saat mendengar ucapan suaminya itu. Bisa-bisanya suami nggak ada akhlak itu bicara seperti tadi di saat ada dirinya.


" Ini hadiah yang papa janjikan sama kamu tadi sayang" kata Wilson sambil menyerahkan amplop berwarna coklat pada putrinya.


" Apa ini Pa?" tanya Aluna.


" Buka saja, nanti kamu akan tau apa isinya"


Aluna membuka amplop berwarna coklat itu dengan sangat hati-hati. Ia mengerutkan keningnya saat melihat isi amplop itu seperti dokumen. Ia segera membuka isi dokumen itu.


" Ini?"


" Iya, itu semua aset keluarga Wilson. Sekarang semua harta peninggalan kakek, sudah menjadi milik kamu. Karena kamulah satu-satunya penerus keluarga Wilson. Dan papa sudah mengganti semua nama properti dan aset lainnya atas nama kamu. Jadi nanti papa sudah bisa pergi dengan tenang"


David kaget mendengar ucapan mertuanya. Kalau Aluna satu-satunya pewaris keluarga Wilson. Lalu Angel dan Adiknya anak siapa?. Itulah yang ada dalam pikiran David sekarang.


" Papa nggak boleh bicara seperti itu. Papa pasti sembuh, jadi jangan bicara seperti itu"


" Iya Pa. Kami akan mencarikan dokter terbaik dan juga ginjal yang cocok untuk papa. Jadi papa jangan pesimis dulu. Apa papa nggak mau melihat cucu papa nanti?" tanya David.


" Kalau mau, papa harus sembuh"


" Benar besan, apa yang dikatakan anak-anak. Sekarang teknologi sudah canggih, jadi kamu nggak boleh pesimis gitu"


" Benar apa yang dibilang papa Garry, teknologi sekarang udah canggih Pa. Jadi papa harus optimis untuk sembuh" kata Aluna.


" Baiklah, papa akan berusaha untuk sembuh "


" Nah gitu dong Pa, harus optimis" kata David.


Wilson hanya membalas dengan senyuman ucapan menantunya itu. Ia bersyukur memiliki orang-orang yang menyayangi dirinya.


" Aluna akan membantu kamu mengurus perusahaan, jadi kamu bisa fokus pada pengobatan kamu" kata Garry.


" Tapi Aluna belum pernah mengurus perusahaan sebelumnya, Pa "


" Nanti aku akan ajari kamu" kata David.


" Benarkah? Daddy mau ngajarin aku?"


" Hhmm"


" Makasih Daddy " ucap Aluna sambil memeluk suaminya.


" Sama-sama sayang "


Garry dan Wilson tersenyum melihat pasutri itu. Mereka berdua ikut senang dan bahagia melihat hubungan pasutri itu.

__ADS_1


" Sepertinya kita akan secepatnya memiliki cucu" kata Garry.


" Sepertinya begitu"


Aluna yang tersadar kalau tidak cuma dirinya dan juga sang suami yang di sana, tapi papa dan papa mertuanya juga ada di sana. Ia segera melepaskan pelukannya.


" Kok dilepas pelukannya?"


" Ada papa "


" Emang kenapa kalau ada papa?"


" Malu "


" Ngapain malu. Papa sudah lebih dulu merasakan pelukan kek tadi. Iya kan Pa?"


Wilson dan Garry mengangguk.


Aluna tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ingin rasanya ia menghilang dari sana. David yang gemas melihat ekspresi wajah sang istri, langsung mengecup pipi sang istri.


Mata Aluna membulat sempurna saat suaminya mengecup pipi di depan papa dan juga mertuanya. Suaminya benar-benar membuatnya malu.


Aaaawww.


" Sakit sayang"


" Rasain! makanya jangan kek bebek "


Garry dan Wilson tertawa melihat ekspresi David yang kesakitan karena dicubit sama Aluna.


" Papa bahagia banget liat aku kesakitan"


" Bahagia lha. Kapan lagi bisa liat kamu tertindas seperti tadi"


" Sepertinya papa aku ke tukar di tanah Abang deh"


" Bukan papa yang ketukar di tanah Abang, tapi kamu yang sudah tertukar di pasar gebang" kata Aluna.


" Udah pasang mode galak dia"


" Ini belum sepenuhnya galak Dad. Kalau udah full mode galak aku, Daddy harus jaga-jaga"


" Jaga istri cantik kek kamu, aku mah mau dan ikhlas "


" Emangnya aku anak kecil yang harus di jaga"


" Iya, kan umur kamu emang kecil dari aku kan?"


" Oh iya aku lupa, Daddy kan udah tua"


" Umur boleh tua, tapi tenaga dan wajah nggak kalah sama anak muda"


" Masa?"


" Bukankah kamu sudah pernah merasakan bagaimana tenaga aku saat di atas ra--"


Belum sempat David melanjutkan ucapannya, Aluna sudah membungkam mulut suaminya dengan tangannya. Ia tidak ingin mendengar kelanjutan omongan suaminya itu. Bisa-bisanya ia tidak bisa menampakkan wajahnya di depan papa dan mertuanya.


To be continue.


Daddy tampannya Aluna.

__ADS_1



Happy reading 😚😚


__ADS_2