
David baru sampai di rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, ia segera masuk kedalam rumah sakit.
" Tuan"
David menghampiri asistennya.
" Apa mereka keluar orang itu?"
" Iya tuan"
David melihat dua orang wanita, yang ia yakini adalah ibu dan anak. Ia berpikir mungkin wanita paruh baya itu yang akan mendonorkan ginjalnya untuk papa mertuanya.
" Sebentar, saya ingin bicara sama asisten saya dulu"
David membawa Tomy bicara agak jauh dari kedua ibu dan anak itu.
" Siapa diantara mereka yang akan mendonorkan ginjalnya?" tanya David setelah mereka pergi agak jauh.
" Yang mau mendonorkan ginjalnya, suami ibuk itu tuan. Dan sekarang ia sedang berada di ruang operasi?"
" Maksud kamu?"
" Suami ibuk itu mengalami kecelakaan, dan nyawanya tidak tertolong lagi"
" Apa dokter sudah memeriksa bagaimana ginjal orang itu?"
" Sudah tuan"
" Kamu bertemu mereka dimana?"
" Saya di telpon dokter yang bertugas di sini, dan kebetulan dokter itu sahabat saya tuan"
" Apa kamu sudah memberikan uang pada mereka?"
" Belum tuan. Mereka ingin bertemu dengan anda terlebih dahulu"
" Baiklah, ayo kita ke sana"
David dan Tomy kembali menemui ibu dan anak tadi.
" Maaf Buk membuat anda menunggu"
" Tidak apa-apa tuan"
" Saya turut berdukacita atas meninggalnya suami anda"
" Terima kasih tuan. Kalau boleh tau nama tuan siapa?"
" Saya David"
" Saya Rini, dan ini putri saya Ana"
Ana menatap lelaki tampan yang ada di depannya itu. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.
" Apa ginjal suami saya untuk tuan sendiri?"
__ADS_1
" Tidak Buk, ginjal itu untuk mertua saya"
Ana kaget mendengar jawaban lelaki tampan itu. Kalau ginjal sang ayah untuk mertuanya, itu berarti lelaki itu sudah memiliki istri.
" Mari kita bicara di tempat lain Buk"
" Iya tuan"
David dan asistennya membawa ibu dan anak itu ke tempat yang lebih nyaman untuk mengobrol, karena tidak mungkin mereka membicarakan masalah uang di sana.
Mereka pun sampai di suatu ruangan kosong yang ada di rumah sakit itu. Tomy mencari kursi untuk tempat duduk mereka.
" Baiklah, saya langsung ke intinya saja. Berapa uang yang ibu inginkan?"
" Saya tidak ingin uang tuan"
David dan Tomy saling lirik. Apa mereka tidak salah dengar. Wanita itu tidak menginginkan uang.
" Kalau ibuk tidak ingin uang, lalu untuk apa ibu ingin bertemu dengan saya?"
" Saya ingin anda membelikan saya rumah dan membawa putri saya bersama anda"
David kaget mendengar ucapan wanita paruh baya itu. Masalah membeli rumah itu sangat mudah untuk David. Dan dengan senang hati ia akan membelikannya untuk ibu itu. Tapi kalau masalah membawa putrinya dia tidak bisa. Karena dia tidak ingin istrinya salah paham.
" Maaf Buk, kalau masalah rumah saya akan penuhi. Tapi kalau untuk membawa putri ibuk ke rumah saya, itu tidak akan mungkin"
" Kenapa?"
" Seperti yang ibuk sudah ketahui tadi, kalau ginjal suami ibuk untuk mertua saya. Dan itu artinya saya sudah menikah"
" Saya tidak meminta anda untuk menikahi putri saya. Saya hanya ingin anda memberikan pekerjaan sebagai pembantu untuk anak saya"
" Maaf, kalau boleh tau putri anda lulusan apa?"
" Saya hanya tamatan SMA tuan" jawab Ana.
" Kebetulan di rumah saya sudah banyak pelayan. Jadi saya tidak memerlukan pelayan lagi. Nanti saya akan minta Tomy untuk mencarikan pekerjaan lain untuk putri ibuk"
" Saya tidak ingin kerja di tempat lain tuan. Saya hanya ingin kerja di rumah anda"
David mengeyitkan alisnya. Kenapa gadis itu tidak mau bekerja di tempat lain dan ngotot ingin bekerja di rumahnya.
" Maaf nona, saya tidak bisa membawa anda tinggal di rumah saya"
" Kenapa tuan? saya pintar masak dan juga bersih-bersih rumah kok"
" Ya seperti yang saya katakan tadi, di rumah saya sudah banyak pelayan. Apalagi saya dan istri saya tidak biasa dengan orang asing"
" Kenapa tuan tidak mencoba dulu. Lagipula tuan sudah mendapatkan ginjal untuk mertua tuan, jadi tidak masalahkan kalau saya minta pekerjaan dengan tuan"
" Saya juga tidak keberatan memberi anda pekerjaan. Tapi pekerjaannya bukan jadi pelayan di rumah saya"
" Tapi saya hanya ingin kerja di rumah tuan"
Wanita ini kenapa sih? daritadi ngotot benget mau kerja di rumah gue. Apa dia ada maksud tersembunyi?.
__ADS_1
" Baiklah kalau anda ingin jadi pelayan. Anda bisa jadi pelayan di apartemen asisten saya"
Tomy kaget mendengar ucapan tuannya. Bagaimana mungkin tuannya meminta wanita itu untuk jadi pelayan di apartemennya. Apa kata Airin nanti kalau melihat ada seorang wanita di apartemennya, bisa-bisa dia salah paham.
" Tidak tuan. Saya hanya ingin kerja di rumah anda"
" Sebenarnya apa tujuan anda nona? dan kenapa anda ngotot banget ingin bekerja di rumah saya? Apa anda punya maksud tertentu?" tanya David dengan penuh selidik.
" Tidak. Saya hanya ingin memenuhi keinginan terakhir bapak saya"
David dibuat bingung sama wanita itu. Dan lagi wasiat bapaknya terdengar agak aneh. Masa iya seorang bapak ingin anaknya kerja jadi seorang pelayan.
" Baiklah kalau itu memang wasiat dari bapak anda. Saya akan membawa anda tinggal di rumah saya"
" Terima kasih tuan"
David terpaksa membawa wanita itu. Ia bukan sembarang membawa saja. Ia ingin tau apa maksud tersembunyi wanita itu. Dan ia juga bisa memantau gerak gerik wanita itu. Karena ia tidak akan tinggal diam kalau wanita itu punya niat jahat pada keluarganya.
" Besok saya akan membelikan rumah untuk ibuk. Jadi ibuk bisa cepat pindah ke rumah baru ibuk"
" Terima kasih tuan"
" Lalu bagaimana dengan saya tuan?" tanya Ana.
" Kamu besok juga datang ke rumah saya"
" Tapi saya tidak tau rumah tuan?"
" Besok asisten saya akan menjemput kamu. Baiklah, karena urusan kita sudah selesai. Saya permisi dulu"
" Baik tuan"
David dan Tomy pun pergi meninggalkan ruangan itu. Mereka tidak ingin berlama-lama di sana. Karena David tidak bisa meninggalkan istrinya lama-lama.
" Kenapa tuan setuju membawa wanita itu? dan saya pikir wanita itu punya maksud tertentu"
" Saya tau. Untuk itulah saya setuju membawa dia. Karena dengan begitu, kita tau apa tujuan dia sebenarnya"
" Saya pikir tuan membawa wanita itu untuk di jadikan istri kedua"
Pletak.
" Jangan ngaco kamu. Saya tidak akan pernah menduakan cinta istri saya. Karena untuk mendapatkan cintanya saja saya harus berjuang keras"
" Ya siapa tau tuan mau nambah lagi gitu?"
" Kenapa nggak kamu aja yang menikah dengan dia. Kan kamu itu masih bujangan. Dan parahnya udah lapuk lagi"
" Bujangan aja tuan, nggak pake lapuk"
" Terserah kamu. Sekarang kita temui dokter untuk menanyakan kapan operasi transplantasi ginjal itu akan dilakukan"
" Baik tuan"
David pun pergi menemui dokter yang bertugas untuk melakukan operasi transplantasi ginjal untuk mertuanya.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚