Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Rencana Widya


__ADS_3

David pamit sama mertua dan istrinya. Ia harus pergi ke perusahaannya. Karena ia ada janji temu dengan investor luar negeri.


" Maaf ya sayang, nggak bisa nemenin kamu?"


" Nggak apa-apa Dad"


" Ntar pas makan siang aku jemput. Aku jalan dulu ya"


" Ok. hati-hati dijalan ya Dad"


" Iya sayang"


Setelah berpamitan, David pun keluar dari ruangan sang istri. Sekarang hanya ada Aluna dan papanya di ruangan itu.


" Apa kamu suka sama dekorasi ruangannya?"


" Suka Pa"


" Ini kemarin papa dekorasi ulang khusus untuk kamu"


" Makasih Pa"


" Sama-sama sayang"


" Papa udah nggak ke kantor lagi besok?"


" Nggak sayang, kan udah ada kamu. Jadi untuk apa lagi papa datang ke kantor"


" Papa masih minum obat yang dikasih sama dokter kan?"


" Masih"


" Papa harus minum obatnya dengan teratur. Aluna sama menantu papa, masih mencari pendonor ginjal yang cocok untuk papa"


" Makasih sayang. Papa sekarang sudah pasrah kalau Tuhan sudah mau menjemput papa"


" Papa nggak boleh ngomong gitu? papa harus berusaha untuk sembuh. Apa papa tidak ingin melihat cucu papa nanti?"


" Tentu saja mau. Apa udah ada tanda-tandanya?"


" Belum Pa. Aluna juga nggak tau, kenapa Aluna belum juga hamil"


" Sabar. Lagipula pernikahan kalian masih baru, jadi nggak usah terburu-buru"


" Aluna takut nggak bisa beri keturunan untuk keluarga Wesley Pa"


" Jangan bicara seperti itu. Papa yakin kamu bisa memberikan anak untuk suami kamu"


" Mudah-mudahan deh Pa. Oh iya, bagaimana kabar Leo Pa?"


" Dia baik. Setiap hari dia selalu nanyain kamu"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Kapan-kapan deh Aluna ajak di jalan-jalan "


" Ide bagus. Dia memang jarang pergi jalan-jalan. Angel yang notabene kakak kandungnya, tidak pernah mau mengajak Leo jalan-jalan. Bahkan mamanya pun terlihat acuh padanya"


" Gimana kalau Leo tinggal sama Aluna aja Pa"


" Jangan sayang. Papa tidak ingin mama Leo menyakiti kamu"


" Nggak akan Pa"


" Baiklah, nanti papa akan bicarakan dengan anak itu. Sekarang papa mau pergi dulu?"


" Papa Mau kemana?"


" Mau ke pengadilan"


" Papa beneran mau menceraikan Tante Widya"


" Iya. Sudah cukup papa hidup dengan wanita ular seperti dia"

__ADS_1


" Papa hati-hati ya"


" Iya sayang. Papa jalan dulu"


Aluna mengantarkan papanya sampai di depan pintu. Setelah papanya pergi Aluna memulai pekerjaannya pertamanya sebagai direktur di perusahaan papanya.


Baru akan memulai pekerjaannya. Tiba-tiba pintu ruangannya di ketuk.


Tok..


Tok..


Tok..


" Masuk"


" Maaf Buk, ada kiriman bunga untuk Ibuk"


" Bunga?"


" Iya Buk"


" Dari siapa?"


Belum sempat sekretaris itu menjawab, tiba-tiba ponsel Aluna berbunyi. Ia segera mengambil ponselnya.


" Hallo Ibuk direktur"


" Jangan memanggilku seperti itu Dad"


" Kan kamu memang direktur sekarang?"


" Iya. Tapi kalau Daddy yang manggil kek gitu aku jadi geli"


Terdengar suara tawa dari seberang sana.


" Ada apa Daddy telpon aku?"


" Oh iya, hampir saja lupa. Apa kamu udah terima bunga yang aku kirim"


" Tentu saja. Emang kamu pikir siapa?"


" Aku pikir orang iseng dan kurang kerjaan"


" Berani sekali kamu bilang aku kurang kerjaan. Asal kamu tau ya, aku ini orang yang sangat sibuk"


" Oh yeah?"


" Yeah"


" Kalau begitu kenapa CEO perusahaan Wesley masih saja menelpon di jam kerja seperti ini?"


" Itu karena aku ingin mendengar suara istriku. Padahal tadi baru ketemu, tapi udah kangen aja"


" Gombal"


" Itu bukan gombalan ya. Itu tulus dari hati aku"


" Ya,,ya, aku sedang sibuk. Jadi telponnya aku matikan dulu ya"


Tanpa menunggu jawaban dari suaminya. Aluna mematikan sambungan teleponnya.


" Buk, bagaimana dengan bunganya?"


" Oh iya, saya hampir lupa. Bawa kesini"


Sekretaris itu pun memberikan buket bunga mawar merah itu pada Aluna. Setelah itu ia pamit undur diri.


Aluna mencium aroma wangi dari bunga mawar itu. Ia tidak menyangka suaminya akan mengirimkan dia bunga. Dan ia juga tidak menyangka suaminya bisa bersikap manis seperti ini.


Ia meletakkan buket bunga mawar itu di samping tasnya. Mendapatkan bunga dari orang terkasih sungguh sangat membahagiakan.


Semakin hari suaminya itu selalu menunjukkan rasa cintanya. Sedangkan dia belum sekalipun menunjukkan rasa cintanya pada suaminya itu. Ia juga akan memberikan tanda cinta untuk suaminya itu. Tapi tidak sekarang. Karena hari ini dia sangat sibuk dengan pekerjaan. Aluna melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda tadi.


......................................

__ADS_1


Widya sangat marah setelah mendapatkan telepon dari orang suruhannya. Ia tidak menyangka kalau suaminya sudah memberikan jabatan direktur pada putri kandungnya.


" Ini tidak bisa dibiarkan!"


Widya segera menghubungi nomor seseorang. Tak berselang lama, panggilan pun tersambung.


" Hallo"


" Lakukan sekarang"


" Baik"


Panggilan pun berakhir.


" Kamu yang memulainya Pa, jadi jangan salahkan aku"


Widya tersenyum smirk. Ia sudah tidak sabar menunggu kabar bahagia itu dari orang suruhannya itu. Dan ia berharap rencananya itu berjalan dengan sempurna.


" Mama kenapa seperti kesal begitu?" tanya Angel.


" Papa kamu menjadikan putrinya sebagai Direktur di perusahaannya"


" Bagaimana bisa, terus bagaimana dengan aku"


" Kamu tenang saja, perusahaan dan semua harta keluarga Wilson akan menjadi milik kita"


" Bagaimana caranya Ma. Sekarang aja papa sudah menjadikan putrinya sebagai direktur"


" Kamu tenang saja, dia tidak akan lama menduduki kursi direktur utama"


" Apa mama sedang merencanakan sesuatu?"


" Nanti kamu juga akan tau. Oh iya bagaimana hubungan kamu dengan David, sudah ada kemajuan"


" Boro-boro ada kemajuan, dia malah terang-terangan nolak aku"


" Mama kan sudah bilang, pakai cara halus"


" Aku selalu tidak ada kesempatan untuk melakukan cara yang mama bilang itu"


" Kamu bodoh atau gimana sih? kalau kamu nggak bisa melakukan sendiri, bayar orang lain untuk melakukannya"


" Mama benar, kenapa aku nggak kepikiran ke sana ya?"


" Kamu harus secepatnya melakukan itu. Kalau tidak, kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan David"


" Mama juga bantu aku bilang sama Tante Divya. Kapan perlu mama desak dia"


" Nanti mama akan coba. Tapi kamu juga harus berusaha"


" Iya Ma. Oh iya, bagi duit dong Ma"


" Bukannya kemarin mama baru transfer 30 juta?"


" Udah habis, aku pakai untuk party bersama teman-teman"


" Kamu ke klub lagi?"


" Hhmm"


" Mulai besok kamu jangan ke klub lagi"


" Kenapa?"


" Karena itu tidak baik untuk kamu Angel"


" Bukankah mama juga sering ke klub? lalu kenapa mama ngelarang aku?"


" Apa kamu mau Tante Divya tau kelakuan kamu yang liar ini, huh?!"


" Aku cuma belajar dari mama, jadi jangan pernah mama melarang aku" jawab Angel sambil berlalu pergi meninggalkan sang mama.


Widya menghela nafasnya melihat tingkah putrinya itu. Bisa-bisa semua rencananya gagal gara-gara putrinya itu. Dia tidak akan membiarkan itu terjadi. Nanti dia akan bicara lagi dengan putrinya itu.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2