
Ramdan sangat bahagia melihat putranya tumbuh dengan sangat baik. Dan lagi dia sekarang tinggal bersama orang-orang baik, dan menyayangi seperti keluarga sendiri.
" Terima kasih, terima kasih sudah mau menjaga Leo. Walaupun dia bukan saudara kandung nona. Tapi nona mau menjaganya dengan baik"
Aluna tersenyum mendengar ucapan Pak Ramdan. " Bapak tidak perlu berterima kasih pada saya. Karena saya dan juga keluarga saya tulus menyayangi Leo. Dan lagi Leo sudah saya anggap seperti adik kandung saya sendiri"
" Saya bersyukur Leo tinggal dengan orang-orang yang baik. Semoga nona dan keluarga nona selalu di berikan kesehatan dan juga keselamatan sama Gusti Allah"
" Aamiin, terima kasih doanya. Karena udah mau siang kami pamit dulu. Lagipula bapak juga mau kerja kan?"
" Iya nona"
" Kami pamit dulu ya Pak. Jangan lupa Sabtu depan datang ke acara resepsi saya"
" Baik nona. Saya pasti akan datang"
Aluna dan suaminya pun pergi meninggalkan kontrakan pak Ramdan. Akhirnya ia bisa mempertemukan adiknya dengan papa kandungnya.
" Senang ya Dad, liat Leo akan bertemu papanya" kata Aluna saat mereka sudah berada di mobil.
" Coba liat foto kamu yang berdua sama Leo?"
" Eh"
" Sini"
" Apa?"
" Ponsel kamu"
" Nggak ada apa-apa lho di ponsel aku"
" Cepat sayang ponselnya"
Aluna sekarang mengerti kenapa daritadi suaminya cemberut kek gitu. Ternyata masalah foto. Ia pun mengambil ponselnya, kemudian memberikan pada suaminya.
" Emang buat apaan sih Dad?"
" Mau hapus foto kamu sama bocah itu"
" Jangan!"
" Kenapa?"
" Karena fotonya lucu-lucu"
" Nanti kita foto berdua, kita bikin yang lebih lucu dari itu "
David membuka galeri foto yang ada di ponsel istrinya. Matanya membulat sempurna kala melihat foto-foto yang ada di dalam galeri itu. Dan pose nya juga beraneka ragam. Istrinya terlihat sangat bahagia di foto itu. Ia jadi tak tega untuk menghapus foto itu.
" Nih ponsel kamu"
" Nggak jadi di hapus fotonya?"
" Nggak"
" Kenapa?"
" Kamu terlihat sangat bahagia di sana. Jadi aku tak tega untuk menghapusnya"
Aluna tersenyum mendengar jawaban suaminya. " Terima kasih Daddy"
" Tapi aku ingin kita foto berdua juga"
" Iya, nanti kita bikin foto berdua"
" Aku ingin fotonya yang mesra"
" Tentu saja" kata Aluna sambil mengecup pipi suaminya.
" Kamu mau nyogok aku?"
" Nyogok? untuk apa?"
" Supaya aku nggak marah lagi"
" Kalau iya kenapa?"
" Nyogok nya kurang banyak sayang" kata yang langsung mencium bibir istrinya. Aluna pun membalas ciuman suaminya.
David melepaskan ciumannya saat pasokan oksigen sang istri mulai berkurang. Ia mengusap sudut bibir istrinya.
__ADS_1
" Seperti tadi nyogok yang bener "
" Itu maunya daddy"
" Iya dong"
" Dasar tukang nyosor "
" Sekarang kita ke perusahaan ya"
" Apa nanti nggak mengganggu daddy"
" Nggak. Justru kalau ada kamu aku tambah semangat kerjanya"
" Ya udah aku ikut"
David melajukan mobilnya menuju perusahaannya. Nanti ia akan membuat foto yang banyak bersama istrinya.
...***...
Mereka pun sampai di perusahaan Wesley Group. David meminta tolong pada security untuk memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus Presdir.
Para karyawan membungkukkan badan memberi salam pada Presdir dan juga istri. Mereka sudah tau kalau Aluna adalah istri Presiden mereka. Jadi mereka harus menghormatinya.
" Istri Presdir cantik banget ya"
" Iya. Mana bening banget lagi"
" Sungguh pasangan yang sangat sempurna. Cowoknya tampan, dan yang ceweknya cantik"
" Nggak kebayang nanti anak mereka akan secantik atau setampan apa"
" Pastinya akan secantik dan setampan kedua orang tua mereka"
Para karyawan itu masih menatap punggung Presdir dan istrinya. Hingga David dan Aluna menghilang ke dalam lift.
" Karyawan Daddy suka ngerumpi juga ya"
" Sepertinya begitu. Tapi aku senang, mereka ngomongin soal yang baik-baik saja tentang kita. Karena kalau sempat mereka ngomong yang jelek tentang kamu, maka siap-siap kena pecat"
" Nggak boleh gitu. Masa mereka cuma ngomong jelek aja udah kena pecat"
" Harus. Karena tidak ada satupun yang boleh ngomong jelek tentang kamu"
" Siang Pa, nona" sapa Airin saat melihat pasutri itu melewati meja kerjanya.
" Siang juga nyonya Tomy"
Wajah Airin memerah karena malu mendengar ucapan istri Presdirnya. Ia tidak menyangka kalau istri Presdir akan bicara seperti itu.
" Eh ada buk Presdir " kata Tomy yang datang entah darimana.
" Tuh sayang. Kamu sih pake sebut nama dia segala. Jadi nongol kan dia" kata David.
" Nona manggil saya?"
" Jangan GR kamu. Istri saya hanya manggil Airin, bukan kamu"
" Tadi tuan bilang kalau nona manggil saya"
" Besok pas gajian pergi ke rumah sakit untuk periksa kuping kamu"
" Tuan, tumben telat datangnya"
" Suka-suka saya dong mau telat atau nggak. Ini kan kantor saya. Yuk sayang"
David menggandeng istrinya masuk kedalam ruangannya. Meninggalkan Tomy yang lagi kesal.
" Untung dia bos, kalau nggak udah gue lempar ke kandang buaya"
" Jangan gitu"
" Habisnya aku kesal sama dia"
" Presdir hanya becanda sama kamu"
" Iya honey. Itu makanya aku nggak jadi lempar dia ke kandang buaya"
" Kamu ngapain kesini?"
" Mau ngajak kamu makan siang"
__ADS_1
" Emang udah jam berapa sekarang?"
" Udah jam dua belas lewat lima menit"
Airin melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. Benar apa yang dikatakan Tomy, udah jam istirahat.
" Apa kita nggak ajak Pak Presdir sama istrinya?"
" Nggak usah, ntar mereka ganggu kita lagi"
Ya, Tomy masih kesal karena tuannya itu. Bisa-bisanya ia mengganggu acara romantisnya dengan sang pujaan hati.
" Yuk berangkat"
" Bentar, aku simpan kerjaan aku ke dalam file dulu"
" Ok"
Telepon di meja Airin berbunyi. Karena Airin lagi ada kerjaan, akhirnya Tomy yang menjawab teleponnya.
" Rin, tolong pesankan makan siang untuk saya dan istri saya. Dan juga untuk kamu, karena istri saya mau makan siang sama kamu"
Belum sempat Tomy menjawab, sambungan telepon sudah terputus.
" Sepertinya kita nggak jadi makan siang bareng "
" Lho kenapa?"
" Bos kamu itu, selalu saja mengganggu"
" Ganggu gimana?"
" Dia minta dipesankan makan siang untuk dia dan istrinya"
" Terus?"
" Nona Aluna ingin makan siang sama kamu"
" Benarkah?"
" Kok kamu kek senang gitu di ajak makan siang sama nona Aluna"
" Jelas dong. Dia itu istrinya Presdir. Dan lagi dia sangat cantik dan juga baik"
" Nggak jadi deh makan siang berdua"
" Kita bisa makan siang bareng lain waktu. Sekarang kita gabung sama Presdir dan istrinya"
" Ya deh"
Cup
Mata Tomy membulat sempurna saat satu kecupan mendarat di pipinya. Ia tidak menyangka bakal dapat kecupan dari sang pujaan hati.
" Biar kamu nggak ngambek lagi" kata Airin.
" Satu lagi dong. Ntar pipi aku berat sebelah"
" Emang bisa?"
" Bisa, karena yang satunya nggak dapat vitamin"
Airin pun mengecup pipi Tomy yang sebelah kiri. " Udah seimbang kan?"
" Udah dong"
" Aku pesan makanan dulu ya?"
" Emang kamu tau makanan yang mau dipesan nona Aluna"
" Nona Aluna kan lagi hamil. Dia pasti suka makanan yang asam-asam, maka aku pesankan dua makanan untuk dia. Untuk Presdir aku pesankan steak. Dan untuk kita, aku pesan soto. Gimana?"
" Boleh. Aku juga jarang makan soto "
" Ok. Aku pesan sekarang"
Airin pun memesan makanan dari aplikasi yang ada di ponselnya. Setelah itu mereka pergi ke ruangan Presdir. Karena mereka akan makan siang bareng.
To be continue.
Daddy yang suka jealous.
__ADS_1
Happy reading 😚😚