Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Bertemu klien


__ADS_3

Maya melemparkan gelas ke televisinya. Ia sangat emosi saat menyaksikan acara wawancara Aluna dengan David.


Aaarrgghh..


" Kenapa wanita bodoh itu selalu beruntung! kenapa?"


" Kamu kenapa lagi sih Maya. Setiap hari mengamuk. Apa kamu tidak memikirkan calon anak kita yang ada di dalam perut kamu itu"


" Coba kamu lihat itu. Kenapa bodoh itu bisa menikah dengan penerus keluarga Wesley"


" Siapa yang kamu maksud?"


" Aluna, siapa lagi"


" Aluna?"


" Iya, coba liat wajahnya yang sok cantik itu"


Daniel melihat ke arah televisi yang masih menyala. Benar saja, wanita yang pernah ia sakiti tampak tersenyum bahagia.


" Kamu itu kenapa selalu iri sama Aluna. Bukankah dulu kalian berdua bersahabat"


" Kenapa kamu bilang? karena aku nggak suka melihat dia bahagia"


" Kamu tau, kenapa hidup kita selalu susah?"


" Kenapa?"


" Karena kamu tidak pernah bersyukur dengan apa yang kamu punya sekarang"


" Apa maksud kamu?!"


" Berhentilah mengganggu hidup Aluna. Buanglah sifat iri yang ada dalam hati kamu. Dengan begitu, hidup kamu akan jauh lebih baik"


" Wah, coba liat siapa yang bicara ini. Kamu lupa, kalau dulu kamu juga pernah menyakiti dia. Dan sekarang kamu sok-sokan ngajarin aku"


" Aku sadar kalau dulu aku pernah menyakiti dan memanfaatkannya. Tapi setelah bertemu dengan dia terakhir kali di rumah sakit, aku sadar dengan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padanya. Aku pun ingin kamu berubah. Sebagai suami kamu, aku berhak untuk menasehati kamu. Karena kamu adalah istriku. Dan aku tidak ingin kamu jatuh kedalam dosa yang lebih besar lagi"


" Nggak usah sok ngajarin aku. Karena kamu dulunya sama bejatnya sama aku" kata Maya sambil berlalu pergi meninggalkan suaminya.


Maya membanting pintu kamarnya. Ia sengaja melakukan itu supaya suaminya tau kalau dia lagi kesal. Ia kesal karena suaminya itu sok mengajarinya. Padahal suaminya itu tidak jauh berbeda dengan dirinya.


Daniel menghela nafasnya. Ia tau istrinya akan bicara seperti itu. Tapi dia memang harus menasehati istrinya. Sebelum nanti dia menyesal.


...***...


Tomy sudah datang menjemput tuannya. Karena tadi tuannya telpon minta di jemput. Jadi di sini lha dia sekarang. Di depan hotel termewah di kota itu.


Ia segera turun dari mobil saat melihat tuannya keluar dari hotel. Tomy membukakan pintu mobil untuk tuannya.


" Makasih Tom"


Setelah tuannya duduk dengan baik, Tomy menutup kembali pintu mobilnya. Ia masuk kedalam mobil, kemudian melajukan mobilnya meninggalkan hotel itu.


" Apa konferensi pers nya berjalan dengan lancar tuan?"


" Alhamdulillah berjalan sesuai dengan yang diharapkan"


" Syukurlah. Maaf saya tidak sempat hadir untuk menyaksikan secara langsung acaranya"


" Nggak apa-apa Tom. Lagipula saya tau kalau kamu sedang mengurus perusahaan"


" Oh iya, bagaimana keadaan tuan Wilson?"


" Keadaan mertua saya sudah mulai membaik. Mungkin besok sudah boleh pulang"


" Syukurlah tuan. Saya ikut senang mendengarnya"


" Siapa yang akan datang dari perusahaan Angkasa?"


" Direkturnya langsung tuan"


" Baguslah. Saya malas kalau putrinya yang datang"

__ADS_1


Mereka pun sampai di perusahaan Wesley. Tomy meminta security untuk memarkirkan mobilnya. Sementara itu ia dan bosnya langsung masuk ke dalam kantor.


Para karyawan memberikan hormat pada David dan Tomy. Mereka semua menatap punggung Presdir tampan itu dengan sangat sedih. Ya mereka sempat menonton acara konferensi pers David tadi.


" Nggak nyangka Presdir udah punya istri"


" Iya. Mana istrinya cantik lagi"


" Betul, jauh banget ama kita-kita"


" Pantas aja Presdir nggak melirik kita"


" Gimana mau melirik kita, istrinya cantik kek gitu. Tapi Presdir sangat cocok dengan istrinya"


" Gue setuju sama Lo. Yang satunya tampan dan yang satunya lagi cantik"


" Benar banget"


Banyak lagi ucapan para karyawan itu. Tapi intinya mereka ikut senang karena Presdir mereka sudah menemukan tambatan hatinya. Mereka pun mendoakan semoga pernikahan Presdirnya langgeng sampai maut memisahkan.


David dan Tomy pun menghilang di dalam lift. Dua lelaki tampan itu langsung menuju lantai tiga puluh. Karena ruangan David berada di lantai tiga puluh.


Saat pintu lift terbuka, Ia langsung di sambut sama sekretarisnya. Dan ini pertama kali sekretarisnya itu menyambutnya di pintu lift.


" Ada apa Airin?"


" Direktur dari perusahaan Angkasa sudah datang Pak"


" Apa mereka sudah lama menunggunya?"


" Sekitar lima belas menit Pak"


" Sekarang dia ada dimana?"


" Diruang tunggu Pak"


" Bawa mereka keruangan saya"


Airin segera menuju ruang tunggu. Sedangkan David dan Tomy segera pergi keruangan Presiden direktur. Atau lebih tepatnya ruangan David.


David duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Begitu juga dengan Tomy. Karena mereka akan kedatangan klien, jadi biar enak ngobrolnya mereka duduk di sofa.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


Setelah terdengar sahutan dari bosnya. Airin membawa masuk direktur perusahaan Angkasa dan juga putrinya.


" Selamat datang tuan Harun"


" Terima kasih tuan David "


" Silakan duduk"


Mereka berempat pun duduk di sofa. Sedangkan Airin pergi ke pantry untuk membuatkan teh untuk bos dan juga tamu bosnya.


" Maaf sudah membuat anda menunggu " ucap David.


" It's ok tuan David. Saya tau anda sangat sibuk"


" Tapi saya tidak sesibuk tuan Harun"


" Tuan David bisa saja"


" Oh iya, perkenalkan ini putri saya Veronica"


Veronica mengulurkan tangannya berharap David menyambut uluran tangannya. Tapi harapannya sia-sia, karena David hanya mengatupkan tangannya. Dan itu sangat membuat dia kecewa dan juga malu.


Berani sekali lelaki ini mengabaikan ku.

__ADS_1


" Maaf nona, saya tidak terbiasa bersentuhan dengan orang lain"


Harun sangat tersinggung akan ucapan David tadi. Tapi ia tidak boleh menyinggung orang yang ada dihadapannya itu. Karena kalau ia sempat menyinggungnya maka perjanjian kerjasamanya akan batal.


" Maaf tuan dan nona tersinggung karena perlakuan saya tadi. Tapi saya tidak ada maksud untuk itu. Karena saya punya penyakit OCD, jadi saya tidak bisa sembarang bersentuhan dengan orang lain"


" Tidak tuan, seharusnya sayalah yang harus meminta maaf. Karena putri saya sudah lancang "


" Sudah lupakan. Saya hanya tidak ingin, tuan salah paham tentang saya. Makanya saya beritahu kenapa saya tidak menyambut uluran tangan putri anda"


" Iya tuan tidak apa-apa"


Harun merasa bersalah karena sempat berpikir kalau David sengaja melakukan itu. Tapi ternyata David memiliki penyakit yang langka. Dan ia sangat tau bagaimana orang yang punya penyakit OCD.


Airin datang dengan membawa nampan berisi empat cangkir teh dan juga camilan untuk bos dan tamunya. Ia menghidangkan teh dan camilan itu di atas meja yang ada di sana.


Tomy terus saja memandangi wajah cantik yang sedang menghidangkan teh dan camilan itu. Walaupun sedang menyajikan minuman, wanita itu tetap terlihat cantik.


Sungguh sempurna ciptaannya.


Setelah menghidangkan minum dan camilan. Airin pun pamit undur diri. Ia harus menyelesaikan pekerjaannya juga. Karena cukup Tomy saja yang menemani bosnya.


" Silakan di minum dan dicicipi kuenya tuan Harun dan nona Veronica"


Harun dan Veronica pun mencicipi kue yang sudah dihidangkan oleh sekretaris David tadi. Sesekali Veronica mencuri pandang pada lelaki tampan yang duduk di seberang sana.


David hanya cuek saja. Ia tau Veronica selalu mencuri pandang padanya. Ia tidak akan membiarkan calon bibit pelakor itu untuk menggodanya.


" Apa tuan David sudah punya kekasih?" tanya Veronica.


" Saya tidak mempunyai kekasih nona" jawab David.


Veronica tersenyum mendengar jawaban David. Itu tandanya ia mempunyai peluang untuk mendekati Presdir tampan itu.


" Tapi saya sudah mempunyai istri"


Duarr...


Lenyap sudah harapan dan cita-cita Veronica. Baru saja ia seperti melayang di awan sekarang dihempaskan ke bumi karena mendengar ucapan David barusan.


" Istri?"


" Ya. Apa nona tadi tidak menonton televisi?"


" Tidak. Memangnya kenapa?"


" Karena tadi pagi, seluruh stasiun televisi menyiarkan kabar gembira dari saya. Atau nona bisa lihat beritanya di internet"


Tanpa menunggu lama Veronica langsung mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya. Ia segera mencari berita terkini dan mulai membacanya.


Mata Veronica membulat sempurna kala melihat berita yang ada di ponselnya. Di berita itu di sebutkan kalau David sudah menikah. Dan di sana juga disertai foto David dan istrinya.


" Jadi benar anda sudah menikah?"


" Hhmm"


Hancur sudah harapannya ingin memiliki lelaki tampan itu. Tapi dia bukan tipikal wanita yang suka merebut milik orang lain. Karena itu tidak ada dalam kamusnya.


" Selamat ya tuan atas pernikahan anda"


" Terima kasih nona Veronica"


David merasa senang, karena Veronica tidak seperti wanita penggoda. Malahan wanita itu mengucapkan selamat untuknya.


" Baiklah, mari kita mulai pembahasan tentang kerjasamanya" kata David.


" Baik tuan"


Mereka pun mulai membahas tentang kerjasama yang akan mereka lakukan dan keuntungan apa yang akan diberikan perusahaan Angkasa untuk perusahaannya.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2