
David dan istrinya sudah sampai di butik langganan keluarganya. Kedatangan mereka berdua langsung di sambut sama pemilik butik. Mungkin sebelumnya sang mama sudah memberi tau pada pemilik butik.
" Selamat datang tuan dan nona muda"
" Apa mama yang memberi tau Tante, kalau kami akan kesini?"
" Iya, mari silakan masuk"
David menggandeng tangan istrinya masuk kedalam butik langganan keluarganya. Sampai di dalam butik. Pasutri itu langsung di suguhkan dengan berbagai macam model baju pengantin.
Aluna sangat takjub melihat model-model baju pengantin itu. Pasti butuh ketelitian untuk menjahit gaun pengantin itu.
" Silakan duduk"
Pasutri itu duduk di sofa yang sudah ada disana. Pemilik butik itu meminta salah satu karyawannya untuk membuatkan minuman untuk kedua tamunya.
" Apa ini istri kamu Vid?"
" Iya Tante. Sayang, kenalin ini Tante Merry"
" Hallo Tante, saya Aluna"
" Hallo Aluna. Kamu sangat cantik, pantas saja David klepek-klepek sama kamu"
" Terima kasih, Tante juga cantik"
" Oh iya Tante sudah pilihkan beberapa baju pengantin untuk kamu. Jadi nanti kamu tinggal coba"
" Baik Tante"
Merry meminta karyawannya yang satu lagi untuk membawakan baju pengantin yang sudah ia siapkan untuk Aluna.
Karyawan satu kembali dengan membawa nampan berisi tiga cangkir teh dan juga camilan. Ia menyajikan teh itu di atas meja yang ada di sana.
Setelah selesai menyajikan teh dan juga camilan. Karyawan itupun pamit undur diri. Ia akan melanjutkan kembali pekerjaannya.
" Tante denger dari mamanya David, katanya Aluna lagi hamil ya?"
" Iya Tante"
" Selamat ya"
" Makasih Tante"
" Udah berapa bulan usia kandungannya?"
" Baru mau jalan empat Minggu Tante"
" Masih baru ya. Harus hati-hati ya jaga calon anaknya. Karena di usia kehamilan segitu sangat rentan"
" Iya Tante. Aku akan selalu berhati-hati"
Karyawan yang di minta untuk mengambil baju pengantin tadi sudah kembali. Ia membawa beberapa baju pengantin untuk di coba sama Aluna.
" Nah ini beberapa baju yang akan kamu coba. Yuk sekarang ke ruang ganti"
Aluna mengikuti Merry dan juga karyawannya. David pun tak mau ketinggalan. Ia akan menemani istrinya, sekalian melihat seperti apa baju pengantin itu setelah di coba sang istri.
Sesampainya di ruang ganti, Aluna membawa satu baju pengantin. Ia masuk ke ruang ke salah satu ruangan yang ada di sana. Sedangkan David menunggu di luar.
" Pintar juga kamu pilih istri Vid"
" Iya dong Tante"
" Oh iya, apa OCD kamu masih sering kambuh?"
__ADS_1
" Sekarang sih udah jarang Tante. Karena aku nggak pernah bersentuhan dengan orang lain. Kecuali dengan keluarga dan istriku sendiri, Tante"
Pintu ruangan ganti pun terbuka, David langsung menoleh kearah pintu. Mata David tak berkedip kala melihat wanita cantik memakai gaun pengantin, berdiri di hadapannya.
" Kamu sangat cantik sayang dengan gaun pengantin itu"
Wajah Aluna merona kala mendengar pujian suaminya. Walaupun suaminya itu sering memujinya.Tapi kalau dipuji didepan orang lain, rasanya gimana gitu.
" Kalau wanitanya sudah cantik, jadi pake baju pengantin yang mana aja pasti cocok" puji Merry.
" Makasih Tante"
" Sama-sama sayang. Jadi gimana Vid, kamu suka sama gaun yang ini?"
David memandang dari atas sampai bawah, gaun pengantin itu. Gaunnya sangat cantik dan juga elegan. Dan yang paling penting, gaun itu tidak terbuka.
" Kalau aku sih nggak ada masalah sama gaunnya. Tapi yang mau memakainya kan istri aku, jadi dia yang akan menentukan. Karena aku tidak ingin kalau dia merasa nggak nyaman"
" Gimana Aluna, kamu nyaman nggak sama gaunnya"
" Nyaman Tante. Dan bahannya juga adem"
" Jadi pilihan kalian berdua?"
" Yang ini aja Tante" jawab Aluna.
" Baiklah, kita kita simpan yang ini ya"
Aluna dan karyawan Merry masuk kembali kedalam ruang ganti. Pelayan itu akan membantu Aluna untuk membuka resleting gaun itu.
Setelah selesai membuka gaunnya. Aluna dan karyawan itu keluar dari ruang ganti. Merry meminta karyawannya untuk menyimpan gaun pengantin yang sudah di pilih sama Aluna tadi. Setelah itu ia meminta karyawannya yang satu lagi untuk mengembalikan gaun yang lain kembali ke tempatnya.
" Sekarang giliran kamu Vid, cobain tuxedo nya"
David mengambil tuxedo yang sudah disiapkan Tante Merry untuknya. Ia membawa tuxedo itu ke ruang ganti untuk dia coba.
" Bagaimana sayang? udah cocok belum untuk membawa kamu naik keatas pelaminan?"
" Sudah"
David tersenyum mendengar ucapan istrinya. Setelah istrinya sudah bilang tampan, berarti ia tidak perlu memilih tuxedo yang lain. Ia kembali kedalam ruang ganti untuk membuka tuxedo yang ia pakai itu.
Ia menyerahkan tuxedo itu kembali ke Marry. Dan Merry meminta karyawannya untuk membawa tuxedo itu ke tempat gaun pengantin Aluna tadi.
Karena urusan mereka sudah selesai di butik itu. Dan lagi David dan Aluna masih ada kerjaan. Jadi mereka memutuskan untuk pamit. undur diri.
" Gaun sama tuxedo nya besok Tante antar ya "
" Ok Tante. Sekarang kita pamit dulu ya Tante"
" Iya, hati-hati di jalan"
" Siap Tante"
David mengambil mobilnya di parkiran. Sedangkan Aluna menunggu di depan pintu masuk butik.
Aluna masuk kedalam mobil saat mobil milik suaminya berhenti di depannya. Setelah istrinya masuk, David melajukan mobilnya meninggalkan butik itu.
" Kita ke kantor driver gojek itu ya Dad?"
" Iya sayang"
David membelokkan mobilnya ke perusahaan gojek. Ya hari ini ia akan menemani istrinya mencari tau, siapa driver gojek itu sebenarnya. Apakah dia benar-benar papa kandungnya Leo, atau hanya sekedar mirip saja.
...***...
__ADS_1
Mereka pun sampai di perusahaan gojek. Setelah memarkirkan mobilnya, David dan istrinya masuk kedalam kantor gojek itu.
" Siang tuan dan nona, ada yang bisa kami bantu?"
" Saya ingin bertemu dengan direktur kalian"
" Apa tuan sudah punya janji?"
" Sudah"
" Mari saya antar keruangan Pak direktur"
David dan Aluna mengikuti karyawan resepsionis. Kantor itu tidak terlalu besar. Mereka pun sampai di depan pintu ruangan direktur perusahaan gojek.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk"
" Permisi Pak. Ada tamu ingin bertemu dengan Bapak"
" Persilakan masuk"
" Mari tuan, nona, masuk kedalam"
David dan Aluna masuk kedalam ruangan itu. Sedangkan karyawan resepsionis itu kembali ke meja kerjanya.
" Selamat siang tuan dan nona. Silakan duduk"
David dan Aluna duduk di sofa yang ada di sana.
" Ada keperluan apa tuan David datang ke kantor kecil saya ini?"
" Begini Pak, saya ingin tau alamat rumah bapak yang mengantarkan paket saya kemarin"
" Maaf sebelumnya, bisa saya lihat bukti transaksinya tuan?"
David mengambil ponselnya dan melihatkan bukti transaksi dirinya dan driver gojek itu.
" Oh ini Pak Ramdan. Apa karyawan saya ini melakukan kesalahan tuan?"
" Tidak Pak. Kami hanya ingin memastikan sesuatu. Dan alamat orang ini sangat penting untuk saya dan istri saya"
" Sebentar, saya akan tuliskan alamatnya "
Direktur itu menuliskan alamat tempat tinggal karyawannya. Kemudian ia memberikan pada David.
" Terima kasih tuan atas bantuannya"
" Sama-sama tuan "
" Kalau begitu kami permisi dulu. Maaf telah mengganggu waktu kerjanya"
" Nggak apa-apa tuan. Saya senang bisa membantu tuan dan juga nona"
" Sekali lagi terima kasih Pak. Kami permisi dulu"
" Baik tuan, silakan"
David dan istrinya keluar dari ruangan itu. Karena mereka sudah dapat alamat Bapak driver gojek itu. Setelah dari sini mereka langsung menuju alamat Bapak Ramdan.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚