
Setelah memberikan wejangan untuk manten baru itu. Garry pun pamit pulang. Sedangkan Wilson pergi ke kantornya, karena ada pekerjaan yang penting yang harus ia kerjakan.
" Baby, kamar kamu di mana?"
" Om mau ngapain?"
" Sekarang saya ini suami kamu. Jadi jangan panggil Om lagi"
" Terus panggil apa dong?"
" Sayang, honey, hubby, atau Mas"
" Kalau aku nggak mau?"
" Dosa. Apa kamu lupa, apa yang dibilang papa tadi?"
Aluna mengingat wejangan yang diberikan papanya beberapa menit yang lalu. " Ya udah, aku panggil Mas aja"
" Nggak ikhlas manggilnya"
" Ikhlas"
" Coba panggil lagi"
" M-mas"
" Nggak usah gugup gitu juga manggilnya" kata David sambil mengecup bibir Aluna sekilas.
" Om"
" Manggil om lagi, dosa tanggung sendiri"
" M-mas"
" Kenapa manggil terus, mau kasih hak aku"
Mendengar kata 'Hak' Aluna segera berlari ke atas menuju kamarnya. David mengekor di belakang.
David takjub melihat dekorasi kamar istrinya. Kamar yang di dominasi warna biru langit dan juga putih. Kamar itu juga terlihat sangat rapi dan tentunya bersih.
Foto Aluna juga banyak, mulai dari dia bayi, foto saat bersama kedua orang tuanya dan foto Aluna dewasa tertata rapi di dinding. Di foto itu terlihat banget wajah bahagia istrinya.
" Ntar kalau foto nikah kita udah siap di cetak, kita gantung di sini ya?" kata David.
" Hhmm"
" Kamar mandinya di mana baby?"
" Itu di sebelah kiri Om. Eh, Mas maksudnya"
David berjalan menuju kamar mandi. Ia ingin membersihkan dirinya. Karena tubuhnya udah lengket karena keringat.
Setelah tubuh suaminya menghilang kedalam kamar mandi. Aluna membersihkan make up nya. Ia tidak suka memakai make up yang seperti tadi.
Ia menatap dirinya melalui pantulan cermin. Ia tidak menyangka sekarang menjadi istri seorang lelaki yang tidak sengaja ia temui waktu di club. Dan mengharuskan dia harus bertanggung jawab dengan lelaki itu. Padahal kan sebaliknya, wanitalah yang harus minta pertanggungjawaban. Eh ini malah laki-laki.
Aluna memang tidak ingat kejadian waktu dia tidur dengan David. Karena waktu itu dia sangat mabuk dan ia pun memperkosa lelaki tampan itu.
Aluna menoleh kala mendengar bunyi pintu kamar mandi terbuka. Itu menandakan, kalau suaminya sudah selesai mandi.
David dengan santainya keluar dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya. Tubuhnya yang atletis terpampang nyata di depan mata. Di tambah lagi roti sobek yang menggoda iman.
Aluna menelan saliva-nya. Ia tidak menyangka kalau suaminya memiliki postur tubuh yang sangat sempurna di matanya.
Oh God, jika body-nya kek gini bisa-bisa gue khilaf. Terus terjadilah hal yang mengenakkan.
David tersenyum melihat ekspresi istrinya. Ia pun berjalan menghampiri istrinya.
" Aku nggak nyangka kamu mesum juga. Baru liat body aku aja kamu udah ngeces kek gitu" bisik David di telinga istrinya.
__ADS_1
Aluna tersadar. Ia terhenyak karena melihat suaminya sudah berada di depannya. Sejak kapan suaminya itu berada di sana.
" Lap ilernya tu"
Refleks Aluna mengusap sudut bibirnya. Ia tidak merasakan apa-apa. Dia pun menatap tajam suaminya itu. " Om ngerjain ak--"
cup.
Aluna tidak bisa melanjutkan ucapannya karena David keburu membungkam mulut dengan bibirnya.
" Panggil Om lagi, aku cium lagi"
" O--" Aluna segara menutup mulutnya. Ia takut David akan menciumnya lagi.
" Kenapa nggak di lanjutin"
" Nggak apa-apa. Aku mau mandi dulu" kata Aluna beranjak dari duduknya.
" Eits,, main pergi aja" kata David sambil menahan tangan Aluna.
" Apaan sih Mas. Aku mau mandi"
" Cium dulu"
" Lama-lama kamu kek bebek tau nggak?"
" Bebek?"
" Iya. Suka nyosor" kata Aluna sambil berlari ke kamar mandi.
" Dasar gadis nakal. Awas kamu ya"
Aluna tidak mendengarkan ancaman David. Ia segera mengunci pintu kamar mandi. Karena ia takut nanti tiba-tiba suaminya menyusul dan masuk kedalam kamar mandi.
David tersenyum melihat tingkah istrinya. Setelah mendengar bunyi gemericik air dari arah kamar mandi, David mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Tomy.
" Hallo " terdengar nada kesal dari seberang sana.
" Emang bos udah sah nikahnya?"
" Sudah dong. Kamu sih nggak bisa datang, jadi nggak bisa melihat seberapa kerennya saat saat mengucapkan ijab kabul"
" Ck,, gimana mau datang, kalau dikasih pekerjaan sebegitu banyak"
" Oh, jadi kamu nggak ikhlas kerjanya. Mau berhenti?"
" E-enggak. Bos mah gitu nggak bisa di ajak bercanda"
" Saya lagi nggak mood bercanda"
" Masa baru jadi manten udah nggak mood bos"
" Iya, makanya kamu jangan tambah saya bad mood. Jangan lupa nanti bawa koper saya"
" Siap bos"
Panggilan pun berakhir. David meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. Ia membaringkan tubuhnya dengan handuk masih setia melilit di pinggangnya.
Aluna merutuki dirinya yang bodoh. Bisa-bisanya dia lupa membawa handuk. Ia bingung harus bagaimana. Kalau minta ambilkan sama suaminya, sudah pasti nanti suaminya itu meminta hanya.
Sudah cukup lama Aluna berada di kamar mandi. David pun mulai cemas. Ia bangkit dari tidurnya, kemudian menyusul Aluna ke kamar mandi.
Tok..
Tok..
Tok..
" Baby"
__ADS_1
" I-iya Mas"
" Kamu mandi apa bertelur sih? "
" Emang aku ayam"
" Buruan keluar, ntar masuk angin lama-lama di kamar mandi"
" A-aku lupa bawa handuk"
" Kenapa nggak bilang "
" Kan udah bilang"
" Maksud saya kenapa nggak bilang daritadi? tunggu, saya ambilkan dulu handuknya"
David mengambil handuk yang ada di dalam lemari. Setelah itu ia memberikan handuk itu pada istri.
" Buka pintunya"
Aluna membuka sedikit pintunya. " Sini handuknya"
" Takut amat kalau diintip" kata David sambil memberikan handuk ke tangannya sang istri.
Setelah mendapatkan handuk. Aluna menutup kembali pintu kamar mandi, tak lupa ia mengunci pintu. Karena suami mesumnya masih ada di depan pintu kamar mandi.
Tak berselang lama Aluna ke luar dengan memakai pakaian santai. " Mas masih di sini?"
" Ya, mana tau kamu pingsan di kamar mandi"
" Alasan! bilang aja mau ngintip"
" Nggak boleh suudzon sama suami sendiri. Kalau pun aku ngintip kamu, juga nggak akan dosa"
Aluna melihat suaminya masih memakai handuk. " Mas kok masih pakai handuk?"
" Aku lupa bawa pakaian"
" Terus mau sampai kapan pakai handuk kek gitu?"
" Sampai Tomy datang"
" Emang Mas udah kasih tau Tomy?"
" Udah baby. Mungkin bentar lagi dia datang"
Aluna kasihan melihat suaminya. Pasti suaminya sekarang kedinginan. " Menjelang Tomy datang, mending Mas tidur dulu"
" Temenin?"
" Huh?"
" Aku maunya ditemenin sama kamu?"
" Manja banget sih"
" Apa salahnya manja sama istri sendiri"
" Ya udah aku temenin. Tapi cuma tidur aja ya?"
" Hhhmm"
David senang karena istrinya tidak menolak permintaannya. Ternyata wejangan dari papa dan papa mertuanya tadi berguna juga. Tanpa membuang waktu, David segera berbaring di atas kasur empuk itu. Diikuti sama Aluna.
To be continue.
Mana nih dukungannya untuk Om tampan.
__ADS_1
Happy reading 😚😚