
Pak Penghulu sudah berada di ruang tamu yang sudah di sulap sebagai tempat akad nikah nanti. Sang mempelai pria dan juga para saksi sudah duduk di tempat akad nikah.
Wilson tidak menyangka akan menikahkan putrinya dengan cara sederhana seperti ini. Ia tidak mengerti kenapa putrinya tidak ingin diadakan pesta besar-besaran. Padahal impian setiap wanita pasti ingin pesta pernikahan yang sangat megah.
" Bik, Aluna mana?"
" Sebentar lagi non Aluna turun Den"
Benar saja, tidak berapa lama terdengar langkah kaki dari arah tangga. David segera menoleh ke arah suara langkah kaki itu. Ia terpesona saat melihat gadisnya turun dari tangga dengan memakai kebaya berwarna putih.
Mata David tidak berkedip melihat kecantikan Aluna saat ini. Apalagi sekarang Aluna memakai make up. Jadi dia terlihat tambah cantik.
Kenapa dia terlihat begitu cantik.
Sama halnya dengan David, Aluna juga terpesona melihat David yang terlihat sangat tampan dengan memakai jas berwarna navy itu. Tapi beberapa menit kemudian, matanya tertuju pada sosok yang ada di seberang David.
" Papa"
Wilson bangkit dari duduknya. Ia berjalan menghampiri putrinya yang terlihat cantik dengan memakai kebaya berwarna putih itu.
" Putri papa sangat cantik"
Aluna tidak menjawab pertanyaan papanya. Ia langsung memeluk sang papa. Wilson membalas pelukan putri semata wayangnya itu.
" Papa datang?"
" Tentu saja papa datang sayang. Karena papa yang akan menikahkan kamu "
" Aluna pikir papa nggak akan datang dan juga tidak merestui pernikahan Aluna"
Wilson tersenyum mendengar ucapan putrinya itu. Ia membelai kepala sang putri. " Nggak mungkin papa nggak datang ke acara pernikahan putri papa sendiri"
David terharu melihat pemandangan yang ada didepannya. Terlihat sangat jelas kalau calon papa mertuanya sangat menyayangi Aluna. Tapi ia juga bingung, kenapa calon mertuanya itu tidak membawa Aluna tinggal dengannya. Ia harus tanyakan nanti pada calon mertuanya itu.
Wilson berjalan sambil menggandeng tangan putrinya. Ia membimbing Aluna untuk duduk di samping calon suaminya.
Aluna merasa gugup saat berada didekat calon suaminya. Padahal kemarin-kemarin ia tidak segugup ini saat berada di dekat lelaki tampan itu.
Wilson memakaikan selendang ke kepala Aluna dan juga David. Karena akad nikahnya akan segera di mulai.
" Bisa kita mulai?" tanya Pak penghulu.
__ADS_1
" Bisa Pak"
Wilson mengulurkan tangannya. David pun menyambut uluran tangan calon papa mertua yang beberapa menit lagi akan berubah status menjadi papa mertuanya.
" Saya nikahkan engkau ananda David Jude Wesley bin Garry Jude Wesley dengan putri kandung saya Aluna Adelia Wilson binti Adrian Wilson dengan mas kawin satu set perhiasan di bayar tunai"
" Saya terima nikah dan kawinnya Aluna Adelia Wilson binti Adrian Wilson dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"
" Bagaimana saksi, Sah?" tanya Penghulu.
" Sah" jawab Garry dan juga Bik Ijah.
" Alhamdulillah. Sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suami istri baik secara agama maupun negara"
Aluna menitikkan air matanya. Ia terharu dan juga bahagia. Sekarang statusnya sekarang sudah berubah menjadi seorang istri. Ia tidak tau bagaimana nasibnya ke depannya. Tapi ia berharap pernikahannya akan baik-baik saja, walaupun ia belum bisa mencintai suaminya.
" Terima kasih Pak" ucap David.
" Sekarang serahkan mahar pada istri Anda"
David mengambil kotak beludru bewarna merah itu. Ia memberikannya pada Aluna yang sudah sah menjadi istrinya. Aluna menerima mahar dari suaminya, kemudian ia mencium tangan sang suami. Ada rasa hangat yang menyelimuti hati David kala Aluna mencium tangannya. Ia pun membalas dengan mengecup kening sang istri.
Karena akad nikahnya sudah selesai Pak Penghulu pun pamit undur diri. Sekarang tinggallah pasutri, papa dan papa mertua yang ada di ruangan itu.
" Saya tidak menyangka kita akan jadi besanan juga. Tapi saya tidak pernah berpikir kalau Aluna yang akan menjadi mantu saya. Kenapa anda tidak pernah bilang kalau punya putri secantik ini?" kata Garry.
" Karena dia sangat berharga bagi saya. Bukankah batu berlian yang paling indah juga di dapat jauh di dalam tanah?"
" Anda benar sekali. Pantas saja putra saya ngotot mau menikahi putri anda"
Mereka pun tertawa mendengar ucapan papa David. Emang benar apa yang di katakan papanya. Kalau Aluna memang cantik.
" Kamu harus segera membawa menantu papa ke mansion" kata Garry.
" Iya Pa, Lusa kita akan ke mansion"
" Kalau David jahat sama kamu bilang sama papa ya Nak. Biar nanti papa yang kasih hukuman untuk dia" pesan Garry pada mantunya.
" Siap Pa "
" Aku nggak akan pernah jahat sama istri aku Pa"
__ADS_1
" Ya siapa tau. Pokoknya kalau kamu berani menyakiti mantu papa, kamu akan tanggung akibatnya"
" Iya Pa"
Aluna bahagia mempunyai mertua sebaik papa David. Tapi Ia tidak tau mama David akan baik seperti papanya atau tidak. Ia berharap mama David akan menerimanya seperti papa Garry.
" Papa harap kalian berdua bisa menyelesaikan masalah yang terjadi dalam rumah tangga kalian nanti. Jangan biarkan masalah berlarut-larut. Papa tau, papa tidak bisa memberikan contoh bagaimana berumah tangga yang baik, karena papa pernah pernah gagal. Papa harap rumah tangga kalian selalu baik-baik saja. Dan untuk Aluna, sebagai istri kamu harus patuh pada perintah suami kamu. Layani suami dengan baik. Kalau suami melakukan kesalahan tegur dengan baik, karena adakalanya suami juga pernah melakukan kesalahan. Intinya kalian berdua harus bisa menyikapi setiap masalah dengan kepala dingin"
" Baik Pa. Aluna akan selalu ingat pesan dan nasehat papa"
Wilson memeluk putrinya. Aluna membalas pelukan papanya. Walaupun putrinya sudah menikah, ia tidak akan lepas tanggung jawabnya sebagai orang tua.
" Pa jangan lama-lama dong peluk istri aku" kata David.
" Ck,, baru jadi suami beberapa menit, kamu udah posesif banget sama putri papa"
" Harus dong Pa, istri aku kan cantik. Jadi aku harus posesif sama dia. Karena diluar sana banyak yang mengincar istri cantik saya ini" kata David sambil melirik Aluna.
" Sekarang kalian akan tinggal dimana?" tanya Garry.
" Sementara ini kami tinggal di rumah ini dulu Pa" jawab David.
" Kamu harus secepatnya menyiapkan rumah untuk mantu papa. Dan kamu juga harus menyiapkan kartu debit khusus untuk mantu papa"
" Siap Pa. Nanti aku akan siapkan semua kebutuhan istri aku"
" Bagus. Karena Aluna sudah menjadi tanggung jawab kamu. Perlakukan istri kamu dengan baik. Kamu harus memprioritaskan istri dibandingkan pekerjaan kamu"
" Siap Pa"
" Kalau David pulang malam satu sampai dua kali kamu maafkan dia ya mantu. Tapi kalau tiap malam dia pulang malam, kamu suruh dia tidur di gudang"
" Oke Pa" jawab Aluna antusias.
" Senang banget kamu saat papa ngomong aku tidur di gudang"
" Senang dong"
Wilson dan Garry ikut senang dan bahagia melihat pasutri itu. Mereka sebagai orang tua berharap pernikahan mereka akan langgeng dan baik-baik saja sampai maut memisahkan mereka.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚