
Selesai makan malam, David dan Aluna bersantai di ruang televisi. Mereka berdua sedang menonton Drakor. Lebih tepatnya Ia menemani istrinya menonton.
" Baby"
" Hhmm"
" Weekend besok papa minta kita datang ke mansion"
" Oh iya, kita belum pernah berkunjung ke sana. Baiklah weekend besok kita pergi. Aku juga belum pernah ketemu sama mamanya Daddy"
" Nanti aku kenalin sama mama"
" Apa mama Daddy mau menerima aku sebagai menantunya?"
" Tentu saja terima" jawab David. Ia tidak boleh mengatakan kalau mamanya tidak menerima sang istri.
" Kalau pun mama Daddy nggak menerima aku sebagai menantunya nanti. Aku akan berusaha supaya mama mau menerima aku sebagai menantunya"
David tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ia tau kalau istrinya itu wanita yang kuat dan juga tegar. " Aku akan selalu bersama kamu apapun yang akan terjadi nanti
" Aku tau, kan Daddy cinta mati sama aku" kata Aluna dengan bangga nya.
" Ya, aku memang cinta mati sama kamu" kata David sambil menggendong sang istri ala bridal style.
Aaaaakk...
" Daddy "
" Pegangan kalau nggak mau jatuh"
Karena takut jatuh, Aluna segera mengalungkan tangannya ke leher sang suami. Sekarang Aluna seperti bayi koala. David menggendong sang istri sampai ke kamar mereka.
Ia membaringkan sang istri dengan hati-hati di atas kasur empuk itu. Ia menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.
" Olahraga malam yuk?"
" Nggak mau" tolak Aluna.
" Nolak ajakan suami dosa lho "
" Daddy melakukannya nggak cukup sekali"
" Sekali mana cukup baby"
" Tubuh aku tu seakan remuk jadinya"
" Tapi kamu menikmatinya kan?"
" E-enggak"
" Jangan bohong, ntar hidungnya panjang lho"
Aluna refleks memegang hidungnya kala mendengar ucapan suaminya itu. David tersenyum melihat tingkah menggemaskan sang istri.
" Aku tau kamu belum sepenuhnya memberikan hati kamu untukku"
Aluna menatap lelaki tampan yang sekarang sudah menjadi suaminya itu. " Maksud daddy?"
" Kamu melakukan itu hanya karena kewajiban kamu sebagai istri aku"
Deg.
" Daddy"
" Aku ingin melakukannya dengan rasa cinta, bukan karena kewajiban"
" A-aku"
" Mari kita mulai dengan pacaran dulu"
" Tapi kita kan sudah menikah. Jadi untuk apalagi kita pacaran?"
" Kalau kita pacaran setelah menikah. Supaya kita bisa mengenal satu sama lain "
" Apa Daddy sudah mencintai aku?"
" Sudah"
__ADS_1
" Sejak kapan?"
" Sejak aku memilih kamu sebagai istriku "
" Maaf" ucap Aluna tiba-tiba.
" Maaf untuk apa?"
" Karena belum bisa mencintai Daddy"
" Tidak apa-apa. Aku akan berusaha membuat kamu cinta sama aku"
" Kalau seandainya aku tidak juga bisa mencintai daddy. Apa daddy akan mencerminkan aku?"
" Kalau itu bisa membuat kamu bahagia akan aku lakukan. Karena kebahagiaan kamu lebih penting dari segala" jawab David sambil tersenyum pada sang istri.
" Itu nggak alasan daddy ajakan?"
" Aku akan berusaha membuka hati aku untuk Daddy"
" Aku akan menunggu. Sekarang kita tidur, karena sudah malam"
" Hhmm"
David mematikan lampu kamarnya dan menggantinya dengan lampu tidur. Setelah itu ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dengan sang istri.
Ia membawa istrinya ke dalam pelukannya.
" Selamat tidur baby" ucap David sambil mengecup kening sang istri.
" Selamat tidur juga daddy"
Mereka pun mulai memejamkan mata. Tidak butuh waktu lama David terlelap. Sedangkan Aluna masih belum bisa tidur. Ucapan suaminya masih terngiang-ngiang di telinganya.
Suaminya rela menceraikannya asalkan dirinya bahagia. Apa sebesar itu kah rasa cinta suaminya kepada dirinya. Tapi kenapa harus melepaskan?.
Aku akan belajar mencintai Daddy.
Aluna mengecup pipi suaminya. Setelah ia membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Rasanya begitu nyaman berada dipelukkan lelaki tampan itu. Tak berselang lama ia pun sudah berada di alam mimpi.
Aluna bangun lebih dulu dari suaminya. Ia menatap wajah tampan sang suami. Ia baru tau kalau suaminya itu sangat tampan. Rahang yang begitu tegas, hidung yang mancung, dan bulu mata yang tebal. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.
Entah punya keberanian darimana, ia mengecup bibir suaminya. Setelah beberapa detik ia pun tersadar. Ia segera menjauhkan wajahnya.
Oh my God, apa yang sudah aku lakukan.
Aluna menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka akan mencium bibir suaminya sendiri. Untung saja suaminya masih terlelap. Sungguh ia sangat malu.
Ia segera bangkit dari tidurnya. Dan berlari menuju kamar mandi, sebelum suaminya itu terbangun dan memergoki dirinya yang mencuri ciuman saat suaminya sedang terlelap.
David membuka matanya. Sebenarnya dia sudah bangun dari tadi, saat Aluna mengelus wajahnya. Karena tidak ingin mengganggu istrinya, ia pun berpura-pura tidur. Tapi sungguh diluar dugaan, sang istri justru menciumnya.
" Berani ciumnya saat aku tertidur, awas kamu nanti ya"
David bangun dari tidurnya. Ia berjalan menuju balkon. Ia ingin menghirup udara pagi dari sana. Tak lupa ia membuka jendela, supaya udara segar masuk ke dalam kamarnya.
Ia berdiri menikmati pemandangan yang ada di belakang rumah. Ia baru tau kalau pemandangan di belakang rumah sangat indah. Ternyata mertuanya sangat pintar memilih lokasi.
Aluna baru keluar dari kamar mandi. Ia sudah selesai membersihkan dirinya. Saat melihat ke ranjang, ia tidak mendapati suaminya di sana.
" Kemana dia?"
Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar. Aluna menangkap sosok lelaki tampan yang sangat ia kenal sedang berjemur di balkon.
" Daddy"
David yang mendengar suara yang sangat ia kenal segera menoleh. Ia tersenyum menatap istrinya yang sedang berjalan kearahnya
" Daddy nggak ke kantor?"
" Ke kantor "
" Terus kenapa masih di sini. Buruan mandi, ntar telat"
" Sebentar lagi baby. Lagian kalau aku telat nggak akan ada yang marah. Karena aku pemilik perusahaan "
" Walaupun daddy yang punya perusahaannya. Tapi daddy harus memberikan contoh yang baik untuk karyawan Daddy"
__ADS_1
" Iya, bawel banget sih" kata David sambil mengecup bibir istrinya.
" Daddy kebiasaan, main nyosor "
" Morning kiss, baby"
" Ya udah buruan mandi sana!"
" Iya. Oh iya hari ini kamu pergi ke kampus?"
" Hhmm"
" Aku antar ya?"
" Ya Dad"
Setelah mendapatkan jawaban dari sang istri. David pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Aluna membereskan tempat tidur.
Selesai membereskan tempat tidur. Ia mengambil baju kantor untuk suami tampannya. Ia membuka lemari dan mencari baju yang cocok untuk suaminya.
Pilihan Aluna jatuh pada jas yang berwarna merah maroon. Ia tersenyum kala membayangkan akan setampan apa nanti suaminya pakai jas merah maroon ini.
Ia meletakkan jas dan kemeja suaminya di atas tempat tidur. Tak lupa ia meletakkan dasi untuk penunjang penampilan sang suami. Setelah itu ia pergi ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
" Pagi Bik"
" Pagi non"
" Masak apa Bik?"
" Cuma nasi goreng non, soalnya bahan masakan udah habis. Bibik juga belum sempat belanja"
" Astaga, Aluna juga lupa kasih uang belanjanya sama bibik. Ntar Aluna ambil dulu ya Bik"
Aluna kembali ke kamarnya untuk mengambil uang untuk belanja bahan masakan. Kenapa ia bisa lupa memberikan uang belanja pada bibik, padahal sebelumnya ia tidak pernah lupa.
Sesampainya di kamar, Aluna melihat suaminya sudah berpakaian rapi. Ia menghampiri suaminya untuk memasang dasi. Karena ia ingin melayani suaminya dengan baik.
" Sini Dad, aku pasangin dasinya"
Dengan senang hati David memberikan dasi pada istrinya. Kapan lagi dimanja seperti ini sama istri.
" Selesai "
" Makasih sayang"
" Sama-sama Daddy. Yuk turun, kita sarapan bersama"
" Hhmm"
Aluna mengambil tasnya dan juga tas kerja sang suami. Mereka berjalan bergandengan tangan menuruni anak tangga.
" Pagi Bik" sapa David.
" Pagi Den "
" Bibik masak apa hari ini?"
" Ini Den, nasi goreng. Mau masak yang lain belum sempat"
" Astagfirullah! maaf ya sayang, aku lupa kasih uang belanja sama kamu"
" Nggak apa-apa Dad"
David mengambil dompetnya dan mengeluarkan dua kartu debit dari sana.
" Ini uang untuk belanja bulanan dan juga untuk kebutuhan rumah lainnya. Termasuk kasih uang gaji untuk bibik. Dan yang ini untuk belanja keperluan kamu" kata David sambil menyerahkan black card dan juga kartu berwarna gold.
Aluna kaget melihat dua kartu sakti mandraguna yang ada di depan matanya itu. Ia tau betul kartu itu. Ia tidak menyangka suaminya akan memberikan dua kartu sakti itu. Ia tidak tau sekaya apa suaminya itu.
To be continue.
Mana nih dukungannya untuk Om tampan.
Happy reading 😚😚
__ADS_1