Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Persiapan untuk lamaran


__ADS_3

Setelah dari rumah sakit, Tomy Tomy merasa apa yang dikatakan tuannya benar. Ia harus segera melamar Airin. Karena kalau tidak, ia bisa kehilangan wanita cantik dan juga baik itu. Ia memutar mobilnya ke salah satu restoran terkenal di kota itu.


Tibalah ia di restoran pinggir pantai. Setelah memarkirkan mobilnya, ia langsung masuk ke dalam restoran mewah itu.


" Selamat datang tuan"


" Apa manager kalian ada?"


" Ada tuan "


" Bisa panggilkan sebentar?"


" Bisa tuan. Silakan duduk dulu"


Tomy duduk di kursi yang ada di sana. Sementara itu pelayan restoran itu memanggil manager nya.


" Permisi, apa tuan mencari saya"


" Hhhmm"


" Tuan Tomy. Ada yang bisa saya bantu tuan?"


" Saya ingin kalian menyiapkan makan malam yang romantis untuk saya. Dan saya ingin view nya pemandangan laut. Apa bisa?"


" Bisa tuan. Acaranya untuk kapan?"


" Nanti malam"


" Baik tuan, nanti saya siapkan"


Tomy memang sengaja tidak membooking restoran itu. Karena ia ingin Airin nanti acara lamarannya gagal karena calonnya tau bakal dilamar. Kan nggak lucu.


" Karena urusan saya sudah selesai, saya permisi dulu"


" Silakan tuan"


Manager itu mengantarkan Tomy sampai ke depan pintu. Walaupun Tomy sudah bilang nggak usah antar, tapi tetap aja manager itu mengantarkannya sampai ke pintu.


Tomy melajukan mobilnya menuju salah satu toko perhiasan terbesar dan juga terkenal di kota itu. Ia akan membeli cincin untuk melamar kekasihnya nanti.


Ia membayangkan bagaimana reaksi Airin saat ia melamarnya nanti. Tomy pun tersenyum membayangkannya. Pasti Airin terlihat menggemaskan.


Ia pun sampai di toko perhiasan terbesar di kota itu. Tanpa menunggu lama, ia pin segera masuk kedalam toko itu.


" Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?"


" Saya mau cari cincin untuk tunangan"


" Oh ada tuan, dan kami punya banyak pilihan"


" Boleh saya liat"


Karyawan itu langsung mengambil beberapa koleksi cincin tunangan yang mahal dan juga bagus yang ada di toko itu.


" Silakan pilih tuan. Ini koleksi terbagus dari toko kami"


Tomy melihat sepasang cincin yang ada di depannya. Cincin itu sangat bagus dan juga berkilau. Ia dapat membayangkan bagaimana cantiknya Airin nanti memakai salah satu cincin itu.


" Saya pilih yang ini"


" Tuan mempunyai selera yang bagus"


" Tentu saja "


Pelayan itu langsung membungkus cincin pesanan Tomy. Tak lupa mereka memberikan pita pada kotak cincin itu.


Tomy menyerahkan kartu sakti miliknya pada karyawan toko itu. Karyawan toko itu langsung menggesek kartu yang diberikan Tomy padanya.

__ADS_1


" Terima kasih tuan sudah belanja di toko kami" ucap karyawan itu sambil memberikan kartu sakti milik Tomy.


" Sama-sama Mbak"


Setelah membayar cincinnya. Tomy pun pergi meninggalkan toko perhiasan itu. Ia akan kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda tadi.


...***...


David sangat senang karena istrinya baik-baik saja. Jujur ia sangat khawatir saat papanya bilang kalau sang istri muntah-muntah. Karena tidak ingin terjadi sesuatu pada istri dan calon bayinya, ia pun segera ke rumah sakit.


" Daddy nggak balik ke kantor?"


" Nggak sayang"


" Kenapa?"


" Karena aku mau nemenin kamu"


" Aku baik-baik aja. Dan lagi aku di sini nggak sendirian. Ada mama sama papa"


" Walaupun ada mama sama papa, tapi tetap aja aku nggak tenang ninggalin kamu"


" Aluna benar Vid, kamu harus balik ke kantor"


" Nggak Ma. Lagian di kantor sudah ada Tomy sama Airin"


" Kamu nggak boleh menyerahkan semua kerjaan kamu pada Tomy"


" Cuma hari ini kok Ma, besok nggak lagi"


Divya menggelengkan kepalanya. Dulu sebelum menikah, putranya itu sangat penggila kerja. Bahkan ia jarang ada waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Tapi setelah menikah, ia seperti enggan untuk bekerja. Karena ingin selalu di samping sang istri.


David merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ada di sana. Baru saja matanya mau terpejam, tiba-tiba ia teringat akan percakapannya dengan Tomy tadi saat di kantor. Ia segera bangkit dari tidurnya.


" Kamu mau kemana?" tanya sang mama.


" Kamu pikir istri kamu itu barang, pake dititipkan segala"


David tidak mendengarkan ucapan sang mama. Ia terus berjalan menuju pintu. Ia harus segera mencari tempat untuk dinner romantisnya dengan sang istri. Sekaligus ia akan melamar istrinya.


Ia teringat akan restoran yang ada di pinggir pantai. Restoran itu sangat terkenal dan juga banyak dijadikan referensi untuk acara lamaran romantis juga.


David melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah sakit. Ia melajukan mobilnya menuju restoran yang ada di pinggir pantai.


Sepanjang jalan ia selalu berdoa semoga ia mendapatkan view yang bagus.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, ia pun sampai di restoran terkenal dan juga termewah di kota itu. Ia pun memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah ada di sana.


" Selamat datang tuan"


" Apa manager kalian ada di sini?"


" Ada tuan"


" Tolong panggilkan"


" Baik tuan, silakan duduk dulu"


Pelayan itu segera pergi memanggil sang empunya restoran. Karena ia tau siapa lelaki yang datang tadi.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"

__ADS_1


" Permisi Pak, di ruang tunggu ada tuan David"


" Tuan David pemilik perusahaan Wesley?"


" Iya Pak"


Manager itu segera bangkit dari duduknya dan segera menemui tamu istimewa nya. Sebelum keluar manager itu merapikan kembali penampilannya. Karena ia tidak ingin memberikan kesan buruk.


" Selamat datang tuan David"


" Terima kasih"


" Ada apa gerangan anda ingin bertemu dengan saya tuan?"


" Saya ingin mengajak istri saya dinner di sini nanti malam. Dan saya ingin kamu menyiapkan tempat yang bagus untuk acara dinner saya dengan sang istri"


" Baik tuan, saya akan menyiapkan tempat yang paling bagus"


" Tapi saya tidak ingin di ruangan VVIP"


" Maksud tuan?"


" Istri saya tidak suka ruangan yang formal. Jadi saya ingin nanti kamu menyiapkan tempat dinner outdoor "


" Baiklah tuan, nanti saya akan menyiapkannya. Atau tuan ingin melihat tempatnya sendiri?"


" Boleh"


" Mari tuan "


Manager itupun membawa David ketempat makan yang bertema outdoor. Ia akan melihatkan lokasi outdoor yang terbagus yang ada di restorannya.


Mereka pun sampai si lokasi outdoor yang pertama. David melihat tempat itu, sambil mendengarkan penjelasan sang manager restoran.


" Bagaimana tuan?"


" Tempatnya bagus dan lokasinya juga berada di tempat yang tinggi dan view nya juga sangat bagus, laut. Saya ambil tempat yang ini"


Manager restoran itu tersenyum mendengar jawaban David. Tidak salah dia menunjukkan lokasi itu. Karena ia tau kesukaan tamu VVIP nya itu.


" Kalau boleh, saya ingin kalian mendekorasi nya sedikit"


" Anda ingin dekorasi seperti apa tuan?"


" Saya ingin dekorasi yang simpel, tapi terlihat mewah"


" Baik tuan kami akan mendekorasinya sesuai dengan keinginan tuan. Ada lagi tuan? barangkali soal menunya?"


" Menunya, sediakan saja makanan favorit restoran ini"


" Siap tuan"


" Saya tidak ingin ada kesalahan. Kamu tau kan kalau sampai ada kesalahan?"


" Tau tuan"


" Bagus kalau kamu tau. Baiklah karena urusan saya sudah selesai, saya pamit dulu"


" Baik, silakan tuan"


Manager itu pun mengantarkan tamu istimewanya ke depan pintu. Ia tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan ini.


David melajukan mobilnya meninggalkan restoran itu. Ia akan pergi ke toko perhiasan untuk membeli cincin untuk melamar istrinya nanti.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2