
Sore hari.
David bersiap untuk pulang ke rumah. Setelah menyimpan dokumen dan juga draft penting. Ia mengambil tas dan juga kunci mobilnya. Ia segera keluar dari ruangannya.
Ia masuk kedalam lift. Saat pintu lift akan tertutup, Tomy segera masuk kedalam lift.
" Kamu mau pulang juga?"
" Iya tuan "
" Saya pikir kamu lembur"
" Nggak tuan. Pekerjaan saya udah selesai, jadi untuk apa saya lembur"
David tersenyum mendengar ucapan asistennya itu. Tomy selalu cepat mengerjakan pekerjaan yang dia berikan. Tidak salah kalau dia menjadi orang kepercayaan David.
Ting.
Pintu lift terbuka. David dan Romy keluar dari benda yang berbentuk kotak itu. Suasana di lobi kantor sudah mulai sepi. Hanya beberapa karyawan yang masih terlihat berlalu lalang. Mereka berdua berjalan dengan elegan menuju pintu keluar.
Security membungkukkan badan memberi hormat pada bosnya. David dan Tomy terus berjalan melewati security. Mobil David sudah berada di depan kantor.
David melajukan mobilnya meninggalkan area kantor. Diikuti oleh Tomy di belakang. Dua mobil mewah itu melaju beriringan. Sampai di persimpangan, kedua mobil itu pun berpisah. Karena apartemen Tomy tidak searah dengan rumah sang istri.
David menghentikan mobilnya kala melihat toko bunga. Ia akan membelikan bunga untuk istrinya, sebagai rasa terima kasihnya pada sang istri.
" Selamat datang tuan. Ada yang bisa saya bantu?"
" Saya ingin satu buket bunga mawar merah yang masih segar"
" Baik, tunggu sebentar tuan"
Pelayan itu pun mengambilkan satu buket bunga mawar merah segar, sesuai permintaan lelaki tampan itu. Lalu ia memberikannya pada David.
David menyerahkan black card-nya pada pelayan toko. Setelah membayar buket bunga mawar, ia pun pergi meninggalkan toko bunga itu.
Ia meletakkan buket bunga mawar itu di kursi. Setelah selesai, ia melajukan kembali mobilnya menuju kediamannya. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya. Mudah-mudahan istrinya suka bunga yang akan dia berikan.
💓
💓
💓
Aluna bangkit dari duduknya kala melihat mobil suaminya sudah memasuki pekarangan rumah. David keluar dari mobil, tak lupa ia membawa buket bunga yang ia beli tadi.
Rasa penat David langsung hilang kala melihat senyum istrinya. Tapi ia bingung, kenapa sang istri diluar. Padahal udara lumayan dingin sore ini.
" Kenapa kamu diluar?"
" Nungguin Daddy pulang"
David tidak menyangka istrinya akan menunggu dia pulang. " Senangnya kalau pulang di sambut sama istri cantik kek kamu"
" Gombal. Ini bunga untuk aku ya?"
" Nggak, untuk Bik Ijah"
" Oh "
" Untuk kamu sayang, masa iya untuk Bik Ijah"
" Dalam rangka apa nih Daddy kasih aku bunga?"
" Emang kalau kasih bunga, harus dalam rangka atau momen tertentu gitu?" tanya balik David.
" Nggak sih"
" Bunga ini ungkapan rasa sayang dan cinta aku untuk kamu. Ambil"
" Makasih daddy. Sini tasnya aku bawa, Daddy pasti capek kan?"
__ADS_1
" Sedikit. Tapi setelah melihat senyum kamu rasa capek dan lelah aku jadi hilang"
" Daddy mau mandi dulu, atau mau makan dulu?"
" Mandi dulu, soalnya udah gerah banget"
" Ntar aku siapin air untuk mandi Daddy "
Pasutri itu pun masuk kedalam rumah. Karena udara diluar sudah semakin dingin.
" Aden baru pulang?"
" Iya Bik"
" Wah bunganya indah dan cantik banget non"
" Iya Bik. Daddy yang beliin"
Bik Ijah sangat senang melihat hubungan tuan dan nona mudanya yang sangat romantis. Ia berharap kebahagiaan akan selalu menyertai pernikahan tuan dan nona mudanya.
" Kita keatas dulu ya Bik"
" Ya non"
Aluna dan suaminya pergi ke kamar. Sedangkan Bik Ijah kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk nona dan tuan mudanya.
Sesampai di kamar, Aluna meletakkan tas kerja suaminya di tempatnya. Sedangkan buket bunga yang diberikan sama suaminya, untuk sementara ia letakkan di atas kasur.
Ia pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi untuk suaminya. Setelah bathtub terisi, ia meneteskan aroma terapi supaya tubuh suaminya nanti rileks saat berendam di sana.
" Dad, airnya sudah siap"
" Makasih baby"
David berjalan menuju kamar mandi. Tak lupa ia membawa handuk ke sana. Setelah suaminya menghilang ke dalam kamar mandi, Aluna mengambil pakaian untuk di pakai suaminya nanti. Selesai menyiapkan pakaian. Ia turun ke bawah untuk membantu Bik Ijah menyiapkan makan malam.
" Masak apa Bik?" tanya Aluna setelah sampai di dapur.
" Wah enak tu Bik"
" Iya non "
" Aluna bantuin ya, biar masaknya cepat. Kan berdua lebih baik, daripada sendiri"
Bik Ijah sangat senang mendapatkan nona muda seperti Aluna. Walaupun dia anak orang kaya, tapi ia mau membantu dirinya masak di dan terkadang membersihkan rumah. Ia berharap nona mudanya selalu bahagia.
Setelah tiga puluh menit berkutat di dapur, Aroma wangi dari masakan Aluna dan Bik Ijah sudah tercium oleh indra penciuman.
" Bik coba cicipi, ada yang kurang nggak?"
" Pas non"
" Berarti kompornya sudah bisa dimatikan ya Bik?"
" Sudah non "
Aluna mulai menata makanan yang dia bikin tadi di atas meja makan. Sekarang ia hanya tinggal menunggu suaminya untuk makan malam bersama.
Bik Ijah sangat senang, karena kemampuan memasak nona mudanya semakin bagus. Seandainya nona mudanya ingin membuat restoran sudah bisa. Karena masakan benar-benar enak dan pas di lidah.
" Non nggak ada minat mau buka restoran?"
" Nggak Bik. Lagian fashion aku bukan di masak"
" Tapi masakan nona sangat enak, dan bibik rasa non bisa buka restoran"
" Ntar Aluna pikirkan lagi deh Bik. Soalnya Aluna belum kepikiran ke sana"
" Pikirin apa?" tanya David yang datang tiba-tiba.
" Daddy, ngagetin aja "
__ADS_1
" Nggak apa-apa. Biar jantung kamu sehat"
" Sehat apaan, mati yang ada"
" Jangan marah, ntar nggak aku kasih jatah "
" Harusnya aku yang ngomong kek gitu"
Cup.
" Bawel "
Mata Aluna membulat sempurna. Ia kaget karena suaminya menciumnya di depan Bik Ijah. Ia sangat malu.
" Daddy!"
" Apa sih Yank teriak-teriak kek di hutan "
" Kenapa cium aku "
" Karena pengen. Lagian kamu itu bawel banget"
" Ya kan nggak harus cium juga?"
" Kenapa emangnya kalau aku cium. Kan nggak dosa"
" Dosa, karena Daddy ciumannya depan Bik Ijah"
" Bik Ijah nya kan nggak liat. Iya kan Bik?"
" Iya non, bibik nggak liat "
" Pokoknya nggak boleh cium aku di depan umum"
" Ini di rumah kita baby, bukan tempat umum"
" Udah ah, Daddy ngeselin!"
" Idih ngambek"
" Nggak"
" Jangan ngambek, ntar aku beliin kuaci"
" Ogah"
" Ya udah, mobil "
" Aku udah punya mobil"
" Rumah deh"
" Aku juga udah punya rumah"
" Pesawat jet"
" Nggak mau"
" Ya udah permen Ting Ting. Tapi kamu udah nggak Ting Ting lagi. Permen kiss aja ya"
" Daddy ngeselin!"
David tertawa mendengar ucapan istrinya. Ia puas membuat sang istri kesal. Istrinya gemesin banget kalau lagi kesal seperti itu. Dan entah kenapa ia sangat suka menggoda sang istri.
To be continue.
Aluna dan David
Happy reading 😚😚
__ADS_1